Diabolik Lovers (Part 3)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Korea
Lolos moderasi pada: 1 January 2019

1 bulan berlalu, hubungan kedekatan Hyun Kyung dengan Ma Ri dapat dikatakan kedekatan yang tidak biasa. Karena setiap hari Hyun Kyung selalu mengajak Ma Ri pergi bukan hanya ke toko buku, tetapi juga ke cafe. Hal itu teman-teman Ma Ri dan keluarga Hyun Kyung curiga.

Saat Ma Ri ingin pergi ke cafe untuk menemui Ah Ra, tiba-tiba saja dia mengalami kecelakaan. Hal itu membuat Ah Ra segera pergi ke rumah sakit. Setibanya disana, Ah Ra segera mencari ruang rawat Ma Ri. Setelah menemukan ruang rawat Ma Ri, tanpa sengaja Ah Ra bertemu appa Ma Ri, “Ahjushi!,” panggil Ah Ra dan ayah Ma Ri hanya menengok.
Dan Ah Ra segera menghampiri appa Ma Ri, “Ahjushi, bagaimana keadaan Ma Ri?,” tanya Ah Ra, “Dokter belum keluar,” jawab appa Ma Ri. Kemudian dokter keluar, “Dokter, bagaimana keadaan putriku?,” tanya appa Ma Ri, “Untunglah Ma Ri baik-baik saja, Ju Ho-ssi. Dia hanya terluka sedikit. Dan yang menabrak Ma Ri ingin bertemu denganmu,” jawab dokter yang langsung membawa Baek Ju Ho, appa Ma Ri menemui orang yang telah membuat anaknya celaka. Dan Ah Ra langsung menemui Ma Ri.

Saat sampai di ruangan dokter, Baek Ju Ho masuk dan menemui orang tersebut, “Mianhae, ahjushi. Tadi aku melamun saat menyetir jadi tanpa sengaja aku menabrak Baek Ma Ri,” jelas orang itu sebelum Ju Ho memarahinya, “Bagaimana kau tahu nama putriku?,” tanya Ju Ho karena bingung bagaimana orang itu bisa mengenalnya, “Aku Noh Kang Min. Sebelumnya aku pernah bertemu Ma Ri tanpa sengaja. Kau tidak usah khawatir tentang biaya pengobatannya, karena aku yang akan membayarnya,” jawab orang itu kemudian pergi meninggalkan Ju Ho sendiri di sana.

Di kamar rawat Ma Ri …
“Bagaimana keadaanmu?,” tanya Ah Ra, “Aku baik-baik saja. Kau tidak usah khawatir dan jangan beritahu yang lain,” jawab Ma Ri, “Tidak usah khawatir katamu?! Kau jadi begini karena aku memintamu menemuiku. Jika saja aku tak menyuruhmu datang pasti kau tidak akan jadi begini,” ucap Ah Ra penuh sesal. Tiba-tiba appa Ma Ri datang dan membawa Ma Ri pulang.
“Kenapa kau harus menabraknya?,” tanya orang misterius pada temannya, “Aku hanya ingin mencari tahu apakah dia Pecinta Diabolik yang mereka cari selama ini,” jawab temannya, “Lalu, apakah dia yang mereka cari, Kang Min-ah?,” tanya orang itu pada temannya, Kang Min, “Ne. Dia yang selama ini mereka cari. Sekarang kita tinggal menunggu waktu yang tepat untuk mempengaruhinya, Ji Soo-ya,” jawab Kang Min pada orang itu, Ji Soo. Kemudian mereka pergi dari rumah sakit.

Keesokannya di kelas, teman-teman Ma Ri langsung menghampiri Ma Ri yang sedang diperban kepalanya. Dan saat Ma Ri menjelaskan yang terjadi kemarin, semua teman-temannya langsung melirik tajam kearah Ah Ra. Dan Ah Ra hanya bisa menunduk karena takut. Ternyata bukan hanya teman-temannya yang mengkhawatirkan keadaannya, tetapi juga Hyun Kyung. Tiba-tiba bel masuk berbunyi dan para murid segera duduk di tempat masing-masing. Setelah itu pelajaran berlangsung setelah ssaem yang mengajar masuk.

Saat pulang sekolah tadi, ada seseorang yang ingin bertemunya di cafe nanti sore. Sekarang, Ma Ri telah menunggu orang itu dan ada 4 orang yang datang menghampirinya, “Baek Ma Ri agassi?,” tanya orang pertama, “Ne. Kalian siapa?,” ucap Ma Ri bertanya pada mereka.
Tanpa dipersilahkan duduk, mereka langsung duduk berhadapan dengan Ma Ri. “Perkenalkan namaku Kim Min Seok, harabeoji dari Hyun Kyung dan hyungnya,” ucap orang pertama tadi, “Namaku Park Joon Myeon, harabeoji dari Min Hyuk dan hyungnya,” ucap orang kedua, “Aku Lee Woo Seok, harabeoji dari Hae Chan dan hyungnya,” ucap orang ketiga, “Aku Mun Shin Won, harabeoji dari Myung Ho dan hyungnya,” ucap orang keempat.

“Baiklah. Jadi apa urusan ahjushi ingin bertemu denganku?,” tanya Ma Ri tiba-tiba, “Kami kesini ingin memberitahu hal penting padamu,” jawab Min Seok, “Hal penting apa?,” tanya Ma Ri, “Hal penting bahwa kau adalah Pecinta Diabolik,” jawab Joon Myeon, “P-Pecinta Diabolik? Kenapa sangat mirip dengan judul novel yang kubeli bersama Hyun Kyung?,” tanya Ma Ri kemudian mereka menceritakan semuanya pada Ma Ri.
“Jadi, bagaimana? Apa kau akan membantu dan mengikuti rencana kami?,” tanya Woo Seok, “Tapi, apa benar dia akan memberitahuku hal itu?,” tanya Ma Ri, “Besok dia akan menemuimu dan meminta bantuanmu. Setelah dia pergi, dia dan Ji Soo akan mengintaimu dari kejauhan. Dan yang harus kau lakukan adalah bingung, kesal, dan kecewa pada apa yang Kang Min katakan. Tapi yang terpenting jangan beritahu cucu-cucu kami,” jelas Shin Won. Kemudian mereka pergi meninggalkan cafe itu.

Semakin lama kedekatan Hyun Kyung dan Ma Ri disalahartikan oleh teman-teman sekelas mereka. Bahkan mereka sering pergi bersama dan menghabiskan waktu bersama, layaknya sepasang kekasih.

Ternyata bukan hanya mereka yang dekat satu sama lain, tetapi juga Tae Yong dan Ah Ra, Won Woo dan Eun Sang, serta Kog Yeol dan Soo Jin. Tetapi mereka menyembunyikan kedekatan mereka agar tidak ada yang tahu. “Ma Ri-ya, bagaimana kalau nanti sore kita ke cafe?,” tanya Soo Jin, “Ne. Lagipula aku juga bosan di rumah,” jawab Ma ri.
“Ma Ri-ya,” panggil Soo Jin pelan tetapi masih dapat didengar. Dan yang dipanggil hanya melirik, karena saat itu mereka berdua sedang di cafe seperti janji mereka tadi, “Apa menurutmu aku dan Kog Yeol cocok?,” tanya Soo Jin tiba-tiba yang langsung membuat Ma Ri kaget, “Kenapa menanyakan hal itu? Apa kau menyukainya?,” tanya Ma Ri, “Ya, aku menyukainya. Sejak pertama kali melihatnya di cafe,” jawab Soo Jin, “Tetapi, bukan hanya aku saja. Ah Ra dan Eun Sang juga,” lanjut Soo Jin dan Ma Ri hanya mengernyitkan dahinya tanda bahwa ia tak mengerti.
“Begini, aku pernah melihat Eun Sang berjalan dengan Won Woo. Dan aku memergokinya, setelah kutanyakan ternyata dia menyimpan rasa pada Won Woo,” terang Soo Jin, “Bukan hanya itu, aku juga melihat Ah Ra dan Tae Yong berjalan di taman minggu lalu. Besoknya aku menanyakan hal itu padanya dan ternyata dia memendam rasa pada Tae Yong,” lanjut Soo Jin yang membuat Ma Ri heran bagaimana bisa 3 teman terbaiknya menyukai 3 teman Hyun Kyung.

“Hei! Apa yang kau pikirkan?,” tanya Soo Jin yang mengagetkan Ma Ri yang hanya dibalas gelengan oleh Ma Ri, “Apa kau memikirkan yang baru saja kuceritakan?,” tanya Soo Jin, “Apa kau menyukai Hyun Kyung?,” lanjut Soo Jin yang hanya dibalas gelengan oleh Ma Ri. “Aku pulang dulu, ya,” ucap Soo Jin dan langsung pergi meninggalkan Ma Ri. Tiba-tiba ada yang menepuk pundak Ma Ri, “Bisa ikut aku ke taman?,” tanya orang itu yang hanya dibalas anggukan oleh Ma Ri.

Di taman, Ma Ri dan orang misterius itu duduk di bangku yang cukup jauh dari keramaian. “Kenapa kau mengajakku ke sini, Kang Min ahjushi?,” tanya Ma Ri pada orang misterius yang ternyata adalah Noh Kang Min, “Aku ingin memperingatkanmu tentang 16 namja di kelasmu,” jawab Kang Min yang membuat Ma Ri bingung dengan jawaban Kang Min, “Apa maksudmu, ahjushi?,” tanya Ma Ri dan Kang Min ahjushi hanya mengembuskan napasnya kasar.

“Sebenarnya mereka adalah vampir dan werewolf. Mereka kesini untuk mencari Pecinta Diabolik yang akan mengubah kehidupan mereka, yaitu mereka mati atau hidup bersama dalam kedamaian,” jawab Kang Min langsung pada intinya, “Aku masih tidak mengerti apa maksud dari ucapanmu,” ucap Ma Ri dengan nada bingungnya, “Begini, Hyun Kyung mendekatimu karena dia pikir kau adalah Pecinta Diabolik, begitu pula dengan teman-temannya yang mendekati teman-temanmu. Saat kau berusia 18 tahun nanti saat kau membuat keputusan yang menguntungkan bagi mereka, mereka akan membunuhmu. Aku mengatakan hal ini karena kau adalah Pecinta Diabolik yang sebenarnya,” ucap Kang Min.

“Sebenarnya aku juga bagian dari mereka. Bukan hanya aku tetapi, temanku Ji Soo. Aku werewolf buangan karena dituduh membunuh wakil ketua werewolf, sedangkan Ji Soo. Dia adalah vampir buangan karena ingin membunuh ketua vampir. Aku akui kalau kami memang melakukannya, tetapi hal itu kami lakukan karena kami ingin melindungi Pecinta Diabolik dari takdir buruknya. Kami tidak ingin kau mati ditangan mereka. Jika kau bergabung bersama kami, kupastikan kau akan tetap hidup. Tetapi, jika kau memihak mereka, kau akan mati. Aku berikan kau waktu berpikir 4 hari,” ucap Kang Min kemudian pergi meninggalkan Ma Ri yang masih bingung dengan apa yang dikatakannya.

“Apa maksudnya tadi? Aku? Pecinta Diabolik? Jika benar aku Pecinta Diabolik seperti yang dikatakannya, jadi selama ini Hyun Kyung baik padaku karena ingin aku membelanya dan teman-temannya? Aku tidak ingin mati muda! Aku tidak akan memilihnya. Tidak akan! Tapi, jika aku memilih Kang Min ahjushi, apa aku akan hidup?,” tanya Ma Ri pada dirinya sendiri. Setelah pusing dengan apa yang menimpanya sekarang, Ma Ri segera bergegas pulang. Tanpa Ma Ri sadari sedari tadi ada 2 orang yang mengawasinya.

“Sepertinya yeoja kecil itu bingung harus memilih siapa,” ucap orang pertama, “Aku yakin pasti dia memilih membantu kita, Ji Soo-ya,” ucap orang kedua, “Tapi, kenapa kau harus berkata seperti itu, Kang Min-ah?,” tanya orang pertama yang ternyata adalah Ji Soo, “Aku berkata seperti itu agar dia memihak kita untuk menghancurkan keluarga Park, Kim, Lee, dan Mun. Sudah seharusnya mereka tidak memimpin lagi, seharusnya yang memimpin adalah keluarga Noh dan Hong,” jawab orang kedua yang ternyata adalah Kang Min. Setelah perdebatan itu, mereka segera pergi.

Setelah pembicaraan dengan Kang Min kemarin, sikap Ma Ri pada Hyun Kyung mulai berubah. Sekarang Ma Ri sedang menjauh dari Hyun Kyung , hal itu sukses membuat Hyun Kyung bingung dengan perubahan Ma Ri padanya. Bukan hanya Hyun Kyung, tetapi juga teman-teman sekelas mereka. “Bagus! Sepertinya dia mulai terpengaruh. Sekarang, tinggal menunggu keputusannya,” ucap orang misterius yang mengintai Ma Ri dari kejauhan kemudian pergi.

Sudah hampir 4 hari, Ma Ri mengabaikannya. Hal ini membuat Hyun Kyung geram dan menarik tangan Ma Ri menuju rooftop. Ma Ri yang merintih kesakitan karena tangannya ditarik paksa oleh Hyun Kyung meronta agar tangannya dilepas, tetapi Hyun Kyung sama sekali tidak menghiraukannya.

Di rooftop, Hyun Kyung segera melepas tangan Ma Ri dan mulai berbalik menatap Ma Ri dan bertanya, “Kenapa selama ini kau mengabaikanku?,” “Aku punya alasan untuk mengabaikan vampir sepertimu,” jawab Ma Ri mendengar jawaban Ma Ri khususnya di kalimat terakhir membuat Hyun Kyung terkejut, “Bagaimana kau tahu bahwa aku vampir?,” tanya Hyun Kyung, “Aku tahu karena ada orang baik yang memberitahuku tentang siapa kau, siapa teman-temanmu. Dan juga takdirku sebagai Pecinta Diabolik,” jawab Ma Ri dengan menahan kesal.

“Aku tahu kalau aku adalah Pecinta Diabolik yang kalian cari,” lanjut Ma Ri, “Lalu bagaimana? Apa kau mau ikut denganku?,” tanya Hyun Kyung, “Aku tidak akan ikut denganmu. Tapi, aku akan memikirkan aku akan menyatukan kalian atau tidak,” jawab Ma Ri kemudian pergi meninggalkan Hyun Kyung. Setelah Ma Ri pergi, Hyun Kyung menyusul Ma Ri. Ternyata sedari tadi ada orang yang mendengar pembicaraan mereka, “Andai saja jika Kang Min ikut, pasti akan seru. Tapi tadi lumayan juga untuk seorang Pecinta Diabolik. Lebih baik aku segera memberitahu Kang Min tentang ini,” ucap orang misterius itu.

Cerpen Karangan: Karimah
Blog / Facebook: Karimah Diponegoro

Cerpen Diabolik Lovers (Part 3) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Reset

Oleh:
“Wah Cindy, kau mendapat peringkat kedua lagi.” kagum Kang Se Young yang berdiri di samping seorang gadis berwajah angkuh dengan senyum hambar menghiasi wajahnya. Satu minggu yang lalu murid

Hit Me (Part 1)

Oleh:
“Ja.. Jadi ini yang kau lakukan di belakangku Kim Jonghyun?” Luna tak dapat menahan air matanya ketika melihat foto orang yang ia cintai, ah.. Tepatnya Kim Jonghyun, member SHINee

K-Pop in Pesantren (Part 1)

Oleh:
“Sungguh..!!! aku tak tau kalau dia adalah seorang maknae!” “percayalah ini info baru yang ku dapat dari lab komputer secara sembunyi-sembunyi” “lalu info apa lagi yang kamu dapat..?” “begini…”

Time

Oleh:
“Kau terlambat lagi!” ucap Chanyeol lalu berbalik dan pergi dengan amarah yang sejak tadi ia coba untuk menahannya. “Oppa, aku benar-benar minta maaf. Aku lupa. Aku benar-benar lupa.” Chanyeol

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Diabolik Lovers (Part 3)”

  1. Ahmoy Shayang says:

    Annyeong!! Hye!!! Sorry kalau mengacau kamu.. Boleh aku ambil cerita kamu ni sebagai novel aku?? Tu kalau kamu sudi bagi kat aku. Aku tak memaksa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *