My Young Sister

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Korea
Lolos moderasi pada: 23 December 2016

Aku berjalan menyusuri jalan dengan menenteng tasku yang cukup berat karena tugasku sangat banyak hari ini, musim semi hampir berakhir bunga-bunga sakura mulai berguguran. Saat aku sampai pada ujung jalan aku melihat seorang wanita duduk di bawah pohon sakura sambil menekuk lututnya, aku mencermati wanita itu sepertinya dia sedang menangis, aku bisa mendengar isakannya yang cukup keras, sebuah memori terulang kembali

“hiks.. hikss… oppaa…” raung gadis itu terisak
“na young…” panggil jin young
Jin young menghampiri na young yang sedang ketakutan
“na young kau kemana saja, aku mencarimu kemana-mana” ucap Jin young gusar dan memeluknya
“oppa aku takut…”
“jangan takut, aku ada di sini, tenanglah” ucap jin young menenangkan adiknya

Na Young kau dimana sekarang..?
Na young adalah adik perempuanku yang sangat aku sayangi, tapi kami telah berpisah sangat lama, mungkin sudah 10 tahun kami berpisah, kami berpisah kerana orangtua kami tidak lagi bersama, na young ikut dengan appa dan aku ikut dengan eomma, aku sangat merindukannya sekarang, dia pasti sudah dewasa dan cantik.

Aku melangkahkan kakiku ke arah gadis itu,
“hei… kau baik-baik saja..?” tanyaku dengan hati-hati
Wanita itu mendongakkan kepalanya menghadapku, wanita yang cantik dan imut, dia memandangku dengan ketakutan dan dia pun lari menjauh dariku
“heiii… tunggu…!!!” teriakku
Dia tidak menghiraukanku dan terus berlari, “dasar wanita aneh” gerutuku
Memangnya wajahku seseram itu sampai dia ketakutan dan lari dariku, padahal aku adalah pria tertampan di korea.

Aku menjalani hari-hariku seperti biasa, tapi entah kenap aku tidak bisa lepas dari bayangan wanita itu, aku merasa seperti pernah melihatnya tapi aku tidak tahu dimana, ahh.. sudahlah untuk apa aku memikirkan dia, namun lagi-lagi aku menemukan wanita itu di tempat yang sama dan keadaan yang sama, ingin rasanya aku menghampiri wanita itu dan memarahinya karena mengejekku kemarin, sebenarnya bukan mengejek tapi aku tetap tidak terima diperlakukan seperti itu. Aaarrggghhh… sudahlah biarkan saja, aku tidak mau berurusan dengan orang aneh seperti dia.

Aku berjalan melewati gadis itu namun entah kenapa tiba-tiba langkahku terhenti, aku menoleh gadis itu. Aku menghela nafas panjang dan kuhampiri gadis itu.
“jika kau hanya disini dan menangis tidak jelas kau akan dianggap orang gila” sahutku dengan keras, lebih tepatnya membentak, tapi aku tidak kuasa menahan amarahku saat melihat gadis ini
Dia mengadakan kepalanya dan memandangku, aku rasa dia tidak akan lari lagi kali ini karena aku melihatnya bukan dengan tatapan seperti kemarin. Dia lekas berdiri dan memandangku dengan tajam
“memang apa urusanmu, memangnya ini tempatmu, apa ini jalanmu sehingga kau punya hak memerintahku dan mengusirku..?” ucapnya dengan keras
Aku sampai melangkahkan kakiku ke belakang mengambil jarak darinya, siapa tahu wanita siluman ini akan menerkamku.
“heii… tidak bisa kah kau bicara dengan sopan..?” sentakku tidak mau kalah
“yang tidak sopan itu kau, apa hubungannya kau denganku dan kau datang-datang memarahiku”
Aku menjadi salah tingkah, setengah malu dan canggung, benar apa yang dia katakan aku mendatanginya dan marah-marah tidak jelas, yang ada aku yang bisa disebut orang gila. Wanita itu pun beranjak pergi dariku, aku melangkahkan kakiku dengan cepat dan kugenggam tangannya yang dingin menghentikan kepergiannya.
“apa yang mau kau lakukan..? lepaskan tanganku” ucapnya berontak dan memukuliku dengan tangannya, meskipun tangannya tidak seberapa besar tapi pukulannya cukup membuat aku kesakitan.
“argghh… hei tunggu hentikan”
“lepaskan tanganku”
“hei.. hentikan…!!” sentakku
Dan dia pun berhenti memukuliku, dia berdiri terpaku menatapku, entah sudah berapa lama aku dan dia saling menatap, aku segera tersadar dan melepaskannya, wajahnya terlihat pucat.
“maafkan aku” ucapku dengan gugup
“aku.. aku minta maaf,” ucapku lagi
“sebenarnya apa keinginanmu..? kau…” ucapnya mengambang “kau yang kemarin menghampiriku juga bukan..?” tanyanya menginterogasi
“eemmm… iya sekali lagi aku minta maaf, aku hanya…”
“kasihan kepadaku dan ingin membantuku” tukasnya memotong ucapanku
“namamu siapa…?” tanyaku dengan gugup
“kau ingin membantuku atau hanya ingin berkenalan denganku”
“aigoooo… dengar, kau adalah wanita yang paling menyebalkan yang pernah aku temui, aku hanya ingin membantumu..”
“aku tidak pernah meminta bantuanmu” tukasnya lagi memotong ucapanku
Aku menghela nafasku dalam-dalam, mencoba mengatur emosiku yang sedang berkobar saat ini.
“sudah cukup.. percuma berbicara denganmu” ucapku beranjak pergi
Namun beberapa langkah beranjak darinya aku menjadi tidak yakin dengan keputusanku, aku pun menoleh ke belakang, aku melihatnya hanya berdiri dengan merundukkan kepalanya, ‘dia sangat mirip dengan nayoung saat seperti itu’ ucapku dalam hati
“dasar gadis aneh..” gerutuku dengan kesal

Aku segera pergi dari tempat itu karena hari ini aku sudah merasa sangat lelah, aku tinggal di ceondamdong bersama eomma, yaaa.. begitulah siapa lagi yang aku punya…? hanya eomma, sulit untuk bisa mencari na young dan bertemu dengannya. Sesampai di rumah aku melihat sebuah mobil terparkir di depan rumahku, aku segera masuk ke dalam rumah karena aku khawatir dengan keadaan eomma saat ini, dan setelah aku masuk kudapati seorang pria seumuran eomma sedang duduk bersama eomma. Selangkah demi selangkah aku mendekati mereka yang sedang asik bersenda gurau, ‘siapa dia?’ tanyaku dalam hati.
Eomma melihatku dan dia tersenyum kepadaku, aku menatap penuh dengan tanya.
“jin young kau sudah pulang..” sapa eomma mengahampiriku
Dan pria yang bersama ibuku tadi berbalik memandangku, dan terkejutnya aku dengan apa yang aku lihat ini, pria yang bersama eomma tadi adalah
“APPA…” kataku dengan terkejut
Aku masih belum sadar dengan keterkejutanku sementara appa dan eomma menjelaskan semuanya, dari mulai kesalah pahaman yang dulu pernah appa lakukan dan berita tentang appa ingin kembali bersama eomma, aku senang mendengarnya, namun aku tidak melihat keberadaan nayoung hari ini, apa nayoung tidak ikut? Apa nayoung tidak merindukanku? Apa dia tidak ingin melihatku? Pertanyaan-pertanyaan yang aneh-aneh memenuhi isi otakku.

“kenapa baru sekarang appa ingin kembali pada eomma..?” tanyaku yang sedikit kecewa
“maafkan appa yang terlambat mengetahui semuanya” kata appa dengan penuh penyesalan
“lalu bagaimana keadaan nayoung..?”
“dia baik, dia sekarang sudah tumbuh dewasa” jawab appa
“lalu dimana nayoung…? kenapa dia tidak bersama appa sekarang..?” tanyaku mendesak appa
“dia tidak mau ikut, dia bilang dia takut kau marahi,”
“dia takut aku marahi..?” tanyaku dengan spontan “kapan aku pernah memarahinya, aaiissshhh…anak itu,” gerutuku

Aku melihat sebuah foto tergeletak di atas meja, aku mengambilnya dan mengamati foto tersebut, terdapat seorang gadis memakai gaun putih dan aku sangat terkejut dengan apa yang aku lihat saat ini, aku memebelalakkan mataku dan masih belum percaya dengan apa yang aku lihat saat ini, gadis ini… ini gadis yang aku temui barusan, kenapa fotonya ada di sini..? apa hubungannya dengan appa dan eomma..?
“ini foto siapa..?” tanyaku dengan bingung
appa dan eomma menertawakanku dengan puas, memang ada yang salah dengan diriku..?
“apa kau benar-benar tidak mengenalinya jinyoung-ah..?” tanya eomma yang sedang menahan tawanya
“mwo… memang ini siapa..?” tanyaku yang bertambah bingung
“itu adikmu jinyoung-ah, itu nayoung, kim nayoung” sahut appa
Seketika seperti sebuah gunung meletus melelehkan semua yang ada di sekitarnya tanpa terkecuali,
“i..i..ini na..na..nayoung..?” tanyaku dengan terbata-bata
Aku tidak lagi bisa bernafas sekarang, rasanya jantungku berhenti seketika dan paru-paru ku rasanya meledak, ‘bagaimana aku bisa tidak tahu kalau gadis yang beberapa hari ini aku temui adalah adikku nayoung, bodohnya aku’ kataku kesal dalam hati
“aku harus pergi” kataku langsung melesat pergi
“jinyoung kau mau kemana..?” teriak eomma padaku namun aku menghiraukannya dan berlari sekencang mungkin menuju tempat tadi

Sesampai disana aku berkeliling mencari keberadaan nayoung, namun aku tetap tidak menemukannya
“ah… sial..” umpatku dengan kesal
Aku bersandar di bawah pohon dimana dia tempati gadis itu yang tidak lain adalah adikku, aku menundukkan kepalaku dan tidak sadar air mata ku sudah menetes dengan deras,
“nayoung-ah mianhae.. aku bukan kakak yang baik untukmu, maafkan aku sudah memarahimu tadi”
“jika kau hanya disini dan mengis tidak jelas kau akan dianggap orang gila” sahut seseorang
Aku segera menegakkan kepalaku dan melihat siapa yang mengatakan hal itu, dan kudapati seorang gadis berambut panjang wajah yang cantik dan imut yang tak aku sangka ternyata dia adalah adikku. Aku tidak bisa berbuat apa-apa sekarang, entah kenapa tubuhku terasa kaku tidak bisa digerakkan, ingin sekali aku memeluknya saat ini

“sedang apa kau di tempatku, ini tempatku.. menyingkirlah..!!!” perintahnya kepadaku
“na..na..nayoung” ucapku terbata, dia menatapku dengan terkejut mungkin dia bingung bagaimana aku bisa mengetahui namanya.
“dari mana kau tahu namaku..?” tanyanya dengan bingung
“apa kau benar-benar tidak mengenaliku nayoung-ah..?” tanyaku yang sedikit kecewa ‘ternyata dia tidak mengingatku’ kataku dalam hati
“memang kau siapa..? dan kenapa aku harus mengenalimu..?” kata nayoung,
“kau tidak ingat kalau aku adalah kakakmu..?”
“aku tidak punya kakak, kau bukanlah kakakku kau hanya seorang pecundang” tukasnya
Sebuah perkataan yang tidak bisa aku bayangkan selama ini, rasanya seperti sebuah tombak menusuk jantungku, lebih baik tombak itu benar-benar menusukku dari pada aku harus mendengar semua ini, kenapa dia mengatakan hal itu, ada apa dengannya, apa dia benar-benar nayoung adikku, tidak.. ayah pasti salah kalau dia adalah adikku dia pasti bukan nayoung, nayoung tidak akan mengatakan hal itu padaku.
“aku tidak punya kakak, dia sudah membuangku dan mengusirku” tambahnya
Kulihat matanya yang berkaca-kaca dengan tatapan sinis menatapku begitu tajam, aku melihat sebuah amarah dan kebencian yang mendalam di dalam dirinya. Dia berpaling dan beranjak pergi lagi
“kenapa..?” tanyaku menghentikan langkahnya
“dulu aku memang mempunyai seorang kakak, tapi… tidak kah kau ingat kalau kau pernah bilang kau membenciku, lalu setelah itu kau menyeretku keluar mengusirku dan meninggalkan aku disana sendirian, dan sekarang kau menanyakan aku kenapa aku tidak mengingatmu, aku mengingatmu tapi hanya sebagai pecundang”
Nayoung berbalik dengan air mata yang mengalir dengan deras,
“apa kau tidak mengingat hal itu..?” tambahnya terisak
Nayoung beranjak pergi segera kudapatkan dia dan memeluknya dengan erat dan tidak akan melepasnya lagi.
“aku tahu kalau apa yang telah aku lakukan tidak akan bisa dimaafkan sampai kapanpun, tapi kumohon jangan pergi, jangan pergi lagi, kau boleh melakukan apa saja, kau bahkan boleh membunuhku saat ini, tapi kumohon jangan pergi lagi, aku akan menebus semua kesalahanku” kataku penuh dengan penyesalan
“sebenarnya aku sudah mengenalimu kalau kau adalah kakakku, tapi aku hanya diam aku ingin melihat apa kau masih mengingat adikmu yang telah kau usir karena kau enggan untuk tinggal bersamanya, tapi ternyata kau tidak mengingatku,” tutur nayoung
“menurutmu siapa yang paling jahat di antara kita..?” tanya nayoung dengan sinis
“nayoung ah.. mianhae.. mianhae,”
“kau jahat oppa, aku membencimu, aku sangat membencimu, bogoshippoyeo oppa.. saranghae?” ucap nayoung lirih
Bibirku tertarik membentuk sebuah senyuman, betapa bahagianya aku mendengarnya mengatakan hal itu, aku tetap, memelukknya dengan erat dan tidak akan pernah kulepaskan.
“I love you my young sister”

The end

Cerpen Karangan: Lia Rafika
Facebook: lia rafika

Cerpen My Young Sister merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Flower Boy Next Door

Oleh:
“kring…. kring..” suara berisik jam beker monokurubo membangunkan tata diri mimpi indahnya “hah” suara tata kaget dan segera mematikan jam beker berisiknya. ‘whoam….” tata segera turun dari ranjang dan

Paradise of Love (Part 2)

Oleh:
Pagi hari di rumah dalam kelas, Soo Hye membawa bekal untuk dimakan bersama amber. “ambeerr.” Panggil Soo Hye. “nggak.” Jawab amber santai. “Kita sama–sama.” Tanya Soo Hye. “enggak.” Jawab

Oppa

Oleh:
Jiyeon POV Wae? Kenapa harus terjadi? Aku sangat benci dengan semua ini. Aku ingin cepat menghilang dari semua ini, sudah cukup beban yang kutanggung selama ini. Kuputuskan mengambil kursi

Hit Me (Part 1)

Oleh:
“Ja.. Jadi ini yang kau lakukan di belakangku Kim Jonghyun?” Luna tak dapat menahan air matanya ketika melihat foto orang yang ia cintai, ah.. Tepatnya Kim Jonghyun, member SHINee

Only You

Oleh:
Sebagai perempuan aku sangat senang memiliki kekasih yang tampan luar biasa, kebersamaan ini tak pernah aku rasakan bosan meski kita sering bertemu karena kita bertetangga sedari kecil, membuat orang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *