Ily Princees (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fiksi Penggemar (Fanfiction), Cerpen Korea
Lolos moderasi pada: 3 March 2019

Sebuah mobil volvo hitam memasuki pintu gerbang sebuah sekolah menengah atas, dan mengambil parkir di sudut paling kiri, di depan dan di kanannya tampak mobil-mobil mewah seperti Ferrari, BMW, Lamborghini, Mercedes Benz dan mobil mewah lainnya yang terparkir di sana.

Ketika pintu kemudi terbuka, seorang namja berambut spike berwarna cokelat, berseragam rapi, yakni berkemeja putih, dan jas abu-abu, serta dasi hitam dengan celana panjang abu-abu, sepatu vans hitam putih serta tas ransel hitam, dan memakai kacamata berbentuk kotak, keluar dari dalam mobil. Tak ada yang menyapa, atau sekedar menatap dan tersenyum padanya.
Kenapa? Alasannya cukup klise, tak ada yang menarik dan spesial dari namja itu, penampilannya yang mencerminkan seorang namja yang pandai dan rajin belajar, membuatnya dianggap kuper dan kutu buku oleh teman-teman sekolahnya.
Hah!? Alasan macam apa itu?
Yeah, tak ada satu pun yang bisa menjabarkannya.

Satu hal saja membuatnya jelas, namja itu bersekolah di Seoul Senior High School. Ya, Seoul Senior High School, adalah sebuah Sekolah Menengah Atas yang sangat terkenal, berisikan anak-anak dari kalangan atas dan berotak pintar. Entah itu anak pejabat, konglomerat, keturunan bangsawan, artis, atau model sekalipun, semuanya ada di sekolah itu. Sekolah itu setiap hari menjadi ajang pamer mobil, dan barang-barang branded dunia. Setidaknya pihak sekolah melarang mereka menggunakan perhiasan, jika tidak, mungkin sekolah itu tidak hanya jadi tempat untuk memamerkan mobil dan barang branded dunia tapi juga berlian, dan barang berkilau dan berharga miliaran lainnya.

Tunggu- tapi kenapa dia diperlakukan layaknya anak culun? Bukankah dia juga kaya? Lihatlah mobilnya, dan hey! Dia adalah Park Chanyeol, putra dari seorang direktur Park Corporation. Sebuah perusahaan bisnis yang menjalankan proyeknya hingga keluar negeri!
Dan jawabannya simpel. Ya, dia hanya seorang Park Chanyeol, namja berkacamata yang selalu diejek kutu buku. Karena dia memang kutu buku. Setiap waktu ia habiskan untuk belajar dan belajar, sampai ia tidak memperhatikan penampilan dan resikonya. Dia memang dari keluarga terpandang dan ternama, tapi siswa-siswi di sekolah ini tidak hanya memandang asal muasal keluarga, uang, dan kekayaan, tapi juga penampilan. Mereka beranggapan orang berkacamata itu tidak keren dan tertinggal jaman, kuno, dan culun. Contohnya saja dia.

Chanyeol melangkahkan kakinya memasuki gedung sekolah yang bertingkat 4 itu, dan menapaki satu per satu anak tangga menuju lantai 3 dimana kelasnya berada. Chanyeol memilih berjalan dalam diam, dan hanya memandang lurus ke depan, lagipula untuk apa melihat ke arah teman-teman sekolahnya yang kini sedang berceloteh ria di sudut koridor, paling-paling bergosip, tidak penting. Namun, asistensinya itu untuk sesaat diabaikannya, ketika seorang yeoja berambut panjang, berwarna cokelat dan diikat pony tail, sedang tertawa bersama teman-temannya tepat di depan pintu kelasnya.

Seorang yeoja cantik, yang sangat populer di sekolah. Karena kecantikannya, kekayaan, stylish, dan ramah, oh jangan lupakan otaknya. Selain itu, dia juga memiliki penggemar entah dari kalangan gadis ataupun pria. Banyak juga yang diam-diam telah jatuh hati pada gadis itu. Tak terkecuali untuk seorang Park Chanyeol. Sejenak pemuda tampan berkacamata itu memperhatikan empat yeoja cantik itu. Salah satunya adalah Ji Yeon Hee, yang sejak tadi menyita perhatiannya. Melihat yeoja itu tertawa bebas bersama teman-temannya, dan berbicara dengan anggun tanpa ada yang membatasi, membuat Chanyeol menghela napas, dan kembali melanjutkan langkahnya.
Yeah, bagi seorang Park Chanyeol, yeoja itu takkan bisa didapatkannya. Jangankan berteman, berbicara saja tak pernah. Walau ia akui yeoja itu adalah teman sekelasnya. Jadi, jangan terlalu menaruh harapan apapun..

“Annyeong haseo..” suara berat dari arah belakang mereka, membuat keempat yeoja itu menoleh, dan mendapati sosok namja tinggi dan berkacamata. Namja itu tersenyum sangat tipis, dan menatap mereka satu per satu. “Boleh aku lewat?”
Ke empat yeoja itu saling tatap dan akhirnya mengerti maksud namja itu, posisi mereka menghalangi pintu masuk.
“Oh tentu.” mereka semua segera menyingkir dari pintu. Melihat itu, Chanyeol pun segera masuk tanpa perlu berbasa basi lagi. Meski jauh dalam hatinya, ia ingin sekali menyapanya. Menyapa Ji Yeon Hee, yang sempat tersenyum ramah padanya.

“Hyung!”

Chanyeol menoleh saat seorang namja tinggi berambut hitam dan berkulit putih, serta tampan berjalan menghampirinya. Ya, dialah Oh Sehun, salah satu teman yang selalu bersikap baik dan menghormatinya sebagai orang yang lebih tua darinya, meski terkadang Sehun suka menjahilinya.

“Hyung, kami sudah menunggumu sejak tadi. Ayo bergabung dengan kami.” Sehun menarik tangan Chanyeol, mendekati Kai dan Baekhyun yang sedang bermain game melalui ponsel mahal dan bermerk milik mereka masing-masing. Ya, selama ini yang mau berteman dengan namja seperti Park Chanyeol hanya Oh Sehun, Byun Baekhyun, dan Kim Kai. Para putra yang berasal dari keluarga konglomerat yang terkenal di Seoul. Mereka populer di kalangan para yeoja. Dan kalau tidak salah, Kai adalah kekasih Song Hyera dan Baekhyun adalah kekasih dari Kim Myung Ji, dua sahabat Ji Yeon Hee. Dan setahunya, Sehun diam-diam menyukai Nam Nami, yang juga salah satu sahabat Yeon Hee.

“Chanyeol-ah, mau sampai kapan kau memelototi surat itu?” suara Baekhyun membuat Chanyeol tersentak, dan segera menyembunyikan sebuah surat dengan amplop biru muda di tangannya tadi.
“Diamlah.” sahut Chanyeol.
“Surat itu, kenapa masih ada padamu? Bukankah kau ingin memberikan surat itu padanya, hyung?” tanya Kai.
“Mwo? Apa yang kau katakan?” elak Chanyeol.”
Jangan mengelak hyung, kami tahu kalau kau menyukai-”
“Sehun-ah,” Sehun berjengit ketika Chanyeol menatapnya tajam, meski memakai kacamata, sepasang mata Chanyeol seakan ingin menelan Sehun bulat-bulat.
“Aa.. Mianhae.” ringis Sehun.
“Sebaiknya kau segera memberikannya. Kau tentu tahu, kalau pengagum rahasia yeoja itu bukan hanya dirimu.” pungkas Baekhyun.
“Huh? Aku bukan penggemar rahasianya, kenapa kau bisa bilang begitu.” Chanyeol mendesah malas.
“Aissh.. Hyung .. Hyung .. Sudahlah, akui saja.” Kai ikut-ikutan memojokkan Chanyeol yang kini memutar bola matanya bosan.
“Ya, ya, ya. Dengar, aku akui aku memang menyukainya tapi .. Kalian pasti sudah tahu benar, kalau dia takkan cocok bila bersamaku. Dia cantik, dan stylish, sedangkan aku? Hah, sudahlah jangan di bahas lagi.” Chanyeol menelungkupkan kepalanya ke lipatan tangannya di atas meja.

“Haahh … Baru segitu sudah menyerah. Astaga hyung! Kau itu tampan, keren, dan cerdas! Kau bisa mengubah dirimu menjadi modis. Kau bahkan bisa mengalahkan si Tae Ho itu hyung!” Sehun berkata sambil menghempaskan dirinya ke bangku di depan tempat duduk Chanyeol.
“Jangan menyebut namanya di depanku.” gumam Chanyeol, dan masih bisa di dengar oleh Kai, Baekhyun dan Sehun.

Yah, memang. Siapa yang tidak tahu si pangeran Tae Ho? Namja tampan, dan merupakan kapten tim basket putra. Di sekolah bahkan sudah ada yang mendirikan sebuah fans club khusus untuk Tae Ho Lovers. Salah satu fakta menyatakan kalau Tae Ho diam-diam sudah jatuh cinta pada Ji Yeon Hee. Membuat Chanyeol merasa kesal setengah mati saat mengetahui hal itu. Chanyeol akan sangat marah besar jika harus di bandingkan dengan Tae Ho.

“Sehun benar hyung, kau harus berubah. Kau mau mendapatkan perhatiannya kan? Setidaknya berubahlah demi dia.” ujar Kai. Chanyeol segera bangun dan kembali duduk tegak.
“Aku takkan melakukan itu. Jika aku melakukannya, semua orang akan tahu siapa aku.” ucap Chanyeol, membuat ketiga namja itu terdiam.

Okey, satu fakta terungkap, jika Chanyeol memiliki satu rahasia terbesar.

“Baiklah kalau begitu, kau hanya tinggal melakukan satu hal.” ujar Baekhyun. Membuat ketiga namja di depannya menatapnya penuh tanya. “Kau hanya harus memberikan surat itu, Chanyeol. Akui perasaanmu, dan jangan bersembunyi lagi, perjuangkan buktikan padanya kalau kau memang mencintai dia.” ucap Baekhyun.

Perkataannya sukses membuat suasana di antara mereka hening.

“Akan kuusahakan.” suara Chanyeol memecah keheningan.

Kembali sebuah mobil volvo hitam memasuki pintu gerbang sekolah, dan mengambil parkir di sudut paling kiri, tempat favorit eh? Chanyeol keluar dari mobilnya dan berjalan keluar dari parkiran sekolah, setelah mengunci pintu mobilnya. Langkahnya terhenti ketika empat mobil mewah memasuki halaman parkiran, dimana sang pemiliknya sudah dikenali dengan baik oleh Chanyeol, meski tidak secara langsung. Chanyeol kembali melanjutkan langkahnya, memasuki gedung sekolah.

Yah, mungkin hari ini ia akan melaksanakan perkataan Baekhyun. Berharap? Tentu tidak, dia hanya bersiap untuk kemungkinan yang terjadi. 95 persen, dirinya yakin bahwa dia takkan mendapatkan respon atau malah di tolak. Dan sisanya adalah keberuntungan.

Chanyeol dengan ragu membuka loker milik Ji Yeon Hee, dengan cepat ia menaruh surat beramplop biru miliknya. Ini pertama kalinya ia melihat isi loker Yeon Hee. Dan yang membuatnya kaget adalah, mungkin ada ratusan surat bertumpuk di dalam loker itu, di tambah lagi puluhan cokelat dan beragam hadiah lainnya. Sejenak Chanyeol terdiam, menimbang apakah ia harus meninggalkan suratnya itu bersama surat-surat yang lain? Ia melirik surat yang ia pegang, suratnya berbeda dengan surat-surat lain. Chanyeol menggunakan amplop biru muda dengan ukiran bunga di sudut kiri bawah, dan selembar kertas biru berukiran sama, yang membedakan tempatnya. Bila amplopnya hanya di satu sisi, kertasnya di setiap sisi. Ia sendiri yang mengukirnya. Chanyeol menutup loker Yeon Hee. Namja itu tersenyum tipis sembari berjalan mendekati lokernya.

Yep, kali ini ia berhasil melakukannya. Hm, meski hanya kali ini. Dan mungkin itu yang pertama dan terakhir kalinya.

Seorang yeoja cantik, dan bertubuh semampai, berambut cokelat dan diikat satu, kini keluar dari persembunyiannya, diikuti seorang teman di sebelahnya. Ji Yeon Hee, siswi populer yang banyak di gemari oleh para siswa di sekolah, diikuti oleh salah satu sahabatnya, Nam Nami yang juga tak kalah populer. Akhirnya melangkah keluar dari persembunyian mereka. Yeon Hee tersenyum dan mendekati lokernya, lalu membuka dan mengambil salah satu surat berwarna biru muda yang tak lain adalah milik Chanyeol.

“Aku tak pernah membayangkan jika salah satu pengagum rahasiamu adalah Park Chanyeol.” ujar Nami. “Aku juga tidak menyangkanya. Tapi, bukankah itu awal yang baik?” sahut Yeon Hee, membuat Nami tertawa.

“Yeah, terserah kau. aku mendukungmu.” Yeon Hee tersenyum dan melirik loker Nami yang juga berisi beragam surat dan hadiah. Nami memungut selembar kertas berwarna pink yang jatuh di sepatunya.

“Wow, tak kusangka kau juga memiliki penggemar rahasia yang fenomenal.” sindir Yeon Hee, yang di balas senyuman tipis dari Nami.

“Ya, kau benar.”

Bersambung

Cerpen Karangan: Aderisma Pertiwi
Blog / Facebook: Dheriss

Cerpen Ily Princees (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


14 February

Oleh:
Empat belas Februari. Hari valentin yang paling menusuk bagi gadis yang sedang duduk termenung di bangku putih panjang. Bulir-bulir bening sedaritadi membasahi pipinya. Wajahnya memerah, efek dari tangisannya. Gadis

My Love My Sakura

Oleh:
Bwara Mr. Simple simple… Lantunan dering handphone bernyanyi nyaring. Membuat siapapun yang mendengarnya akan berdecak kesal saat ini. Tentu saja. Saat ini jam dinding berdentang sebanyak empat kali yang

Sarang Haeyo

Oleh:
Suatu hari, di sebuah tempat yang sedang terjadi badai salju, ada seorang laki-laki yang sedang menunggu badai reda di sebuah halte. Ia berparas mungkin tampan karena banyak yang menyukai

Twin Boys

Oleh:
“Bagaimana dengan harimu, Chorong?” “Yaaa begitulah! Sedikit sibuk…” “Sibuk dengan floristmu ya?” “Begitulah…” Tiba-tiba, “Aaaaaa itu Jo Twins!!” teriak Hera yang mengagetkan Chorong, seolah melihat bintang besar. Chorong reflek

Spring Day End

Oleh:
Waktu menjadi berjalan lambat saat kau benar-benar kehilangan seseorang. Saat dia benar-benar tak ada di sisimu lagi, hidupmu menjadi semakin kosong. Tak ada lagi tawanya, senyumannya, bahkan deru napasnya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *