Antara Sahabat dan Pengkhianat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Korea
Lolos moderasi pada: 4 July 2019

“Attention! seluruh Mahasiswa baru harap berkumpul di aula”
“Druckkkk”
“Yaaa! Micheoseo! (Hei! Apakah kamu Gila!), punya mata dipake dong, bukan buat pemberat kepala aja!” Gerutu seorang Mahasiswi yang sepertinya kesal melihatku. Aku pun menghampirinya.

“Oh, mianhaeyo. Gw-gwaenchanha? (maafkan aku. Ap-apakah kamu baik-baik saja?)” Ucapku penuh penyesalan. Aku benar-benar tidak sengaja menabrak kakinya. Aku pun meyesali perbuatanku.
“Yaaa! (Hei!) Jinhwan-na!” Sapa Hanbin kepadaku sambil melambaikan tangan dari kejauhan. Aku pun balas melambaikan tangan, nampaknya Hanbin menuju ke arahku.

Hanbin pun tiba dimana aku dan seorang Mahasiswi itu berdiri. Aku dan Hanbin berkenalan dengan Mahasiswi itu,
“Ahmmm, joneun Kim Jinhwan hago igeo chinguyeyo Kim Hanbin imnida (namaku Kim Jinhwan dan ini temanku Kim Hanbin)” Kataku sambil mengulurkan tangan. Tapi Mahasisiwi itu hanya diam dan menatap Hanbin.
(Hening)
Aku menggaruk kepala yang tidak gatal, aku dikacang gorengin.
“Oh. Joneun Park Araa imnida (Namaku Park Araa)” Kata mahasiswi itu dan mengulurkan tangannya ke Hanbin. “Aish! Dwaesseo! (Sial! Lupakan!)” Desisku kesal.
“Palliwa (Cepatlah)” Bentakku untuk segera berkumpul. Hanbin dan Araapun mengikutiku.

Semenjak kejadian itu, kami bertigapun mulai akrab di kampus, tak lupa pula Hanbin. Hanbin merupakan sahabatku, sahabat dimana aku dan dia menjalani hidup bersama, baik suka maupun duka. Dia tidak pernah mengecewakanku dan dia selalu ada buatku.
“Non naega kajang sojunghan chinguya (Kamu adalah sahabat terbaikku)” Kataku dalam hati.

Satu bulan sudah kujalani hidup sebagai Mahasiswa. Dan satu bulan sudah kuperhatikan tingkah Araa yang membuatku tak bisa membohongi perasaanku. “Naega johae (Aku menyukainya)” Kalau Hanbin aku ingin menjadi sahabatnya, tapi kalau Araa aku ingin menjadi ksatrianya. Aku bosan untuk bersikap formal terus terhadapnya.

Sebagai sahabat, aku sering curhat dengan Hanbin masalah belajar dan lainnya. Tapi kali ini beda, aku beranikan diriku untuk curhat masalah hati dan perasaan. Bahwa aku benar-benar menyukai Araa dan aku minta tolong untuk hubunganku dengan Araa. “Hanbin, gue suka sama Araa. Tolongin gue dong buat deketin Araa.” Ucapku dengan nada sedikit bahagia.
Sepertinya, tebakanku selalu benar bahwa Hanbin itu benar-benar sahabatku.
“Oooke Bro, Buat lu apa sih yang enggak” Jawab Hanbin dengan senyum konyolnya. Ah kunyuk satu ini tidak pernah mengecewakan.

Serangkaian moment telah dirancang. Tibalah moment yang aku tunggu-tunggu.
“Ah, eotteokhae? (Ah, bagaiman ini?)” Moment ini akan menjadi sejarah dalam hidupku dan tentunya sulit untuk dilupakan.

Sekarang tinggal aku dan Araa, rasanya gugup juga sih, namun aku coba untuk menenangkan hati ini yang rasanya ingin keluar.
“Kamu mau ngomong apa?, Biasa aja kali,” Araa pun tampaknya semakin penasaran dengan sesuatu yang ingin aku bicarakan.
“Sashil nan bulanhae eoddaekhae nal boneunji (Jujur aku gugup tentang bagaimana kamu melihatku)” Ucapku sungguh.
“Neoreul manna chut sungan (Saat pertama kali aku melihatmu)” Aku mulai serius.
“Araa, Saranghae (Aku cinta padamu)” Ucapanku itu membuat suasana saat itu menjadi hening. Araa hanya terdiam dengan mata yang binar-binar. Aku pun mulai penasaran, apakah aku diterima atau ditolak.
“Jinhwan-na” Kata Araa agak khawatir.
“Mianhaeyo (Maafkan aku)” Sambungnya.
“Wah, ternyata aku benar benar dicampakkan” Rasanya dadaku sesak mendengar kata-kata itu.
Setelah berbicara panjang lebar ternyata Araa sudah jadian sama Hanbin satu bulan yang lalu, dan sekarang tanggal annivnya.
“Lelucon macam apa ini?” Aku terus berpikir seperti itu dalam hatiku. Seseorang yang dulunya Sahabat, sudah berubah jadi pengkhianat.

Besoknya seusai kuliah, Aku menghampiri Hanbin dan sebuah tonjokan hebat mendarat mulus di pipinya. Siapa lagi kalau bukan aku. Itu belum sebanding dengan apa yang aku rasakan sebagai orang yang terkhianati.
“Yaaa! (Hei!) Jinhwan-na. Waeirae? (Kenapa begini?)” Tanya Hanbin kepadaku, sedikit berteriak.
“Seorang pengkhianat kayak lu emang pantas dapat yang kayak beginian” Ucapku dengan emosi.
“Ini kampus bukan ring tinju. Lu bisa selesaiin nanti pulang dari sini” Bujuk Hanbin untuk menenangkan situasi.
“Ah bodoh amat, mau kampus kek, rumah sakit kek gue nggak tau, yang gue tau lu itu pengkhianat dan asal lu tau ya, sekali pengkhianat tetap pengkhianat.” Dengan kesalnya aku berteriak.
“Gue berusaha jujur sama lu, tapi lu apa? kalau seandainya lu ngasih tau gue kalau lu suka sama Araa gue akan ngalah, demi lu.” Emosiku mulai memuncak.
“Nde, naega neomu mian (Iya, aku minta maaf)” Kata Hanbin dengan nada menyerah.
“Maaf, Lu kira segampang itu ngemaafin orang munafik kayak lu” Cetusku ke Hanbin. Belum sempat Hanbin bicara lagi, tapi aku sudah “Get out” dari kelas, aku muak dengan Hanbin, aku tidak terima kalau dia begitu.

Semenjak kejadian itu aku tidak pernah lagi bicara dengan Hanbin. Dan persahatan kita berakhir sampai disana.

The end

Amanat: Janganlah berkhianat dalam persahabatan karena dapat menghancurkan persahabatan

Cerpen Karangan: Anggun Renata
Blog / Facebook: ANgg

Cerpen Antara Sahabat dan Pengkhianat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


K-Pop in Pesantren (Part 2)

Oleh:
Libur semesteran akhirnya dateng juga, ini yang paling di tunggu-tungggu sama seluruh penduduk pesantren. Semua anak pada bawa barang berkoper-koper ke mobil orangtua mereka. Sementara gue satu aja cukup..

Destiny

Oleh:
Pertemuan dan perpisahan itu datang begitu saja. Tanpa adanya rencana dan tanpa ada seorang pun yang tahu. Termasuk dengan kedua manusia berlawanan jenis ini. Mereka dipertemukan dengan ketidaksengajaan yang

Eye

Oleh:
New York, Desember, 15, 2013 Porsche putih itu melaju kencang. Pengemudinya membanting setir ke kiri menghindari truk tronton di depannya, mengakibatkan mobil menabrak pagar jalan. Benturan terdengar memekakkan telinga.

Bukan Cinta Segitiga (Part 1)

Oleh:
– Awal pertemuan – Si ratu facebook it’s me “rae ah”, begitu mereka memanggilku gara gara keranjingan ngefacebook, update status dan berbagi jempol atau nggak baca manga online sambil

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *