Forever Rain

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fiksi Penggemar (Fanfiction), Cerpen Korea
Lolos moderasi pada: 25 May 2021

Aku benci sekali dengan musim hujan!
Sejak kecelakan itu aku malas bertemu lelaki mana pun. Bagiku semua lelaki itu menyebalkan. Aku bersyukur karena kejadian tersebut tak membuatku anmesia tapi orang yang kucintai pergi secara perlahan, aku trauma menjalin cinta dengan orang baru.

Duduk menyesap kopi aku sedang membuka bakery milikku. Meski hanya food-truck kecil, sebenarnya ayahku petani sayuran di desa hanya saja aku sekarang di kota. Aku mencoba mengubah nasib. Tidak mau seperti kakak yang pengganguran suka judi. Ingin merubah stigma buruk bahwa keluarga rendahan akan tetap sama, nyatanya tidak semua sama.

“Jun Da Won,” Nama lelaki yang tinggal satu unit denganku di kontrakan sederhana.
“Da Won kau mau ke mana?”
“Aku mau pergi kuliah, bukankah kau juga kuliah.”
“Aku… aku… masuk sore jadi aku pastikan berangkat ketika waktunya tiba,” Diam-diam senyuman Da Won meneduhkan hatiku.

Aku merasa bahagia bertemu Da Won, tapi bukan rasa suka hanya sekedar kagum dia cukup baik selalu ramah rambutnya berponi hitam dan juga memiliki tubuh cukup tinggi, suka memakai earphone anak yang ceria. Jarang marah dan berbuat kasar.

“Kau suka ya sama Jun Da Won?” Tanya Hae Jin padaku.
“Tidak Hae Jin, kami cuma berteman.” Aku menyenggah perkataan dari Hae Jin sampai suatu hari seorang pelanggan bernama Namjoon.

Aku tidak kenal siapa dia?
Aku pun belum tau siapa orang tersebut?
Dia misterius berbicara sangat pendek?
Berbeda dengan Da Won. Setiap hari membeli roti kacang merah tanpa pernah menggantinya. Hae Jin menyalahkan tv sekarang Bts sedang tampil aku memperhatikan apa hebatnya menggilai para idol?

“Boleh aku tau siapa lelaki itu?”
“Rap Monster,”
“Oh…” Aku sedang menata roti terhenti saat lelaki bermasker itu datang lagi. Rasanya seluruh jantungku berdetak kencang.
“Roti yang sama aku tunggu…”
“Arraseo.” (Baiklah) Namjoon menunggu sembari memainkan ponsel.

Setelah menerima roti lelaki itu pergi. Tanpa mengucapkan apa pun dasar misterius! Susah ditebak. Menyebalkan dan aku benci padanya. Lho kok aku jadi begini pada lelaki itu? Pekikku dengan raut kesal.

Hujan lagi aku terpaksa menutup food-truck aku berjalan pulang. Di tengah perjalanan aku bertemu Da Won memberikan aku payung. Di sana ada sebersit senyuman terukir.
Da Won memang baik, tak heran banyak gadis kampus menggilainya tapi entah kenapa aku tidak sama-sekali hanya menganggapnya teman. Di hari berbeda aku bertemu Namjoon mukanya pucat seperti kurang tidur.

“Kau mau segelas kopi?”
“Boleh, kopi latte satu.” Aku membuatnya kebetulan toko roti ini juga menjual kopi yang enak. Dan racikan dari aku sendiri tidak ada campur tangan dari Hae Jin. Hae Jin hanya mengurus menjaga roti membereskannya. Kami tidak perlu pegawai banyak cukup dua saja.

Namjoon memegangi pelipis kepalanya menceritakan semuanya. Aku terkejut dan tak bisa menghentikan semuanya kala Hae Jin mengenali Namjoon mereka malah berselfie dan berfoto bersama.

“Masa kau tak sadar jika ada anggota boygrup Bts beli roti di sini?”
“Engg… itu… aku jarang menonton tv.” Aku malu sendiri sama Hae Jin dia tahu segalanya sedangkan aku terlihat bodoh. Maklum aku bekerja makanya aku jarang ada di rumah.
“Ish norak!” Batin Hae Jin dalam hati, tidak mau mempermalukan diri dari teman baiknya. Hae Jin membawa masuk nampan coklat dan mencuci tangan takut terkena kuman, apalagi baru saja bersentuhan dengan berbagai banyak orang.

Semakin hari Namjoon sering datang kesini. Tapi lelaki tersebut masih sama jarang berbicara. Senyum pun tipis sekali. Bahkan kadang sering marah, emosional jika sedang mengalami masalah.

“Skandal lagi… skandal, selalu begini Jungkook jangan kau kecewakan Bang PD,” Membaca artikel di ponsel membuat gigi bergetak amarah meluap di matanya. Seperti orang kesetanan.
“Tenangkan dirimu, ini tempatku jualan.”
“Siapa kau? Aku bisa membeli food-truck ini jika aku mau dan bahkan pegawaimu satu-satunya bisa jadi milikku.” ujar Namjoon bersikap sombong.
Aku muak menariknya pergi. Airmataku bercucuran merasa telah direndahkan oleh lelaki sok artis. Sifatnya begitu angkuh dan bukan ciri artis yang patut diidolakan.

Namjoon meminta maaf segera melangkahkan kaki ke food-truck lokasi jualan sang gadis, namun ternyata ia sudah tidak jualan lagi. Katanya pamannya sakit sehingga ia memutuskan pulang ke desa.
Penyesalan membingkai…
Namjoon cuma berharap takdir segera mempertemukan mereka? Walau pun sekarang masih sebatas tanda tanya kecil. Hanya Tuhan yang tahu jawabannya.

Namjoon berjalan ke sebuah tempat bernama desa Ulsan. Namjoon sudah lama tidak ke sini di tempat tinggal mendiang Ibunya dimakamkan. Penuh kenangan manis, sulit dilupakan.

Tidak kusungka Namjoon bertemu lagi pada gadis itu.
“Kau mengikuti aku sampai sini?” ucap aku mendengus kesal.
“Anio… Ibuku dulu tinggal di sini.” (Tidak)
“Geotjimal, kau bercanda kan.” (Bohong)
“Anio… ini jujur dari hatiku.” ujar Namjoon terus berjalan memandangi langit biru berganti jadi awan hitam.
“Sebentar lagi hujan aku harus bersembunyi aku membencinya dan tak akan mau menegok luka itu.” Antuasias aku berbicara penuh tatapan dalam.
“Kenapa?” tanya Namjoon terdiam sejenak menarik napas keringat mulai membasahi seluruh lehernya yang putih, mulus.
“Bimil.” (Rahasia)

Kami berjalan mengelilingi sawah aku terus terbawa suasana saat Namjoon bernyanyi lagu Clock yang tidak aku ketahui bagaimana lagunya aku cuma menghafal sedikit lagu dan itu hanya penyanyi lama saja. Bukan lagu anak muda zaman sekarang aku lebih suka Lee Sun Hee, S.E.S, H.O.T, Soe Tai Ji, dan juga Lee Seung Chul. Mungkin terkesan jadul namun inilah aku apa adanya?

Namjoon mengengam jemariku dan berkata, “aku minta-maaf aku sungguh menyesal,” Aku terdiam mengikuti langkahnya. Aku sadar kalau aku sudah terhipnotis pesonanya tapi aku sulit berbicara jujur. Cuma terdiam membisu.

Selesai

Cerpen Karangan: Hardianti Kahar
Blog / Facebook: TitinKaharz

Nama: Hardianti-Kahar
Nama panggilan: Titin
Umur: 26 Tahun
Hobi: Menulis Novel, Membaca Novel, Menyanyi Lagu Korea, Makan, Desain Baju,
Cita-cita: Penulis Novel
Akun Wattpad: @titinstory @titinghey tidak bisa login akun lama
Akun Novel Toon: @TitinKahar
FB: TitinKaharz
IG: Titinghai25
Twitter: Hkaharz
Wafo: Hitam, Putih, Ungu, Biru, Kuning

Cerpen Forever Rain merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Harus Terpisah (Part 1)

Oleh:
Suasana dalam gereja begitu tenang dan damai. Gadis itu tengah memejamkan kedua matanya. Dengan kedua tangannya yang tengah bertaut erat, ia melantunkan doa dalam hati kecilnya. Meminta dan memanjatkan

My Oppa, My Namja

Oleh:
Mobil ayah Seung Ho sedang melaju di sekitar kawasan kumuh Gunyong pada jam 11 malam saat melihat seorang gadis dengan wajah yang berlumur darah berjalan dengan menyeret kakinya ke

Sehelai Rindu Untukmu

Oleh:
Bahagia rasanya saat kulihat senyum hangat di wajah manismu. Kau terlihat bersinar. Wajah cantikmu yang selalu membayangiku. Aku mengagumimu, aku menyukaimu, dan aku mencintaimu. Hyul sedang sibuk dengan buku-bukunya,

Lubang Hitam Perubah Takdir

Oleh:
Seorang gadis cantik bernama Bulan adalah istri seorang artis tampan asal korea. Kisah cinta mereka begitu berliku sampai akhirnya berakhir dengan kematian Bulan yang tragis karena kesalahan kecil suaminya.

Diabolik Lovers (Part 2)

Oleh:
11 tahun kemudian … “Eomma, dimana Woo Shin hyung?,” tanya Min Gyu pada eommanya yang sedang mempersiapkan sarapan, “Eomma tidak tahu. Kenapa kau mencari hyungmu? Biasanya kau selalu bertengkar

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *