Just Friend (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fiksi Penggemar (Fanfiction), Cerpen Korea
Lolos moderasi pada: 1 May 2021

Jalan-jalan macam apa ini? Sepertinya diapun kebingungan harus berkata apa padaku.
“Khemmm…” dia berdeham dan menoleh kearahku, begitu sebaliknya. Seperti ada sesuatu yang ingin diucapkannya, tapi, aku tidak bisa menebak kalimat apa yang akan muncul.
“Aku…” katanya tiba-tiba
“Hah?”
“Aku ingin meminta maaf”
“M..mwoyeo?” aku kebingungan. Untuk apa dia meminta maaf secara tiba-tiba.
“Sudah lupakan saja” katanya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Jay benar-benar bingung rupanya.
Aku menolehkan kepalaku ke samping kanan, menahan tawa sebisa mungkin.

Hari semakin sore, dan aku juga Jay hanya saling berdiam diri tidak saling mengungkapkan kalimat. Berkali-kalia ku melihat kearah jam tangan. Jay menyadarinya.
“Mari kita pulang” ajaknya yang berdiri lalu mengulurkan tangannya mengajakku berdiri.
Aku menatap uluran tangannya itu, sedetik kemudian meraihnya. Kutarik kedua sudut bibirku, memberikan senyuman terbaik yang kumiliki.
Aku dan Jay pun pulang.

Paginya seperti biasa.
“Yak! Kau pergi kemana kemarin sore?” Tanya Jungwon
Aku meliriknya “Bukan urusanmu” kataku
“Haishhh… kau jahat sekali”
“Tidak” tolakku.
“Apa kau marah karena perkataanku kemarin?” tanyanya lagi
“Untuk apa aku marah. Lagipula aku tau kau hanya bercanda dan benar-benar tidak menyatakan dari hati” jelasku yang disusul dengan senyuman.
Jungwon ikut tersenyum. Lelaki itu kemudian berdiri dan sebelum dia pergi dia pamit padaku
“Aku akan pergi, nanti juga kembali setelah bel masuk. Jadi, jangan rindukan aku ya” pamitnya
“Arasseo” kataku sebelum Jungwon benar-benar pergi.

Mengingat kejadian kemarin, rasanya tawaku ingin kembali datang.
Jay. Ya, lelaki yang memiliki nama real Park Jeong Seong itu sudah membuat tawaku tak ingin pergi.
Ah… ada apa dengannya, kenapa jadi seperti ini.

Besok mereka akan disibukkan kembali dengan jadwal-jadwalnya. Sepertinya aku akan sangat jarang bertemu dengan mereka. Dan pastinya aku sangat merindukan lelaki berlesung pipi. Yang Jungwon. Sunoo pun yang setiap harinya dia selalu mengirimiku pesan mengenai pertanyaan-pertanyaanku masalah matematika terutama.

“Jika ada pertanyaan yang ingin kau tanyakan, Tanya saja padaku, aku pasti akan membantumu.” Ujarnya
Aku hanya tersenyum dan mengangguk
“Ne, terimakasih”
Sunoo membalas senyumanku.

Heeseung, Sunghoon, Jake, Niki, Jay, dan Jungwon sibuk dengan aktivitasnya masing-masing.
“Ah ya, besok kalian akan pergi dan akan jarang sekali bertemu denganku. Jadi, aku ingin meminta maaf atas semua perbuatan yang kulakukan. Apalagi pada lelaki jail sepertimu, Jungwon. Aku pasti akan merindukan kalian juga.” Ungkapku ditengah keheningan.
Semuanya tiba-tiba mengarah padaku.
“Yak! Kau tidak perlu berlebihan seperti itu, lagipula kita masih bisa bertemu” ucap Jungwon
“Andwae” kataku cepat
“Wae?” kali ini Jay yang angkat bicara
Aku tidak langsung menjawabnya.
Kutatap satu-satu mata-mata yang akan kurindukan nanti.

“Aku akan kembali ke Daegu” ucapku yang mencoba menyembunyikan raut wajah sedih yang bisa saja muncul tanpa diinstruksi.
“MWO?” semuanya serentak tak percaya
“Apa maksudmu? Kau bilang kau akan menetap”
“Kau pasti sedang berbohong”
“Yang benar saja, di Daegu kau akan tinggal dengan siapa” ucap Jay tanpa memperlihatkan wajahnya padaku.
“Kenapa kau harus pergi?’ Tanya Jungwon
Aku hanya diam

“Apa ada masalah? Apa teman-temanmu di sekolah membuatmu tertekan? Menyakitimu? Melukaimu? Kenapa? Ceritalah. Kita ini saudara bukan?” pertanyaan-pertanyaan itu menghujaniku.
Senyumku mengembang.
“Tidak ada apapun, aku hanya rindu dengan tempat kelahiranku” ungkapku
“Hanya itu?”
“Aku yakin pasti kau sedang menyembunyikan sesuatu dari kami” kali ini matanya menatapku
“Tidak ada yang kusembunyikan, lagipula kalian adalah keluargaku.”
“Benarkah? Kalau masalah cinta? Apa kau tak merahasiakannya?” Jungwon mencoba mencairkan suasana agar tidak terlalu seperti ini.
“Kau mulai menggodaku lagi Jungwon?” tanyaku diiringi lemparan bantal sofa yang tadi ada pada dekapanku.
“Haha… aku yakin itu”
“Apanya?”
“Pasti kau jatuh cinta dengan Park Jeong Seong kan?”
Aku mengerlingkan mata. Kenapa dia menginginkanku untk mencintai sunbaenim? Kenapa?

“Listen to me Jungwon”
“Wae?”
“Aku dan dia hanya SAHABAT”
Aku agak menebalkan kata itu untuk meyakinkan Jungwon.
“Jinjja?”
“Ya, aku dan So-hyun hanya sahabat, tidak lebih” kali inin Jay yang berbicara mewakilikuaku meliriknya, Jay seperti memberiku isyarat mata. Aku meliriknya
“Ya, itu benar” kataku
Jungwon terdiam

“Aku tidak per…”
“Bilang saja kalau kau yang jatuh cinta padaku” ujarku yang langsung berlari, karena aku tau Jungwon pasti akan menimpukku dengan bantal.
Akhirnya kami pun bercanda, sedangkan mereka hanya menggelengkan kepala, menyaksikanku dan maknae sekaligus leader mereka.

END

Cerpen Karangan: Rushi_Yoon
Blog / Facebook: Kim Shi Yoon

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 1 Mei 2021 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com

Cerpen Just Friend (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Beautiful Vampire

Oleh:
624 Tahun Yang lalu, di Dinasti Joseon, Terjadi sebuah peristiwa yang mana Banyak sekali Pria yang hidup di masa itu jatuh hati kepada Hye-Seong, seorang Vampir Cantik dan menawan.

What’s Inside The Box

Oleh:
Di Universitas International Chicago Amerika, tepatnya di ruang dosen ada sebuah kotak yang tidak boleh seorang pun menyentuhnya, entah kenapa kotak itu tidak boleh disentuh. menurut mahasiswa yang kuliah

Bridge Love

Oleh:
“Hya, Kang Beom Sil!” teriak So Yeon dari belakang sambil berlari. Terik sinar matahari menguras peluhnya. Rambut panjangnya dibiarkan teruai tertiup angin. Langkah kakinya semakin cepat, berlari mengejar sosok

Murder Never Ending

Oleh:
Elexia berjalan menyusuri koridor yang masih sepi, hari ini ia berangkat pagi-pagi sekali karena ia lupa mengerjakan pr dan ia berniat untuk meminjam pr milik temannya. Ia berjalan dengan

I Miss You, Ace

Oleh:
Aku ingin… Bertemu denganmu Sejak kematianmu, aku terpuruk. Sekarang aku tak punya kakak lagi. Kenapa kau pergi, Ace? Bukankah kau sudah berjanji, kau tak kan mati? Kau bohong, Ace

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *