Just You (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Korea
Lolos moderasi pada: 15 June 2016

Seo pov
Sesungguhnya aku sangat merindukannya, saat ku melihat ia bersama namja itu lagi, hati ku terasa sakit, ia tampak bahagia bersama namja itu, apa mugkin ia telah melupakan ku, entah lah, mungkin kini menjauh darinya adalah keputusan yang tepat, bagaimana pun ini untuk kebaikannya aku tak boleh menjadi yeoja yang egois. Sepertinya ia menyadari kehadiran ku, aku harus segera pergi.
Aduh!!! mengapa kepala ku terasa sangat sakit.
Aaaaaaaaaaaaaa!!!
Brug!!!

Perlahan mulai ku buka mataku, tempat ini!! Mengapa terasa asing? aku perhatikan sekeliling ku, ku perhatikan yeoja yang sedang duduk di samping ku, yaa aku merasa sangat mengenalinya.
“Hyunnie apakah kau sudah sadar?” Tanya yeoja itu pada ku.
Aku sungguh sangat merindukan yeoja itu, yaa yeoja itu adalah eonni ku, eonni kesayangan ku.
Air mata ku terjatuh saat ku merasakan ketulusan dalam hatinya.
“Syukurlah kau sudah sadar, kau sekarang di kamar eonni tadi di kampus kau pingsan, aku panik dan langsung membawa mu kesini.” Ucap Yeoja itu lagi.
“Mianhae eonn, aku memang dongsaeng yang tidak berguna, selalu merepotkan mu, selalu saja menjadi benalu dalam hidup mu. Ggomawo eonn, sekarang aku mau pulang saja”. Tak peduli dengan keadaan ku, aku bergegas untuk segera pergi dari sini.
“Pulang kata mu? Apa kau tidak sayang pada diri mu sendiri, kondisi mu sekarang belum fit kalau kau memaksakan pulang aku takut terjadi sesuatu pada mu, mungkin kau pingsan tadi karena perut mu kosong, sejak kecil kau punya masalah dengan lambung mu, saat ini lebih baik kau makan dulu eonni telah membuatkan sup kesukaan mu. Eonni mohon tinggal lah sebentar untuk sekedar mengisi perut mu yang kosong Seo. Masalah kemarin, jika itu memang salah eonni, eonni minta maaf Seo, eonni mohon maafkanlah eonni Seo.” Ucap YoonA melarang Seo untuk segera pulang.
Melihat eonni nya yang memohon seperti itu membuat langkah Seo semakin berat untuk pergi dari eonni kesayangannya itu. Karena sejujurnya Seo pun sangat merindukan YoonA perubahan sikapnya yang tanpa alasan itu sungguh menyiksa dirinya.
“Eonni tak perlu meminta maaf seperti itu, itu semua bukan salah eonni, baiklah karena eonni yang meminta ku untuk makan disini, aku mau eonni yang menyuapi ku.” Ucap Seo merengek seperti anak kecil.
“Arraseo.” YonnA meng iyakan permintaan dongsaeng kesayangannya.
Saat Seo sedang disuapi YoonA datang Donghae membawakan segelas susu untuk Seohyun.
“Ggomawo oppa, tapi mengapa kau bersikap seperti itu? Tanya Seo bingung dengan sikap Donghae yang berjaga jaga takut ken pukul Seo lagi.
“Aku hanya takut kau memukul lagi Seo.” Jawab Donghae.
“Kalau saja kau bisa sedikit bersahabat dengan padaku, aku pun bisa menganggapmu dongsaeng ku sepeti YoonA pada mu. Jujur saja aku pun sangat ingin memiliki yeodongsaeng yang manis seperti mu, tapi sial yang ku punya malah sepupu lelaki yang sangat tengil. ” Ucap Donghae menambahkan.
“Baiklah Oppa, aku bisa menjadi yeodongsaeng yang manis untuk mu.” Dengan memasang muka termanisnya Seohyun menuruti kemauan Donghae.
“Karena Hae oppa adalah oppa ku, oppa harus menggantikan eonni menyuapi ku.” Pinta Seo pada DongHae.
Melakukan tugas pertamanya menjadi seorang oppa dari yeoja yang sangat cantik, Donghae pun menuruti kemauan Seohyun.
“Aku sangat senang mempunyai eonni dan oppa yang snagat sayang kepada ku.” Ucap Seo pada YoonA dan Donhae.
“Kamim pun sangat senang memiliki yeodongsaeng semnis kau Seo.” Balas Donghae.
“Sekarang bagaimana keadaan mu? apa sudah lebih baik?” Tanya YoonA yang masih khawatir.
“Aku merasa sangat sehat, bahkan dari orang yang paling sehat sekali pun, Aku mau pulang saja sekarang eonn, mianhae telah banyak merepotkan mu.” Jawab Seo.
“Eonni sama sekali tidak merasa direpotkan Seo, eonni ikhlas melakukan ini semua, apapin akan eonni lakukan demi kebahagiaan mu Seo. Baiklah kalau kau mau pulang, Izinkan eonni yang mengantar mu,” Ucap YoonA khawatir.
“Aku bisa sendiri eonn, Ggomawo.” Entah darimana, tiba-tiba ada Kyuhyun di hadapan ku.
“Biar aku yang mengantar Seo pulang noona, noona tak usah khawatir, Seo akan sampai rumah dalam keadaan utuh dan tak kurang sedikit pun.” Ucap Kyu meminta izin kepada YoonA eonni.
“Baiklah, aku percaya pada mu.” Ucap YoonA eonni mengizinkan.
“Kauuuuuuuuu?”
“Sudahlah ayo” Sambil menarik tangan ku dan menyuruh ku naik ke dalam mobilnya, entah sudah kali ke berapa aku tak bisa menolak ajakannya. Bahkan saat sampai di rumah ku Kyu tak segera pulang.
“Kyu, kau tak segera pulang kah? ini sudah terlalu larut,” Ucap ku pada namja yang kini dihadapan ku.
“Aku tak akan pulang, aku ingin disini menemani mu. Kau tidur sana biar aku tidur disini” Lagi dan lagi aku tak bisa menolak keinginannya, dan karena malam pun semakin larut, aku pun ingin segera terpejam, membiarkan Kyu tertidur di sofa depan kamar ku.

YoonA masih sangat khawatir akan kondisi songsaeng kesayangannya itu. Saat hari masih gelap, pagi pagi sekali, YoonA bergegas kerumah Seohyun untuk memastikan keadaan dongsaeng kesayangannya itu.
“ting tooong.. ting toong..”
Mendengar bunyi bel rumahnya Seo pun segera membukakan pintu.
“Seo mengapa kau tak mengabari setibanya kau di rumah, aku sungguh sangat mengkhawatirkan mu.” Ucap YoonA khawatir.
“Mianhae eonn, aku baik baik saja tak ada lagi yang perlu eonni khawatirkan, lebih baik sekarang eonni menemaniku sarapan.” Ucap seohyun menenangkan eonni kesayangannya itu.
“Siapa yang tertidur di sofa itu seo?” Tanya YoonA
Itu KyuHyun eonn, semalam ia memaksa ku untuk menginap disini, karena eomma ku sedang tidak dirumah ia ingin menemani ku katanya. Karena ia memaksa yaa aku tak bisa menolaknya.
“Dasar anak itu..!! lalu mengapa kau tidak membangunkannya untuk sarapan bareng bersama kitaa?” Tanya YoonA lagi.
“Tak tega aku membangunkannya eonn, dia terlihat sangat lelah, aku sudaj siap kan sarapan untuknya, setelah sarapan eonni tak keberatan kan jika kita keluar sebentar untuk sekedar menghirup udara segar?” Pinta Seo.
“Baiklah seo”
YoonA pun mengiyakan ajakan dongsaengnya itu.

Mendapati rumah yang sepi tanpa seo kyuhyun tampak kebingungan, saat ia menelepon seo, ternyata ponsel seo tertinggal di rumah, di meja dekat tempat ia tidur semalam, seo telah menyiapkan sarapan untuknya. Terdapat secarik kertas bertuliskan “aku pergi keluar sebentar bersama YoonA eonni, ini ku buatkan sarapan untuk mu, terimakasih untuk semuanya. _IM SEO HYUN_J”
“Yeoja itu memang sungguh manis, apakah iya juga yang memberiku selimut saat ku tertidur, ahh!! Senang sekali rasanya.”
Karena ada keperluan Kyu segera pergi dai rumah Seo tanpa menunggu Seo dan YoonA pulang.

Dertt… deeerrrtt.. getar dari pondel YoonA. Ada panggilan masuk rupanya, YoonA merasa tak mengenali nomor tersebut, dengan cepat YoonA mengangkat teleponnya, dan ternyata telepon itu dari rumah sakit, yang memeberitahukan bahwa kanker hati yang di derita eomma YoonA sudah memasuki stadium yang mengkhawatirkan. YoonA lemas mendengar berita itu, lulutnya merasa tak mampu menopang badannya yang beratnya tak ada 50 kg itu, fikirannya mendadak kosong, napasnya terasa sesak. hari dimana ia harusnya merasa senang karema dongsaengnya telah kembali, namun berubah menjadi hari yang pahit setelah mendengar kabar dari pihak rumah sakit itu. Seohyun merasa bingung melihat ekspressi eonninya yang mendadak berubah itu, segera bertanya pada eonni kesayangannya itu.
“Apa yang terjadi eonni, siapa yang menelepon barusan?”
Dengan menarik napas cukup panjang, YoonA menjawab. “Pihak rumah sakit Seo, kanker yang di derita eomma memasuki stadium yang mengkhawatirkan. Aku harus segera kesana.”
“aku ikut eonn.” Pinta Seo untuk ikut dengan YoonA
“Keadaan mu belum benar benar fit. Sebaiknya kau pulang dan segera ber istirahat.” Ucap YoonA menasehati dongsaeng kesayangannya.
“aku sudah baik baik saja, pokoknya aku ingin ikut dengan eonni.” Pinta Seo sedikit memaksa.
“Baiklah, tapi kau harus janji saat kau mulai merasa lelah kau harus segera beri tahu eonni.”

Setibanya di rumah sakit, YoonA segera menemui dokter yang menangani eomma nya.
“Bagaimana eonn? apa kata dokter?” Tanya Seo.
Tanpa menjawab YoonA langsung memeluk Seo dan menangis dalam pelukan Seohyun,
“Tenang eonn, semua akan baik baik saja.” Ucap Seo menenangkan eonni kesayangannya.
Tesss.. tess..
Tanpa sadar darah segar keluar dari hdung seo, sebelum YoonA mengetahuinya, dengan segera Seo mengelapnya, melepas pelukan eonninya.
“Aku ingin ke toilet sebentar eonn.”

Darah mimisan Seo cukup banyak, setelah mimisannya berhenti segera ia mengahampiri eonni kesayangannya lagi, karena menurutnta disaat seperti ini ia ingin selalu menemani eonni nya.
“Seohyun-a kau tak apa? Wajah mu tampak pucat, kau lelah? Sebaiknya kau pulang, aku akan menelepon kyu agar ia menjemput mu.” Tanya YoonA khawatir.
“Gwenchana eonn, aku baik baik saja, aku tak ingin pulang, aku ingin disini menemani eonni, menunggu eomma.” Ucap Seo.
“apa yang sebenarnya terjadi pada eomma eonn?” Ucap Seo lagi,
“Kanker hati yang diderita eomma memasuki stadium akhir Seo, eomma harus segera mendapatkan donor, kalau tidak,”
Belum selesai YoonA menjelaskan, ia menangis lagi dalam pelukannya Seo.
Seo memeluk erat eonni kesayangannya itu, membiarkan eonninya menangis dalam dekapannya, setelah YoonA merasa sedikit lega, perlahan Seo, melepas pelukan eonni nya itu, di usapkan air mata eonninya.
“Everything it’s gonna be alright eonn, eomma akan segera mendapatkan donor dan segera sehat kembali ke pelukkan eonni lagi.” Ucap Seo menenangkan eonni nya.
Seohyun baru ingat kalau hari ini adalah jadwal check up nya, bagaimanapun ia tak ingin meninggalkan eonni kesayangannya itu, mungkin karena kelelahan YoonA tertidur, setelah memberikan selimut pada YoonA, tak lupa ia menelepon Donghae untuk menggantikannya menemani YoonA di rumah sakit, Seohyun pun segera pamit saat Donghae telah datang.

Saat YoonA bangun, ia bingung ada Donghae di sampingnya, dan tak nampak dongsaeng kesayangannya.
“Oppa mengapa oppa disini? dimana Seohyun?” Tanya YoonA bingung.
“Dongsaeng kesayangan mu yang menelepon ku. Ia minta aku menggantikannya menemani mu disini, ia bilang ada keperluan mendesak yang harus di selesaikan. Aku hampir gila seharian tak mendapat kabar dari yeoja chingu kesayangan ku, utung saja dongsaengnya menelepon ku.” Ucap Donghae menjelaskan.
“Mianhaeyo Oppa, ponsel ku baterainya habis tak sempat ku menghubungi mu.” Tutur YoonA menjawab pertanyaan menyindir dari namja chingu nya itu,
“Lupakan soal ponsel, sekarang kau makan biar aku yang menyuapi mu.” Ucap donghae lagi.

Setelah makannya selesai, YoonA dikabarkan pihak rumah sakit kalau pendonor untuk eomma sudah di dapatkan, operasi bisa dilaksanakan besok, meskipun untuk kesembuhan kemungkinannya kecil, pihak rumah sakit tetap memberikan support kepada YoonA. Betapa bahagianya YoonA mendengar berita ini, segeraa ia menelepon Seohyun untuk berbagi kabar menyenangkan ini.
“Yeobseo Seohyun-a, aku sangat senang sekali, akhirnya eomma mendapatkan pendonor, operasinya besok pagi, dan artinya eomma akan segera sembuh Seo.” Jelas YoonA kepada Seo.
“Nde eonn, aku pun sangat senang mendengarnya, aku pun sangat berharap eomma bisa segera sembuh. Tetapi jeongmall mianhae eonn, aku tidak bisa menemani eonni di rumah sakit besok, karena masih ada urusan yang harus ku selesaikan.” Jawab Seo,
“Urusan? urusan apa kalau eonni boleh tau?” Tanya YoonA sedikit menyelidik.
“Ada lah eoonn, eonni tak perlu khawatir aku bisa mengatasinya sendiri, saat ini eonni hanya fokus untuk kesembuhan eomma saja, kalau eomma sudah sadar aku titip salam, aku pun menyayangi eomma seperti aku menyayangi eomma ku sendiri.” Jawab Seo
“Arraseo”

Keesokannya harinya, operasi berjalan dengan lancar. Eomma YoonA bangun dari komanya. Ingin rasanya YoonA dan eomma nya mengucapkan beribu ribu terima kasih pada manusia berhati malaikat itu, namun pendonor meminta pihak rumah sakit merahasiakan identitasnya.
Senang rasanya YoonA melihat senyum manis terukir indah di wajah eommanya. saat YoonA sedang berkemas untuk kepulangan eomma nya. Ggabjagi eomma Seohyun mengabarkan kalau Seo masuk rumah sakit yang sama dengan eomma nya di rawat.
“Ajumma apa yang sebenarnya terjadi pada Seo. Bagaimana keadaannya?”
Mendapati eomma Seo hanya terdiam, YoonA semakin panik.
“Ahjumma jawab aku?!! apa yang sebenarnya terjadi pada Seo”. Ucap YoonA semaki panik.
Eomm Seo hanya bisa menangis, melihat sahabat anaknya menangis. Tak mendapat jawaban dari eomma Seo, YoonA menerobos masuk untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Seo.
Bagai disambar petir yang mengelegar kencang di telinganya. Lututnya lemas fikirannya mendadak kosong, pandangannya kabur. Saat melihat selimut menutupi seluruh bagian tubuh dongsaeng kesayangannya itu.
Ahjumma dimana dongsaeng kesayangan ku. Bukan dia kan yang terbaring di sana? ahjumma jawab aku? dongsaeng ku baik baik saja kann? Jawab aku ahjumma?
YoonA berusaha meyakini dirinya bahwa yang terbaring disana bukanlah dongsaeng kesayangannya. Perlahan ia buka selimut itu, dan inilah kenyataannya, yeoja cantik yang berbaring tak berdaya disana adalah dongsaeng kesayangannya. Im Seo Hyun telah memejamkan mata untuk selama lamanya. Air mata YoonA Mengalir dengan derasnya, napasnya terasa sesak, jantungnya seakan berhebti berdegup melihat kenyataan ini, ia pun seperti tak percaya, terus saja berusaha mmbangunkan dongsaeng kesayangannya itu.
“Seohyun-a bangun, ayoo bangun..!!! kau jangan tidur terus seperti ini. Bangunlah donsaeng kesayangan eonnii, ayooo banguun..!!!”
YoonA makin terisak saat tak ada respon apa pun dari dongsaeng kesayangannya itu.
Donghae yang sedari tadi di sampingnya berusaha menenangkannya.
“Sudahlah Yoong, dongsaeng kesayangan mu sudah tenang ia sudah bahagia disana, tak ada lagi sakit yang ia rasakan.”
Sementara Kyuhyun hanya diam mematung, melihat yeoja yang disayanginya tertidur untuk selamanya.ia pun tak mampu membendung air matanya.

Kyu pov
Im Seo Hyun, selamat jalan semoga bahagia kau disana.
Soal cinta ku yang tak pernah terungkapkan biar kusimpan dalam hati ku bersama semua kenangan indah kita, aku sangat menyayangi mu Im Seo Hyun.

Eomma Seohyun memberikan sepucuk surat, yang Seohyun minta untuk diberikan pada YoonA sebelum kepergiannya.

Yoona eonni ku sayang…
Saat eonni terima surat ini mungkin aku sudah tak lagi di sisi mu eonn.
Ggomawo eonn, atas kasih sayang eonni yang begitu tulus pada ku.
Mianhaeyo eonn,
Bukan maksudku ingin membuat eonni menjatuhkan air mata eonnie lagi,
Aku hanya ingin membalas Semua kebaikan dan ketulusan eonni pada ku.
Seperti eonni yang mau melakukan apa saja demi kebahagiaan ku.
Aku pun ingin melakukan apa pun demi kebahagiaan eonni.
Mianhaeyo eonn,
Kalau keputusan ini ku buat secara sepihak tanpa mendiskusikannya pada eonni terlebih dahulu
Aku rasa ini saatnya aku membalas semua kebaikan dan ketuluan eonni,
Apa yang ku lakukan ini belum sebanding dengan apa yang telah eonni lakukan untukku.
Eonni ku sayang…
Tak perlu eonni menangis, aku tak ingin kepergian ku diiringi dengan air mata eonni
Ingin rasa nya ku menghapus air mata mu, memeluk mu dan bisa terus berada di samping mu.
Mianhaeyo eonni,
Jeongmall mianhae
Walau raga ku kini tak lagi di sisi eonni,
Namun dengan hati ku yang berada di eomma eonni
Dengan cara itulah aku tetap bisa menyayangi eonni.
Untuk Kyuhyun
Tak ada kata yang pantas terucap selain kata maaf dari ku.
Maaf beribu maaf aku tak bisa membalas cinta dan sayang mu yang begitu tulus
Semoga kelak kau bisa mendapatkan Yeoja yang lebih baik dari ku
Ggomawo kyu atas semua kebaikan mu pada ku
Untuk Donghae oppa
Ggomawo oppa, ggomawo
Telah menjadi oppa yang baik untukku
Aku titip eonni kesayangan ku pada oppa yaa
Jaga eonni baik baik oppa.

_cinta tulus dari ku_

IM SEO HYUN

Cerpen Karangan: Desi Purnama Sari
Blog: desipurnams.blogspot.co.id

Cerpen Just You (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


My Last Love

Oleh:
Hyunri masih berdiam diri. Dia tidak peduli sama sekali, walaupun hujan membasahi tubuhnya. “Hyun, ayo pulang. Nanti kau sakit. Eomma-mu pasti sudah menunggu.” kata seorang namja yang setianya menunggunya,

Crazy Love (Part 3)

Oleh:
“Aaggrrhh.. menyebalkan.” gerutu Kyuhyun. Ia merebahkan tubuhnya ke kasur empuknya itu sambil memejamkan matanya mencoba melepas rasa lelahnya. “Kyuhyun-ah.” panggil Yoona yang sudah berada di sampingnya. Kyuhyun hanya diam

Cry For Love

Oleh:
“Saudara Jeon Jungakook, siapkah anda menjadi suami yang baik untuk Park Sooyoung?” “Ya, saya siap” “Saudari Park Sooyoung, siapkah anda menjadi istri yang baik untuk Jeon Jungakook?” “Ya, saya

Choice

Oleh:
Kyuhyun hanya namja biasa, memiliki kekurangan dan kelebihan. Wajahnya sangat dikagumi kaum wanita, posturnya tidak pendek, tapi siapa yang tahu, ia adalah korban broken home. Orangtuanya cerai, tak berkomunikasi

Paradise of Love (Part 2)

Oleh:
Pagi hari di rumah dalam kelas, Soo Hye membawa bekal untuk dimakan bersama amber. “ambeerr.” Panggil Soo Hye. “nggak.” Jawab amber santai. “Kita sama–sama.” Tanya Soo Hye. “enggak.” Jawab

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *