Lee Eun Jang, Dendammu Sudah Terbalaskan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Korea, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 8 August 2017

“Aku tak akan membiarkan adikku, Lee Eun Jang, mati begitu saja. Aku akan membuat kalian merasakan apa yang dirasakan adikku dulu. Ingat itu! Aku tak akan tinggal diam!

Sebuah kertas misterius tertempel di mading sekolah, yang membuat suasana sekolah gaduh pagi itu. Siswa dan siswi bingung, siapa pengirim surat itu. Kakak Lee Eun Jang? Setahu mereka, Lee Eun jang tak memiliki saudara. Gong Tae Ah memperhatikan nama yang di sensor itu, apakah mungkin Lee Eun ji? Orang yang sering diceritakan Lee eun jang padanya saat masih SMP, namun ia tak pernah tau, siapa sebenarnya Lee Eun Ji itu. Semua siswa bubar saat mendengar bel masuk berbunyi, tak terkecuali Tae Ah.

Di lain sisi, Soo jin terlihat gelisah. Ya, Soo jin adalah orang yang selalu membully Lee Eun jang saat masih hidup. Ia tak menyangka, Lee Eun Jang akan bunuh diri karena tak tahan dengan perilaku soo jin padanya. Sejak kematian Eun jang, Soo jin tak pernah terlihat tenang, begitupun dengan para genknya. Hingga hari ini, seseorang menempel kertas ancaman di mading sekolah, yang membuat Soo jin bertambah takut dan gelisah.

Flashback On
Lee Eun jang adalah anak orang kaya. Saat SMP, ia, bersekolah di salah satu SMP di Seoul, sedangkan Eun ji bersekolah di Jeju. Hingga orangtuanya mengalami kecelakaan pesawat saat perjalan bisnis ke Jepang. Eun jang dan Eun ji terpaksa pindah ke salah satu kota di Korea Selatan saat SMA. Eun ji bersekolah di SMA yang biayanya tidak terlalu mahal, sementara Eun ji menyekolahkan Eun jang ke sekolah yang mahal, guna meningkatkan prestasi Eun jang. Namun tak disangka, di sekolah itu ia dijadikan bahan bullyan siswa lainnya. Terkecuali Gong Tae Ah, teman Smp Eun jang yang memilih lanjut sekolah di sini karena kebetulan sekolah itu milik ayahnya. Eun jang melewati hari-harinya di sekolah dengan bullyan Soo jin dan genk, yang terkenal dengan kekayaannya dan sifat semena-menanya. Tak ada yang berani melawan Soo jin dan genk. Dua tahun Eun jang melewati hari-harinya dengan bullyan teman-temannya.

Sesekali Gong tae ah mencoba menghibur Eun jang. Mereka berdua sangat dekat, karena juga mereka satu sekolah saat SMP. Eun jang memang suka dengan gong tae ah sejak smp, namun Eun jang tak mau mengatakannya secara langsung kepada Tae Ah. Eun jang menceritakan semuanya kepada Tae ah mengapa ia bisa sampai di kota itu. Tae ah ikut prihatin mendengar cerita Eun jang.

“Sekarang kau tinggal bersama siapa?” Tanya Tae ah
“Aku tinggal bersama kakakku yang selalu ku ceritakan padamu saat SMP dulu”
“Kakakmu yang bersekolah di jeju saat itu?”
“Iya, dia sekarang tinggal bersamaku. Ia yang membiayai kehidupan sehari-hari kami. Ia bersekolah di sekolah yang lain, di dekat tempat ia bekerja” jelas Eun jang
“Ia bekerja lagi saat ia pulang sekolah?” “Ya. Dia bekerja demi menafkahi aku dan dirinya” Ucap eun jang.

Pagi ini, sama seperti biasa, ia mengawali kegiatannya di sekolah dengan bullyan Soo jin dkk. Biasanya eun jang tak terlalu memperhatikan bullyan soo jin, namun beda dengan hari ini. Entah mungkin seakan-akan kata-kata Soo jin menusuk ke hati kecilnya, ia tak tahan dengan kata-kata soo jin.
“Kau, Lee Eun Jang! Gadis miskin yang menjadi siswi di sekolah ini. Kau tak pantas bersekolah di sini. Tak ada gunanya kau hidup! Kau hanya menyusahkan orang lain. Cih.”
Entah apa yang difikiran Eun jang, ia malah meninggalkan sekolahnya. Siswa-siswa lainnya hanya bisa menatap miris kepergian Eun jang. Sebagian dari mereka mungkin merasa kasihan melihat Eun jang.

Eun jang berjalan ke arah rumahnya, ia memasuki kamarnya dengan air mata yang berlinang. Ia menulis sesuatu di kertas, hingga ia melipatnya dengan rapi dan menaruhnya di meja belajarnya. Ia meraih sebuah pisau yang tadi ia bawa dari dapur. Dengan perlahan ia mulai mengiris pergelangan tangannya hingga memutus urat nadinya. Darah segar semakin banyak mengalir di pergelangan tangannya, sementara pandangannya mulai buram. Ia menghembuskan nafas terakhirnya dengan cara yang keji.
Saat Eun ji pulang bekerja, ia mencari Eun jang. Ia memanggil-manggil Eun jang, namun Eun jang tak kunjung muncul. Ia memutuskan untuk ke kamar Eun jang. Setibanya di kamar eun jang, eun ji melihat Eun jang berlumuran darah, dengan wajah pucat dan badan yang kaku. Eun ji tak kuasa menahan tangisnya meratapi kepergian adik semata wayangnya. Eun ji berjalan ke arah meja belajar Eun jang saat melihat secarik kertas tertera di sana. Ia membuka secara perlahan kertas itu dan membacanya. “Mianhae eonnie. Aku sudah tak tahan dengan bullyan teman-temanku di sekolah. Aku menyerah dengan semuanya. Aku mempunyai satu permintaan untuk kakak. Tolong, balaskan dendamku kepada Soo jin dkk. Buat mereka merasakan apa yang kurasakan selama ini, agar aku bisa pergi dengan tenang. Sekali lagi maafkan aku kak.” Eun ji melipat kembali kertas itu dan berjanji didalam hatinya, ia akan membalaskan dendam Eun jang.

Berita kematian Eun jang pun mulai menyebar ke penjuru sekolah, Soo jin dkk tak menyangka Eun jang akan nekat bunuh diri karena perlakuannya.
Di sisi lain, Tae Ah yang mendengar berita kematian eun jang berlari ke danau. Ia berteriak mengeluarkan semua isi hatinya selama ini
“Lee Eun Jang. Saranghae! Kenapa kau pergi meninggalkanku? Padahal aku belum sempat mengutarakan isi hatiku. Aku mencintaimu Lee Eun Jang! Sangat mencintaimu. Andai aku tahu ini semua akan terjadi, aku tak akan pernah membiarkan Mereka semua membullymu. Aku menyesal!” Kata Gong Tae Ah disela tangisnya.
Cinta eun jang selama ini tidak bertepuk sebelah tangan, Tae Ah juga mencintai Eun jang.
Flashback end

Dua hari setelah peristiwa kertas di mading itu, seorang siswi baru masuk ke sekolah itu. Ya, dia Lee Eun Ji, pengirim kertas dua hari yang lalu.
“Silahkan perkenalkan namamu” ucap guru yang ada dikelas itu
“Perkenalkan, namaku Lee eun Ji. Senang bertemu kalian” Ucap Lee Eun Ji
Gong Tae ah sontak menoleh ke arah Eun ji. Apakah dia lee eun ji saudara Eun jang?

Saat jam istirahat, Lee eun ji menghampiri Soo jin dkk. “Hey, boleh aku gabung dengan kalian?” Tanya eun ji. “Silahkan” ucap soo jin sembari tersenyum.
“Ngomong-ngomong, kenapa kau pindah kemari?” Tanya salah seorang teman soo jin.
“Aku melihat berita ada siswa korban pembullyan yang bunuh diri di sekolah ini. Aku penasaran siapa yang selalu membullynya hingga ia nekat bunuh diri.” Soo jin sontak tersedak mendengar penjelasan Eun ji.
“Ahh, aku ingin ke toilet dulu” Ucap soo jin dan berdiri meninggalkan Eun ji dan teman-temannya.

Keesokan harinya, soo jin mendapat sebuah kertas di laci mejanya. Ia membaca kertas itu. “Kau! Aku tak akan membiarkanmu hidup dengan tenang. Aku ingin kau juga merasakan apa yang di rasakan Eun jang selama ini!” Soo jin kaget melihat tulisan itu.

Saat eun ji hendak pulang, ia dicegat oleh Tae Ah.
“Hey, Lee Eun Ji” panggil Tae Ah.
“Ada apa?” Tanya eun ji
“Aku Gong Tae Ah. Ada yang ingin kutanyakan padamu” “Apa itu?”
“Apa benar kau saudara Lee Eun Jang? seingatku, eun jang sering bercerita tentang kakaknya yang bernama Lee Eun Ji” “Hahahaha. Wah hebat! Namanya persis sepertiku. Aku tak menyangka itu” Tae ah tampak kebingungan, tawa itu. Tawa itu sama seperti tawa milik Lee eun jang, tapi apa benar itu hanya kebetulan nama mereka sama? “Baiklah. Aku akan pulang sekarang” kata eun ji lalu meninggalkan Tae Ah yang masih terdiam.

Tak terasa mereka sudah menginjak bangku kelas 12. Eun ji masih bingung, apa yang harus ia lakukan terhadap Soo jin untuk membalaskan dendam Eun jang. Hingga ia memiliki ide untuk melakukan pendekatan dengan keluarga Soo jin, karena kebetulan ia dan soo jin sangat dekat. Soo jin sama sekali tidak curiga kalau eun ji adalah kakak Eun jang, korban bullyannya selama hampir dua tahun.

Eun ji berkunjung ke rumah Soo jin dan berkenalan dengan orangtuanya. Eun ji disambut dengan ramah oleh soo jin dan orangtuanya. Ia berbincang-bincang dengan keluarga soo jin. Orangtua soo jin kelihatan baik, berbeda dengan anaknya.

Saat tiba di sekolah, Soo jin mendapat secarik kertas di bangkunya. Ia teringat kertas beberapa bulan lalu. Dengan pelan ia membuka kertas itu. “Sebentar lagi kau akan melihat sebuah kejutan yang tak pernah kau sangka sebelumnya. Bersiaplah untuk kejutan istimewa itu.” Soo jin kaget dan tiba-tiba muncul Eun ji di dekatnya.
“Soo jin, kertas apa itu? Ahh, kau mendapatkan surat cinta? Dari siapa?” Ucap eun ji
“Bukan.” soo jin segera membantah. Soo jin keluar meninggalkan Eun ji. Eun ji tersenyum sinis melihat soo jin. Lalu kemudian ia menyusul soo jin ke halaman sekolah. “Sebenarnya ada apa soo jin? Kenapa kau tampak gelisah dan seperti orang ketakutan begitu?” Tanya Eun ji
“Sebenarnya… soal siswi yang meninggal beberapa bulan lalu, adalah korban bullyanku. Aku dan teman-temanku selalu membullynya. Hingga suatu hari aku membullynya, aku tak menyangka ia akan nekat bunuh diri. Dan dua hari sebelum kau datang kesekolah ini, ada seseorang yang menempel kertas di mading sekolah, ia mengatakan tak akan membiarkan orang yang menyebabkan adiknya mati akan hidup tenang. Ia akan balas dendam.” Jelas Soo jin. Akhirnya soo jin buka mulut secara langsung kepada Eun ji.
“Jadi benar kau penyebab kematian Siswi itu?”
“Ya, aku menyesal telah membullynya dulu. Aku tak tahu siapa orang itu.” Ucap Soo jin
“Sepertinya ia akan segera membalas dendam padamu. Aku berharap kau akan selalu baik-baik saja.” Soo jin hanya mengangguk pelan.
Tanpa soo jin sadari, ternyata Eun ji merekam pembicaraan mereka.

Hari ini Eun ji berkunjung ke rumah Soo jin. Kebetulan orang tua soo jin ada dirumah, tapi soo jin sedang keluar bersama teman-temannya.
“Sepertinya aku sangat kasihan kepada Soo jin. Ia masih terlalu muda untuk menerima masalah seperti ini” Eun ji membuka pembicaraan.
“Maksudmu apa?” Tanya ibu soo jin
“Apa bibi dan paman benar-benar tidak tau? Soal kematian salah seorang siswi di sekolah kami, bahwa Soo jin adalah penyebab kematiannya??”
“Tidak mungkin soo jin penyebabnya” bentak ayah soo jin. “Aku punya bukti” Eun ji lalu mengeluarkan handphone nya, dan memperdengarkan rekaman suara Soo jin tadi pagi.
“Sebenarnya… soal siswi yang meninggal beberapa bulan lalu, adalah korban bullyanku. Aku dan teman-temanku selalu membullynya. Hingga suatu hari aku membullynya, aku tak menyangka ia akan nekat bunuh diri. Dan dua hari sebelum kau datang ke sekolah ini, ada seseorang yang menempel kertas di mading sekolah, ia mengatakan tak akan membiarkan orang yang menyebabkan adiknya mati akan hidup tenang. Ia akan balas dendam.”

Ayah dan ibu soo jin masih tak percaya dengan semuanya. Ia tak menyangka bahwa anaknya adalah penyebab kematian Lee Eun Jang.

Keesokan harinya, Siswa/siswi tampak bergosip setelah melihat kedatangan Soo jin.. Wajar saja, mereka baru mengetahui kematian Lee Eun Jang setelah dua hari kematiannya. Mereka semua mengira kematian lee eun jang di sebabkan karena kecelakaan, bukan karena bullyan Soo jin, sebab mereka tahunya Eun jang kecelakaan setelah dua hari tak masuk sekolah.
“Soo jin, kau dipanggil oleh kepala sekolah. Ia menunggumu di ruang kepsek” ucap salah seorang siswa. Soo jin segera memasuki ruang kepsek. Di sana sudah ada kepala sekolah dan presdir.
“Soo jin, apa benar? Kau penyebab utama kematian Lee Eun Jang?” Tanya pak presdir. Soo jin kaget, darimana ia mengetahui semua itu?
“Ma..maksud bapak apa?” Tanya Soo jin pelan
“Kami sudah mendapatkan bukti bahwa kau penyebab kematian Lee Eun jang. Kami pihak sekolah akan mengadakan rapat keputusan tentang kasus ini. Tolong, katakan pada orangtuamu untuk menyuruhnya datang kemari besok.”
Soo jin hanya mengangguk. “Kau boleh kembali ke kelasmu” Soo jin melangkah keluar meninggalkan kepala sekolah dan presdir. Ia berjalan ke arah kelasnya. “Siapa penyebab presdir dan kepala sekolah bisa tahu tentang penyebab kematian Lee Eun jang yang sebenarnya? Apa mungkin teman-temanku yang memberitahu? Ataukah, Lee Eun Ji?” Tanya Soo jin dalam hatinya sendiri.

Saat tiba di kelas, tampak hampir seluruh penghuni kelas menatap sinis ke arahnya. Hari ini Eun ji tak masuk sekolah. “Kenapa kalian semua menatap sinis ke arahku? Ada apa denganku?” Ucap Soo jin.
“Apa kau belum tahu? Seluruh penjuru sekolah telah mengetahui bahwa kau dalang kematian Lee Eun Jang.” Ucap salah seorang siswa yang membuat Soo jin hanya bisa menunduk.

Saat pulang ke rumah, Soo jin mendapat tatapan marah dari ayahnya.
“Apa ayah sudah pulang?” Tanya Soo jin pelan
‘PLAKK’ Sebuah tamparan mendarat di wajah Soo jin. “Kau sudah mempermalukan ayah! Ayah kira apa yang dikatakan Eun ji kemarin salah. Ternyata benar! Kamu sudah membuat ayah sangat malu! Teman bisnis ayah membatalkan kontrak dengan ayah saat melihat berita yang beredar tentang kamu! Ayah akan bangkrut! Itu semua gara-gara kamu! Anak tak berguna!” Bentak ayah soo jin. Soo jin hanya bisa menunduk dan menangis mendengar apa yang dikatakan ayahnya. Soo jin berlari ke kamarnya. Ia menangis sejadi-jadinya. Ia membuka internet dan membaca semua berita tentang penyebab kematian Lee Eun Jang, Ia yakin, Eun ji yang menyebarkan semua berita itu.

Keesokan harinya, ayah soo jin datang ke sekolah soo jin. Soo jin melihat Eun ji yang berjalan ke arahnya. “Hey. Matamu kenapa? Kenapa ayahmu datang ke sini?” Tanya eun ji pura-pura tak tahu. “Kau! Kau kan yang menyebarkan berita itu?” Tanya Soo jin menahan amarah
“Sepertinya iya” ucap Eun ji..
Soo jin ingin menampar eun ji, tapi Eun ji lebih cepat menahan tangan soo jin. “Soo jin. Aku tak sebodoh Lee Eun jang. Yang rela dibully dan dipukuli dengan kasar olehmu!” Ucap eun ji lalu melepaskan tangan Soo jin dan berlalu pergi.

Sebelum bel pulang sekolah berbunyi, presdir mengumumkan hasil keputusan rapat. Soo jin akan dikeluarkan dari sekolah..
“Wahh daebak!” Ucap siswa lainnya. Soo jin menangis malu, dan menatap ke arah Eun ji yang tampak tersenyum puas mendengar hasil keputusan rapat.

Eun ji berjalan ke depan, mendekati mic dan mengatakan yang sejujurnya tentang siapa dirinya.
“Sebelumnya saya ingin minta maaf kepada Soo jin. Maaf, aku telah menyebarkan semua berita itu, berita yang selama ini kau tutupi dari siapapun, termasuk orangtuamu sendiri. Aku tak ada niat untuk menjatuhkanmu, hanya saja aku menjalankan permintaan terakhir adikku, Lee Eun Jang. Ia berpesan agar orang yang menyebabkan kematiannya mendapatkan balasan yang setimpal, Eun jang ingin Orang yang selama ini membullynya merasakan apa yang Ia rasakan selama ini. Sejujurnya, aku Lee Eun Ji, tak tega melihat adikku yang setiap hari harus dibully di sekolah ini. Namun aku masih bisa bersabar. Tapi, setelah kematian Lee Eun Jang adikku, aku tak bisa menahan semuanya lagi. Aku ingin balas dendam dan adikku juga yang menyuruhku untuk melakukannya. Dan juga, aku berfikir ini sekolah yang cocok untuk adikku. Tapi dugaanku salah. Setiap hari ia menjadi bahan bullyan siswa di sini dan anehnya, tak ada guru ataupun pihak sekolah yang melindungi adikku saat dibully. Bahkan setelah kematian adikku, pihak sekolah tak mencari secara detail penyebab kematian adikku, pihak sekolah malah percaya dengan rumor yang disebarkan Soo Jin dan teman-temannya bahwa Adikku kecelakaan. Tidak, adikku bunuh diri karena tak tahan dengan bullyan soo jin dkk. Lee Eun Jang, satu-satunya keluargaku yang kupunya, kini sudah tiada karena kelakuan soo jin. Kuharap, soo jin akan mendapatkan hukuman yang setimpal” Jelas Eun ji panjang lebar. Pihak sekolah dan para siswa hanya bisa terdiam mendengar penjelasan Eun ji.

“Jadi benar dugaanku selama ini bahwa kau benar-benar kakaknya Eun jang?” Tanya Tae Ah memecah keheningan
“Ya, aku kakak Lee Eun Jang, yang sering ia ceritakan padamu. Dan satu lagi, yang menempel kertas di mading sekolah dua hari sebelum kedatanganku disini adalah aku. Aku yang menempelnya. Dan surat yang diterima Soo jin tempo itu, itu dariku” Semua siswa menengok ke arah Soo jin..
“Puas kamu?” Bentak Soo jin disela tangisnya
“Tidak soo jin. Ini baru awal semuanya! Ini belum seberapa dengan apa yang dirasakan adikku!” Ucap Eun ji lalu meninggalkan sekolah..

Setelah peristiwa itu, eun ji tak lagi masuk sekolah, ia lebih memilih untuk fokus bekerja pada pekerjaannya. Ia mendengar kabar bahwa perusahaan orangtua soo jin bangkrut karena semua rekan bisnisnya membatalkan kontrak dengannya. Dan Soo jin, tak ada sekolah yang mau menerimanya. Setelah mendengar kabar itu, Eun ji memutuskan untuk menuju ke tempat penyimpanan abu Eun jang.
“Lee Eun Jang, tenanglah di alam sana. Soo jin sudah mendapat balasan yang setimpal. Kurasa ini sudah cukup. Sekarang berbahagialah di sana. Semua telah selesai. Dendammu sudah terbalaskan.” Ucap Lee Eun Ji sambil meneteskan air mata lalu meninggalkan tempat itu..

SELESAI

Cerpen Karangan: Aisyah Maya Putry
Facebook: Aisyah Yeoja Pcy

Cerpen Lee Eun Jang, Dendammu Sudah Terbalaskan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Tak Berbalas

Oleh:
Pagi yang cerah. Matahari pun mulai menampakkan wajahnya, memberikan senyuman seolah telah siaga untuk menyinari dunia ini. Begitu pun denganku, ku kibaskan selimutku dan segera ku rapikan kamar kostku

Buat Kamu Saja

Oleh:
Sore hari di gazebo kampus, “hatiku, mana hatiku?, sepertinya hatiku sudah direbut olehnya” ucap Desy sambil menekan dadanya kuat-kuat, kepada teman-temannya, “kamu sakit?” ucap Linda sambil memegang dahi Desy

Mungkin Dia Bukan Untukku

Oleh:
“dyan, dyan..” panggil seseorang yang duduk di belakang bangkuku.. “iya dit. Ada apa?” “ini gimana sih caranya?” tanyanya yang terlihat bingung mengerjakan soal matematika. “hehe… Aku juga gak tau

My Love Story (Part 1)

Oleh:
Kulangkahkan kaki ini, menuju ruang yang berada di paling selatan gedung sekolahku bagian barat. Kelas baru, dengan ukuran sekitar 5×5 meter. Cukuplah untuk menampung sekitar 32 murid. Welcome to

Berubah

Oleh:
Pagi yang cerah seorang gadis cantik yang bernama Sinta bergegas menuju sekolahnya. Dia dengan gembira berangkat ke sekolah bersama tiga sahabatnya Ina dan Rara. Sinta merupakan gadis cantik yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *