Hani Meluluhkan Hatiku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Korea
Lolos moderasi pada: 28 June 2013

Dia adalah cewek paling bodoh satu sekolahan nilainya selalu saja kecil, dan dia selalu saja ada di kelas i, kelas tempat berkumpulnya orang orang bodoh satu sekolahan. Aku sebagai orang ter cool dan pintar di sekolahan tak akan suka pada cewek bodoh seperti dia.
“hai!” sapanya yang tiba tiba hadir dihadapanku. Aku tak pernah membalas kata katanya sedikitpun. Sampai suatu saat dia menabrakku membuatku terjatuh.
“ma, ma, ma.. aff!” ucapnya gugup.
“kamu kalau jalan yang benar, lihat situasinya! Dan ngomong juga belum lancar!” bentakku pelan dan pergi meninggalkannya.
“awas kamu ya! Aku akan bikin kamu berlutut dihadapanku dan bikin kamu jatuh cinta sama aku!” terikannya setiap aku tak menggubris kata katanya.
“udah basi, dan aku gak akan pernah jatuh cinta sama kamu!” ucapku menengok ke belakang dan kembali melanjutkan perjalananku menuju kelas.
“sebenarnya kamu cantik, polos, imut tapi sayang kamu bodoh, coba saja kamu pintar? mungkin saja kamu sudah menjadi pacarku!” bantinku sambil tersenyum senyum.

Bel istirahat berbunyi, seperti biasa aku digandrungi cewek cewek dari penjuru sekolah, bahkan guru termuda di sekolahku saja ikut menggodaiku, tapi aku selalu mempunyai senjata jitu yaitu dengan kata kata tajam yang kadang kala menyakiti mereka, tapi walaupun begitu tak pernah ada kata menyerah bagi mereka.

“senjo!” teriak seseorang memanggil namaku, dan ternyata dia cewek yang bodoh itu.
“senjo, ini makan siang buatanku untukmu! Tolong di terima yah, plis!” katanya memelas memberikan kotak makanan. Tanpa membalas perkataan segera ku ambil kotak makanan dan pergi ke kantin sekolah.
“Yes! Yes! Yes…!” ujar cewek itu pelan.
“oh iya, bukan karena aku menerima makanan ini aku menerima cewek masuk ke hatiku juga ya! Aku hanya lapar!” ujarku, lalu melanjutkan langkahku.

Bel istirahat kedua berbunyi segera ku bawa kotak makanan itu, tidak lupa sepucuk kertas yang didalamnya ada kata kata yang membuatnya tersinggung dan membenciku.
“eh nama kamu siapa? Ini kotak makananmu!” ucapku mengagetkan lamunannya.
“eh senjo! Nama aku hani”
“ohh! Didalamnya ada sepucuk surat dan kamu harus membacanya dengan keras ya!”
“oke, aku baca sekarang ya?”
“enggak besok! Ya sekarang lah!”
Dia segera membuka kertas itu dengan penasaran dan membacanya.
“untuk orang yang paling bodoh yang pernah aku kenal!

“Kamu jangan ganggu aku terus deh, aku itu gak suka sama orang yang bodoh! Asal kamu tau makanan itu tidak enak dan aku tadi membuangnya ke tempat sampah. Dari senjo” ucapnya dengan suara bernada tinggi disertai jatuhan air matanya.
“hahahaha!” suara tertawaan anak sesekolahan mengejeknya.
“senjo, lihat saja jika aku bisa naik langsung ke peringkat 50 kelas dan masuk ke kelasmu, kamu akan…!” ujarnya kesal.
“oke, aku akan mencium bibirmu dan aku akan berpacaran denganmu” ucapku dengan percaya diri.
“oke! Lihat saja nanti!” ucapnya memelototiku.
“tapi gak mungkin deh, kan ujiannya tinggal seminggu lagi!” balasku segera meninggalkannya.

Hari pertama kulihat hani membawa buku yang cukup banyak dan dia menghabiskan waktu istirahatnya hanya di kelas tidak seperti biasa mengejar-ngejarku kesana kemari. Terlihat keseriusannya dengan membaca dengan teliti, tapi aku tidak tahu dia mengerti atau tidak, hahaha.
Saat pulang sekolah tak sengaja ku ikuti dia menuju kesuatu tempat dan ternyata itu adalah tempat les terbaik di kotaku, mulai timbul rasa takut di hatiku, tapi… apa mau dikata, setiap aku berjanji aku harus menepatinya.

Hari hariku semakin lama semakin sepi dia terus belajar dan sama sekali tidak menggodaku hingga hari terakhir sebelum melaksanakan ujian kenaikan peringkat yang diadakan di sekolahku setiap 3 bulan sekali untuk mencari 50 siswa terbaik yang akan masuk dalam kelas super bagus.
“senjo!” ujarnya lemas.
“iya!” kataku sedikit kaget.
“lihat ya, kamu harus menepati janjimu itu oke!” balasnya dan kelihatan dia sangat mengantuk.
“iya aku janji! Kamu mendingan istirahat pulang sana kelihatannya kamu kurang tidur, nanti gak bisa ikut ujian loh!” ucapku luluh melihat keadaannya.
“iya!! Aku pulang dulu ya!” balasnya dan segera pergi pulang kerumahnya.
Aku tak tega dengan keadaannya segera kuikuti dia, takut terjadi apa apa di jalan, hal yang tidak diinginkanpun terjadi dia terpeleset karena mungkin terlalu lemas.
“aku gendong kamu ke rumah ya!” kataku segera menggendongnya.
“senjo aku cinta kamu!” ucapnya di tengah perjalanan.
“aku juga!”
“hah kamu juga?”
“iya, entah kenapa 7 hari tanpamu hidupku terasa hampa!” jawabku meyakinkannya, lalu dia membalas dengan senyuman.
Tak terasa sudah sampai dirumahnya, aku segera berpamitan dan pergi pulang ke rumah.

Hari ujianpun datang, sebelum dia pergi menuju kelasnya kusempatkan untuk memberikannya semangat.

Hari ujian selesai aku sudah mengerjakan ujian dengan mudah karena aku selalu belajar tentang yang diulangani.

Hari ini adalah pengumumannya kulihat dia dengan mata sayu pergi ke papan pengumuman melihat siapa yang masuk 50 besar.
“selamat ya kamu udah jadi juara umum” katanya dengan sedikit lemas.
“kamu juga selamat, karena kamu sudah masuk 50 besar terbaik” ucapku tersenyum.
“apakah benar? Coba ku lihat?” tanyanya seketika kegirangan lalu melihat dirinya berada di jajaran 50 besar sekolah.
“hore, hore, horee!” ucapnya kegirangan.
“hani!”
“iya senjo!” jawabnya girang.
“kamu mau jadi pacarku?” tanyaku meyakinkannya.
“iya!”
“apa?”
“iyaa!”
“apa?!”
“iyaaaaaa!” teriaknya.
Dalam sekejap satu siswa sekolah melihati kami dan mengatakan kata “cie, cie yang baru jadian!”. Kulihat pipinya memerah tanda malu.
“hani! Ayo kita pulang!”
“ayo!” ucapnya menggandeng tanganku.

Di tengah perjalanan kulihat suasana cukup sepi, segera kuhentikan langkah dan menatapnya.
“hani! Aku pernah berjanji untuk menciummu!”
“iyah!”
“apakah aku boleh menciummu sekarang?” kataku, dia hanya menganggukkan kepala tanda berkata iya.
Jantungku berdegup kencang saat segera mendekatkan bibirku ke bibirnya tapi tiba tiba seseorang mengagetkan kami.
“permisi” ucap seorang nenek. Dan kami tidak jadi melakukannya, sungguh memang sedih tapi memang belum waktunya dan aku berjanji padanya akan menciummnya jika kami sudah menjadi sepasang suami istri.

THE END

Cerpen Karangan: Christmemory
Blog: http://cerpenispemula.blogspot.com

nama: christmemory
umur: 15 tahun
fb : Christ Memory
twitter : @christmemory13

Cerpen Hani Meluluhkan Hatiku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ketika Kau Memandangku (Part 1)

Oleh:
Pagi ini akan menjadi pagi yang paling ku takuti, tapi mau bagaimanapun aku harus melakukannya karena aku seorang reporter, yang harus mengungkap kasus pembunuhan yang sering terjadi di salah

A Broken Glass

Oleh:
Matahari mulai mencium bumi bagian tengah dengan sinar ultra violet yang selalu mengiringinya dalam setiap sorot cahaya yang dia sorotkan ke arah bumi. Sayang sekali, sepertinya sang mentari terlalu

Winter Love Korea

Oleh:
“Annyeong! Chae Yoo! Song Mi!” Seru seorang gadis sambil menghampiri 2 gadis lainnya. “Annyeong, Jung Eun. Adik bermasalah lagi?” Balas Chae Yoo. “Ne,” jawab Jung Eun sambil mengatur napas.

DOT (Part 2)

Oleh:
Sesampainya di sana, ku lihat Young Jae duduk memainkan ponselnya dan kemudian melihat ke arahku. “Bagaimana? Apa masih sakit?” tanyaku sambil menatapnya. “Kau pucat?” tanyanya sambil menatap wajahku. “Aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *