Beautiful Vampire

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Korea
Lolos moderasi pada: 15 July 2016

624 Tahun Yang lalu, di Dinasti Joseon, Terjadi sebuah peristiwa yang mana Banyak sekali Pria yang hidup di masa itu jatuh hati kepada Hye-Seong, seorang Vampir Cantik dan menawan. Suatu ketika, Hye-Seong yang sedang berjalan sendirian diserang Oleh 2 Orang Misterius. Ia pun merasa terusik dengan perbuatan 2 orang tersebut dan melawannya dengan cara menghisap darah kedua orang tersebut. Sewaktu hal tersebut terjadi, seorang Dayang kerajaan Melihatnya dan melaporkannya kepada Yang Mulia Raja Dinasti Joseon Pertama, Raja Taejo. Tanpa tinggal diam, Raja Taejo pun memerintahkan pasukannya untuk menangkap Hye-Seong. Setelah beberapa hari kemudian, Hye-Seong pun berhasil ditangkap dan dipenjarakan di sebuah Gubuk Tua. Di sekeliling Gubuk tersebut diletakan beberapa bawang putih agar Sang Vampir tidak kabur dari penjara.

Tetapi, pada suatu Ketika, Saat Salah seorang Pengawal kerjaan menghampiri gubuk tersebut untuk mengganti bawang putih yang sudah busuk, tiba-tiba pintu gubuk tersebut terbuka dan Sang Vampir cantik pun melarikan diri dari Penjara tersebut.

624 tahun Kemudian… Di era Modern seperti saat ini, terlihat seorang gadis yang berjalan menuju sebuah apartemen mewah di kasawan Gangnam. Sang gadis tersebut Banyak menarik perhatian para pria yang ada di dalam aparteman tersebut. Seorang Pemuda dengan berani menanyakan nama sang gadis yang cantik tersebut. “Annyeonghaseo agassi, Kenalkan saya Doo-Sik. Saya tinggal di apartemen nomor 324. Kalau kamu namanya siapa?” Kata Sang Pemuda Tersebut. “Nae ireum Kang Hye-Seong.” Balasnya. Ternyata nama gadis tersebut Adalah Kang Hye-Seong, yang tak lain adalah sang Vampir Cantik Yang Kabur Dari Saat Dipenjara saat era Dinasti Joseon.

Sesampainya Di Apartemennya, Hye-Seong pun langsung Tiduran Di Kasur Dan Tertidur Dengan Lelap. Dalam Tidurnya, Hye-Seong Memimpikan Kalau Dirinya Itu akan Mati Jika Ia Tidak Menghisap Darah Pria Lajang Yang Berumur 30 tahunan. Di dalam Mimpi tersebut, ia juga diberi pesan oleh raja Vampir jika Hye-Seong harus berhasil menghisap darah Pria Tersebut dalam Kurun waktu 100 hari. Jika tidak, Hye-Seong akan Menghilang dari dunia ini. Hye-Seong pun terbangun dari Mimpinya dan mencari seorang pria yang berumur 30 tahunan.

Hye-Seong pun teringat dengan pria yang ada di lift tadi. Ia langsung saja pergi ke apartemen Doo-Sik untuk menanyakan umur pria tersebut. Sesampainya di depan pintu apartemen Doo-Sik, Hye-Seong segera menekan bel apartemen Doo-Sik dan tak lama Pria tersebut pun keluar. “Annyeong Doo-Sik” sapa Hye-Seong. “Ah. Anyeong. Waeyo?” tanya Doo-Sik. “Doo-Sik, Apa Boleh Aku Lihat Kartu Identitas Kamu?” Minta Hye-Seong. “Baiklah. Changkkamanyo” Kata Doo-Sik. “Ne.. Doo-Sik” Balas Hye-Seong. “Ini Kartu Identitas ku.” beri Doo-Sik. “Doo-Sik, Gomawo.” Hye-Seong langsung melihat kartu identitas milik Doo-Sik dan terkejut karena melihat usia Doo-Sik yang baru menginjak 23 tahun. Hye-Seong pun mengembalikan kartu Identitas Doo-Sik kembali. Hye-Seong kecewa dan langsung meninggalkan apartemen milik Doo-Sik.

Sewaktu Hye-Seong ingin kembali ke apartemnnya, Tiba-tiba di pertengahan jalan tepatnya di sebelah apartemennya, Hye-Seong mendengar percakapan. “Si-Hoon, dengar oemma, kamu sudah berumur 31 tahun. Oemma ingin kamu segera menikah. Oemma ingin menimang cucu oemma nanti.” minta seorang ibu kepada anaknya. “Ya Oemma. Aku ingin mewujudkan harapan oemma. Tapi tidak sekarang.” ujar Si-Hoon.

Dari depan pintu apartemen Si-Hoon, Hye-Seong pun mendapat Ide yang cemerlang untuk menghisap darah Si-Hoon. Tanpa tunggu lama, Hye-Seong langsung saja membunyikan bel apartemen Si-Hoon. Tak lama kemudian, ibu Si-Hoon pun membuka Pintu apartemennya. “Kamu Siapa?” tanya Ibu Si-Hoon. “Annyeong Bibi, Kenalkan saya Kang Hye-Seong, tetangga kalian.” jawab Hye-Seong. “Ah Ya. Silahkan Masuk Agassi.” ajak Ibu Si-Hoon. “Gomawo Bibi.” ungkap Hye-Seong. Hye-Seong pun masuk ke dalam apartemen Si-Hoon. Di dalam apartemen Si-Hoon, Ibu Si-Hoon Mengenalkan Hye-Seong Kepada Putranya. “Anakku, perkenanalkan ini tetangga kita, Namanya Kang Hye-Seong.” kata ibu Si-Hoon.”Annyeonghaseo, Nae Kang Hye-Seong.” memperkenalkan dirinya kepada Park Si-Hoon sang pria tampan dan keren.

Mereka berdua saling berjabat tangan. Terlihat raut wajah ibu Si-Hoon sangat bahagia melihat putranya mulai dekat dengan Kang Hye-Seong. “Ayo Duduk Nona. Biar bibi buatkan minum” tawar Ibu Si-Hoon. “Gomawo bibi. Tapi aku hanya ingin mampir sebentar saja. Soalnya aku masih ada pekerjaan di kantor.” jawab Hye-Seong. “Oh begitu. Baiklah. Jika ada waktu, sering-sering mampir kesini” Ungkap Ibu Si-Hoon. “Baiklah bibi. Aku pergi dulu, Dah.” Hye-Seong pun pergi keluar dari apartemenya Si-Hoon. Di luar, ia mendengar percakapan Si-Hoon dan ibunya kembali. “Si-Hoon, sepertinya Hye-Seong adalah wanita yang baik. Oemma suka melihatnya. Oemma ingin kamu memiliki hubungan dengannya.” kata ibu Si-Hoon. “Tapi Oemma, aku saja baru kenal sama dia. Masa langsung menjalin kasih begitu saja. Aku masih belum mengetahui latar belakangnya. Mungkin nanti aku menjalin hubungan dengannya ketika kami sudah saling kenal dan akrab” ujar Si-Hoon. “Baiklah. Oemma serahkan saja kepadamu. Si-Hoon, oemma pulang dulu ya. Soalnya ayahmu pasti menunggu oemma pulang” Kata ibu Si-Hoon. “Baiklah Oemma. Hati-hati di jalan.” Jawab Si-Hoon.Di hari-hari berikutnya, Hye-Seong selalu menggoda Si-Hoon untuk jatuh cinta kepadanya. Tapi semua hal tersebut sia-sia karena Si-Hoon tidak tertarik sama sekali dengan kecantikan yang dimiliki Kang Hye-Seong. Suatu saat, ketika Kesempatan untuk dirinya hidup hanya tersisa 20 hari saja lagi, Hye-Seong kebingungan untuk mencari cara mendapatkan Si-Hoon. Ia pun kembali ke cara awal yaitu dengan cara mendatangi rumah Si-Hoon seperti pertama kali ia bertemu dengannya (Si-Hoon).

Hye-Seong pun membunyikan bel apartemen Si-Hoon. Taklama kemudia, Si-Hoon pun keluar dan menanyakan kenapa Hye-Seong datang ke apartemennya. “Hye-Seong kenapa kamu datang ke apartemenku?” tanya Si-Hoon. “Ada yang ingin aku katakan.” jawab Hye-Seong. “Katakan apa? Apakah penting?” jawab Si-Hoon. “Ya sangat penting. Sebaiknya kita masuk ke dalam apartemen kamu.” jawab Hye-Seong. “Baiklah.” mereka berdua pun masuk ke dalam apartemen Si-Hoon dan berbicara tentang Keinginan Hye-Seong. “Si-Hoon, apa boleh aku minta sesuatu?” Tanya Hye-Seong. “Minta apa?” Si-Hoon bertanya kepada Hye-Seong. “Si-Hoon, kamu jangan kaget, sebenarnya aku ini adalah… VAMPIRE. Aku ingin meminum darah kamu karena aku tidak ingin lenyap dari dunia ini.” Jawab Hye-Seong. “Kamu Vampir? Dan ingin meminum darahku? Kenapa harus darahku?” Tanya Si-Hoon bertubi-tubi. “Ceritanya panjang. Si-Hoon, aku mohon, aku minta darah kamu agar aku bisa hidup di dunia ini. Aku mohon” Minta Hye-Seong. “Nggak. Sebaiknya kamu keluar dari apartemenku sebelum aku melaporkannya kepada orang-orang” Jawab Si-Hoon. “Aku Mohon Si-Hoon. Hanya tinggal 4 jam lagi aku bisa bertahan hidup. Kalau kamu memberikan darah kamu kepadaku, aku berjanji akan mengenang jasa kamu selamanya.” Minta Hye-Seong Kembali. Tetapi, lagi-lagi Si-Hoon tidak memberikannya dan langsung mengusir Hye-Seong dari apartemennya.

Hye-Seong menangis dan pergi ke Atap sebuah gedung. Waktu hidup Hye-Seong semakin berkurang dan hari pun mulai gelap. Hye-Seong terus menangis sambil menatap kota Gangnam dari ketinggian. Tak lama kemudian, Si-Hoon datang ke atap gedung tersebut dan bersedia memberikan darahnya kepada Hye-Seong. Awalnya Hye-Seong merasa bahagia atas tindakan Si-Hoon kepadanya. Tetapi, tiba-tiba saja Ia berpikir kalau ia tidak boleh mengisap darah Si-Hoon dikarenakan Ibu Si-Hoon yang sayang dengan Anaknya. Hye-Seong pun mengucapkan kata-kata terakhirnya sebelum ia menghilang. “Gomawo Si-Hoon, Tapi aku tidak bisa menerimanya karena Ibumu.” Setelah mengucapkan kata-kata tersebut, Hye-Seong pun menghilang dan setelah itu Salju Pun Turun.

THE END

Cerpen Karangan: M. Andhika Pratama
Facebook: Andhika Pratama
Nama Lengkap: M.Andhika Pratama
Nama Panggilan: Dhika
Lahir Pada 22 Mei 2001 di Tembilahan Riau, Indonesia

Cerpen Beautiful Vampire merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Chingu

Oleh:
Hyejin ke luar dari rumahnya sembari menikmati angin yang berhembus. “Ah, cuacanya sejuk,” ujarnya sembari tertawa pelan. Hyejin berjalan-jalan di sekitar halaman rumahnya, namun secara tidak sengaja Hyejin melihat

Pulau Jeju

Oleh:
Mama dan Papa sudah janji akan mengajakku berlibur ke gunung, kami akan berkemah, senang sekali. “Sayang, kamu sudah siapkan apa saja? besok kan kita berangkat” tanya Papa. “Bawa baju,

School Love Affair (Part 2)

Oleh:
Sudah 2 minggu yang lalu aku menghadapi Yeonjun yang menyebalkan, ntah apa yang merasuki dirinya itu, aku benar-benar tak percaya kalau dia benar-benar sahabat mayaku. “Kau tak ingat padaku?”

Tell Me, I Love You

Oleh:
Angin berbisik merdu mengantarkan gadis itu ke luar dari persembunyiannya. Kim Tae Yeon, gadis itu tak bergeming tatkala melihat sosok lelaki yang sudah berdiri di hadapannya, seperti biasanya. “Annyeong

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *