Oppa dan Gadis Muslim

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fiksi Penggemar (Fanfiction), Cerpen Korea
Lolos moderasi pada: 1 June 2021

Tiwi sangat mencintai Korea. Tiwi bernyanyi dan mengocover lagu di YouTubenya bernama Tiwi Official. Memiliki sejuta subscriber tak membuatnya sombong Tiwi selalu membalas kolom komentar bahkan dari luar Malaysia, Jepang, Korea, negara luar lainnya. Dia juga seorang muslimah berjilbab. Suatu hari undangan ke Korea, tampil di salah satu acara.

Tiwi menyempatkan diri pergi ke Hongdae bernyanyi di sana. Lagu yang dinyanyikan berjudul Promise dan Dont Go. Sebenarnya lagu lain bisa juga Tiwi nyanyikan. Hanya saja dia Exo-L sejati.

Kheira sahabatnya menelepon di Indonesia setelah selesai bersenandung. “Bagaimana harimu di Korea?”
“Baik,”
“Kudengar ada Festival nyanyi Korea di Arirang apa kau tidak ingin ikut?”
“Dari mana kamu tau bukannya kamu gak suka Korea?” tanya Tiwi membalas.
“Ya dari Nadiva lah adikku dia fans Bts kasih tau ada begituan, ikut aja.” paksa Kheira berkata dengan nada memaksa.

Akhirnya Tiwi pun mengkuti audisi tangannya mengunjungi layar gadget mendaftar secara online mengisi formulir tak disangka videonya bernyanyi singkat disukai para juri. Dan dipanggil tahap audisi kedua.

Persyaratan dilakukan Tiwi begitu bersemangat sampai mempersiapkan diri latihan. Dirinya terinspirasi ingin seperti Tiffani Afifa kalian tahu seorang muslim juga bisa berkarya lewat apa yang mereka sukai. Tanpa merusak citra diri sebagai wanita berbusana sopan.

Sudah sejam Tiwi berdiri. Belum ada tanda jika namanya dipanggil ruangan audisi. Tiba-tiba panitia memangil Tiwi masuk ke dalam dan bertemu produser ternama Shinsadong Tiger J.K dan juga Ravi VIXX dan Tablo mereka hebat semua.

“Wah aku tak menyangka bisa bertemu Oppa…” Batin Tiwi merasa gemas.

Lagu yang Tiwi bawakan universe suaranya mendadak hilang. Ia seperti gugup meminym air Tiwi bernyanyi lagi. Nada tinggi terdengar merdu membuat juri berdecak kagum.

Penampilan Tiwi mendapatkan tepuk tangan. Setelah itu membungkukkan badan. “Kau bernyanyi sangat dari hati untuk siapa lagu itu?”
“Untuk Baekhyun biasku, dan juga cinta pertamaku Chen.” Airmata jatuh saat bernyanyi dalam bahasa Korea. Tiwi memperbaiki letak jilbab berantakan.
“Kau pasti fangirl Exo,” ujar Ravi VIXX.
“Tapi aku juga suka lagumu Voodo Doll,” Berusaha Tiwi hibur hati dari Ravi supaya tidak cemberut. Karana jujur mengatakan bahwa ia fangirl Exo.

Salju turun di Korea, untunglah memakai jaket tebal berwarna coklat. Di tengah berjalan ditabrak seseorang memegang kopi latte baju Tiwi basah. Menatap mukanya.

“Chen, ini kau?” Menunjuk muka dari jarak dekat. Tiwi lalu menunjukkan kepala ingat bahwa dirinya seorang muslim bukan mahram.
“Kau tau,” jawab Chen dalam bahasa Inggris.
Memberikan tissue ke Chen. Setelah itu kami berpisah. Tiwi tahu jika Chen sudah menikah, tidak mau menimbulkan kesalahpahaman. Cukup fangirl di dalam hati sudah cukup.

Malam menjelang di hotel Tiwi menyeruput teh hangat. Di sebelahnya ada suara berisik mendongak keluar akibat berisik. Astaga itu mirip suara Baekhyun. Sebuah pintu terbuka dan kepala Tiwi terjedot.

“Ih nyebelin!” Omel Tiwi dalam bahasa Indonesia.
“Kau si… siapa kau pencuri, penguntit?” Tiwi diam menatap ketampanan Baekhyun. Percuma tampan tapi sangat menyebalkan, sombong.

Baekhyun mengambil sapu berusaha memukul Tiwi mengindar berlari. Sampai member Exo lain menyalamatkan Tiwi ia Suho bagaikan malaikat. Tiwi begitu berterimakasih hampir saja jilbabnya terlepas. “Ck tuh orang menyebalkan, aku kira dia seperti dewa di mataku cowok gak keren!” Menurunkan tangan ke bawah.

Penampilan perdana Tiwi di atas panggung dimulai. Suara Tiwi menggema semua penonton menyalahkan lampu pada layar ponselnya. Mempersembahkan sepenuh hati bernyanyi lagu Song For You. Mata dari Tiwi susah untuk berpaling dari para member Exo lewat di balik tenda.

Seandainya kejadian itu tak terjadi. Maka cinta Tiwi pada Exo kian tidak berkurang. Tapi Tiwi hanya fangirl jangan berharap lebih. Selesai tampil meninggalkan panggung di belakang gadis itu meneguk air mineral Suho datang mengangetkannya.

“Oppa waeyo?” (“Kakak kenapa?)
“Tidak, aku hanya kagum pada penampilanmu kapan-kapan kita makan bersama.”

Baekhyun menatap dari jauh mulai melancarkan aksi memasukan video ke dalam sosial media. Sehingga trending dan viral. Semua orang sudah mengenali gadis Indonesia muslimah bernama Tiwi. Nadiva yang tengah berada di kantin sekolah terkejut membaca berita artikel di google.

Mulai menelepon sang saudara di kampus. Ternyata mengetahui kabar tersebut. Tahu kalau Tiwi menjaga diri untuk tidak berpacaran. Artikel terkesan mengatakan jika Suho mengajak kekasihnya dinner.

Berdiri di stage pengunguman pemenang ditentukan. Ramai ribuan peserta dari berbagai negara berharap cemas. Hingga penentuan satu persatu menggema. Lalu nama Tiwi disebut sebagai kandidat juara kedua. Airmata perlahan mengalir. Di serahkan piagam dan juga hadiah uang berjumlah 25 juta won.

“TIWI ANANDA KAMU MENDAPAT JUARA KE 2, SELAMAT.”

Di sebuah restoran di hotel. “Aku tidak bisa makan malam, mianhae.” (Maafkan aku)
“Apa kau menolakku karena video itu?” jawab Suho.
“Aku… aku .. muslim dan aku ingin menjaga diri supaya tidak menjadi fitnah.” jujur Tiwi menatap bola mata lalu cepat memalingkan wajah.
“Baiklah.” Suho memaklumi dengan sabar.
“Hm… sudahlah aku akan memberimu hadiah sebelum kau pulang ke tanah air.” Lelaki itu menyerahkan sebuah cd album solonya. Tersenyum menerima

Memang Tiwi hanya mendapatkan juara dua tapi bersyukur bisa menginjakkan kaki ke negeri Ginseng. Dan menemukan Suho sebagai orang spesial selalu membantunya pernah suatu ketika Suho membawakan belanjaan sehabis dari minimarket. Kemudian di lain waktu Suho membawakan ramyeon buatannya. Pulang dari Jakarta langsung bertemu sang sahabat sudah lama dirindukan. “Gimana kamu sama Suho?”
“Astaghfirullah kamu pikir aku ada apa-apa sama dia nggak kita cuma berteman.”

Sebuah pesan masuk dari Suho, dalam kalimat bahasa Inggris. Tiwi membaca penuh semangat.

Dear Suho

Aku tidak tahu banyak tentang muslim mungkin kau tidak bisa bersama dengan yang bukan seiman. Tapi aku mau jujur kalau pertama kali melihat senyumanmu di hotel aku jatuh hati. Aku berpikir kenapa kau memakai penutup kepala apa tidak panas? Sejenak aku ingat saat konser di Turki, Arab timur tengah selalu memakai itu.

Dan sekarang aku berharap kau menemukan jodoh yang seiman denganmu makasih sudah jadi EXO L aku melihat video audisimu dikirimkan oleh Ravi VIXX dan aku beruntung pernah mengenalmu salamku pada beberapa Exo L Indonesia. Fighting..

Menangis membaca memang jauh dari kata indah, romantis tapi Tiwi merasa melayang pada bayangan pertemuan pertama.

Selesai

Cerpen Karangan: Hardianti Kahar
Blog / Facebook: TitinKaharz
IG: titinghai25
Twitter: H Kaharz
Nama panjang: Hardianti Kahar
Nama pendek: Titin
Umur: 25 Tahun
Agama: Islam
Idola: D’Masiv Super-Junior Siwonest
Akun wp: @titinstory (@titinghey) akun wp lama tidak bisa terbuka dan login jadi kalau mau berkunjung yang satunya aja
Hobi: Menulis, membaca novel remaja, makan, nonton drakor dan Love Story’ The Series, desain baju, nyanyi lagu Korea,
Film Favorit: Love Story’ The Series, The Penthouse, Yongpal, Itaewon Class, Samudra Cinta, The K2, Crash Landing On You, My Only One, Dignitate, Dear Nathan
Cita-cita: Penulis Novel

Cerpen Oppa dan Gadis Muslim merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pendant of Memories

Oleh:
“Kalau jadinya akan seperti ini.. daun gugur pun takkan kubiarkan menyentuh tanah..” — Langit tampak mendung. Salju un tidak turun sama sekali. Dan lelaki ini. Lelaki yang sedari tadi

Kita Berbeda

Oleh:
Kang SeRin, Yeoja cantik dan kaya ini selalu menjadi sorotan teman temannya. Namun hanya satu yang ada di hidupnya, Park EunJi, seorang yeoja yang jauh berbeda dari Serin, Eunji

Appa

Oleh:
Siapa yang tahu akan semua nasib seseorang. Mungkin lusa.. esok.. atau nanti. Akan tiada? — “Seokmin, kemarilah Nak!” Seorang ahjussi yang diketahui bernama Tuan Cho sedang menunggu putra semata

Urineun Mwoya (Part 2)

Oleh:
“Oppa, mengapa kau biarkan dia pulang sendiri eoh? Apa kau tak khawatir pada sahabatmu? Hari sudah malam oppa dan itu tidak baik untuk yeoja cantik sepertinya. Bagaimana kalau ada

Eye

Oleh:
New York, Desember, 15, 2013 Porsche putih itu melaju kencang. Pengemudinya membanting setir ke kiri menghindari truk tronton di depannya, mengakibatkan mobil menabrak pagar jalan. Benturan terdengar memekakkan telinga.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *