Hit Me (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Korea
Lolos moderasi pada: 24 October 2015

– Luna POV
Musim dingin telah tiba, hari ini Artist SM hampir semuanya tidak ada yang punya Schedule. Karena bosan di dorm, aku pergi ke gedung SM, sekedar latihan vokal sebentar setelah itu menikmati pemandangan kota di atap gedung SM. Ya, belum semua bebanku hilang, aku ingin mencari ketenangan.
“Hmm.. Latihan vokal sebentar mungkin akan membuatku sedikit melupakan semua bebanku.”

Aku pun memutuskan untuk menyanyikan lagu.
Avril Lavigne – Wish You Were, hanya Chorus dan refrainnya saja deh.

“Lun..”
Ada yang memanggilku. Aku menoleh, ternyata Key Oppa.
“Key Oppa? Sedang apa kau di sini?” tanyaku
Sambil berjalan masuk ia berkata, “Harusnya aku yang bertanya, kau sedang apa di sini?” tanyanya balik.
“Hm.. Aku hanya latihan sebentar.”
“Bukankah tidak ada siapa-siapa di sini?” katanya.
“Ada Kangta ahjussi, tadi aku melihatnya di ruang CEO.”
“Hm.. Begitu, aku mencarimu di dorm f(x) tapi kau tidak ada. Kata Amber kau di Gedung SM.” katanya.

Ia mencariku? Untuk apa?
“Untuk apa mencariku?”
“Ikutlah denganku Lun..” ajaknya.
“Ikut? Kemana?”
“Ikut saja, Jebal!” pinta Key Oppa.

Aku mengalah, sepertinya Key Oppa sangat membutuhkanku. Aku pun mengikutinya, ternyata ia membawaku ke dorm SHINee, ia mengajakku masuk. Aku terhenti di depan pintu dormnya.
“Untuk apa kau membawaku kesini Oppa?” tanyaku
“Kau akan tahu setelah kau masuk.” Jawab Key
Aku mengalah lagi, aku mengikutinya dan sampailah kita di depan kamar Jonghyun Oppa. Di sana ada Onew oppa, Minho Oppa, dan Taemin.

“Jadi ada apa?” tanyaku.
“Lun, jebal.. Jonghyun sakit, hanya kau yang bisa membuatnya sedikit membaik. Kau lihat..” Key oppa menyuruhku mengintip dari balik pintu.
“Ia sudah seperti orang gila, memandangi fotomu. Memeluknya, bahkan mengajaknya bicara..”
Aku melihat Jonghyun Oppa, ia memang sakit, aku melihatnya berbicara sendiri, ya tuhan. Dia benar benar menyesal.

“Luna-ah, kau ingat tidak? Komik ini, komik yang kau berikan padaku di hari ulang tahunku beberapa bulan yang lalu.” Ia berbicara sambil menangis.
“Kita pernah membacanya berdua, itu terasa sangat menyenangkan. Sekarang, itu semua hilang karenaku. Aku bodoh, ya aku bodoh kan? Tapi aku mencintaimu Lun..” Ya tuhan, hatiku teriris melihatnya seperti itu, ia berbicara dengan fotoku. Ia seperti orang gila.
“Dan oh iya, kau ingat DVD ini..?” ia mengeluarkan sebuah DVD.
“Ya, ini film kesukaan kita, dulu kita sering sekali menonton DVD ini berdua, tapi sekarang tak mungkin, karena kebodohanku.” Ia berbicara sambil menangis.
“Lun.. Kau marah kan? Kau kecewa? Bicaralah padaku, bicara aku mohon.. Bicaralah, keluarkan semua beban di hatimu. Marahlah padaku! Pukul aku, Pukul sebanyak aku menyakitimu..” Ia menangis semakin kencang.
“Aku memang bodoh Lun, tapi aku mencintaimu. Biarkan aku merasakan sakit sepertimu..” ia memukul-mukul wajahnya sendiri, Ya tuhan dia terluka.

Aku memutuskan untuk masuk ke kamarnya dan menghentikannya.
“Berhenti!!” teriakku lalu mengenggam pergelangan tangannya.
“Lu.. Luna?”
“Hentikan oppa, kau akan terluka..” kataku.
“Biarkan Lun! Biarkan aku merasakan sakit sepertimu!” ia kembali memukul-mukul wajahnya.

Plakk! Aku menamparnya, dan ia berhenti memukul-mukul wajahnya.
“Lun, kau menamparku?”
“Aku sudah menamparmu kan? Sekarang berhentilah melakukan itu!” marahku.
Jonghyun oppa tertunduk, ia menangis lagi. Aku pun memutuskan untuk memeluknya.

“Lu.. Luna, kau memelukku?” tanyanya terbata-bata.
“Hm.. Aku mohon hentikan semua ini, kau akan terluka jika seperti ini.” pintaku.
“Aku merindukan pelukan ini Lun, sudah dua bulan aku tidak merasakan pelukan ini..” ia meletakkan wajahnya di pundakku dan membalas pelukanku.
Aku diam.
“Lun, mianhae, aku benar-benar menyesal. Aku mencintaimu Lun, demi tuhan. Kembalilah padaku, aku tidak akan mengulangi kesalahanku.” Aku merasakan tetesan air mata di pundakku. Aku masih diam.
“Bicaralah Lun, aku mohon..”

Aku melepaskan pelukannya. Aku menarik napas.
“Oppa aku memang terluka, aku marah, kecewa, sedih. Karenamu, namun aku tak bisa membencimu. Berhenti! Berhenti menyakiti dirimu, aku memaafkanmu.” ucapku lembut, aku tersenyum dengan mata berkaca-kaca.
“K.. Kau memaafkanku?”
“Hmm..”
“Kau mau kembali padaku?”
“Aku belum tahu, akan ku pikirkan.”
Ia tersenyum miris, “Aku lupa kalau kau adalah kekasih Wook Hyung sekarang.” matanya kembali berkaca-kaca.
Kekasih Wookie Oppa? Oh tidak, ia salah paham.
“Wookie oppa hanya ku anggap sebagai Oppaku, aku bukan kekasihnya..” jelasku.
“Lun..” ia menggenggam tanganku.
Tangannya sangat hangat. Dia benar-benar sakit, aku pun memegang keningnya.
“Ya tuhan, panas sekali! Tunggu sebentar..” aku beranjak ke luar dari kamarnya.
“Lun, tunggu.. Jangan pergi!” ia menarik tanganku.
“Aku tidak akan kemana-mana, lepaskan..” kataku.

Ia melepaskan tanganku. Aku pun ke luar dan mengambil kompresan.
Aku bertanya pada Onew oppa, “Oppa. Apa dia sudah makan dan minum obat?”
“Belum, ia tidak mau makan dan minum obat jika kau tidak datang.” jawab Onew Oppa.
“Ia sakit sudah dari kapan?”
“Sudah 4 hari, ia tidak makan selama 4 hari, kau lihat nampan-nampan itu..” Onew Oppa menunjuk ke nampan-nampan berisi makanan yang belum tersentuh sama sekali.
“Ne.. Bahkan makanan kesukaannya pun tidak menggugah selera makannya..” kata Onew Oppa.
“Baiklah biar aku yang bujuk ia supaya mau makan dan minum obat.” kataku.
Aku pun masuk kembali ke kamarnya, ia tertidur. Aku pun mengompres keningnya.
“Kau benar-benar menyesal. Harusnya aku memaafkanmu, aku tak tega melihatmu seperti ini Oppa.” aku mengecup keningnya.
“Hoam.. Aku mengantuk, hm.. Aku tidur sajalah.” kataku lalu tertidur di bangku samping ranjang Jonghyun Oppa.

– Jonghyun POV
Aku terbangun dari tidurku, aku melihat Luna tertidur dengan posisi duduk di samping ranjang. Ya tuhan pasti badannya akan sakit jika tertidur seperti itu. Aku memutuskan untuk bangkit dan menggendongnya. Lalu meletakkan tubuhnya di ranjang. Aku pun kembali merebahkan diriku, memandanginya. Aku rindu sekali seperti ini.
“Lun, aku janji tidak akan mengulangi kesalahanku lagi, aku janji Lun..” Aku memandangi wajah manisnya.
Ia sangat cantik ketika tidur, aku pun mengecup pelan bibir mungilnya.
Aku pun memejamkan mataku, tertidur sambil memeluknya.

– Normal POV

Jonghyun dan Luna tertidur dengan damai sementara member SHINee memperhatikan dari luar kamar.
“Bukankah Luna tertidur dengan posisi duduk tadi?” tanya Minho.
“Nde, aku juga bingung, apa Luna bangun dan mengganti posisi tidurnya?” tebak Onew.
“Ani.. Ani.. Kalau Luna pindah, tak mungkin Jonghyun hyung yang memeluknya.” bantah Taemin.
“Tapi..”
“Apa mungkin Jonghyun hyung bangun dan memindahkan Luna, jadi Luna tidur di sampingnya?” tebak Minho.
“Yak! Sudahlah, jangan mengganggu mereka, biarkan mereka seperti itu. Pasti mereka sangat merindukan momen-momen seperti ini.” kata Key yang tiba-tiba datang.
“Aish mengganggu!” Taemin mendengus kesal.
“Sudah sana pergi!” usir Key.

“Oke! Kajja Minho hyung, kita main PSP!” ajak Taemin pada Minho.
Min pun beralih ke ruang tengah untuk bermain game.
“Aku bagaimana?” Onew bingung.
“Sana ke ruang makan, ada Ayam goreng.” kata Key.
“Jinjja? Asyik.” Onew pun bergegas ke ruang makan
Sedangkan Key, ternyata ia punya janji dengan Amber. Key pun pergi selagi semuanya sibuk dengan urusan masing-masing.

Sementara Luna yang sudah puas tidur terbangun dari tidurnya dan saat itu juga ia sadar bahwa ia berada di pelukan Jonghyun yang sedang tertidur. Hangat. Itulah yang ia rasakan. Dalam hatinya sebenarnya ia merindukan momen-momen seperti ini lagi.
“Aku sangat merindukan momen seperti ini Oppa, andaikan kita tidak pernah bermusuhan seperti kemarin. Tapi itu kan salahmu!” batin Luna.

Jonghyun pun terbangun, ia mengerjap.
“Hoam.. Kau sudah bangun Lun?” Ia tersenyum dengan mata yang masih agak mengantuk.
“Hm.. Kau bisa lihat sendiri.” jawab Luna sambil mengubah posisinya menjadi bersender di kepala ranjang.
Jonghyun pun melakukan hal yang sama.
“Luna.. Aku mencintaimu.” kata Jonghyun.
Luna menatap Jonghyun, mata Jonghyun berbinar,”A.. Aku juga mencintaimu.” dan satu kalimat itu pun terucap dari bibir Luna.

Hati Jonghyun bersorak riang.
“Akhirnya kalimat itu terucap juga darimu Lun..” Mata Jonghyun berkaca-kaca sambil menatap Luna.
Luna salah tingkah, ia pun langsung mengalihkan pembicaraan, “A.. Ah, Oppa kau belum makan kan? Tunggulah sebentar, akan ku ambilkan makanan.” Luna beranjak bangun dan segera ke luar kamar untuk mengambil makanan.

Luna pun mengambil nampan makanan yang sudah disediakan oleh Key di dapur lalu kembali ke kamar Jonghyun.
“Kajja makanlah, akan ku suapi, setelah itu minum obat.” Kata Luna.
Jonghyun mengangguk, Luna pun menyuapi Jonghyun. Satu suap. Dua suap.

Dan akhirnya makanan itu pun habis.
“Kajja, minum obatnya Oppa!” perintah Luna sambil memberikan sebuah obat.
“Aish.. Obat itu terlalu pahit Lun.. Aku tidak suka!” tolak Jonghyun.
“Aish.. Kau ini seperti anak kecil saja, semua obat memang pahit. Kau kira permen apa?” Luna mendengus.
“Aku butuh sesuatu yang manis? Baru aku mau minum obat.” kata Jonghyun.
“Apa itu?”
“Ini..”

Jonghyun mencium bibir Luna, beberapa menit lalu melepaskannya.
“Aish mencari kesempatan!” kata Luna sambil memukul bahu Jonghyun.
“Hehe, tapi kau suka bukan?” Jonghyun terkekeh.
“Aish terserah kau saja..”
“Cepat minum ini Oppa!” perintah Luna lagi sambil menyodorkan obat.
“Aish.. Baiklah aku minum.” Jonghyun pun meminum obat itu.
Luna tersenyum.

Pukul 9 malam, saatnya pulang. Itulah yang ada di batin Luna.
“Oppa mianhae, aku harus pulang. Vict Eomma akan marah jika aku tidak pulang sekarang.” Kata Luna pada Jonghyun.
Jonghyun menghela napas, batinnya mengatakan bahwa Luna tak boleh pergi meninggalkannya lagi. Namun apa daya, ia tak mau melihat Luna dimarahi oleh Victoria. “Hm.. Baiklah, berhati-hatilah Lun.” Jonghyun mengecup pelan pipi Luna.
“Baiklah a.. Aku pulang dulu.” Luna pun mempercepat langkahnya untuk ke luar dari kamar Jonghyun.
“Oh iya..” langkah Luna terhenti.
“Pikirkan lagi soal hubungan kita Lun.. Kau bilang kau masih mencintaiku bukan?” Jonghyun tersenyum dengan mata berkaca-kaca.
“N.. Ne akan ku pikirkan lagi..” Luna menjawab dengan terbata – bata lalu keluar dari kamar Jonghyun.

Di luar kamar ia bertemu dengan Onew, Taemin, dan Minho..
“Kamsahamnida Lun, karena kau bisa membuatnya agak membaik.” Kata Onew
“Ne, ku kira kau tidak akan mau datang. Aku hampir putus asa dengan ide Key Hyung yang akan membawamu kesini. Tapi ternyata kau mau memaafkannya.” Minho tersenyum
“Ne, jeongmal kamsahamnida Lun..” Kata Taemin juga
“Ne, cheomna.. Aku sadar egoku terlalu besar, ya mungkin Jonghyun Oppa sudah sangat keterlaluan. Tapi harusnya aku bisa memaafkannya. Hm.. Baiklah aku pulang dulu ne.” pamit Luna

“Biar aku yang mengantarmu Lun!” Kata Onew
“Tidak usah Oppa, gwechana aku bisa naik taksi.” Kata Luna
“Aish, Gwechana Lun, aku berhutang budi padamu. Kajja kita ke dorm f(x)” Ajak Onew, dia begitu bersemangat
“Paling kau sengaja mencari kesempatan agar bisa bertemu Vict Noona. Banyak alasan kau Hyung!” cibir Minho
“Aish diamlah kau Kodok bodoh!” Onew mendengus
Luna dan Taemin hanya tertawa..
“Baiklah, Kajja aku antar Lun” Ajak Onew
“Arraseo.” Luna pun mengikuti Onew dari belakangnya

Berhari-hari Luna berusaha menemukan jawaban terbaik untuk dirinya, “Apakah ia harus kembali pada Jonghyun?” ia butuh teman yang dapat mencarikan solusi terbaik untuknya, dan akhirnya Sulli dan Krystal yang menawarkan untuk menjadi teman curhat Luna.
“Jadi? Kau sudah memaafkannya Eon?” tanya Krystal.
“Hm.. Ne, aku tak bisa membencinya Krys. Sulit sekali untuk mengatakan aku benci dia.” jawab Luna.
“Kau mau kembali padanya Eon?” tanya Krystal.
“Entahlah aku butuh pendapat dari kalian, apakah aku harus kembali padanya?” tanya Luna.

Sulli terdiam ia sedang berpikir, sementara Krystal tak tahu harus menjawab apa.
“Hei, C’mon guys, aku butuh pendapat kalian, kenapa kalian diam saja, eoh?” tanya Luna, ia mulai kesal karena Sulli dan Krystal hanya diam dari tadi.
“Hm.. Kau sudah lihat bukan bagaimana ia mencoba untuk meminta maaf sampai ia sakit bahkan seperti orang gila seperti kemarin? Tandanya ia memang benar-benar menyesal dan ingin kembali padamu. Ia benar-benar mencintaimu Eon.” Kata Sulli.
Entah angin dari mana, Krystal pun ikut menimpali, “Ne, kembali saja padanya eon. Mungkin dengan kau memberikannya kesempatan ia tidak mengulangi kesalahannya lagi. Aku yakin itu!”
“Hm.. Kalian ada benarnya juga, Baiklah. Gomawo ne saeng-saengku yang cantik. Kalian memang saudara terbaikku!” Luna pun memeluk Krystal dan Sulli.
“Ne cheomna Eon”

Dan tiba saatnya dimana para Artis SM disibukkan dengan schedule yang menumpuk. Hari ini SHINee comeback album terbarunya di Mcountdown sementara Luna hanya akan rekaman single terbarunya dengan Ryeowook. Setelah selesai rekaman Ryeowook mengajak Luna keatap Gedung SM untuk membicarakan sesuatu.
“Lun..”
“Ne oppa?”
“Aku ingin membicarakan sesuatu..” kata Ryeowook.
“Katakanlah Oppa.” jawab Luna.
“Lun, aku ingin jujur padamu. Sebenarnya.. Aku mencintaimu Lun, sudah lama sekali sejak kau menjadi Trainee di sini. Sudah lama aku ingin mengatakan hal ini bahkan jauh sebelum Jonghyun. Ku pikir dengan selalu berada di sisimu saat Jonghyun melukai hatimu aku dapat memilikimu. T.. Tapi ku rasa aku tidak pernah bisa menggantikan posisi Jonghyun di hatimu..” Ryeowook berkaca-kaca.

“Op.. Oppa..”
“Sudahlah Lun, aku tahu kau ingin kembali pada Jonghyun.” Ryeowook tersenyum miris.
“Oppa, jeongmal mianhae. Aku tidak pernah tahu isi hatimu, ku pikir kita hanya sebatas Hoobae dan Sunbae. Ternyata kau memiliki perasaan lebih terhadapku, mianhae oppa, aku tak bisa terus membenci Jonghyun Oppa, i’m still love him..” Luna merasa bersalah.
“Gwechana Lun, kau menganggapku sebagai Oppa saja aku sudah senang sekali.” Ryeowook tersenyum.
“Boleh aku minta satu permintaan?” tanya Ryeowook.
“Katakanlah Oppa.”
“Peluk aku Lun, aku ini Oppa mu bukan? Hehe..” Ryeowook terkekeh.

Luna memeluk Ryeowook, “Gomawo Oppa, kau memang oppa yang baik. Mianhae aku tak bisa membalas perasaanmu.”
“Aish, gwechana. Lagi pula banyak loh yang mengantre untuk menjadi yeojachinguku hahaha..” Ryeowook bergurau.
“Aish kau ini oppa!” Luna memukul lengan Ryeowook.
Ryeowook pun melepaskan pelukannya, “Ada cafe baru di seberang jalan, sepertinya makanan di situ enak karena ramai oleh pengunjung. Kau mau ke sana? Aku yang traktir. Hehe” tawar Ryeowook.
“Aish siapa yang tidak mau ditraktir! Hehe..” Luna terkekeh.
Mereka berdua pun turun ke lantai bawah dan pergi ke kafe baru yang dibicarakan oleh Ryeowook.

Malam harinya. Luna masih ada di gedung SM untuk sedikit urusan, saat baru saja sehabis dari ruang CEO, ia berpapasan dengan Jonghyun.
“Lu.. Luna, Annyeong.” sapa Jonghyun, ia terlihat canggung.
“Nado, annyeong oppa. Sedang apa kau di sini? Harusnya kau istirahat karena habis comeback di mcountdown tadi siang.” kata Luna.
“Aku habis dari ruang latihan tadi kata Onew Hyung ada yang ketinggalan, jadi aku yang ambil.” kata Jonghyun.
“Hm.. Begitu.” guman Luna.
“Lun..”
“Ne?”
“Bagaimana soal hubungan kita? Apa sudah kau putuskan?” tanya Jonghyun, raut wajahnya menunjukkan raut wajah putus asa.
“A.. Aku..”
“Gwechana Lun.. Jika kau tidak mau kembali padaku. Aku tahu, aku memang tidak pantas lagi untukmu..” Jonghyun tertunduk.
“Aku mau kembali padamu Oppa.” Luna tersenyum.

Jonghyun terpaku, hatinya bersorak penuh kemenangan. Jonghyun pun memeluk Luna.
“Gomawo Lun karena kau telah memberikan kesempatan untukku, aku janji tidak akan menyakitimu lagi. Aku janji, Saranghaeyo Lun.” Jonghyun mempererat pelukannya. Luna membalas pelukan Jonghyun.
“Nado saranghae oppa, aku pegang janjimu. Jangan sakiti aku lagi Oppa, karena jika kau lakukan itu. Hatiku akan tertutup untukmu.” kata Luna, air matanya mengalir.
“Aku berjanji.” Jonghyun melepaskan pelukannya lalu mencium kening Luna.

Jonghyun menatap Luna seperti mengatakan “Bolehkah aku menciummu?”

Luna hanya tersenyum dan menutup mata. Wajah Jonghyun mendekat .. Dekat.. Dan akhirnya bibir mereka berdua pun menyatu, ciuman lembut yang sangat mereka rindukan.Tetapi satu hal, mereka tak sadar bahwa ada CCTV dan ternyata Ryeowooklah yang berada di ruang CCTV.
“Aku senang melihat kalian bisa kembali lagi seperti ini.” Ryeowook tersenyum miris.
“Semoga kalian bahagia, Jonghyun.. Luna..”

The End

Cerpen Karangan: Andya Alisha
Blog: smentfanficinmyworld.wordpress.com
Disclaimer: Terinspirasi dari Lagu SHINEe-Hit Me

Cerpen Hit Me (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Time

Oleh:
“Kau terlambat lagi!” ucap Chanyeol lalu berbalik dan pergi dengan amarah yang sejak tadi ia coba untuk menahannya. “Oppa, aku benar-benar minta maaf. Aku lupa. Aku benar-benar lupa.” Chanyeol

Go to School

Oleh:
Pagi yang cerah kali ini, kupasang sepatu terburu-buru sambil mengunyah roti panggang. “aku pergi!” “jangan lari, hati-hati nanti jatuh..” “ya.. Bu!!” “terlambat.. Terlambat.. Terlambat..” gumamku dalam hati. Kucoba berlari

I Miss You

Oleh:
Angin semilir menelusup celah-celah helai rambutnya. Menikmati sore yang menggantungkan matahari di ujung barat untuk segera menyembunyikan dirinya. Menebarkan kilau emas keoranyean di langit kala itu. Ia bangkit dari

Ireumi Mwoyeyo (Part 1)

Oleh:
“Anyyeong haseyo (Selamat pagi)?” katanya menyapaku. Aku hanya tersenyum dan duduk di sampingnya. “Anyyeong haseyo,” balasku hangat. “Jung-Sin, kau masih suka latihan menyanyi?” tanyanya – Min-Ah – sambil menggenggam

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Hit Me (Part 2)”

  1. anisa says:

    Kerennnnnnnnnn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *