Love Has Gone

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fiksi Penggemar (Fanfiction), Cerpen Korea
Lolos moderasi pada: 11 April 2018

Terlalu banyak kenyataan pahit yang harus Dia terima. Karena jatuh cinta kepada Seseorang yang juga dicintai Orang lain, itu benar-benar sulit. Tapi cinta itu membutuhkan perjuangan dan pengorbanan, bukan begitu? Sebenarnya perjuangan dan pengorbanan seperti apa yang cinta inginkan?

“Park Na young!! Park Na young!!” Seru ribuan Fans Na young yang memadati tempat itu.
Na young melambaikan tangannya sembari memamerkan senyum termanisnya ke arah Fans setianya.
Gadis cantik yang memiliki perawakan ideal itu berjalan anggun menuju belakang panggung.

“Na young!!” panggil Seorang Pria berperawakan tinggi dan memiliki senyum manis itu melambaikan tangannya. Na young ikut melambai sembari menghambur ke pelukan Pria itu.
“Hei.. Ada apa? Kenapa tiba-tiba memeluku seperti ini?”
“Aku merindukanmu Minho”
Minho tersenyum tipis. Ia mengusap pelan rambut coklat Na young. Saat ia ingin melepaskan pelukan mereka, pergerakannya terhenti karena Na young semakin mengeratkan pelukannya.

“Emm … Bisa Kita lanjutkan pelukan ini nanti? Orang-Orang sedang melihat Kita” Bisik Minho.
“Maaf ..” Na young tersipu malu sembari melepaskan pelukannya.
“Apa Kau besok ada waktu? Aku ingin mengajakmu pergi?”
Na young berpikir sejenak. Sedetik kemudian Ia mengangguk cepat.
“Aku akan menjemputmu besok, Ok?”
“Baiklah”
“Kau mau Kuantar pulang?” Tawar Minho.
“Sebenarnya Aku mau, tapi Aku harus ada di sini sampai acara selesai”
Minho mengacak-acak rambut Na young pelan.
“Aku akan menunggumu jika Kau mau”
“Tidak Tidak. Kau pulang saja acaranya akan selesai sampai larut malam dan Aku harus pergi Ke Gedung MK Entertainment”
Minho mengangguk mengerti.
“Baiklah, sampai jumpa besok”
Minho tersenyum sekilas lalu pergi meninggalkan Na young yang terus melambaikan tangannya sampai Sosok Minho tak terlihat lagi di obsidiannya.

“Na young!” panggil Manager Jung.
Na young bergeming. Ia terus menatap lurus di tempat dimana sosok Minho tersenyum kepadanya.
“Hei!” Manager Jung menepuk bahu Na young. Ia tersentak kaget dan menatap Managernya dengan raut wajah yang sarat akan keterkejutan aneh yang sulit diartikan.
“Ma .. Manager Jung?” Ucap Na young gagap. Ia masih terkejut akibat ulah Managernya itu.
“Apa yang sedang Kau lihat?” Manager Jung ikut menatap ke arah pandang Na young sebelumnya tempat Minho pergi.
“Tidak ada” Jawab Na young bohong. Tidak mungkin Ia mengatakan bahwa Ia baru saja bertemu dengan Minho. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi Manager Jung nantinya.
“Sebaiknya Kau jangan terlibat skandal apapun yang bisa merusak popularitasmu”
Na young mengangguk lemah.

‘You have a massage .. You have a massage’
Secepat kilat Na young menyambar benda kotak canggih yang berada diatas nakas tempat tidurnya.

To: Park Na Young
From: Choi Minho
Keluarlah Aku ada di depan Gedung Apartemenmu

Dengan senyum merekah Na Young berlari keluar Apartemennya menuju Lift. Beberapa menit Ia pun sampai di luar gedung.
“Minho!”
“Hai!”
Minho membukakan pintu mobil sedan hitamnya dan mempersilahkan Na Young masuk.
“Kita mau ke mana?”
Na Young menatap penuh harap pria di sampingnya yang tengah fokus menyetir.
“Lihat saja nanti”

Di Seoul Love House
“Love House? Kenapa mengajakku ke sini?”
“Ayo keluar”
Minho keluar tanpa menjawab pertanyaan Na Young.
Kenapa dia mengajakku kesini? Benar-benar tidak romantis! Pikir Na Young.

Na Young tersentak kaget saat Seseorang menarik ujung Mantelnya.
“Kakak …”
Seorang anak kecil dengan kepala botak dan wajah pucat tersenyum ceria ke arahnya.
“Hai, Minji!” Sapa Minho
“Hai, Dokter Choi”
“Apa kabarmu gadis kecil?”
“Apa? Gadis?” Batin Na Young
“Kenapa kakak menatapku seperti itu?”
Minji dan Minho menatap Na Young aneh.
“Tidak apa-apa”
Minho mengangguk mengerti.

“Kau pasti baru pertama kali ke sini, Kau terkejut kepalaku botak dan Aku seorang Gadis. Benarkan?” Tanya Minji Seakan tau apa yang ada di pikiran Na Young.
“Eee .. Aku benar-benar tidak bermaksud menyakitimu”
“Tidak apa-apa, biar Kuberi tau Ini rumah para penderita kanker. Jadi Kau tak perlu heran melihatku” Minji tersenyum ceria.
“Oh iya, Na young. Aku mengajakmu ke sini untuk menghibur mereka” ucap Minho.
“Park Na Young?? Kau Park Na Young?” tanya Minji antusias.
Minho mengangguk.
“Kakak, Aku fansmu. Bagaimana bisa Aku tidak mengenalimu?” Minji memeluk erat tubuh Na Young yang lebih tinggi darinya itu.
“Benarkah?”
“Tentu saja! Aku sangat suka lagu-lagumu. Ada satu yang paling aku suka”
“Yang mana?”
Minji menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Berusaha mengingat judul lagu favoritnya.
“Eee … You are my spirit”
“Kenapa Kau suka lagu itu? Penjualan lagu itu sangat buruk”
“Karena lagu itu Aku punya semangat untuk hidup” jawabnya yakin penuh semangat.
Na Young tertegun mendengar jawaban Minji.

“Minji!” panggil Wanita paruh baya dari arah belakang mereka.
“Bibi Hana! Ayo ke sini!” Seru Minji. Wanita paruh baya dengan rambut hitam sebahu itu berlari kecil menghampiri Mereka.
“Halo, Dokter Choi. Ayo masuk” sapa Bibi
“Iya Bibi”

Na Young menghempaskan tubuhnya ke tempat tidurnya. Ia melirik jam dinding yang menempel di dinding.
“Sudah jam 10 malam ternyata” batinnya.
Seharian Di Love house, membuatnya melupakan segalanya. Pikirannya masih tertuju pada para penderita kanker di rumah itu. Melihat bibir-bibir pucat mereka melengkung membentuk bulan sabit dan keceriaan mereka seakan mereka tak memiliki beban sama sekali.

‘You have a massage .. You have a massage ..’

Na Young merogoh tasnya lalu mengambil posisi duduk bersila d iatas tempat tidur.

To : Park Na Young
From : Manager Jung
Na Young, besok Kau harus datang menemui Direktur Kang. Jam 9 pagi, jangan terlambat!

Na Young menaruh smartphonenya di atas meja kecil samping tempat tidurnya. Ia kembali membaringkan tubuhnya. Sedetik kemudian Dia pun terlelap.

Di Ruang Direktur Kang
Beberapa menit Manager Jung menunggu di luar dengan sangat cemas.
‘ceklek’
Sontak Manager Jung Menoleh ke arah pintu dan mendapati Na Young dengan wajah datar.
“Ada apa?”
“Tidak apa-apa”
“Kenapa wajahmu datar seperti itu?” Manager Jung menatap Na Young cemas.
“Apa terlihat seperti itu?”
Manager Jung mengangguk mantap. Na Young memegangi wajahnya.
“Apa yang Direktur katakan?”
“Bukan hal penting”
“Cepat beritahu Aku!” rengek Manager Jung.
“Sudah Kubilang bukan hal penting” Na Young melangkah cepat meninggalkan Manager Jung.
“Hei! Nanti malam Kau harus melakukan beberapa pemotretan!” teriak Manager Jung.

To: Kim Yura
From: Choi Minho
Temui Aku di tempat biasa.

Pesan singkat dari Minho, membuat Gadis dengan rambut panjang hitam pekat yang di biarkan tergerai dan dress biru gelap yang membalut tubuhnya, tertegun.

Di Caffe
“Ada apa?” Tanya Yura memecah keheningan.
Manik hitam Minho terus mengamati setiap inci wajah Gadis cantik di depannya.
“Jangan hanya menatapku!”
Sontak Minho tersadar.
“Kau baik-baik saja?” Tanya Minho.
“Tentu saja. Apa Aku terlihat tidak sehat?”
“Aaa .. tidak tidak”
“Bagaimana kabar Na Young?”
Seketika Minho tertegun.
“Na Young?” Ulang Minho tak percaya.
Yura mengangguk.
“Kenapa bertanya tentang Dia?”
Manik hitam Minho kini beralih pada dinding kaca di sampingnya yang menyuguhkan suasana jalanan kota.
“Kudengar Kalian pergi ke Love house” Ucap Yura lalu menyesap caffucino yang masih mengepul.
“Siapa yang memberitahumu?”
“Park Eunwoo”
“Apa??” Manik hitam Minho membulat sempurna.
“Kemarin malam Dia mengajakku makan malam dan Dia menceritakan kedekatan kalian selama Aku tidak ada di Seoul”
“Pasti menyenangkan” Ucap Minho pelan. Wajah cerianya seketika menghilang. Berganti dengan wajah sendu.
“Tentu saja! Dia sangat lucu dan romantis. Dia masih sama seperti dulu” Yura tersenyum antusias.
Seketika dada Minho terasa sesak dan tangannya mengepal kuat.

Tiba-tiba Minho berdiri dari kursinya, membuat Yura sedikit tersentak, kaget.
“Aku pergi dulu, karena akan ada rapat dengan para dokter di rumah sakitku” Minho melangkah lebar keluar Caffe.
“Aku tidak bermaksud menyakitimu! Tapi keadaan yang memaksaku menyakitimu!” pekik Yura dalam hati. Kaki jenjangnya I paksa melangkah lebar keluar Caffe dengan menutup mulutnya untuk menahan suara tangisnya.

‘Brakk’
Tanpa sengaja di depan pintu Ia menabrak seseorang.
“Maafkan Aku”
“Kim Yura?”
Yura mendongak mendapati Pria dengan kupluk hitam dan mengenakan jaket hitam di depannya.
“Kau baik-baik saja?”
Seketika Yura menghambur ke pelukan Pria di depannya.
“Eunwoo .. Izinkan Aku memelukmu sebentar saja” Bisik Yura parau. Eunwoo mendekap erat tubuh Yura yang telah mencuri hatinya sejak lama.
“Kapanpun Kau inginkan Aku, Aku akan datang dan memberi segala ketenangan untukmu” Batin Eunwoo.

To: Kim Yura
From: Cha Eunwoo
Minho kecelakan! Cepatlah ke rumah sakit, sekarang!

Yura sesaat tertegun membaca pesan Eunwoo. Ia tadinya ingin istirahat sebentar, tapi dengan langkah cepat Ia merogoh tasnya dan pergi ke rumah sakit.

Di Rumah Sakit Seoul
Yura terus memaksa kaki letihnya berlari menuju ICU. Seketika Ia membeku di depan pintu ICU. Butiran bening membanjiri matanya.
“Bagaimana ini bisa terjadi?” Ucap Seorang Gadis disamping tempat Minho terbaring lemah.
“Na Young?” gumam Yura. Ia mengurungkan niatnya untuk menemui Minho dan berlari keluar rumah sakit.

Di Taman Rumah sakit
“Apa yang cinta inginkan? Cinta telah membuatku merelakannya. Setidaknya izinkan Aku menggenggam tangannya saat ini … Kumohon” Ucapnya lirih. Ia memukul kuat dadanya.
“Ini terlalu sakit …”

Cerpen Karangan: Zakiah
Facebook: Zakiah jeck

Cerpen Love Has Gone merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Nerd (Part 2)

Oleh:
Matahari semakin turun, daun-daun kering jatuh dan entah terbang ke mana tertiup angin. Sekarang aku berada di lapangan basket di depan sekolah yang biasanya dipakai umum. Walaupun ini umum,

Stay

Oleh:
Yoona pov Entah sudah berapa lama aku menunggumu, mulai pagi sampai senja, waktu tak berarti untukku saat ini, yang terpenting adalah dirimu. Kapan kau akan kembali, aku merindukanmu, sangat

Spring Day

Oleh:
Musim Semi di Korea, 2006. “sekali lagi kami ucapkan selamat atas keberhasilan kalian! Untuk semua Siswa Angkatan 13 SMA Daegu Art High School, Chukkae (selamat)!!.” Pidato Mr. Lee telah

Sarang Haeyo

Oleh:
Suatu hari, di sebuah tempat yang sedang terjadi badai salju, ada seorang laki-laki yang sedang menunggu badai reda di sebuah halte. Ia berparas mungkin tampan karena banyak yang menyukai

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *