Iro no Reinboo (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Korea, Cerpen Thriller (Aksi)
Lolos moderasi pada: 28 April 2018

Di sebuah dunia yang kosong dan hampa, tepatnya di dunia seorang gadis pengembara. Dia terbaring di puncak menara istananya yang hancur karena tembakan cannon-nya. Ia menatap langit gelap itu dengan tatapan kosong. Lalu, seekor burung gagak menghampiri dan terbang mengelilingi sang gadis pengembara.

“Blue Sky Gunsword, ini adalah hari yang sangat aku inginkan untukmu.” Kata sang gagak, Song Jan Lee.
“Apa itu?” Tanya sang gadis yang di panggil Blue Sky Gunsword singkat.
“Suatu hari nanti, kau akan tahu tentang ragamu yang sesungguhnya, Blue Sky Gunsword.” Jawabnya.
“Cih.” Desis Blue Sky Gunsword.
“Bunuh dia.” Ujarnya pelan, namun dengan sigap Blue Sky Gunsword menutup mata.
Wushh!! Bleddarr!! Sebuah ledakan akibat kepakan Song Joo Do yang kuat membuat si gadis pengembara itu menghindar dengan cepat.

“Tumbuhlah.” Ujarnya lagi. Beberapa pecahan kaca berwarna hitam tumbuh dan bercabang di mana-mana. Blue Sky Gunsword mengambil dan memisahkan 2 pedang yang telah menyatu untuk menghentikan pecahan kaca.
“Kau yang akan mati.” Salah satu pedang yang melekat di tangan ia lemparkan dan tepat mengenai jantungnya.
“Sudah aku katakan.” Ucap Blue Sky Gunsword pelan namun dingin.

Dia mengulurkan tangan kosongnya ke atas, dan sebuah tembakan cannon yang besar tersusun rapi di tangannya.
Bum! Bum! Bum! Tiga kali ia tembak ke arah burung gagak itu. Sebelum Song Joo Do mati, ia berkata pelan.
“Sosok gadis yang berlinangan air mata biru di dunia dan hati yang gelap, telah membunuhku dengan baik.”
Bleddar!! Suara ledakan terjadi lagi seiring dengan tiga kali tembakan yang di lakukan oleh Blue Sky Gunsword.

Sedangkan di Korean Junior High School, ini adalah hari pertama seorang gadis bersekolah. Jang Yoo Hye namanya, dengan rambutnya yang di kuncir dua ke belakang. Ia sedang mencari namanya di masing-masing kelas.

“Bunga yang bermekaran.” Gumamnya saat melihat bermacam-macam bunga di pinggir halaman. Yoo Hye berhenti dan menatap langit yang cerah.
“Biru.” Tanpa di sengaja, salah seorang teman menyenggol lengan Yoo Hye dan ia pun terjatuh.
“Aduh… hei! Kalau jalan lihat-lihat dong!” Bentaknya.
“Kau tidak apa-apa?” Suara kecil namun lembut membuat Yoo Hye melirik ke arah suara tadi. Seorang gadis berbando merah dengan rambut yang tergerai sedang mengulurkan tangannya di hadapan Yoo Hye.
“Ha Ri? Apa ini kau?” Tanya Yoo Hye. Gadis bernama Kim Ha Ri hanya mengangguk.
“Huh… syukurlah kau ada di sini.” Katanya sambil menerima uluran tangan Ha Ri dan berdiri membersihkan roknya yang kotor.
“Ha Ri, jadi kau sekolah di sini?” Tanya Yoo Hye.
“Iya, Yoo Hye. Kau di kelas mana?”
“Aku juga tidak tahu di mana kelasku. Kau juga sedang mencari kelas, kan?”
“Iya. Bareng aja yuk.” Ajak Ha Ri. Yoo Hye hanya mengangguk mantap kemudian kembali mencari kelas bersama.

Di tengah jalan, Yoo Hye dan Ha Ri bertemu dengan para sahabatnya di kantin.
“Semuanya! Aku datang!” Teriak Yoo Hye menarik tangan Ha Ri ke arah para sahabatnya duduk.
“Yoo Hye? Ha Ri? Kalian juga sekolah di sini?” Tanya salah satu gadis bernama Lee Sang Moon.
“Iya dong, my best friend. Kalian di kelas mana saja?” Tanya Yoo Hye bersemangat. Ha Ri yang tidak tahu apa-apa dengan dirinya, mengeluarkan sebuah suling di tangannya dan memutarnya menjadi pisau. Lee Sang Moon mulai menyadari bahwa Ha Ri akan menusukkan pisaunya di belakang Yoo Hye.

“Yoo Hye, awas di belakangmu!” Tuturnya. Yoo Hye langsung kaget dan menghindar dari Ha Ri. Semua murid yang sedang menikmati hari pertamanya langsung berteriak ketakutan, termasuk Sang Moon.

“Huh… huh… hampir saja. Gomawo, Sang Moon.” Ucapnya dengan suara bergetar, seiring dengan jantungnya yang berdebar.
“Ne, cheonma, Yoo Hye. Kau kenapa, Ha Ri?” Tanya Sang Moon kesal juga takut.
“Kau tak usah ikut campur.” Ditiupnya suling itu dan seketika Sang Moon pingsan dengan darah segar yang keluar dari mulutnya. Ia menatap Yoo Hye dengan dingin.
“Fufufu… sebentar lagi kau akan mati di tanganku, Yoo Hye-ku.” Ucapnya dingin.
“Mmm… apa m-maksudmu?” Tanya Yoo Hye takut.
“Suatu saat nanti kau akan mati.” Dia pun berjalan meninggalkan gadis berkuncir dua ini sendiri.
“Blue Sea Gunsword.” Sambungnya yang terdengar samar di telinga Yoo Hye.
“Ya Tuhan, apa yang Tuhan lakukan sekarang padaku? Eh, Sang Moon? Sang Moon? Bangun, Sang Moon!” Dia lebih kaget lagi saat dia melihat darah segar di mulutnya.
“Ya ampun, Sang Moon! A-aku akan memberitahu kakak kelas dulu!” Yoo Hye segera berlari memanggil salah seorang kakak kelas.

Belum sampai di ruang kelas, ia bertemu dengan kakak kelas.
“Kak, berhenti dulu!” Yoo Hye langsung menghampiri kakak kelas itu.
“Ada apa, dik?” Tanyanya.
“Kak, tolongin temanku. Dia pingsan sambil keluar darah di mulutnya.” Pinta Yoo Hye.
“Benarkah? Di mana dia?” Tanyanya lagi.
“Di kantin, kak.” Jawab Yoo Hye.
“Oke, kakak akan memanggil beberapa kakak kelas di sini. Kamu tunggu di tempat kejadian tadi, ya?” Ujarnya.
“Baiklah, kak.” Yoo Hye kembali ke kantin untuk menemani Sang Moon.

Selama di kantin, ia merenung tentang kejadian tadi. Yoo Hye tak habis pikir tentang kejadian tersebut.

“Kenapa sekarang banyak orang yang ingin membunuh orang lain? Dan kenapa Ha Ri jadi seperti itu? Tunggu, sikap Ha Ri tadi kayak tokoh Red Death Flute Gardener deh. Hush… jangan mengkhayal, Yoo Hye.” Gumamnya panjang lebar. Tanpa ia sadar, beberapa kakak kelas menatapnya dengan heran.
“Kau kenapa, dik? Sakit?” Tanya salah seorang kakak kelas.
“Eee… ng-nggak, kak. Cuma drama, aku punya naskahnya. Hehehe…” Jawab Yoo Hye cengengesan.
“Oh… kenapa adik ini bisa pingsan? Sampai ada darah di mulutnya.” Tanyanya lagi.
“Tadi Ha Ri… tunggu.” Kata Yoo Hye kembali merenung.
‘Sosok gadis yang berlinangan air mata biru, dan hatinya yang hitam layaknya sunyi. Gadis itu…’ Yoo Hye merasakan sesuatu di pikirannya. Ya, Blue Sky Gunsword.

Di kerajaan merah, seorang gadis dengan tubuhnya yang aneh sedang menyemai benih kehidupan dan menyiraminya dengan tiupan suling miliknya. Seketika, tumbuh dan membentuk tubuh manusia lalu menatap sang ratu.

Sudah sejam Yoo Hye menunggu Sang Moon siuman di dalam ruang UKS, namun pikirannya masih terfokus pada sosok gadis itu. Akhirnya, Sang Moon mulai siuman dan menatap Yoo Hye yang sedang merenung.

“Yoo Hye, gomawo. Kau telah menjagaku.” Ucap Sang Moon yang membuat Yoo Hye langsung melirik sahabatnya.
“Sang Moon, ne cheonma. Kau tidak apa-apa? Aku khawatir tahu, soalnya saat kamu pingsan ada darah keluar di mulutmu.” Kata Yoo Hye.
“Iya, sekarang aku baik-baik saja kok. Tadi, kenapa Ha Ri jafi seperti itu, ya?” Tanya Sang Moon.
“Aku tak tahu, Sang Moon. Tapi, kayaknya kejadian tadi ada hubungannya deh sama cerita punyaku.” Jawabnya.
“Maksudmu, buku “Iro no Reinboo” yang kau ceritakan, Yoo Hye?” Tebak Sang Moon.
“Mungkin iya.” Katanya. Seorang kakak kelas perempuan dan Ha Ri menghampiri mereka berdua.
“Kau sudah mulai baikan, dik?” Tanyanya.
“Iya, kak.” Jawab Sang Moon ramah. Namun, Ha Ri selalu menatap Yoo Hye dengan hati penuh dendam.
‘Blue Sky Gunsword.’ Ucap Ha Ri dalam hati.

Sedangkan di dunia kosong, semua tanaman yang berubah menjadi manusia tampak menunduk kepada ratunya. Sang gadis melihat seorang anak kecil yang sendirian dan mengulurkan tangannya di hadapan anak kecil. Dia sangat ketakutan melihat ratunya. Sebuah getaran menghalangi uluran tangan sang ratu. Ia melihat ke langit merahnya.

“Dia datang… dia datang…” Berkali-kali mereka mengucapkan kata tersebut.
Kretak! Bum! Bleddarr!! Beberapa batu menara runtuh dan menghantam semua manusia yang ia ciptakan, termasuk dirinya.

Yoo Hye langsung kaget ketika menghalusinasi kejadian di dunia kosong. Semua orang yang berada di ruang UKS menatap Yoo Hye dengan heran.

“Kau kenapa, Yoo Hye?” Tanya Sang Moon.
“Aku… aku melihat seseorang yang ada di dunia kosong itu.” Jawab Yoo Hye dengan suara bergetar.
“Dunia kosong? Ayolah, Yoo Hye. Itu kan hanya di cerita kamu. Jangan terlalu menghayati.” Ujarnya lalu tertawa keras.
“Sang Moon, ini beneran ada. Oh, tunggu…” Tiba-tiba, Yoo Hye langsung pingsan di tempat.
“Yoo Hye? Yoo Hye? Yah… tadi aku, sekarang dia.” Gerutunya.

Diantara semua orang yang tertimbun batu menara, hanya seorang anak kecil yang selamat.

Tak! Tak! Tak! Suara hentakan sepatu membuat anak kecil itu melirik ke arah suara tersebut. Tidak ada yang melewatinya di belakang, ia pun kembali melirik ke depan. Dia langsung kaget dan ketakutan ketika melihat seorang gadis pengembara dengan pakaian serba hitam. Ya, Blue Sky Gunsword.

“Cih.” Desisnya. Dia melakukan hal yang sama dengan sang ratu. Anak kecil itu semakin ketakutan ketika menatap mata kanannya.

Ciinngg!! Sebuah api laut menhiasi mata kanannya.

“Kau!” Dia segera memberontak dan Blue Sky menusuk leher anak itu dengan pedangnya. Seketika, kepala si anak kecil terlepas di tubuhnya.
“Fufufu… menarik juga.” Suara lembut namun menyimpan benci terdengar oleh si gadis pengembara. Matanya melirik ke arah suara tadi, namun kepalanya tak bergerak sedikit pun.
“Hahahaha…” Dengan secepat kilat ia berpindah menuju tempat Blue Sky berdiri dan mengelilingi rivalnya.

Tak! Tak! Tak! Suara hentakkan kaki Red Death yang memakai sepatu hak tinggi terdengar menggema di kerajaannya.

“Fufufu… Blue Sky Gunsword, lama tak bertemu denganmu. Bagaimana dengan ragamu yang sebenarnya, Blue Sky? Kau suka?” Tanyanya, namun tak menggubris.
“Yang aku tahu, kau telah membunuh Song Joo Do dengan pedangmu. Kau membunuhnya dengan sangat baik.” Katanya lagi.
“Red Death Flute Gardener…” Tanpa berpikir panjang, Red Death mengeluarkan sulingnya dan memutarnya menjadi pisau.

Tangg!! Dengan sigapnya Blue Sky menahan serangan Red Death dengan salah satu pedang di tangannya. Red Death sudah mengetahui apa yang akan di lakukan Blue Sky. Ia menendang perut Blue Sky dan jatuh tersungkur. Di injaknya perut Blue Sky sampai pisaunya sudah berhadapan dengan lehernya.

“Hahaha… aku tahu apa yang akan kau lakukan, Blue Sky Gunsword. Hahaha…” Tanpa Red Death sadari, Blue Sky mengulurkan tangannya dan sebuah shotgun ada di genggamannya.

“Yoo Hye, cepat bangun! Aku capek nunggunya.” Keluh Sang Moon. Ia melirik Ha Ri yang sedang menatap Yoo Hye.
“Ha Ri, giliran kamu ah yang menjaga Yoo Hye. Aku capek.” Ujarnya.
“Hmph! Untuk apa aku harus menjaga dia? Biarkan dia, atau boleh aku akan mengantarkannya ke alam kematian.” Ucap Ha Ri yang membuat Sang Moon terkejut dengan ucapannya. Detik berikutnya, Yoo Hye mengigau namun terdengar meremehkan Ha Ri.
“Mmm… kau yang akan mati, Red Death Flute Gardener. Mmm…” Ucapnya.
“Apa kau bilang?!”

Blue Sky yang siap dengan shotgun di tangannya ia arahkan ke hadapan Red Death.
“Kau yang akan mati, Red Death Flute Gardener.” Ucapnya dingin.
“Apa kau bilang?!”
Dor!! Suara tembakan melesat dan menggoreskan luka di tangannya. Red Death segera menjauh darinya.
“Cih, beraninya kau…” Belum selesai Red Death berbicara, Blue Sky mulai menyerangnya. Dengan secepat kilat Blue Sky menyerang Red Death dengan tendangan dan menjauh sambil menembak. Red Death tak tinggal diam. Ia merubah pisau menjadi sebuah pedang besar bergerigi dan menyerang Blue Sky. Ia langsung menghindar dan mengubah shotgun menjadi cannon. Ia mulai membidik dan menembak dengan kekuatan tinggi.

Bum! Bleddaarr!! Tembakannya melesat, namun bukan itu tujuannya. Red Death baru mengetahui kalau kekuatan dari senjata api milik Blue Sky sangatlah di luar batas.

“Huh… kekuatannya sangat luar biasa.” Ucapnya pelan. Tepat di belakang, Blue Sky siap dengan pedangnya.
“Hmph!” Dengan pedang yang sudah di satukan ia tancapkan ke jantung Red Death.
Crasshh!! Satu tusukan tepat mengenai Red Death.
“Fufufu… kau menyakiti tanaman kehidupanku?” Tanya Red Death meremehkan. Seketika, tubuh Red Death layu layaknya tanaman.
“Apa yang…” Suara suling menggema di telinga Blue Sky. Ia langsung melirik ke belakang dan…
Bledaarr!! Ledakan yang di buat Red Death membuat Blue Sky terpental jauh dari lawannya.

Kretak!! Suara kepalan Yoo Hye membuat Sang Moon dan Ha Ri terkejut bukan main.
“Yoo Hye! Bangunlah! Kau kenapa?!” Tanya Sang Moon panik.
‘Blue Sky Gunsword, ternyata kau sudah mengendalikan ragamu. Hmph! Aku dengan senang hati akan membunuhmu dari belakang.’ Katanya dalam hati.
“Nanti aku akan ke sini lagi.” Ucapnya berlalu meninggalkan Sang Moon sendirian.
“Kenapa hari ini sikapnya jadi aneh, ya?” Gumam Sang Moon.

Red Death berjalan menghampiri Blue Sky dengan anggun dan menginjak dada Blue sampai tulang rusuknya remuk. Ia menyodorkan pedang besarnya tepat di depan lehernya.

“Ada kata terakhir untuk ragamu?” Ucapnya licik.
“Semoga kau senang…” Ucapnya lalu terdiam.
“Apa maksudmu?” Tanyanya. Blue Sky menjentikkan tangannya dan beberapa bongkahan besi tersusun menjadi sebuah granat.

Bum! Bleddaarr!! Ledakan dari granat membuat Red Death tidak bisa melihatnya dengan jelas.

Bukk!! Tap! Blue Sky menendang punggungnya dan mengambil pedang besar miliknya.

“Dengan kematianmu.” Sambungnya. Namun, Red Death sudah merencanakan semuanya. Mereka saling menyodorkan pedang yang bukan miliknya.
“Apa yang kau lakukan hari ini, huh?” Tanya Red Death dengan senyum sinisnya.
Craasshh!! Darah segar Blue Sky tersembur di bahunya. Dengan cepat ia menendang perut Red Death sampai jatuh tersungkur.
“Kau yang akan mati.” Ucap Blue Sky dingin.
Craasshh!! Ia pun menusuk Red Death tepat di jantungnya.

“Huh… Blue Sky Gunsword, kau telah membunuhku dengan baik. Uhhuukk… kau akan bertemu dengan musuhmu yang selanjutnya. Tapi, kau harus… berhati-hati. Karena… dia bukan sembarang putri mahkota. Dia adalah… uhhuukk… seorang putri mahkota yang hebat. Selamat tinggal, My Hero Girl.” Ucapnya lirih, namun tak ia gubris.

Wusshh!! Ciinngg!! Api biru kembali menghiasi mata kanannya.
Kretaakk!! Kretaakk!! Suara dari beberapa tanaman tangan menyelimuti tubuh Red Death dan memasukkannya ke dalam tanah yang ia semaikan.

“Aaaaaa!!!”
Sang Moon langsung panik dengan sahabatnya. Ia menjerit layaknya orang kesurupan menggema ke seluruh koridor sekolah.
“Yoo Hye, sadar!! Maaf, maafkan aku!! Yoo Hye!!” Jerit Sang Moon.

Blue Sky melepaskan pedang besar milik rivalnya dan mengambil pedang yang ia rebut.

Claakk! Claakk! Air mata Blue Sky menetes dan membanjiri wajahnya. Ia memegang hatinya yang hampa.

“Yoo Hye.” Di sebutkan nama raganya, Yoo Hye. Namun, ia melupakan kejadian tadi dan segera melanjutkan perjalanannya.

To be continue.

Cerpen Karangan: Yuli – Lunamaria
Facebook: Yurin Haenenda

Cerpen Iro no Reinboo (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sad Ending, I’m Happy

Oleh:
Suatu hari, di sebuah ruangan terlihat seorang wanita cantik sedang memainkan piano dengan sangat indah. Ia memainkan lagu bertajuk “A Song Of Joy” karya Ludwig Van Beethoven. Ketika sedang

Saranghae Appa (Part 2)

Oleh:
“Hidup sendirian, inilah yang aku rasakan. Gadis umur 16 tahun yang baru saja kehilangan Appanya. Sebelumnya, hidupku selalu bergantung padanya. Jika aku bisa menarik kembali kata-kata terakhirku padanya, akan

14 February

Oleh:
Empat belas Februari. Hari valentin yang paling menusuk bagi gadis yang sedang duduk termenung di bangku putih panjang. Bulir-bulir bening sedaritadi membasahi pipinya. Wajahnya memerah, efek dari tangisannya. Gadis

Inception

Oleh:
Grek… Grek… Grek… Suara tandu roda yang ku dengar begitu terdengar keras, ku lihat langit-langit seperti berjalan. Orang di sekitar menatapku dengan iba sambil menggiringku ke suatu tempat, salah

Mia to Seung Jo (Part 1)

Oleh:
Aku tengah duduk di bangku taman ketika dua gadis dua tahun lebih muda dariku datang dan duduk di sampingku. Sore ini aku tengah menunggu seseorang. Meski semalam kami bertemu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *