Diabolik Lovers (Part 4)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Korea
Lolos moderasi pada: 5 January 2019

Sekarang Kang Min dan Ji Soo sedang berada di cafe menunggu Ma Ri, sebelum Ma Ri datang mereka mengobrol sebentar. “Benarkah apa yang baru saja kau katakan, Ji Soo?,” tanya Kang Min untuk meminta kepastian dari Ji Soo, “Benar. Tadi aku mengintai mereka di rooftop, dan Ma Ri tidak akan memilih Hyun Kyung. Sepertinya perkiraanmu tepat kali ini Kang Min-ah,” jawab Ji Soo dan ternyata dialah orang misterius yang menguping pembicaraan Ma Ri dan Hyun Kyung di rooftop tadi. Setelah pembicaraan itu Ma Ri datang dan langsung dipersilahkan duduk oleh Kang Min.

“Bagaimana? Kau sudah memutuskan ingin hidup atau mati?,” tanya Kang Min tiba-tiba dan Ma Ri tampak masih berpikir, “Aku ikut kalian. Aku masih ingin hidup,” jawab Ma Ri yang membuat sebuah senyum tercipta di bibir Kang Min dan Ji Soo, “Baiklah, besok temui kami di taman. Kita akan bersiap untuk berperang lusa,” ucap Ji Soo, “Tapi, lusa …,” belum sempat Ma Ri melanjutkan kalimatnya, “Ulang tahunmu yang ke18, kan,” ucap Ji Soo, “Bagaimana …,” “Kami sudah seharusnya tahu tentang Pecinta Diabolik,” ucap Kang Min yang memotong pertanyaan Ma Ri.
“Kalau begitu kami permisi. Kau juga harus mempersiapkan dirimu,” ucap Kang Min yang kemudian pergi meninggalkanMa Ri yang masih duduk terpaku di cafe tersebut.

Besoknya, Ma Ri sudah berada di taman dan hampir 1,5 jam menunggu kehadiran Kang Min dan Jisoo. Kemudian, Kang Min dan Ji Soo datang, “Apa kau sudah menunggu lama?,” tanya Ji Soo, “Lumayan,” jawab Ma Ri, “Kajja! Kita harus cepat pergi. Kita harus bersiap untuk melawan mereka besok,” ucap Kang Min. Kemudian mereka pergi dari taman itu.
Rumah besar yang dihuni oleh sekumpulan vampir dan werewolf itu telah kedatangan tamu, yaitu harabeoji mereka. “Bagaimana? Apa kalian telah menemukannya?,” tanya Woo Seok, “Mianhae, dia tidak ingin ikut kami. Ma Ri menolaknya,” jawab Hyun Kyung. Jawaban yang dilontarkan Hyun Kyung sontak membuat mereka terkejut karena Pecinta Diabolik menolak untuk membantu mereka.
“Baiklah, jika dia memang menolaknya. Biarkan saja. Tahun ini akan menjadi tahun dimana kita berperang tanpa Pecinta Diabolik. Dan besok adalah peperangan kita melawan Kang Min dan Ji Soo. Lebih baik kita semua kembali ke hutan dan mempersiapkan pasukan,” ucap Min Seok dan kemudian dijawab dengan anggukanoleh semuanya. Dan mereka pergi kembali ke hutan.

Besoknya …
Saat peperangan telah muncul para pemimpin perang, yaitu Kim Min Seok, Park Joon Myeon, Lee Woo Seok, Mun Shin Won, dan pasukan mereka, serta Noh Kang Min, Hong Ji Soo, dan pasukan mereka juga. “Lebih baik kita berdamai saja sebelum perang ini dimulai,” tawar Joon Myeon, “Berdamai? Jika kalian ingin berdamai dengan kami, kalian harus menyerahkan kekuasaan kalian pada kami,” ucap Ji Soo.
“Tidak akan! Harabeoji tidak akan memberikan kekuasaannya pada kalian,” ucap Tae Yong dan Hyun Kyung bersama, “Kalau begitu kalian akan mati sebentar lagi,” ucap Kang Min kemudian memanggil seseorang. Setelah orang itu sampai semuanya terkejut termasuk Hyun Kyung, “Ma Ri,” satu nama lolos keluar dari bibir Hyun Kyung saat melihat orang itu, karena orang itu adalah Baek Ma Ri, Pecinta Diabolik.
“Kenapa? Kalian terkejut karena melihat Pecinta Diabolik dipihak kami?,” ledek Kang Min, “Ma Ri, kenapa kau berada dipihak mereka?,” tanya Hyun Kyung, “Aku memilih mereka karena mereka menjamin bahwa aku akan hidup,” jawab Ma Ri, “Agassi, kau tidak tahu apa maksud dan tujuan mereka. Jika kau memihak mereka, kau akan mati. Jika kau bersama kami, kami pastikan kau hidup,” bujuk Shin Won, “Jangan percaya mereka. Mereka akan membunuhmu nanti,” elak Ji Soo.

Kemudian Kang Min mendekati Ma Ri dan memegang pundak Ma Ri, “Kau tidak usah percaya pada mereka. Ingat! Saat mereka melemah, langsung bunuh mereka dengan 2 pisau yang sudah kuberikan padamu,” bisik Kang Min. Kemudian Kang Min menyuruh pasukannya untuk menyerang 4 pemimpin beserta pasukannya.

Perang sudah berlangsung hampir 2 jam. Setelah energi mereka terkuras habis, kesempatan ini diambil oleh Kang Min dan Ji Soo untuk membuat Ma Ri membunuh mereka, “Ma Ri! Cepat,” ucap Kang Min sambil memanggil Ma Ri. Kemudian Ma Ri menghampiri mereka.
Sekarang dihadapan Ma Ri ada 20 orang yang harus Ma Ri bunuh dan di antara mereka ada yang dia kenal, yaitu Hyun Kyung. Kemudian Ma Ri mengeluarkan 2 pisau yang diberikan oleh Kang Min dan langsung menghunuskannya. Saat Ma Ri ingin menghunuskan 2 pisau itu, Kang Min dan Ji Soo tersenyum. Tetapi, senyum itu memudar saat mengetahui bahwa Ma Ri menghunuskan 2 pisau itu pada mereka.

“Ke-kenapa kau melakukannya?,” tanya Kang Min saat Ma Ri berhasil menancapkan pisau di tubuh Kang Min dan Ji Soo, “Karena kau telah menipuku,” jawab Ma Ri, “Untung waktu itu Min Seok ahjushi dan teman-temannya datang mengatakan yang sebenarnya tentang kalian. Jika tidak mungkin aku yang mati sekarang,” lanjut Ma Ri, “Sebenarnya aku sudah tahu bahwa aku adalah Pecinta Diabolik dari dulu, sebelum kalian memberitahuku. Dan aku juga telah memutuskan untuk membantu mereka,” lanjut Ma Ri.

Setelah Ma Ri mengatakan yang sesungguhnya, Kang Min dan Ji Soo telah berubah menjadi abu dan abu mereka terbawa angin. “Gomawo, agassi. Karena telah membantu rencana kami,” ucap Joon Myeon yang hanya dibalas anggukan oleh Ma Ri, “Jadi, kalian telah merencanakan ini dengan Ma Ri?,” tanya 16 cucu mereka bersamaan yang hanya dibalas senyuman oleh harabeoji mereka, “Kenapa harabeoji sangat jahat? Seharusnya kalian memberitahu kami,” rengek Hae Chan, “Sudahlah. Yang penting, sekarang kita telah bersatu karena bantuan Ma Ri,” ucap Woo Seok.

Kemudian mereka kembali ke dalam hutan, begitu juga dengan Ma Ri. Dia ikut karena Min Seok membujuknya untuk ikut. Sekarang mereka telah berada di tempat yang mereka datangi 11 tahun yang lalu. Betapa terkejutnya Ma Ri saat melihat teman-temannya, “Aku sudah memberitahu teman-temanmu tentang kami dan juga dirimu minggu lalu,” jelas Joon Myeon yang mengerti bahwa Ma Ri sedang tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Kemudian Ma Ri tersenyum, “Gomawo,” ucap Ma Ri kemudian menghampiri teman-temannya bersama yang lain.

“Bagaimana tadi? Mianhae karena kami tidak datang, kami tidak diijiinkan oleh Shin Won ahjushi,” tanyaSoo Jung, “Tidak apa-apa. Aku berhasil melakukannya,” jawab Ma Ri dengan wajah gembira, “Apa kau akan tinggal disini?,” tanya Ha Na yang menahan air matanya takut bahwa temannya itu akan memilih tinggal dihutan, “Ma Ri akan tetap tinggal di dunia manusia, dia juga boleh berkunjung kesini jika dia mau. Dan jika kalian ingin kesini juga boleh,” jawab seseorang yang membuat mereka menoleh ke asal suara dan asal suara tadi berasal dari Min Seok. Kemudian mereka tersenyum mendengar jawaban dari Min Seok.

“Ma Ri-ya,” panggil Hyun Kyung lirih, kemudian Ma Ri menoleh dan menghampiri Hyun Kyung, “Ikut aku sebentar,” ucap Hyun Kyung kemudian membawa Ma Ri ketepi sungai. Hal itu membuat semua orang tersenyum, bahkan Min Seok.

Saat sampai di tepi sungai, Hyun Kyung segera memberikan Ma Ri kalung dengan liontin berbentuk hati dengan berlian putih di atasnya, “Kalung ini sebagai tanda terimakasihku, karena kau mau menolong kami,” ucap Hyun Kyung kemudian memakaikan kalungnya pada Ma Ri, “Apa kita akan bertemu lagi?,” tanya Ma Ri setelah Hyun Kyung memakaikan kalung padanya, “Kita akan bertemu di sekolah. Lagipula aku belum menyelesaikan sekolahku,” jawab Hyun Kyung yang membuat Ma Ri tersenyum.

Kemudian mereka menatap langit malam yang dihiasi ribuan bintang, “Ma Ri-ya,” panggil Hyun Kyung dan Ma Ri menoleh kearahnya, “Ma Ri-ya, maukah kau menjadi yeojachinguku?,” tanya Hyun Kyung yang sukses membuat Ma Ri terkejut. Setelah peperangan tadi, sekarang ada orang yang menyatakan cinta padanya, “Aku telah memendam rasa ini padamu sangat lama, saat pertama kali aku melihatmu di cafe. Memang aneh bahwa seorang vampir menyukai manusia,” ucap Hyun Kyung yang masih menggantungkan kalimatnya.
“Tapi, perasaanku padamu tulus. Bukan karena kau adalah Pecinta Diabolik, tetapi karena kebaikanmu,” lanjut Hyun Kyung sambil menggenggam tangan Ma Ri berharap bahwa Ma Ri akan membalas perasaannya, “Aku mau menjadi yeojachingumu Hyun Kyung oppa,” jawab Ma Ri yang membuat sebuah senyum terlukis di wajah Hyun Kyung.

Kemudian dari belakang terdengar suara teriakan dan tepuk tangan, ternyata suara itu berasal dari teman-teman mereka yang mengintip mereka dari tadi. “Ternyata telah ada 4 pasangan kekasih diantara kita,” ucap Woo Hyun, “Memangnya siapa?,” tanya Ma Ri, “Eun Sang dengan Won Woo, Ah Ra dengan Tae Yong, dan Soo Jin dengan Kog Yeol,” jawab Se Na, “Kapan?,” tanya Ma Ri lagi, “Aku dan Won Woo oppa baru saja jadian 2 minggu yang lalu,” jawab Eun Sang, “Aku dan Tae Yong oppa jadian 6 hari yang lalu,” jawab Ah Ra, “Aku dan Kog Yeol oppa jadian kemarin lusa,” jawab Soo Jin.
“Lalu yang lain? Kapan kalian akan memiliki yeojachingu? Hyung dan dongsaeng kalian sudah memilikinya,” ucap sebuah suara, secara bersamaan mereka menoleh dan mendapati 4 harabeoji mereka disana, “He he. Lain kali saja harabeoji,” jawab Chan Yeol sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. “Sudahlah, kajja kita makan malam. Eomma kalian sudah memasak makanan bagi kita semua. Dan semoga agassi semua menyukainya,” ucap Woo Seok.

Kemudian mereka semua memakan makanan yang telah dibuat eomma 16 namja itu. Setelah peristiwa itu, kehidupan normal mereka kembali. Walaupun mereka memiliki teman sekelas yang berbeda. Bahkan kekasih yang berbeda pula.

Cerpen Karangan: Karimah
Blog / Facebook: Karimah Diponegoro

Cerpen Diabolik Lovers (Part 4) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Eye

Oleh:
New York, Desember, 15, 2013 Porsche putih itu melaju kencang. Pengemudinya membanting setir ke kiri menghindari truk tronton di depannya, mengakibatkan mobil menabrak pagar jalan. Benturan terdengar memekakkan telinga.

Semoga Bahagia Cinta Pertamaku

Oleh:
Aku berjalan di bawah awan yang teduh, sambil memakai earphone warna putih milikku. Sambil mendengar lagu kesukaanku, kini langkahku menuju satu tempat yang aku sukai. Tempat beribu kenangan diriku

DOT (Part 2)

Oleh:
Sesampainya di sana, ku lihat Young Jae duduk memainkan ponselnya dan kemudian melihat ke arahku. “Bagaimana? Apa masih sakit?” tanyaku sambil menatapnya. “Kau pucat?” tanyanya sambil menatap wajahku. “Aku

Last Present

Oleh:
“Dad, please, trust me!” Kim So Eun hampir frustasi mengatakannya. Hari ini, untuk kesekian kalinya dia kembali bertengkar dengan temannya di sekolah high school. Bukan dia yang memulai, bukan

Born To Love You

Oleh:
“Yeri-yah, bisakah kau tidak pindah ke Seoul?” pinta seorang anak laki-laki tersebut sambil memeluk temannya untuk terakhir kalinya. “Maafkan aku, Sungjoon-ah. Aku harus mengikuti kedua orangtuaku pergi ke Seoul.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *