Di Bawah Pelangi

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Korea
Lolos moderasi pada: 29 November 2016

Sore ini hujan begitu deras, aku menunggu bus di halte depan sekolah. Ada seorang laki-laki yang berlari ke arahku dengan tas di kepalanya. Aku tidak bisa melihat dengan jelas wajahnya, lalu aku mengambil kacamataku dari dalam tas. Saat aku melihat ke arahnya, ternyata Oppa Taehyung.
Orang yang ada di sampingku saat ini adalah orang yang sangat kukagumi, selain tampan, pintar, jago olahraga dan yang paling aku suka darinya ialah misterius, membuatku semakin penasaran tentangnya. Meski aku satu sekolah dengannya, sangat sulit untuk bertemu dengannya.

Oppa Taehyung adalah murid VVIP, bagi mereka yang menjadi murid VVIP biasanya mempunyai tempat tersendiri di sekolah dan punya banyak fans.

Tiba-Tiba..
“Hey Go Aru sedang menunggu bus juga?” Ujar Oppa taehyung.
Aku sangat terkejut, pipiku memerah, jantungku berdegup kencang “Deg.. Deg.. Deg”
‘Dia menyapaku, Dia tahu namaku, Dia tersenyum padaku!!’ teriakanku dalam hati
Ini mimpi paling indah yang pernah kualami, Aku harap aku tidak pernah terbangun.
Mataku tidak bisa kedip, hanya melihat ke arahnya, Lalu Oppa melambaikan tangannya ke mukaku,
“Go Aru, Apa kau baik-baik saja?” Ujar Oppa Taehyung khawatir.
“Maaf, Aku baik-baik saja, Ya aku sedang menunggu bus” Ujarku dengan wajah memerah.
“Syukurlah, Aru apa kau masih ikut ekskul melukis?” Tanya Oppa Taehyung.
“Maaf, Oppa tahu darimana aku ikut ekskul melukis?” Tanyaku dengan terkejut.
“Aku mengujungi ruang lukis saat tidak ada orang, aku melihat beberapa lukisan yang di bawahnya betuliskan nama Go Aru, Kupikir itu karyamu.” Jawab Oppa Taehyung yang ternyata suka melukis juga.
“Ah apa jangan-jangan karya yang berinisial BlankTae itu Oppa?” Tanyaku penuh semangat
“Bingooo ahaha” Jawab Oppa Taehyung tertawa dengan jarinya yang menyerupai pistol menunjuk ke arahku.

Ini pertama kalinya aku melihat Oppa tertawa seperti ini, terlebih lagi dia tertawa karena aku. Tuhan, Aku harap waktu bisa berhenti saat aku bersamanya.

Banyak sekali yang kami bicarakan, namun busnya tak kunjung datang. Hujan mulai reda, sinar matahari muncul kembali.. Saat sedang asik ngobrol, ada mobil yang mencipratkan genangan air, dengan cepat Oppa Taehyung berpindah ke depanku agar aku tidak terkena cipratannya. Dan akhirnya Oppa yang terkena cipratan airnya, Aku sangat terkejut saat Oppa ada tepat di depanku. Tangannya memegang pundakku, rasanya seperti berpelukan, mata kita saling bertatapan, aku sangat gugup.
Dan Oppa bilang “Kau baik-baik saja?”
“Maaf, Iya, Harusnya aku yang bilang begitu, Apa Oppa tidak apa-apa?” Tanyaku dengan gugup.
“Ya, tidak masalah.” Jawab Oppa Taehyung sambil tersenyum.

“Oppa lihat ke awan, pelanginya indah sekali.” Ujarku sambil menunjuk ke arah awan.
“Iya, sangat indah seperti dirimu” Ujar Oppa taehyung melirikku sambil tersenyum.

Ini adalah awal kisah cinta kami Di Bawah Pelangi Cinta kami Bersemi. Dan akhirnya bus datang, Aku dan Oppa Taehyung pun naik bersama.

Cerpen Karangan: Aru
Blog: arudiary.blogspot.com
Terima Kasih sudah membaca

Cerpen Di Bawah Pelangi merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Born To Love You

Oleh:
“Yeri-yah, bisakah kau tidak pindah ke Seoul?” pinta seorang anak laki-laki tersebut sambil memeluk temannya untuk terakhir kalinya. “Maafkan aku, Sungjoon-ah. Aku harus mengikuti kedua orangtuaku pergi ke Seoul.

Story Of My Life

Oleh:
Aku mengambil aba aba untuk menendang bola, kutendang bola itu sekeras kerasnya tapi sayang tendangan itu meleset dan bola itu menggelinding ke tengah jalan. Tanpa pikir panjang aku pun

Need More Chance

Oleh:
Kubenahi letak kaca mata hitam yang menutupi sebagian wajahku. Banyaknya orang yang menegur, seperti sebuah dengungan yang sama sekali tak ingin kutanggapi. Retina mataku hanya terfokus pada satu titik.

Ketika Hati Harus Memilih

Oleh:
Siang ini surya begitu semangat menerangi bumi. Sepulang sekolah kulemparkan tas merahku ke atas kasur. Kurebahkan badanku yang terasa lesu di sofa dekat jendela sembari merasakan dahaga yang menggerogoti

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *