Don’t Cry

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fiksi Penggemar (Fanfiction), Cerpen Korea
Lolos moderasi pada: 8 May 2021

Kyuhyun bersama dengan Song Jin selalu bersama mereka sababat dari dulu sewaktu duduk di bangku sma. Dan suatu hari persahabatan mereka hancur karena Song Jin menyatakan cintanya.

Mereka semakin kian berjarak…
Dan sulit untuk bertegur sapa…

Song Jin tidak pernah berharap bisa memiliki Kyuhyun tapi gadis itu mencintainya sepenuh hati. “Jangan menangis ditolak bukankah ini suatu hal wajar!” Song Jin berlari ketika melihat Kyuhyun yang ternyata Kyuhyun bersama Lee Ra. Gadis yang dia incar sejak lama di kampus. Hati Song Jin sangat mudah rapuh kalau melihat orang yang dia cintai bersama orang lain.

Siluet bayangan muncul di balik tirai jendela ruangan aula musik Song Jin langsung menghampiri dan menemukan Park Jin Ho sedang membersihkan ruangan itu.

“Kenapa dibersihkan sendirian saja mau aku bantu?”
“Tidak perlu!” Donghae lelaki yang bersama dengan Jin Ho begitu ramah tersenyum.

Donghae memberitahu jika kondisi dari Jin Ho kurang begitu baik pasca cintanya ditolak sama Lee Ra yang ternyata begitulah kisah cinta selalu berakhir tragis. Setelah lama berbincang ditemani kue beras akhirnya Song Jin merasa menemukan rumah. Seperti bertemu almarhum nenek saja.

Lee Ra melangkah masuk ke dalam sebuah ruangan kosong. Disana ia tidak bisa bernapas seolah-olah ada tangan menariknya. Entahlah ia tidak tahu? Sampai mata pun terbuka lebar. Ternyata cuma mimpi.

Menarik napas gadis itu memutuskan beranjak ke toilet. Membersihkan seluruh muka. “Dia adalah titisan dewa yang tampan, aku harus memilikinya bagai malaikat…” Menyentuh lembaran foto yang terpanjang di toilet. Mencium dengan penuh manja.

Sampai Kyuhyun benar-benar menyatakan cintanya. Siapa tidak bahagia? Lee Ra menerima cinta dari Cho Kyuhyun tanpa ba-bi-bu karena mereka saling mencintai klasik memang.

“Kalian… sudah berpacaran baguslah, aku turut senang.” Mendengar cerita dari Kyuhyun membuat sakit hati. Benci mengetahui semua kenyataan berliku ini. Memilih untuk rehat sejenak dari rutinitas pergi ke kampung halaman.

Di Gyeongju,
Pemandangan indah asri di sana memetik buah sang Ibu sedang sibuk menata buah-buah Song Jin ikut membantu. Sekarang sedang panen. Tiba di sana ada sebuah suara tak asing. “Sedang apa kau di sini?” Tanya Song Jin heran.
“Aku sedang mengunjungi Bibi yang sakit, dia sudah seperti Ibuku,” Selesai membantu berkeliling melihat suasana desa. Bertemu lagi sama Donghae menaruh obat herbal untuk diminum. Perhatian sekali. Berbeda sama Kyuhyun yang sekarang melupakannya. Donghae selalu bisa menghibur dengan cerita yang dia lontarkan di bibir. Lelaki berkecamata tersebut berjalan lalu membahas tentang kejadian lucu.

Di suatu malam di atas atap rumah menatap bintang Donghae naik dan menghiburnya disaat bersedih.
“Jangan menangis, aku tau perasaanmu kepadanya gantikan semua tangismu dengan senyum kebahagiaan aku ada di sini untukmu.” Donghae memeluk Song Jin ini pernah kali ada orang bisa membuatnya melupakan cinta yang terdahulu. Tapi tetap saja untuk move-on perlu waktu lama.

Suara dari Ibu memanggil sembari mengomel. Meski sudah tua tapi Ibu cukup kuat untuk mengeluarkan suara bariton.
“Kau dipanggil tapi kau tuli? Akh… kemana saja kau?”
“Aku… aku…”
“Cepat bantu Ibu berikan sup ini kepada Bibi Yang,” Membawa sup rumput laut lalu berjalan menyusuri sawah. Sampai di sebuah rumah sederhana hanoi. Masuk ke dalam terkejut kala menemukan Donghae makan bersama dengan penuh gembira.

Pulang ke Seoul berita buruk terjadi kalau Lee Raa dan Kyuhyun sama-sama kecelakaan mereka dikabarkan luka parah dan kritis. Song Jin panik segera ke rumah sakit. Namun di sana kelopak mata Lee Ra terbuka melihat Kyuhyun masih koma. “Masuklah, kumohon aku perlu bicara padamu.” jawab Lee Raa.
“Aku mungkin tidak akan bertahan lama, jadi cintailah Kyuhyun sepenuh hati.” Ha… rasanya menuruti permintaannya adalah suatu anugerah. Namun setelah dipikir-pikir apakah Kyuhyun bisa mencintainya seperti Lee Ra? Pertanyaan terus membelenggu saat terbangun Kyuhyun berteriak mencari sang kekasih.

Tapi yang dilihat adalah Song Jin. “Dia memintaku mencintaimu suratnya,” Walaupun terbata-bata dia tetap menulisnya. Kyuhyun membaca dengan derain tangisan. Kemudian disana ada Donghae baru saja datang sehabis mengajar anak sekolah dia bekerja sebagai guru privat matematika. Tidak terima lelaki itu pergi begitu saja dan beranjak dari ranjang tempatnya berbaring. Song Jin menahan berusaha memeluk erat sekencang-kencang mungkin. “Aku mencintaimu, kumohon belajarlah mencintaiku…” Airmata tumpah. Hanya diam saja tanpa menjawab lagi.

Ini gila, tapi ini nyata… cintanya sudah terlalu ekstrem. Dan kini kesempatan mendapatkan cinta terbuka lebar. Lalu Song Jin menerima segala konsekuensi jika suatu ada hati tersakiti.

“Aku mencintaimu, dan aku tidak akan melepasmu.” Batin Song Jin di dalam hati. Puas akan semua kebahagiaan ini.

Sementara Donghae sudah tidak bisa berkata-kata lagi. Memang waktunya pasrah akan kenyataan. Meski mencoba masuk tetap saja hati Song Jin terpaut pada cinta yang sama.

Selesai

Cerpen Karangan: Hardianti Kahar
Blog / Facebook: TitinKaharz

Blog / Facebook: TitinKaharz
IG:titinghai25
Twitter: H Kaharz
Nama panjang: Hardianti Kahar
Nama pendek: Titin
Umur: 25 Tahun
Agama: Islam
Idola: D’Masiv Super-Junior Siwonest
Akun wp: @titinstory (@titinghey) akun wp lama tidak bisa terbuka dan login jadi kalau mau berkunjung yang satunya aja
Hobi: Menulis, membaca novel remaja, makan, nonton drakor dan Love Story’ The Series, desain baju, nyanyi lagu Korea,
Film Favorit: Love Story’ The Series, The Penthouse, Yongpal, Itaewon Class, Comeback Oh Mister, The K2, Crash Landing On You, My Only One, Dignitate, Dear Nathan
Cita-cita: Penulis Novel

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 8 Mei 2021 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com Maaf kakak sempet off beberapa hari karena harus bolak balik ICU, ada anggota keluarga yang sakit meski pada akhirnya harus berpulang… stay safe ya guys!

Cerpen Don’t Cry merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Diabolik Lovers (Part 4)

Oleh:
Sekarang Kang Min dan Ji Soo sedang berada di cafe menunggu Ma Ri, sebelum Ma Ri datang mereka mengobrol sebentar. “Benarkah apa yang baru saja kau katakan, Ji Soo?,”

My Oppa, My Namja

Oleh:
Mobil ayah Seung Ho sedang melaju di sekitar kawasan kumuh Gunyong pada jam 11 malam saat melihat seorang gadis dengan wajah yang berlumur darah berjalan dengan menyeret kakinya ke

Memory

Oleh:
Semburat jingga pecah diufuk barat, air lautnya memerah lalu menelan si bola api jingga yang seharian memanas. Semua itu kusaksikan syahdu bersama dia yang kini di sampingku, menggenggam untaian

Tears Of The Phoenix (Part 3)

Oleh:
Buummmm.. Gunung itu meledak memancarkan kepulan asap hitam yang tebal menjulang tinggi ke angkasa. Prilly ikut terlempar ke atas langit lalu terjatuh di antara awan-awan putih di sekitar sana.

Go For You

Oleh:
Malam itu kehangatan menjalar ke seluruh tubuhku, ketika aku berdiri termenung di depan nyala api yang mulai membesar. Akan tetapi angin bertiup tiada henti. Menerbangkan dedaunan di hutan tersebut.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *