Love Sick

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Korea
Lolos moderasi pada: 3 January 2018

Di era sekarang ini banyak sekali teman-temanku yang menjadi fangirl beberapa artis K-Pop yang mulai dari Shinee, Exo, Bts, atau bahkan penyanyi solo seperti Kangta, Henry, Yoona. Dan itu terjadi juga denganku namun bedanya aku menjadi penggemar salah seorang dari senior di sekolahku. Daripada menyukai para selebriti itu yang pasti tidak akan menyukai balik tapi setidaknya orang yang aku kagumi sekarang suatu saat nanti akan membalasku juga.

Namaku adalah Lee Hana, aku perempuan di kelas 2-3 di sekolah Sinhwa Senior High School ini. Aku tinggal dengan Halmeoni dan Oppaku. Oppa pernah bilang aku adalah perempuan yang sangat pemalu dan suka mengalah pada hal apapun, sehingga banyak yang memanfaatkan kelemahanku dan bahkan menjelekkanku di belakangku sendiri. Tapi aku ada Halmeoni yang selalu memberiku semangat agar aku tidak mudah menyerah pada apapun yang aku inginkan.

Pagi ini aku datang lebih awal karena ada sesuatu yang harus aku lakukan sebagai seorang penggemar misterius. Tiba di depan loker sunbaenim yang aku kagumi dan perlahan aku membuka lokernya dan menaruh secarik surat di dalamnya dan dengan cepat aku tutup kembali karena aku mendengar beberapa langkah kaki di luar.

Lalu aku kembali ke lokerku dan mengambil beberapa buku pelajaran dan segera memasuki kelas untuk pelajaran pertama. Dalam hati aku terus berdoa semoga ia membaca surat dariku.

“Mau ke kantin bersamaku?” kedatangan Kim Yoona mengagetkanku saat melamunkan Si Sunbaenim.
“Jangan mengagetkanku kamu bisa kan?” Kataku dengan nada ketus.
“Ya itu salah kamu setiap hari melamun S Sunbaenim yang nggak akan mungkin melihatmu.” Cibir Yoona.
“Apa sih kamu ini.”
“Kau itu sama saja Hana dengan mereka yang mencintai dan tidak akan pernah terbalas, kau pun tau jika sunbaenim keturunan pengusaha kaya dan ia pun terkenaal karena sering menjadi model foto majalah atau iklan.” Papar Yoona sedangkan aku tak mengindahkan kata-katanya dan memilih pergi ke kantin.
“Dasar anak ini.” Kata Yoona pasrah dan mengikutiku di belakang menuju kantin sekolah.

Tiba di kantin.
“Hei Hana, Yoona, kemari duduk sini!” teriak Lee Youngsoo begitu kami tiba di pintu masuk kantin. Dan kami berdua pun menghampirinya karena tempat duduk di kantin sudah penuh dengan siswa lain.
Kami duduk saling berhadapan aku dengan Youngsoo dan Yoona dengan Andi si keturunan Indonesia.
Kudengarkan sebuah bisikan halus di telingaku berbicara mengapa tidak menyukai dan menerima Youngsoo saja, yang jelas-jelas menyukaiku dan pernah menembak saat kenaikan kelas 2. Aku hanya membisikkan padanya jika aku hanya menganggap Youngsoo sebagai sahabat sepertinya dan juga Andi.

Seusai sekolah seperti biasanya aku tidak langsung pulang namun akan menambah kegiatanku dengan berlatih bernyanyi di ruang musik dengan guru musik. Meskipun aku terlihat cupu dan tidak pandai bergaul namun kelebihan yang bisa aku banggakan selain kepintaranku, yaitu suaraku yang merdu. Aku saat ini sedang fokus berlatih karena akan mengikuti audisi menyanyi yang setiap sekolah di Seoul bisa mengeluarkan satu andalan mereka. Dan untuk Sinhwa Senior High School adalah aku yang mereka ajukan dan aku bersiap untuk itu demi anganku menjadi penyanyi terkenal terwujud.

Hari ini aku sedang malas memberikan surat yang seperti biasanya aku lakukan karena aku sangat mengantuk setelah kemarin berlatih cukup lama dari biasanya. Aku berjalan dengan malas sedangkan Yoona terus mengoceh di sampingku, ya hari ini aku berangkat sekolah dengannya.

Saat aku membuka loker Yoona berteriak dan itu membuat malasku hilang sekejap. “Kau kenapa Yoona?” tanyaku. “Apa kamu tidak tahu sungguhan atau berlagak tidak tahu?” balas Yoona matanya menyorot padaku. “Aku tidak tau apa yang sedang kau bicarakan Yoona.” Kataku. “Lihatlah itu di lokermu! Apa kau tidak melihatnya?” kata Yoona mengarahkan kepalaku ke arah lokerku yang terbuka.

Di dalam loker ada sebuket kecil baby breath dengan secarik surat tergeletak di dalam loker. Perbuatan siapa ini? Suara Yoonaa yang terus meneriakkan nama Youngsoo membuatku merasa bersalah kembali seperti waktu lalu. Youngsoo maafkan aku jika aku masih belum bisa mencintaimu.

Di waktu istirahat aku lebih memilih menjauhi Youngsoo karena aku malu jika masih belum bisa menyukainya.

Di rumah aku masih memikirkan bunga yang Youngsoo berikan karena surat darinya belum aku baca karena pikirku ini mungkin sama seperti sebelumnya. Tapi bagaimana Youngsoo mengetahui baby breath kesuakaanku, ah mungkin Oppa yang memberitahunya.

Aku memutuskan untuk keluar rumah setelah mendapatkan izin dari Halmeoni namun si Oppa mengikutiku keluar rumah karena ingin refreshing bersamaku katanya, dasar Oppa yang sok sibuk! Ejekku dalam hati.

“Kau ingin es krim Oppa? Kalau mau akan kubelikan.” Tanyaku saat kami berhenti di depan kedai es krim langganan kami. “Baiklah aku mau rasa strawberry satu.” “Apa? Strawberry? Yang benar saja kau ini, kau ini laki-laki.” Kataku pura-pura kaget yang sebenarnya mengejek. “Mengapa dengan strawberry, apa laki-laki tidak boleh memakan es krim strawberry?” kalimatnya barusan berpura-pura agak takut namun masih ingin menggodanya, “Kau pasti sedang jatuh cinta kan?” godaku lalu berlari menghindarinya yang tangannya sudah siap meraih tubuhku.

“Bapak es krim strawberry satu dan es krim rasa vanilla coklat satu di meja 13 ya?” kataku meninggalkan secarik kertas berisi pesanan kami lalu meninggalkannya dan menunggu pesanan diantar. “Kau hari ini murung lagi, apa gurumu terlalu memaksamu untuk menyanyi?” tanya Oppa. “Ah tidak, tidak apa-apa.” Jawabku singkat. Di pertengahan obrolan kami dua gelas es krim datang lalu si pelayan mengatakan jika es krim ini sudah dibayar oleh orang lain saat aku meminta tagihannya. Kami tertegun bersamaan, siapa dia?

Kami semakin penasaran karena orang yang membayar tagihan sudah pergi dari tempat ini. Lalu akhirnya kami menikmati es krim yang sudah kami pesan dan memesan makanan ringan lainnya.

Kini hampir setiap hari aku mendapatkan secarik kertas dan sering meletakkan bunga di sampingnya. Dan itu hingga hari kelulusan tiba, hari ini Halmeoni menemaniku untuk membawa kehormatan berupa piala dan hadiah lainnya karena selain mendapat juara kelas aku juga mendapat juara sekolah. Bukan hanya itu aku sekarang sudah menjadi penyanyi perempuan pendatang di tahun ini. Karena semenjak aku di tengah kelas 12 kemarin aku mengikuti audisi dan lolos lalu aku direkrut menjadi salah satu artis di SK Entertainment.

“Kau berlatih dengan keras Hana, minumlah ini!” Kata Mr Do menyodorkan sebotol air mineral padaku.
“Terima kasih Do Seongsaengnim.” Balasku menganggukkan kepala.
Tiba-tiba ponselku berdering nyaring dan membuatku tersentak kaget dan segera menjawab panggilan itu. “Yeoboseyo… umm sudah halmeoni… kenapa?…oh iya maafkan aku, aku akan segera makan siang… Ya” kataku menjawab perkataan Halmeoni yang menyuruhku agar segera makan siang.

Di luar gedung aku menabrak seseorang dan sepasang tangan menahanku agar tidak jatuh ke belakang. Aku tidak tahu siapa yang wajahnya sedang kutatap karena mataku kabur, namun aku sedikit mengenalinya walau sedikit ragu.

“Apa kita pernah bertemu?” tanyaku.
Orang yang kutatap kulihat dalam kabur ia seperti sedang salah tingkah.
“Apa anda bekerja di sini?” tanyaku hal lain.
Namun kulihat ia hanya mengangguk dan mencari terlihat mencari sesuatu di bawah. Lalu ia memberikanku kacamataku yang jatuh dan segera pergi meninggalkanku yang meneriakkan terima kasih banyak di belakang punggungnya.
“Sepertinya aku tahu bentuk punggung Pria itu.”
“Tunggu!” teriakku padanya. Lalu ia pun berbalik badan ke arahku.

Aku gugup karena yang ada di hadapanku adalah orang yang sepertinya aku mengenalnya dengan baik. “Maaf anda menegur saya?” tanyanya membuatku tersentak kaget. “I iya, terima kasih.” Balasku. “Apakah anda nyaman dengan kacamata itu?” tanyanya padaku yang tak berkedip. “Nona?” panggilnya membuyarkanku, “Tentu saja Tuan.” Tukasku dengan gagap, “Tapi kacamatamu rusak Nona, aku pikir kau menegurku karena ingin meminta ganti. Bagaimana kalau aku bertanggung jawab atas kacamata yang kurusak itu.” Katanya dengan merasa bersalah, “Tidak usah nanti aku bisa memerbaikinya sendiri, tenang saja.” Lalu aku melihat kacamataku dan ternyata kedua lensanya remuk tapi ia terus-terusan meminta untuk memerbaiki kacamata ini akhirnya dia mengajakku ke sebuah klinik kacamata yang cukup terkenal dan mengganti kacamataku yang rusak dengan yang baru.

“Seharusnya anda cukup mengganti lensanya saja tidak perlu repot-repot membelikan lengkap seperti ini.” Kataku masih gugup karena hatiku masih terus berdegup kencang setiap aku berbicara padanya. “Tidak apa-apa, maafkan aku tadi benar-benar tidak sengaja.” Katanya, “Itu sebenarnya salahku yang tidak hati-hati saat berjalan.” “Anda sudah makan siang?” tanyanya. “Sebenarnya aku keluar tadi juga ingin mencari sesuatu untuk dimakan.” Balasku. “Mari kita cari makan, aku juga lapar.” Ajaknya dan aku semakin salah tingkah. Akhirnya kami menghabiskan waktu hingga sore bersama.

Di rumah, aku meloncat-loncat kegirangan karena merasa tidak percaya ia bisa menghabiskan waktu bersama dengan sesorang yang baik seperti ini. Namun kebahagiaan itu berakhir saat orang yang kutemui kemarin harus pergi ke negara lain untuk beberapa tour konser solonya. Sebenarnya aku sedih namun bagaimana lagi aku harus terlihat ceria di depan kamera demi karirku yang baru saja dimulai lagipula sebelumnya juga lama tidak bertemu aku tidak apa-apa.

“Padahal baru kemarin sepertinya aku menghabiskan waktu hingga sore menjelang sekarang sudah 3 bulan belum juga kembali, dia kan artis agensi sini juga kan.” Gerutuku ternyata didengar oleh Youngsoo yang dari tadi berdiri dibelakangku namun aku tidak tau karena aku menundukkan kepala.

“Mengapa kau murung sekali, kasihan make-up artismu itu harus mendandanimu lebih sering.” Kata Youngsoo melemparkan senyum khasnya yang terlihat seperti mengejek. “Bukan urusanmu!” balasku. “Pasti Si Sunbaenim kan? Atau surat yang selalu kau terima dulu?” godanya, “Bagaimana kau bisa tau aku mendapatkan surat hampir setiap hari? Atau memang kamu yang melakukan itu semua? Aku sudah menduganya.” Kataku tak ada hentinya, “Ya Hana aku sebenarnya ingin jujur padamu. Meskipun kau mungkin tidak akan menyukai bahkan tidak mencintaiku tapi aku tidak akan menyerah…”

Kurasakan kalimat Youngsoo menggantung dan aku pasti tau akhirnya apa yang akan ia katakan.
“Hana, sebenarnya aku…”
“…”
“…”
(Semuanya menjadi hening, karena memang diruangan itu hanya ada aku dan Youngsoo)
“…”
“Katakan Youngsoo!” Pintaku.
“Sebenarnya aku…”

“…ingin memberikan surat terakhir yang ingin ia sampaikan padamu. Ini! Terimalah.” Tukas Youngsoo lalu beranjak dari ruangan ini.
Dan aku segera membuka surat yang sampai sekarang aku tidak tau siapa pengirimnya akhirnya akan ketahuan.

*Kau pasti tidak sabar membuka surat ini bukan? Aku tahu itu, karena keringatmu terlihat banyak. Dengar Hana, bukan Youngsoo yang selama ini mengirimi surat misterius padakmu mmeskipun aku tahu jika Young juga sangat menyukaimu. Kau pasti bertanya-tanya siapa aku? Berani sekali setiap hari mengganggumu. Iya kan?
Jika kau ingin tau siapa aku. Datanglah ke depan Sungai Han, aku akan menunggumu.*

Dengan cepat aku bertanya kepada managerku tentang jadwalku dan untungnya malam ini kosong, itulah saatnya aku tau kebenaranya. Siapa sosok misterius pengirim surat rahasia ini.

Tiba di Sungai Han aku mencari-cari orang itu dan setelah mataku menangkap sesosok pria dengan kepalanya di tutupi sebuket bunga ah itu bunga baby’s breath kesukaanku. Aku mendekatinya perlahan-lahan dan tiba-tiba tanganya yang satu lagi menarikku lebih dekat saat ia tahu aku didepannya sedikit lagi.

Lalu pria itu menepiskan bunganya dan memperlihatkan wajah yang selama SMA dulu aku selalu memikirkannya. “Oppa!” panggilku padanya tidak percaya. “Kau kaget melihatku?” “Oh mengapa kau kaget seharusnya tidak karena setiap hari kau juga mengirimku surat-surat yang berisikan suara hatimu. Benar kan?” Katanya lalu tertawa karena melihatku setegang ini.

“Sudahlah jangan tegang begitu. Aku disini ingin mengaku padamu, aku lah pengirim surat yang ada di lokermu dan itu bukanlah Youngsoo atau pria lainnya. Dan aku juga ingin mengatakan hal lain padamu Hana-ssi.”

“Aku mencintaimu, sangat sangat mencintaimu. Apakah kau juga mencintaiku? Aku hanya memastikan kembali. Jika sudah tidak mencintaiku lagi buanglah bunga yang aku genggam ini dan jika kau masih mencintaiku peluk aku dengan erat dan teriakkan namaku.” Katanya dan itu membuat otakku dan hatiku bercampur aduk, ‘itu memalukan’ pikirku.

Dan tanpa pikir panjang aku memeluk tubuhnya yang sangat tinggi dengan erat mungkin saat ini tanganku sedang menggantung pada lehernya dan mengatakan “Aku mencintaimu Choi Minho-ssi”. Dengan mata tertutup dan senyum yang lebar aku merasakan tangannya membalas memelukku dan berbisik, “Terima kasih telah mengirimiku surat setiap hari. “Dan mengapa menabrakku dulu?” tanyaku “Aku hanya memastikan perasaanmu saja.” Balasnya.

Lantas kami tertawa bersama bersamaan dengan atraksi Sungai Han dimulai.

Cerpen Karangan: V
Facebook: Eviey Silvya
Mohon kritik dan sarannya.
Saya tunggu di Facebook ya…

Cerpen Love Sick merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


My Secret Love

Oleh:
Hujan tak kunjung reda, sepasang mata sayu memandang putus asa. Ingin rasa berteriak lalu menerobos ribuan runtuhan hujan demi hasratnya yang terpendam dalam diam. Namun, rasa dingin telah mendahului

Vegetarian Boy

Oleh:
17 tahun yang lalu (1999), Di Kota Seoul, korea selatan, ada sebuah acara yang menampilkan model-model cantik dengan Busana yang sangat indah di tubuh mereka. Salah seorang Model di

That’s XX

Oleh:
Aku tak percaya bahwa aku akan menjadi tua setiap harinya. Ini seperti dejavu. Tapi semuanya hanya pergi. Semua terlihat nyata. Bagaimana aku mengelak? Bahkan aku terlihat baik. Namun keadaan

Just You (Part 2)

Oleh:
Seo pov Sesungguhnya aku sangat merindukannya, saat ku melihat ia bersama namja itu lagi, hati ku terasa sakit, ia tampak bahagia bersama namja itu, apa mugkin ia telah melupakan

Lubang Hitam Perubah Takdir

Oleh:
Seorang gadis cantik bernama Bulan adalah istri seorang artis tampan asal korea. Kisah cinta mereka begitu berliku sampai akhirnya berakhir dengan kematian Bulan yang tragis karena kesalahan kecil suaminya.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *