Gone

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Korea
Lolos moderasi pada: 9 November 2016

Keterbatasan yang dimiliki Lee Eun Seul ini membuat orang di sekitarnya menjauh. Tidak ada satu orang pun yang mau bahkan ingin berteman dengannya. Mungkin karena malu atau tidak ingin Lee Eun Seul menyusahkan mereka. Ketika semua itu menimpanya yang ia rasakan hanyalah keterpurukan yang membuatnya ingin mengakhiri hidup. Namun ketika ia bertemu dengan seorang anak yang memiliki keterbatasaan yang sama ia pun menyadari bahwa tidak hanya dirinya yang mengalami kepahitan dalam hidup.

Sore ini seperti biasa ia akan menghabiskan waktunya dengan duduk di pekarangan rumahnya. Walaupun ia tidak dapat melihat pemandangan yang indah ketika senja tiba, namun ia cukup senang karena dapat merasakannya.
“Hai!. Seseorang tiba-tiba menyapa Eun Seul yang sedang duduk di bangku pekarangan rumahnya. Eun Seul hanya terdiam kala itu karena suara yang sangat asing baginya. Laki-laki itu tetap saja mengajak Eun Seul bicara walaupun tidak ada respon balik yang diberikan kepadanya. Setelah Eun Seul sadar dari lamunanya ia pun langsung menanggapi sapaan laki-laki itu.
“Ah! Maaf aku hanya terkejut karena baru mendengar suaramu.”
“Suaraku, bukankah biasanya orang akan terkejut ketika melihat wajahnya, kenapa kau bisa terkejut hanya kerena mendengar suaraku?”
“Itu hanya untuk mereka yang normal.”
“Kau ini bicara apa, memangnya kau tidak normal.”
“Aku memang tidak normal seperti kalian, kalian mungkin bisa melihat indahnya senja setiap hari semau kalian, tapi tidak denganku walaupun sekali saja aku tidak pernah melihat indahnya senja.”
“Mianhae aku benar-banar tidak tahu soal itu.”
“Tidak apa-apa.”

Sehun merasa bersalah pada Eun Seul karena tidak mengetahui kekurangan pada gadis itu. Sehun pun berkali-kali meminta maaf kepada Eun Seul. Dan sebagai permintaan maafnya Sehun pun mengajak Eun Seul untuk berteman. Ketika mendengar perkataan Sehun, Eun Seul merasa terkejut karena baru kali ini ada yang memintanya untuk menjadi seorang teman.

“Apa kau tidak ingin menjadi temanku karena kejadian tadi”
“Bukan begitu aku hanya terkejut kau mau menjadi temanku.”
“Lagi-lagi aku membuatmu terkejut, apa aku seperti hantu.”
Eun Seul pun tersenyum mendengar perkataan tetangga barunya itu. Mungkin bisa dikatakan bahwa ini pertama kalinya ada yang mau berteman dengan Eun Seul dan membuatnya tersenyum. Akhirnya mereka pun saling berkenalan satu sama lain.
“Sehun-ah!!!” Panggil seorang bibi dari pekarangan rumah Sehun.
“Iya, sebentar.”
“Eun Seul-ah aku harus pulang, kita lanjutkan nanti ya. Aku pergi dulu”

Semenjak itu Eun Seul merasa bahwa dirinya dapat merasakan hidup kembali dengan adanya kehadiran Sehun. Setelah pertemuan mereka seminggu yang lalu mereka semakin dekat, bahkan mereka selalu menghabiskan waktu bersama. Sehun selalu membuat Eun Seul tertawa lepas tanpa memikirkan kekurangannya lagi karena Sehun selalu memperlakukan Eun Seul seperti gadis normal pada umumnya.

Seperti janji Sehun kemarin ia akan mengajak Eun Seul pergi jalan-jalan. Eun Seul pun sudah bersiap-siap. Dress pink yang dikenakan Eun Seul membuatnya terlihat anggun dan tentunya cantik. Ketika melihat penampilan Eun Seul, Sehun hanya terdiam.

“Kenapa, Sehun-ah kenapa kau diam saja. Apa aku terlihat aneh, aku tadi meminta adikku untuk membantuku.”
“Tidak kau terlihat sangat cantik.”
“Benarkah, syukurlah kalau begitu setidaknya aku tidak akan membuatmu malu.”
“Kalau begitu ayo kita berangkat.”

Mereka pun pergi dengan mengendarai mobil milik Sehun. Tempat yang mereka tuju adalah sungai Han dimana tempat yang paling cocok untuk menghirup udara segar dan melepas penat. Ketika mereka sedang berjalan tiba-tiba Sehun meminta Eun Seul untuk berhenti. Eun Seul pun mengikuti perintah Sehun. Ketika mereka berhenti Sehun pun memberi Eun Seul sebuket bunga mawar, dan mengajaknya berfoto bersama. Tanpa Eun Seul ketahui sebenarnya Sehun sudah lama menyukainya, bisa dibilang Sehun mengalami cinta pada pandangan pertama.

“Sehun-ah apa kau tidak malu pergi denganku?”
“Kenapa aku harus malu, sedangkan yang ku ajak pergi seorang gadis cantik.”
“Sehun-ah apa kau selalu merayu para gadis.”
“Aku tidak serendah itu.”
“Ne, aku hanya bercanda. Tapi Sehun-ah aku penasaran kenapa kau mau berteman denganku disaat semua orang menjauhiku.”
“Karena kau cantik.”
“Sehun aku serius jangan bercanda.”
“Aku juga serius. Kenapa ya, emmm… karena aku menyukaimu.”
Eun Seul hanya memperlihatkan ekspresi betapa terkejutnya dia.

Sudah hampir 1 tahun hubungan Sehun dan Eun Seul berjalan. Mereka menjalani hubungan dengan saling melengkapi. Rencananya hari ini mereka akan merayakan satu tahun sudah hubungan mereka. Mereka akan bertemu di pekarangan rumah Eun Seul, karena mereka menganggap tempat itu tempat yang bersejarah untuk mereka. Sehun pun datang menemui Eun Seul yang sudah siap duduk manis di bangku pekarangan.

“Eun Seul-ah ada yang ingin aku bicarakan denganmu.”
“Kenapa suaramu serius sekali Sehun-ah, bicaralah!”
“Begini Eun Seul-ah ak…aku.” Suara Sehun terbata-bata seperti tidak ingin mengatakannya. Aku harus mengakhiri hubungan kita Eun Seul-ah”.
“Kenapa?, apa kau malu jika pacarmu buta?, apa ada gadis lain yang lebih cantik?, apa, apa.” Eun Seul berkata sambil menangis karena tidak dapat menerima keputusan Sehun.
Akhirnya Sehun pun memberitahu Eun Seul jika dia telah dijodohkan oleh ibunya. Gadis itu bernama Lee Soo Kyung. Dia merupakan teman masa kecil Sehun.
“Kau jahat Sehun kenapa kau masuk di kehidupanku jika pada akhirnya kau akan meninggalkanku.”
“Sekali lagi maaf Eun Seul-ah aku tidak bermaksud menyakitimu.”
“Tapi kau menyakitiku Sehun.”

Sehun pun pergi meninggalkan Eun Seul yang menangis tersedu-sedu di pekarangan rumahnya. Tapi sebenarnya Sehun masih melihat Eun Seul dari kejauhan. Sehun pun tidak dapat menahan air matanya. Mungkin keputusan Sehun ini sangat menyakitkan untuk Eun Seul tapi akan lebih menyakitkan jika Sehun tetap mempertahankan hubungan mereka.

2 tahun kemudian
“Keadaan Sehun semakin parah, dan dia selalu menyebut nama Lee Eun Seul.”
“Apa sebaiknya aku memberi tahu dia kalau sebenarnya Sehun sakit.”

Dua tahun berlalu Eun Seul kembali hidup seperti dulu. Menjadi gadis yang suka menyendiri, namun yang lebih parah lagi ia selalu mengurung diri di kamar. Kejadian 2 tahun lalu menjadi sebuah pukulan terbesar untuknya karena ia menganggap jika Sehun adalah kehidupannya. Akhirnya Soo Kyung memutuskan untuk menemui Eun Seul dan menceritakan semua kebohongan antaranya dan Sehun selama ini. Dengan langkah ragu Soo Kyung berjalan menuju pintu rumah Eun Seul dan mencoba untuk mengetuk pintu.
“Apa Lee Eun Seul ada di rumah, saya Lee Soo Kyung, teman Eun Seul.”
“Maaf Eun Seul tidak ingin bertemu dengan siapa pun.
Tok… tok… tok suara ketukan pintu kamar Eun Seul. Soo Kyung berusaha agar Eun Seul mau membuka pintu kamarnya. Tapi Eun Seul tetap bersi keras untuk tidak membuka pintu kamarnya dengan alasan ia tidak ingin membicarakan tentang masa lalu pahitnya.
“Eun Seul-ah kita harus bicara, ini tentang Sehun.”
“Aku sudah tidak peduli lagi denganya, kenapa kau mencariku apa kalian masih belum cukup jika hanya membuatku terluka.”
“Aku minta maaf jika dulu membuatmu terluka, tapi saat ini yang Sehun butuhkan hanya kau Eun Seul-ah.”
Soo Kyung tetap berusaha membujuk Eun Seul walaupun ia tahu bahwa usahanya ini akan sia-sia namun Soo Kyung percaya bahwa Eun Seul masih sangat mencintai Oh Sehun karena bisa dikatakan Sehunlah pria pertama yang mau berteman dengan Eun Seul.

“Apa kau ingin membuatku terlihat seperti orang bodoh?”
“Bukan itu maksudku, tapi semua yang terjadi dulu hanya kebohongan.”
Akhirnya karena Soo Kyung tidak dapat menahan dirinya maka ia pun menceritakan semua kejadian yang sesungguhnya kepada Eun Seul. Pada awalnya sangat susah untuk membuat Eun Seul percaya namun pada akhirnya Soo Kyung dapat meyakinkan Eun Seul sehingga ia mau bertemu dengan Sehun yang sedang membutuhkannya sekarang ini.

Di Rumah Sakit
Eun Seul langsung mencari kamar dimana Sehun dirawat. Untuk sekarang yang ada dipikiran Eun Seul hanyalah Sehun. Ketika di perjalanan menuju rumah sakit ia selalu menyalahkan dirinya kenapa dulu ia tidak mengetahui jika Sehun sakit. Yang dia pikirkan hanyalah dirinya sendiri karena dia hanya merasa bahagia jika bersama Sehun.

“Sehun–ah, bagaimana keadaanmu, kau baik-baik saja kan?”
Hening, tidak ada sautan dari pertanyaan Eun Seul. Tapi Eun Seul tetap mengajak Sehun berkomunikasi walaupun Sehun tidak menjawab semua pertanyaannya.
“Sehun aku mohon bangunlah, jangan seperti ini kau membuatku takut.”
Sehun pun merespon semua perkataan Eun Seul dan ia pun terbangun dari tidurnya. Mungkin benar yang Sehun butuhkan sekarang hanyalah Eun Seul. Sehun pun memanggil nama Eun Seul berulang kali.
“Sehun-ah, aku disini.”
“Apa aku sedang bermimpi, jika ia maka aku tidak ingin bangun dari mimpi indah ini.”
Sehun pun mencoba untuk membuka matanya. Eun Seul menggenggam erat tangan Sehun seakan-akan ia tidak ingin kehilangan Sehun untuk kedua kalinya.
“Eun Seul-ah maafkan aku.”… Detak jantung Sehun tiba-tiba berhenti.
“Yakkk, Sehun-ah kau kenapa?”
Setelah Sehun mengucapkan permintaan maafnya kepada Eun Seul ia pun menghembuskan nafas terakhirnya dengan menggenggam tangan Eun Seul yang sangat dicintainya.
“Sehun-ah… Sehun-ah…” Eun Seul tidak berhenti memanggil nama Sehun dan menangis.
“Ini tidak mungkin, Sehun tidak mungkin meninggalkanku lagi untuk kedua kalinya.”
“Tenanglah Eun Seul-ah, mungkin itu memang yang terbaik untuk Sehun.”
“Sehun-ah, kenapa kau lakukan ini padaku.” Eun Seul tidak bisa berhenti menangis.

Setelah sehun pergi meninggalkanku untuk selamanya aku baru menyadari bahwa cinta tidaklah harus memiliki, cukup melihatnya bahagia. Namun sebesar apapun cinta kita jangan pernah membuat seseorang membencimu walaupun sebenarnya kau melakukan semua itu untuk membuatnya bahagia. Jangan memiliki keegoisan dalam menjalin sebuah hubungan, karena itu tidak akan baik nantinya. -Lee Eun Seul

Cerpen Karangan: Devi Jung
Facebook: Devi Jung
Nama lengkap Devi Dwi Astuti biasanya dipanggil (Chen or Jung). Lahir 22 Desember 1999. Tinggal dikota Ngawi. Sekolah dengan jurusan Teknik Elektronika Dan Industri. Selain menulis dan membaca novel saya juga suka dengan dunia k-pop walaupun tidak sepenuhnya. Jika kalian ingin lebih mengenalku bisa komunikasi lewat, fb : Devi Jung, e-mail : ryesom_dvi[-at-]yahoo.com.

Cerpen Gone merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Langit Hitam dan Anyelir

Oleh:
“Jika ini adalah masa depan yang kau gambarkan, aku ingin menatap langit yang sama dengan perasaan yang sama. Bersamamu…. Tapi, jalan takdir ini berbeda”. Aku benci hujan, harusnya hujan

My Secret Love

Oleh:
Hujan tak kunjung reda, sepasang mata sayu memandang putus asa. Ingin rasa berteriak lalu menerobos ribuan runtuhan hujan demi hasratnya yang terpendam dalam diam. Namun, rasa dingin telah mendahului

Kita Berbeda

Oleh:
Kang SeRin, Yeoja cantik dan kaya ini selalu menjadi sorotan teman temannya. Namun hanya satu yang ada di hidupnya, Park EunJi, seorang yeoja yang jauh berbeda dari Serin, Eunji

Winter Love Korea

Oleh:
“Annyeong! Chae Yoo! Song Mi!” Seru seorang gadis sambil menghampiri 2 gadis lainnya. “Annyeong, Jung Eun. Adik bermasalah lagi?” Balas Chae Yoo. “Ne,” jawab Jung Eun sambil mengatur napas.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *