Hit Me (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Korea
Lolos moderasi pada: 24 October 2015

“Ja.. Jadi ini yang kau lakukan di belakangku Kim Jonghyun?” Luna tak dapat menahan air matanya ketika melihat foto orang yang ia cintai, ah.. Tepatnya Kim Jonghyun, member SHINee yang menyandang status sebagai ‘Kekasihnya. Yap! Luna dan Jonghyun berpacaran sejak 2 tahun yang lalu.
Dada Luna terasa sesak ketika melihat foto Jonghyun yang tengah berusaha mencium mantan kekasihnya Shin Se Kyung, Luna berharap ini mimpi. Namun ini semua kenyataan.

“Aarrgh kau PENGKHIANAT KIM JONGHYUN! AKU BENCI KAU. AKU BENCI!” Luna tak dapat menahan semua luka dalam dirinya, ia tak dapat meredam amarahnya. Luna menghancurkan -hampir- semua foto-fotonya dengan Jonghyun.
Luna tertunduk sambil menangis..
“Hiks.. Hiks..”

Tiba-tiba Amber bersama Sulli datang.
“Luna-ah, ada apa ini? Mengapa kau seperti ini?” Tanya Amber setengah panik.
“Ne, ada apa eonni? Ada apa? Mengapa kau menangis?” Sulli dan Amber mendekat.
Luna memeluk Sulli “Hiks.. Jonghyun tega mengkhianatiku Ssul, Eonni. Ia tega bermain di belakangku. Aku sakit eon, mengapa harus orang yang ku cintai. Hiks.. Hiks..” Luna terisak
Amber melirik Ponsel Luna, dan ia melihat foto itu.

Amber marah, “Namja kurang ajar! Luna-ya.. Biar aku yang urus dia!” Amber melangkah pergi.
“Eonni! Apa yang mau kau lakukan?” tanya Sulli.
Amber terhenti “Akan ku buat dia menyesal telah menyakiti saudaraku!” Amber tersenyum sinis lalu pergi dengan cepat.
“Eonni jangan! Jangan lakukan itu!” kata Sulli setengah teriak.
Tapi apa daya, Amber sudah pergi. Dan Luna tertidur di pelukan Sulli, hingga membuat Sulli juga merasa sesak melihat keadaan Luna.
“Eonni, wae? Aku sakit melihatmu seperti ini eon..” Air mata Sulli menetes, Sulli pun membaringkan Luna di tempat tidurnya, lalu Sulli pun tidur sambil memeluk Luna.

Sementara Amber ke gedung SM, dan tepat sekali ia berpapasan dengan Jonghyun.
“Yo! Amber my brother, sedang apa kau di sini bukankah sedang..”
BUKK!! Amber memukul wajah Jonghyun. Jonghyun memegangi wajahnya.
“Apa maksudmu memukulku?” Tanya Jonghyun dengan nada meninggi.
“Apa maksudmu dengan ini?” Amber menunjukkan foto yang tadi Luna lihat. Fotonya dengan Se Kyung.
“I.. itu salah paham!” Jonghyun mengelak.

“Hah! Omong kosong! Salah paham katamu? Aku sudah tahu semuanya dari Jino. Kau pernah bilang bahwa kau masih mencintai Se Kyung!” Amber memukul Jonghyun lagi.
BUKK..
“A..aw!!”
“Dan jangan tanya mengapa aku memukulmu! Karena kau telah menyakiti hati Saudaraku, PARK SUN YOUNG!” Amber pergi, sebenarnya Amber masih meredam amarah. Namun Amber pikir ia hanya membuang-buang waktu.
Sementara Jonghyun yang tengah kesakitan karena habis dipukul oleh Amber, ia pun kembali ke dorm-nya.

Dorm SHINee.
“A..aw!!”
“Bagaimana bisa Amber memukulmu?” tanya Key yang tengah mengobati luka bekas pukulan Amber di wajah Jonghyun.
“Molla..” Jonghyun menjawab Singkat.
“Tidak mungkin Amber memukulmu tanpa sebab, Amber bukanlah wanita, ekhm. Maksudku ia bukanlah wanita tomboy yang suka main kekerasan” kata Key.
“Molla, ia datang dan tiba-tiba memukulku!”
“Ada rahasia yang kau sembunyikan hm?”
“A..aniyo”
“Kau melakukan sesuatu terhadap Luna?”

Tiba-tiba..
“Jjong hyung! Ada telepon dari Sekyung Noona! Cepat ke sini” teriak Taemin.
“Sudah ku duga..” guman Key.
Jonghyun beranjak menghampiri Taemin.
“Yeoboseo, Se Kyung-ah..” Jonghyun tersenyum.
“Oppa, aku ingin bicara sesuatu.” Kata Se Kyung mulai serius.
“Bicaralah..”
“Aku harap kau dapat melupakan semua kejadian di antara kita. Saat kita pacaran, atau kejadian seminggu yang lalu. Aku lebih memilih Lee Min Ho Oppa, aku akan menikah dengannya.” Kata Se Kyung.
Kuping Jonghyun terasa panas, “Hm.. Arraseo.” Jonghyun menutup gagang telepon tersebut.
Ia lesu, lalu ia masuk kamarnya.
Ia merenung, Luna sudah tahu perselingkuhannya dengan Se Kyung. Ia menyesal sangat menyesal.
“Andaikan aku tidak berselingkuh dengan Se Kyung. Ya tuhan, mengapa aku begitu bodoh telah menyia-nyiakan seseorang yang tulus mencintaiku.” Jonghyun berkaca-kaca, ia menyesal.

Keesokkan harinya. Dorm F(x)
Ting tong..
“Ne sebentar!” teriak Victoria.
Clakk..
“Annyeonghaseo..” ternyata tamu itu adalah Ryeowook.
“Oh, Wookie. Sedang apa kau di sini?” tanya Victoria.
“Ku dengar Luna sakit, jadi aku datang untuk menjenguknya, sekalian main. Hehe, aku bosan di dorm.” Ryeowook tertawa kecil.
“Haha, Arra, arra. Masuklah, Luna ada di kamar.” Victoria mempersilahkan Ryeowook masuk.

Ryeowook pun masuk dan langsung ke kamar Luna.
“Luna..” panggil Ryeowook
Ternyata Luna tengah curhat dengan Sulli.
“Ryeowook Oppa..”
Ryeowook mendekati Luna dan duduk di bangku samping ranjang Luna.
“Bagaimana keadaanmu?”
“A.. Aku hanya demam sedikit kok dan sudah baikan sekarang. Kau sedang apa disini oppa?” tanya Luna.
“Tentu saja menjengukmu, menemanimu. Boleh kan?” Ryeowook tersenyum.
“Ah, tentu saja oppa.” Luna tersenyum balik.
“Hm, eonni. Aku ada janji dengan Taemin Oppa, jadi aku tinggal dulu ya.” Sulli pun bergegas pergi.
“Ne..”

“Hm.. Yang lain kemana?” tanya Ryeowook.
“Hm.. Amber eonni sedang pergi untuk 2 hari, Krystal dan Umma akan berangkat sejam lagi untuk pemotretan. Hm, Oppa kau sudah makan?” tanya Luna.
“Belum hehe.” Jawab Ryeowook sambil tertawa kecil.
“Kalau begitu biar aku masak, Kajja! Kau kan jago masak, sekalian ajari aku resep-resep yang belum ku ketahui.” Luna berusaha mencairkan suasana agar tidak canggung.
“Baiklah. Bukankah kau masih sakit?”
“Aku sudah agak baikan oppa. Kajja!” Mereka pun segera ke dapur untuk masak.

Mereka sangat asyik memasak hingga bukannya memasak mereka malah bermain dengan sayuran. Seperti lempar-lemparan atau sebagainya.
“Kena kau!”
“Haha.. Rasakan ini!”
“Stop hentikan Oppa!”
“Kau yang mulai duluan Luna-ah! Yak rasakan ini!”
Saking asyiknya mereka tidak sadar kalau masakan mereka gosong.
“Aku mencium bau gosong, Oppa.”
“Ne, aku juga!”
“Masakan kita!” seru Luna.

Dan benar masakan mereka gosong.
“Kyaaaaa!!! ini gara-gara kita keasyikan main tadi hfftt. Kita harus memasak dari awal lagi deh.” Luna lesu.
“Haha, hei gwechana, aku akan membantumu.” Kata Ryeowook.
Mereka mulai serius memasak, Ryeowook terus memandangi wajah Luna. Ya, semenjak f(x) debut, Ryeowook memang menyukai Luna. Namun Luna lebih memilih Jonghyun.
“Luna, tak sadarkah kau kalau aku mencintaimu. Kau lebih memilih Jonghyun yang telah menyakitimu, bisakah aku menggantikan posisi Jonghyun di hatimu? Aku sangat mencintaimu Luna.” Batin Ryeowook.

– Luna POV
Ryeowook Oppa dari tadi melamun saja. Dan ia memandangiku terus. Aku jadi salah tingkah.
“Hei oppa!” aku menepuk pundaknya.
“A..ah Luna, sampai di mana kita tadi?” ku rasa aku membuyarkan lamunannya hehe.
“Sudah selesai, Kajja kita makan” Aku pun segera kemeja makan bersamanya.

Selesai makan, aku pun berbicara banyak hal dengannya termasuk curhat masalahku dengan Jonghyun Oppa. Entah mengapa aku sangat nyaman dengannya, Ryeowook Oppa, baik, perhatian, lugu, imut, dan sangat pintar memasak. Ia sudah ku anggap seperti Oppa kandungku sendiri.
“Jadi Jonghyun selingkuh?” tanyanya.
“Bisa dibilang begitu.” Aku berusaha tersenyum namun airmataku tak dapat terbendung lagi.
“Ya! Jangan menangis, Uljima..” Ryeowook Oppa memelukku.
Aku nyaman berada di pelukannya. Ia membuatku tenang.

Sudah menunjukkan pukul 3 Sore, Ryeowook Oppa pun pamit untuk pulang.
“Luna-ah, aku pulang dulu. Jaga kesehatanmu get well soon.” pamit Ryeowook Oppa.
“Ne, hati-hati Oppa!” kataku.
Ryeowook oppa tersenyum lalu masuk ke dalam mobilnya. Langit terlihat mendung, sebaiknya aku masuk ke dalam dorm.
Aku pun kembali masuk ke dalam dorm. Karena Ryeowook oppa sudah pulang aku merasa bosan. Hm.. Mungkin menonton tv akan menghilangkan kebosananku.

– Jonghyun POV
Ah entah mengapa dadaku sangat sesak melihat Ryeowook Hyung sangat mesra dengan Luna. Ya aku menunggu dari 2 jam yang lalu. Apa kami sudah putus? Luna tidak pernah mengatakannya bukan. Apa sebaiknya aku mencoba meminta maaf padanya? Hfft baiklah.

Ting Tong.
Aku memencet bel.
“Ya sebentar!” aku mengenal suara itu. Itu Luna.

Clakk..

“Luna-ah..”
“Untuk apa kau ke sini?” tanyanya dengan wajah datar.
“Aku.. Mianhae Luna, aku menyesal.” Mataku berkaca-kaca, ya tuhan aku sungguh menyesal.
“Ck.” Ia tersenyum sinis.
“Memaafkanmu? Haha. Segampang itukah kau mengucapkan kata maaf Kim Jonghyun? Aku terluka karena semua sandiwaramu selama ini, ku kira kau tulus mencintaiku. Tapi kau masih mencintai Se Kyung!” Ketus Luna sambil menekan kata sandiwara.
“Jebal, Mianhae Luna, aku menyesal, Aku mencintaimu..” Aku menangis.
“Mencintaiku? Sandiwara apa lagi yang akan kau buat Kim Jonghyun? Kau ingin membuatku semakin terluka hah? Kau belum puas menyakitiku?” Luna berkaca-kaca, begitu parahkah luka yang ku goreskan di hatinya?
“A.. Aku..”

Ia menangis, bulir bening jatuh dari mata indahnya.
“Apakah kau memang sudah melupakanku? Kita belum putuskan?”
“Kita sudah putus Kim Jonghyun! Aku terluka, untuk apa aku mempertahankan semua ini!” Ya tuhan, apakah ia benar-benar benci padaku?
“Jadi Wookie Hyung adalah kekasih barumu?” tanyaku.
“Aku tak sejahat itu. Menjadikan Wookie Oppa, sebagai pelampiasan. Haha aku bukan kau Jonghyun-ssi!” Jawabnya sambil tertawa sinis.
Ia menghapus air matanya.
“Sebaiknya kau pulang, sebentar lagi akan hujan!” Katanya dengan nada sedikit mengusir.
“Aku tidak akan pergi Luna!”
“Terserah kau saja!”

BRAKK. Ia masuk ke dalam dorm.

Dua Jam kemudian.
Hujan deras sekali, aku kedinginan, Luna apakah kau sebenci itu padaku?
“Luna mianhae..” teriakku, aku menggigil.
Aku melihat Luna mengintip dari jendela. Apa masih ada rasa khawatir darinya?

Sudah pukul 7.30 malam, hujan semakin deras. Aku tertunduk, Luna ku mohon keluarlah.
CLAKK..
“Pulanglah, ini sudah malam, dan hujan semakin deras.” itu suara Luna. Ah benar Luna akhirnya kau keluar.
“Luna mianhae..” suaraku serak.
“Aku belum bisa memaafkanmu, sekarang aku mohon kau pergi.” Suara Luna melemah.
“Baiklah aku pergi Lun.”
Aku memutuskan untuk pergi, sepertinya memang Luna butuh sendiri, Luna I still love you, please forgive me.

Dengan lesu Jonghyun kembali ke dorm. Entah Luna akan memaafkannya atau tidak, ia sadar Luna butuh waktu.
Beberapa hari kemudian. Hari ini SHINee rekaman lagu terbaru mereka. Dalam waktu senggang Jonghyun melihat Luna sedang mengobrol dengan Ryeowook, mereka sangat dekat.
“Ah kau bisa saja Oppa! Kau tidak ada schedule hari ini?”
“Hm, ah aku baru ingat kalau aku akan membuat lagu bersama Yoona, untung kau mengingatkan aku. Ya sudah aku pergi dulu ya.” pamit Ryeowook.
“Ne, hati-hati Oppa!”

Dada Jonghyun terasa sakit melihat kedekatan mereka. Jonghyun pun menghampiri Luna.
“Luna-ah!”
“Ada apa lagi?” Tanya Luna dengan nada sinis.
“Jadi kau dan Ryeowook Hyung..” Jonghyun tersenyum miris.
“Mian, aku harus pergi.” Luna mengambil tasnya dan beranjak pergi.
Namun Jonghyun menarik tangannya dan memojokkannya di tembok.
“Jebal Luna, aku menyesal. Aku mohon maafkan aku, apa tidak ada kesempatan kedua untukku?” Jonghyun menatap Luna, namun Luna berusaha untuk tidak menatapnya.
“Lepaskan aku Jonghyun-ssi!” Luna meronta namun..
Jonghyun mencium bibir Luna lembut, Luna menutup mata, Luna tak membalasnya. Dan Luna pun langsung mendorong Jonghyun, lalu berlari pergi.
“Luna chamkkaman!”
Luna berlari sambil menangis, ia tak dapat memendam semuanya lagi, ciuman tadi, ciuman yang membuat Luka Luna semakin dalam.

Luna berlari keluar gedung SM, namun karena tak berhati-hati ia menabrak seseorang.
BRAKK..
“Luna-ah?”
“A..ah Wookie Oppa.”
“Luna kau kenapa? Kau habis menangis?” tanya Ryeowook.
“Gwechana oppa..” suara Luna melemah.
“Jangan kau pendam. Aku tahu kau menyimpan banyak beban di hatimu. Kajja! Ikut aku, aku akan membawamu ke tempat di mana kau bisa melepas semua bebanmu” Ajak Ryeowook.

Luna mengikuti Ryeowook, dan ternyata Ryeowook membawanya ke sebuah pantai, karena sudah malam. Pantai ini agak sepi.
“Nah kemarilah!” Ryeowook memerintahkan Luna untuk berada di dekat air.
“Apa yang harus ku lakukan Oppa?” tanya Luna.
“Teriaklah! Teriakkan semua isi hatimu, aku akan mundur, Ku hitung 1 sampai 3..” Ryeowook mundur dan sedikit menjauh.
“Hana..”
Luna menarik napas dalam-dalam.
“Dul..”
Luna memandang lurus ke arah laut.
“Set”
Dan..

“Arrghhh.. Mengapa? Mengapa harus aku yang mengalami semua ini? Mengapa Jonghyun tega mengkhianatiku? Mengapa Ya tuhan? Aku terluka, kecewa, sedih, marah. Namun aku tak bisa, aku tak bisa seperti ini terus, apa yang harus kulakukan? Tuhan, aku ingin ia pergi dari kehidupanku! Pergi.. Pergi jauh.. Namun entah mengapa aku tak bisa jauh darinya. Aku.. Aku masih mencintainya. Namun, aku terluka.. Aku.. Aku, aku tak bisa membencinya..” Luna menunduk dan menangis setelah meneriakkan semuanya. Ia merasa lega, ia merasa telah mengeluarkan sedikit beban di dalam hatinya.

Dari kejauhan Ryeowook hanya tersenyum, tersenyum kecewa. Ya, saat Luna mengatakan masih mencintai Jonghyun, ia kecewa. Ingin sekali ia menggantikan posisi Jonghyun di hati Luna. Namun itu semua sulit. Ryeowook menghampiri Luna, lalu memeluknya.
“Kau menyimpan terlalu banyak beban di hatimu, Lun..” kata Ryeowook.
“Hm.. Ne.. Jeongmal kamsahamnida oppa. Berkat kau aku dapat mengeluarkan sedikit bebanku.” Kata Luna sambil tersenyum.
Ryeowook melepaskan pelukannya, “Baiklah.. sekarang kita pulang, arra” Ryeowook menggandeng tangan Luna lalu berjalan pulang.

Bersambung

Cerpen Karangan: Andya Alisha
Blog: smentfanficinmyworld.wordpress.com
Disclaimer: Terinspirasi dari Lagu SHINEe-Hit Me

Cerpen Hit Me (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Yang Terpendam

Oleh:
Termenung, gadis itu memandang di sebuah sudut. Mengamati seseorang disana. Memandang dengan penuh pengamatan. Sangat teliti dan sangat jeli ia mengamati gerak gerik Yun gee. Dia melihat yun gee

Moonchild (Part 4)

Oleh:
“Taehyung,” suara lembut Zian mengalun seperti alunan piano, dan aku mencoba mengerakkan tubuhku namun karena luka di sekujurnya membuat usahaku sia-sia. “Taehyung, ayok kita menuju kamar, kamu harus diobati.”

Fiction (Make Me Happy)

Oleh:
Waktu akan berlalu seperti semestinya dan mimpi hanya akan menjadi bunga tidur yang tak pernah memiliki arti. Irama piano yang menggugah perasaanku mengalun indah ketika seseorang itu menekan tuts-tust

Anyang Art School

Oleh:
Pagi ini di sebuah sekolah bernama Anyang Art School (ini sekolah asli ada di Seoul lho…) anak-anak berkumpul di sebuah ruangan didampingi orang tuanya. perlu kalian ketahui bahwa hari

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *