Flashlight

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Korea
Lolos moderasi pada: 29 November 2016

Aku berjalan menyelusuri setiap jalan, berharap kau bisa kembali disetiap hariku, mewarnai setiap jalan hidupku, melewati setiap saat bersamamu dan jika waktu dapat diulang aku tidak ingin menyia-nyiakanmu.

Aku merindukanmu…
Kau bagaikan lampu senter yang selalu menerangi gelapnya setiap sudut hatiku. Kau adalah orang yang pertama kali membuatku kembali ceria, yang selalu membuatku tertawa, selalu ada saat aku sedang sedih.

Bagaimana bisa kau meninggalkanku begitu saja? Bahkan kau tak memberitahuku tentang hal itu? Kau meninggalkanku saat kau memberikan pertanyaan ‘aku menyukaimu? Apakah kau bersedia menjadi kekasihku?’ dan saat aku ingin menjawabnya kenapa kau meninggalkanku?

Jahat…
Setelah kau membuat aku selalu membutuhkanmu, kenapa saat itu juga kau meninggalkanku?

Seharusnya, kau beri aku kesempatan untuk membencimu, kesempatan untuk mencampakkanmu terlebih dahulu, kesempatan untuk menjawab pertanyaanmu dan mungkin jika aku tau bahwa kau akan meninggalkanku aku akan berpikir ulang agar bisa menolakmu.

Aku merindukanmu Lampu Senterku…

FLASHBACK
“Aku menyukaimu… Apa kau bersedia menjadi kekasihku?” ucap seseorang yang saat ini ada di hadapanku, memegang tanganku dan ia menatapku dengan tatapan yang sangat tulus.
“Beri aku waktu Kim mingyu”
“Haruskah? Tidak bisakah kau menjawabnya sekarang?”
Aku hanya menatapnya. Melihat setiap bagian bagian yang melengkapi wajahnya dan aku benci dengan wajah pucat itu.
“Baiklah, aku akan sabar menunggumu Jihyun-ah”

Dia melepaskan genggaman tangannya dan langsung pergi meninggalkanku. Aku hanya bisa melihatnya menjauh dariku. Kakiku seperti tertahan saat aku ingin berlari dan memeluknya. Bahkan aku berjalan berlawanan arah darinya.

“Maaf Kim Mingyu… Aku takut kau akan menyakitiku seperti pria lainnya…”
Hanya itu yang bisa kukatakan saat melangkahkan kaki menjauh darinya, karena aku tak ingin tersakiti untuk kedua kalinya.

Aku menjatuhkan ponselku karena mendengar perkataan dari orang yang berada di seberang telepon tadi.

“Tidak… Tidak mungkin…”
Kakiku terasa lemas ketika ia mengucapkan sesuatu yang menurutku tidak masuk akal.

Sekuat tenaga aku berdiri dan berlari ke luar rumah untuk menuju rumah sakit.

Sesampainya disana hanya satu yang di pikiranku ‘Kumohon itu semua bohong’. Aku berlari sekuat tenaga untuk sampai ke tempat itu. Kubuka pintu itu dan mulai memasuki ruangan yang mengerikan bagiku. Kulihat banyak orang mengelilingi sekitar tempat tidur, Aku tak percaya…

‘Bagaimana jika itu terjadi?’
Aku berjalan ke arah orang orang itu, mereka menatapku bahkan tatapan mereka mengatakan ‘Kau harus tabah’
‘Apa ini? BERHENTILAH MENATAPKU SEPERTI ITU!!!’

Mereka memberiku jalan untuk menuju ke tempat tidur dan kulihat seseorang tergeletak kaku disana. Air mata ini kembali menetes bahkan lebih deras dari sebelumnya, aku sudah bersusah payah untuk menahan air mata ini keluar. Namun, hasilnya nihil… Aku tetap tidak bisa untuk menahannya lebih lama.

“Ya! KIM MINGYU… Jangan bercanda… Ini sama sekali tidak lucu” Ucapku sambil menggoyangkan lengan orang itu.
“KIM MINGYU! Jangan membuatku takut… Bangun… Jika kau tidak mau menghentikan lelucon ini aku tidak akan mau berteman denganmu lagi..” kini suaraku hampir tak terdengar lagi.
“YA! KIM MINGYU! BANGUN! BANGUN!” teriakku dan mengguncang tubuhnya semakin kuat.
“Kau… Jahat… Bagaimana bisa kau tinggalkanku seperti ini… Hiks… Hiks…”
Aku menyerah dan berakhir memeluk tubuhnya yang saat ini sudah kaku dan dingin.
Aku sama sekali tidak berpikir jika ini akan terjadi. Bahkan aku sama sekali tidak tau penyebab dia bisa seperti ini.
“ANDWE… YA! KIM MINGYU! kau menyuruhku untuk… Hiks… Menjawab pertanyaanmu semalam kan? Hiks… Ayo bangun dan aku akan memberitahu jawabanku… Jebal…”
Tangisku semakin pecah dan entah mengapa semakin aku ingin melihatnya bagun semakin sakit hati ini jika menyadari orang ini tidak akan bangun.
FLASHBACK END

“Hah…” aku menghembuskan napasku kasar ketika kembali mengingat kejadian itu.

Hampir genap 2 bulan setelah kejadian itu, tapi aku masih sangat ingat setiap detail kejadian yang memilukan bagiku.
Aku masih tidak percaya jika orang itu sudah tiada. Bahkan sampai saat ini aku masih tidak tau penyebabnya.

Hariku kembali suram sama seperti dulu sebelum bertemu dengan orang itu. Orang yang membuatku tau apa artinya ‘BAHAGIA YANG SEBENARNYA’. Bahkan sampai saat ini aku masih menjaga jarak dengan setiap orang yang ingin mendekatiku.

Author’s POV
Gadis yang saat ini sedang berdiam diri di pinggir danau mulai menetes air mata. Seperti ada sesuatu yang mengganjal di pikirannya, wajahnya yang sangat pucat dan matanya yang sayup membuatnya terlihat sangat tertekan.

“Shin Jihyun?” tanya seseorang dari belakang gadis itu dan berhasil membuat gadis itu menoleh ke arahnya.
“Jeon Wonwoo?” ucap gadis itu tak percaya sambil mengusap kedua pipinya agar air matanya berhenti mengalir.
Orang itu tersenyum saat melihat gadis itu masih mengingatnya. “Sudah lama kita tidak bertemu…” ucapnya sambil mendekati gadis itu.
“Hm..” Jihyun tersenyum kecut saat mengingat orang ini, karena ia adalah salah satu teman dari Kim mingyu yang tidak mau memberitahukan penyebab Kim mingyu pergi dari dunia ini.
“Apa kau sudah makan? Ayo kita ke kafe…”
Ia menarik lengan Jihyun perlahan namun secara paksa jihyun melepaskan genggaman tangan orang itu.
“BERHENTILAH BERSIKAP BAIK PADAKU!”
“Ke… Ke… Kenapa?”
“Hah…apa? Kau tanya kenapa? Jika kau ingin menjadi temanku lagi, aku mohon beritahu penyebab kematian Kim mingyu!” Jihyun mulai meneteskan air matanya lagi ketika menyebut nama seseorang yang sangat ia cintai di dalam kalimatnya itu.
Wonwoo hanya melihatnya dengan tatapan tidak percaya.
Itu karena, ia sedih melihat jihyun yang masih memikirkan mingyu, ini sudah genap dua bulan. Seharusnya jihyun mencari pengganti mingyu bukannya sedih seperti ini, mengingat kembali setiap peristiwa saat bersama Kim mingyu.

“Bagaimana bisa kau masih memikirkannya Shin Jihyun?”
“MWO? Kau tanya bagaimana bisa aku memikirkannya? DIA SANGAT BERHARGA BAGIKU! DIA YANG MEMBUATKU BAHAGIA! BAHKAN DIA ADALAH ORANG YANG SANGAT KUCINTAI! bagaimana bisa kau bertanya seperti itu? Huh…? Jahat… Hiks.. hiks…”
Jihyun terduduk lemas ketika mengucapkan kalimat yang selama ini sangat ia pendam.

Wonwoo mengikuti jihyun yang terduduk itu, ia berjongkok di hadapan jihyun dan sedetik kemudian tetesan air mulai mengalir kecil di bagian pipinya. Itu karena jihyun membuatnya sedikit luluh dan akhirnya wonwoo memutuskan untuk memberitahukan semuanya.

Awalnya jihyun tak percaya dengan omongan wonwoo namun, setelah wonwoo meyakinkan bahwa semua yang dikatakannya benar, jihyun kembali menangis dan mungkin lebih parah dari sebelumnya. Bahkan ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya agar suara isakannya tidak terdengar oleh orang yang berlalu-lalang di sekitar taman itu.

Wonwoo mengatakan bahwa sebenarnya mingyu memiliki penyakit langka dan sudah divonis hanya akan bertahan 3 bulan. Ia sangat menderita… Namun, setelah ia bertemu dengan jihyun, mingyu kembali semangat dan ia bahkan tidak memikirkan penyakitnya lagi. Berbeda dengan penyakitnya yang selalu menyerang tubuh mingyu, ia sangat tersiksa saat melawan penyakitnya. Ia harus masuk ke dalam rumah sakit 4 kali dalam 2 minggu dan ia harus menahan sakit di bagian kepala dan di bagian jantungnya. Mingyu pernah mengatakan ke wonwoo untuk berjanji tidak akan memberitahukan jihyun soal penyakitnya ini.

Woonwo juga mengatakan setelah mingyu menyatakan cinta pada jihyun, ia kembali ke rumah sakit karena tiba tiba pingsan dan mengeluarkan darah di bagian mulut dan hidungnya. Itu yang terparah, para dokter bahkan sudah angkat tangan untuk menyembuhkan mingyu dan sebelum ia pergi, ia menitipkan pesan kewonwoo untuk berjanji akan selalu melindungi jihyun.

Ini benar benar membuat jihyun sangat terpukul, tangisnya sudah membuat wajahnya memucat dan lemas.

“Bagaimana bisa…? Bagaimana bisa hal seperti ini sama sekali tidak ia ceritakan padaku? Hiks… Hiks…” Ucap jihyun setelah wonwoo baru saja menyelesaikan kalimat terakhirnya.
“Mianne jihyun-ya… Aku sama sekali tak bermaksud untuk merahasiakan ini darimu… ”
“Hiks.. Hiks.. Kau jahat mingyu.. Bagaimana bisa kau tinggalkan aku seperti ini? Hiks.. Hiks… ”

Wonwoo yang tidak tahan melihat sikap jihyun mulai menarik jihyun ke dalam dekapannya, membelai pelan puncak kepalanya agar membuat jihyun sedikit lebih tenang.

Hanya suara isakan yang saat ini didengar oleh wonwoo. Namun, lama kelamaan suara itu mulai hilang dan akhirnya jihyun melepaskan pelukan wonwoo dan kemudian menatapnya.

“Wonwoo-ya… apa yang harus kulakukan?” tanya jihyun yang terlihat masih menahan tangisannya.
“Kau hanya perlu mengikuti kata hatimu jihyun-ya..”
“Hah… Baiklah” mengusap air mata miliknya yang masih terjatuh di setiap sudut matanya “Terima kasih karena kau sudah mau memberitahukanku semua tentang mingyu… Kalau begitu aku permisi dulu…”

Wonwoo hanya melihat jihyun pergi menjauh darinya. Ada perasaan lega karena sudah menceritakan semuanya dan ada juga perasaan bersalah kerena telah membuat ia ingkar janji pada mingyu.

Author’s POV
Apa kau kecewa? Kenapa kau rahasiakan ini dariku? Jika kau beritahu dari awal, mungkin aku bisa menjagamu dihari-hari terakhirmu. Aku membencimu Kim Mingyu. Kau selalu membuatku merasa bersalah. Jika waktu dapat diputar, hanya satu ingin kuberitahukan kepadamu.
‘AKU MENCINTAIMU BODOH’

“Jadi, apa yang ingin kau katakan jeon wonwoo?” ucapku setelah 5 menit berdiam diri di hadapan namja yang bernama Jeon Wonwoo

Kali ini dia menyuruhku untuk menemuinya karena ada hal yang ingin ia beritahukan kepadaku.

“Lihat ini… Semalam saat aku ke rumahnya untuk berkunjung aku menemukan ini di lemari kamarnya”
Ia memberikan Handycam dan sepucuk surat. Aku tak mengerti apa maksudnya, tapi Handycam ini digunakan mingyu dan aku untuk merekam semua yang kami lakukan.
“Apa ini?” Tanyaku sambil mengarahkan sepucuk surat itu kepadanya.
“Entahlah, aku sama sekali tidak membukanya, aku hanya melihat namamu di bagian depan surat”

Saat aku ingin membuka suratnya, dia malah menahannya.
“Ehh.. Lebih baik jika kau membacanya sendiri, karena surat itu dibuat hanya untukmu…” Ucapnya sambil menahan tanganku yang ingin membuka surat itu.
“Hm… Baiklah…”
“Kalau begitu aku harus pergi, aku ada janji dengan kekasihku…” Ucapnya seraya menunjukkan senyumnya ke arahku.
“Siapa… Soojin?” Godaku setelah melihatnya ingin beranjak pergi meninggalkanku.
“Hm.. Siapa lagi? Kalau begitu annyeong..”

Aku duduk di pinggir danau sambil melihat setiap adegan yang selalu kami rekam di handycam ini, entahlah… Bagiku ketika bersamanya hari hariku selalu diwarnai dengan warna warni cat krayon

Ingin rasanya aku mengulang semua bersamanya, aku ingin melihat senyumnya, ingin melihat ia tertawa, ingin melihat tingkah anehnya dan ingin merasakan setiap kejailan yang ia lakukan kepadaku. ‘AKU BENAR BENAR MERINDUKANMU KIM MINGYU’

Tetes demi tetes kembali mengalir di wajahku saat melihat wajahnya di dalam video itu.
‘AKU BENCI INI KIM MINGYU, AKU INGIN IKUT BERSAMAMU SAAT INI JUGA..’

Saat itu aku teringat dengan sepucuk surat yang tadinya membuatku penasaran. Aku menghentikan aktivitasku melihat video dan langsung membuka perlahan surat tersebut.
Aku membacanya perlahan mengikuti setiap goresan goresan yang ia ukir di dalam kertas ini.

Untukmu malaikatku
Shin Jihyun

Maaf…
Sepertinya aku tidak bisa menunggumu lebih lama…
Maaf…
Karena selama ini aku menghilang dan kembali untuk menyatakan perasaanku…
Maaf…
Maaf…
Maaf Shin Jihyun…
Beribu maaf karena sudah membohongimu tentang penyakitku yang selama ini tidak kuberitahukan padamu…
Aku tidak mau kau dekat denganku karena kasihan atau aku takut jika kau tau tentang penyakitku, kau akan pergi meninggalkanku…
Aku tau cepat atau lambat kau akan mengetahui soal penyakitku.
Mungkin jika kau membaca ini, aku sudah tiada…
Sekali lagi maaf karena mengingkari janji yang kita buat selama ini.
Janji, ‘Jika aku tak akan pernah menyakitimu’
Kenyataannya mungkin kau akan tersakiti karena aku…

Aku mencintaimu Shin Jihyun…
Benar benar mencintaimu, bahkan untuk mengungkapkannya saja aku tidak bisa menggunakan kata kata lagi. Seluruh alam semesta ini pun tidak cukup untuk mengungkapkan rasa cintaku padamu.

Jika aku benar benar meninggalkanmu untuk selamanya. Kuharap, kau jangan membenciku karena hal ini…

Jangan patah semangat karena aku… Kita ditakdirkan untuk bersama, aku yakin itu…
Jika tidak di dunia mungkin ditempat lain yang lebih indah kita akan dipertemukan kembali…
Dan aku benar benar menantikan itu.

Aku akan menunggumu walau itu sangat lama…

Salam manis untuk kesayangan…
SHIN JIHYUN

“Hiks… Hiks… Kim Mingyu… Kenapa? Bagaimana bisa kau seperti ini? Benarkah… Hiks… Saat ini kau sedang menungguku? Benarkah…?”
Seketika tangisku pecah ketika membaca surat itu. Bagaimana bisa ia membuat surat ini ketika semuanya sudah berlalu?

Aku melihat seorang lelaki samar samar tengah berdiri di seberang danau, menatapku dan menunjukkan ekspresi sedih karena melihatku menangis. Tunggu… Tidak mungkin? Ini bukan mimpi kan?

“Ming… Mingyu-ya…” Ucapku gemetar karena aku tidak percaya dengan yang kulihat saat ini.
Ia kembali menatapku… Namun, saat ini wajahnya kembali cerah dan tersenyum bahagia.
“Be.. Benarkah itu kau?” Ucapku tengah lemas melihat keajaiban yang saat ini sedang terjadi di hadapanku.
Ia hanya menganggukan kepalanya dan kembali tersenyum padaku.
Ia sama sekali tidak membuka mulutnya ataupun membicarakan sesuatu disana, tapi… Kenapa telingaku serasa ada yang berbisik untuk tetap selalu kuat?
“Bagaimana bisa aku kuat jika penyemangatku meninggalkanku?” Ucapku kembali meneteskan air mataku.
‘Kau pasti bisa, jangan menangis… Aku akan selalu menunggumu Jihyun-ah’
“Kau janji? Benarkah kau akan menungguku?” Jihyun
‘Hm.. Karena kau memang ditakdirkan untukku..’
“Ahh… Mingyu-ya… Aku ingin mengatakan sesuatu padamu… AKU JUGA MENCINTAIMU KIM MINGYU…” Jihyun
‘Aku tau… Jangan sedih lagi hanya karenaku, hm… Aku selalu ada disampingmu dan selalu menjagamu… Aku selalu ada di dekatmu..’
“Baiklah… Aku tidak akan sedih lagi…” Jihyun
‘Jangan buat aku khawatir lagi… Aku mencintaimu Jihyun… Benar benar mencintaimu…’
“Aku tau, Terima kasih karena kau memberitahukannya saat ini… kau bisa pergi dengan tenang tanpa harus mengkhawatirkanku… Dan… Dan… Tunggu aku disana…”
Ia tersenyum dan kemudian perlahan ia menghilang terbawa angin yang menuju ke langit. Mungkin itu adalah saat terakhir aku bertemu dengannya, aku tak menyangka selama ini ia selalu bersamaku…
‘Aku pasti akan menyusulmu Kim Mingyu… Aku janji lampu senterku…’

END

Cerpen Karangan: Siti Andeana
Facebook: Siti Andeana
Hanya gadis kecil yang ingin membuat sesuatu dengan jalan pikirannya.
Maaf jika ada kesamaan dalam cerita dan pemeran yang saya buat. Mungkin itu unsur ketidak-sengajaan.
Terima kasih

Cerpen Flashlight merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


I Love You Editor

Oleh:
“Ku dengar kau novelis?” tanya Jung24. Sebuah pesan yang membuat kaget itu buru-buru Hyeri balas. “Lantas?” jawab Hyeye12. Hyeri membalas sesingkat mungkin dengan wajah was-was. orang yang mengiriminya email

Flower Boy Next Door

Oleh:
“kring…. kring..” suara berisik jam beker monokurubo membangunkan tata diri mimpi indahnya “hah” suara tata kaget dan segera mematikan jam beker berisiknya. ‘whoam….” tata segera turun dari ranjang dan

Semoga Bahagia Cinta Pertamaku

Oleh:
Aku berjalan di bawah awan yang teduh, sambil memakai earphone warna putih milikku. Sambil mendengar lagu kesukaanku, kini langkahku menuju satu tempat yang aku sukai. Tempat beribu kenangan diriku

K-Pop in Pesantren (Part 1)

Oleh:
“Sungguh..!!! aku tak tau kalau dia adalah seorang maknae!” “percayalah ini info baru yang ku dapat dari lab komputer secara sembunyi-sembunyi” “lalu info apa lagi yang kamu dapat..?” “begini…”

Crazy Love (Part 3)

Oleh:
“Aaggrrhh.. menyebalkan.” gerutu Kyuhyun. Ia merebahkan tubuhnya ke kasur empuknya itu sambil memejamkan matanya mencoba melepas rasa lelahnya. “Kyuhyun-ah.” panggil Yoona yang sudah berada di sampingnya. Kyuhyun hanya diam

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *