Menyesal Berkenalan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Korea
Lolos moderasi pada: 7 March 2014

Minho terus berjalan sambil memeluk tubuh di tengah-tengah dinginnya angin malam yang berhiuk tebal di sekitar Seoul. Tangan kanannya menjinjing sebuah bingkisan kecil.

Malam ini jalanan tidak terlalu ramai seperti biasanya. Pemuda 15 tahun ini pun terlihat berjalan seorang diri. Nampak tersirat sedikit kekesalan yang terpendam di wajahnya.
“Sial! kalau bukan karena adikku, mana mau aku keluar rumah dingin dingin begini? apa lagi pergi jauh ke toko burger!” Gerutu Minho pelan.

Rasanya ingin sekali ia cepat sampai di rumah. Namun apa daya, ia tidak tahu bahwa ternyata harga Burger sekarang naik, yang membuat ongkos Taksinya tersita. Jadi terpaksa harus pulang jalan kaki.

“Lama lama lelah juga!” Gumam pemuda bermata sipit itu, sembari mengendurkan langkahnya yang semula setengah berlari. Matanya mulai celingukan mencari cari tempat duduk, hingga akhirnya bola matanya berhenti pada sebuah bangku panjang pinggir jalan dekat sebuah pohon besar. “Ah… itu dia yang kucari!” Serunya antusias.

Tanpa menunggu terlalu lama, Minho langsung berlari menuju bangku tersebut. Dipandangnya bingkisan kecil itu dengan tatapan kosong yang kemudian berubah menjadi geram.
“Hei! ini semua karena kau! Jika saja JeoMin tidak menginginkan kau, pasti aku tidak akan menderita begini..! Kenapa kau naik harga?” Minho sudah seperti orang gila, malam malam teriak teriak memarahi Burger. Untung saja disana tidak ada orang. Jadi Minho tidak jadi tontonan masa. Ingin rasanya ia menendang Burger itu. Tapi itu tidak mungkin rasanya. Mengingat itu pesanan adiknya, dan yang paling penting harganya yang mahal.

“Jangan marah marah…” Ucap seseorang dengan lembut dari sampingnya.
Minho reflek menengok ke samping dengan sangat cepat.
Dahinya mengernyit kaget melihat ada seorang wanita di sampingnya, secara tiba tiba Wanita itu tersenyum geli melihat tingkah laku Minho.
“k k k kau bukan hantu kan?” Tanya Minho polos sembari sedikit menjauh dari wanita misterius itu.
“apa? hantu?” Dengus wanita itu tak terima.
Minho tak langsung menjawab. Ia menatap dalam dalam mata wanita itu, yang membuat yang ditatap heran melihatnya.
“Lantas, kenapa kau tiba tiba ada di sampingku?”
“memangnya kenapa? Kaunya saja yang tidak sadar. Soalnya… Dari tadi kau sibuk memarahi Burger. Harusnya aku yang bilang kamu orang gila. Bukan kau yang bilang aku hantu. Menyebalkan! Mana ada hantu secantik aku?” Ucap wanita itu sambil buang muka dengan pipi yang mengembung kesal.
Minho mulai merasa bersalah dan menyesal telah berprasangka buruk pada wanita itu.

Suasana hening sesaat.

“Ng… Bolehkah ku tahu siapa namamu?” Tanya Minho membuka pembicaraan.
Gembungan pipi wanita itu perlahan mengempis. Ditengoknya pemuda asing itu perlahan.
“Sepertinya, pemuda itu sungguh sungguh ingin mengenalku.” Batin wanita itu.
“Bagaimana?” Tanya Minho mendesak.
“Ng…” Gumam wanita itu ragu.
“Ayolah…” Paksa Minho nakal.
“Baik! Aku Hyun-Ah”
Tidak tahu mengapa, tiba tiba hati Minho berbunga mendengar wanita itu menyebutkan namanya. Nama yang indah. Sesuai dengan orangnya.
“Aku Minho!” Ucapnya semangat.
Kali ini Hyun-Ah kembali tersenyum dibuatnya.Tingkah laku Minho sangat lucu baginya.
“Kenapa kau ketawa?”
“Kau sangat aneh!”
“Aneh?”
“Iya”
“Aneh bagaimana?”
“Kau tidak sadar?”
“Tidak”
“sungguh?”
“Iya !”
Wanita itu menggelengkan kepala sambil tertawa kecil.
“Ng… rumahmu dimana?” Goda Minho.
“Dekat sekali dari sini!”
“Dimana?”
“Ng… memangnya kenapa?”
“Tidak! Hanya ingin tahu saja”

Tanpa disadari, pembicaraan mereka semakin akrab. Kini Minho merasa lebih hangat dari sebelumnya. Tak tahu mengapa, ada perasaan yang berbeda dalam hati Minho setelah lama berbincang bincang dengan Hyun-Ah wanita yang baru ia kenal ini. Minho merasa nyaman. Apa mungkin Minho telah jatuh cinta dengan wanita ini?

“Ng… Bolehkah aku mengenalmu lebih dekat?” Tanya Minho sambil menunduk malu.
“Kenal lebih dekat bagaimana?”
“Ng…Bagaimana ya?” Minho malah menggaruk garuk kepalanya yang tak gatal sama sekali.
“Maksudmu apa?” Hyun-Ah mengulang pertanyaannya.
“Ng…”
“Kenapa?”
“Akun jatuh cinta padamu” Ungkap Minho blak blakan.
Spontan mata Hyun-Ah terbelalak dibuatnya. Ada rasa kaget, dan juga ingin tertawa yang Hyun-Ah rasakan.
“Bagaimana?” Tanya Minho menggantung makna pertanyaannya.
“bagaimana apa?” Tanya Hyun-Ah benar benar bingung.
“Ng…”
“Eoma…!!!”
Reflek kaget Minho dan Hyun-Ah langsung menengok ke arah suara itu.
Dua orang anak kecil perempuan berlari ke arah Hyun-Ah.
“Hei…!!!” Seru Hyun-Ah sambil melambaikan tangan dan kemudian bangkit dari duduknya.
“Eomma.. ayo kita pulang?” Ajak salah satu anak kecil itu sambil menarik narik rok Hyun-Ah.
“Iya Eomma.. ayooo” Ajak anak kecil satu lagi.
“Iya…” Jawab Hyun-Ah lembut.
Sungguh kaget Minho melihat pemandangan itu. Apa yang sebenarnya terjadi? jangan jangan…? Oh,tidak!

GUBRAK!! cap seorng

Cerpen Karangan: Dedeh Kurnia
Facebook: facebook.com/dedeh kinalova

Nama: Dedeh Kurnia
Kota: Banjar patroman, Jawa Barat
Umur: 14 Tahun
Sekolah: SMPN 3 Cisaga, Bangunharja

Cerpen Menyesal Berkenalan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Please Don’t Forget Me (Part 2)

Oleh:
Lalu ibu dan ayah Yixing hadir di depan pintu.. “Xingie?” Lirih nyonya Zhang.. Lalu tuan Zhang mengelus lembut bahu nyonya Zhang.. Jianlin pun berdiri dan menemui kedua orangtua Yixing..

The Korean Girl (Part 1)

Oleh:
Andrea Loxia Karagiwa itu namaku. Aku anak kelahiran Seoul, 17 November 1998. Yap, aku gadis remaja berumur 16 tahun. Kamu tahu tempat Seoul? Tentu. Seoul adalah salah satu kota

Salju Pertama Bulan Desember

Oleh:
Cinta tak akan pernah saling melupakan, tetapi cinta bukan pula sebuah ingatan yang menjadi sebuah kenangan, itulah yang kini ada dalam pikiran Park Rin Rin, bukan karena ia ingin

Me and Cho Kyuhyun in Nami Island

Oleh:
Annyeong Haseo Chingudeul. Bagi kalian pecinta K-Pop atau suka nonton drama dan film korea, pasti kalian mengidolakan atau ngefans sama mereka. Yah, begitu juga dengan gue. Sebenarnya gue ngefans

Reset

Oleh:
“Wah Cindy, kau mendapat peringkat kedua lagi.” kagum Kang Se Young yang berdiri di samping seorang gadis berwajah angkuh dengan senyum hambar menghiasi wajahnya. Satu minggu yang lalu murid

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *