Paradise of Love (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Korea
Lolos moderasi pada: 20 September 2015

Pagi hari di rumah dalam kelas, Soo Hye membawa bekal untuk dimakan bersama amber.
“ambeerr.” Panggil Soo Hye.
“nggak.” Jawab amber santai.
“Kita sama–sama.” Tanya Soo Hye.
“enggak.” Jawab amber sedikit meninggikan suaranya sambil duduk menopang dahi di mejanya.
“makan bekal ini yuk!” Ajak Soo Hye tidak menyerah.
“Aku kan sudah bilang nggak. Nggak. Nggak.” Teriak amber sambil berdiri dari bangkunya.

“dengar sampai selesai dulu kenapa sih?” Kata Soo Hye dengan wajah polos.
“Kamu sendiri juga dengerin omongan orang dong!” Jawab amber kesal.
“terus. Aku harus makan sama siapa?” Tanya Soo Hye dengan wajah tanpa dosa.
“terserah kamu, pokoknya ku tidak mau bersama, aku paling malas melihat wajahmu yang sok polos seperti itu.” Kata amber sambil meninggalkan Soo Hye sendirian. Lalu Soo Hye melihat Myung Soo.
“Myung Soo. Mau tidak makan denganku?” Tanya Soo Hye sambil menyodorkan kotak bekalnya pada Myung Soo.
“tidak. Aku tidak bisa, ada hal yang mau aku kerjakan, maaf ya.” Jawab Myung Soo sambil mengelus kepala Soo Hye lalu pergi meninggalkan Soo Hye.

Tiba–tiba ada yang memeluk Soo Hye dari belakang.
“bagaimana kalau denganku?”
Soo Hye kaget setengah mati dan langsung mendorong orang yang memeluknya.
“kyaaa!! apa–apaan sih!” Teriak Soo Hye sambil mendorong lelaki itu.
“ahaha. Kamu ini kasar sekali.” Kata Woo Hyun.
Ternyata orang yang memeluknya dari belakang adalah Woo Hyun.
“bagaimana. Ayo kita makan?” Tanya Woo Hyun santai.
“Tidak!” Kata Soo Hye tegas sambil membanting pintu kelas.

Soo Hye lalu berjalan sendiri sampai ia menemukan taman yang sangat indah, ia berjalan untuk menemukan tempat yang nyaman, tiba–tiba dia melihat seorang lelaki tertidur dan menutupi wajahnya di sana. Dia mendekati lelaki itu dan melihat di tangan kanannya juga memiliki sebuah tahi lalat, Soo Hye sangat terkejut, saat terkejut tiba–tiba lelaki itu memeluk Soo Hye, seakan Soo Hye dianggapnya sebagai guling.

“ah. Lepaskan. Lepaskan. Dasar mesuumm. Lepasskaaann!!” Kata Soo Hye sambil berusaha melepaskan diri dari lelaki itu.
“Kamu ini sedang apa hyung, lepaskan saja dia.” Kata hoya melihat dari balik pohon.
Ternyata di sana lelaki itu adalah sung gyu dan dia tidak sendiri, di sana ada dong woo, hoya dan sung jong.
“ahahaha. Hyung. Lepaskanlah hyung, kamu masih saja berpura–pura tidur.” Kata donh woo sambil tertawa melihat kelakuan sung gyu.

Perlahan sung gyu membuka mata, dan melepas pelukannya.
“ahh. Dasar bocah tengik, kalian tidak bisa melihatku senang sedikit.” kata sung gyu.
Soo Hye terduduk lesu sambil mengingat sesuatu.
“ah. jadi dia anggota eight stars juga. Aigo. Tadi dia juga memiliki tahi lalat di tangan kanannya. Aduuhh gawatt. Berarti sekarang tambah menjadi tiga orang.” Kata Soo Hye sambil terduduk lemas.

Tiba–tiba sung jong duduk di depan Soo Hye dengan wajah polosnya.
“hmm. Noona mahasiswi baru di sini ya. Wah manis sekali!” tanya sung jong sambil tersenyum polos pada Soo Hye.
Soo Hye tertegun melihat sung jong dan dengan reflex menyentuh kepala sung jong.
“wahh. Jadi kamu anggota yang terakhir ya.. hmm manisnya.” Kata Soo Hye sambil menggosok–gosok kepala sung jong.
“hei. Noona. Apa–apaan kamu. Kepalaku sangat mahal tahu!” kata sung jong sambil berdiri.
“ahh ya sudah kita makan bekal yukk. Ini aku bawa bekal lumayan banyak!” kata Soo Hye sambil berdiri mengambil bekal yang ada di sebelahnya dan menawarkannya.
“tidak. Aku tidak tertarik makan makanan murahan seperti itu, buang–buang waktu saja.” Kata hoya sambil pergi meninggalkan Soo Hye.

“ahh. Aku juga. Maaf ya Soo Hye.” Tolak dong woo juga dan mengikuti hoya.
“aku juga tidak biasa makan makanan seperti itu maaf ya noona.” Tolak sung jong sambil tersenyum dan pergi meninggalkan Soo Hye dan sung gyu.
“huuftt. Lagi–lagi aku ditolak, padahal mereka belum mencobanya.” Kata Soo Hye lesu sambil tertunduk lemas.

“jadi. Bagaimana keadaan keluargamu. Aku dengar keluargamu dalam keadaan genting, dan aku juga tahu bagaimana usaha Ayahmu untuk memperbaikinya?” Kata sung gyu sambil duduk bersandar di sebuah pohon di taman.
“ahh. Bagaimana kamu bisa tahu sedetail itu?” Tanya Soo Hye penasaran.
“hmm. Kamu ini bagaimana. Dulu orangtua kita adalah sahabat. Bagaimana bisa kamu tidak tahu?” Tanya Soo Hye.
“ahh aku tahu. Tapi aku tidah habis pikir bagaimana bisa orangtua kalian juga menceritakannya pada kalian?” Tanya Soo Hye sambil duduk di depan sung gyu.
“hmm. Ya mungkin maksudnya untuk menolong kamu di sini, agar kami menjagamu.” Kata sung gyu santai.

Soo Hye melamun, memikirkan siapa jodohnya.
“aduh aku pikir mudah mencarinya, tapi sekarang tambah lagi satu orang yang mempunyai tahi lalat di daerah yang sama, apa orangtua mereka membuat anak bersama–sama sampai ciri mereka semua hampir sama.” Kata Soo Hye dalam hati.
“wah. Ternyata enak sekali.” Kata sung gyu sambil menyantap bekal Soo Hye.
“ahhh. Itu kan punyaku. Kenapa tidak izin dulu padaku!” Teriak Soo Hye jengkel.

Sung gyu dengan lahapnya memakan semua bekal Soo Hye, Soo Hye hanya terdiam melihat sung gyu makan dengan lahapnya menghabiskan bekal Soo Hye.
“wah ini benar-benar enak, aku tidak pernah makan makanan rumahan seperti ini.” Jelas sung gyu sambil menyimpan sumpit di atas kotak bekal, dan memegangi perutnya yang kekenyangan.
“mwo. Oppa tidak pernah makan makanan rumahan, benarkah, lalu setiap hari oppa makan apa?” Tanya Soo Hye penasaran.
“ya makan buatan pelayan, kadang makan roti, kadang makan di restoran, dan kadang juga tidak makan, mungkin tujuh yang lainnya juga seperti itu, kedua orangtua kami itu pembisnis jadi jarang sekali di rumah, karena kami memiliki kesamaan nasib, kami jadi tidak pernah berteman dengan siapapun dan selalu terbiasa dalam kesendirian. Kita memang dijuluki eight stars, tapi kami jarang sekali bersama–sama, jadi julukan elit itu bukanlah sesuatu yang bisa kami banggakan, julukan itu adalah momok bagi kami, hidup kita bagai seekor binatang bahkan sebuah robot bukan seorang anak, kita tidak pernah diberi kebebasan untuk membuat keputusan maka itu beruntung sekali kamu punya Ibu yang tetap tinggal di rumah dan mengurus kamu sampai sebesar ini, dan Ayah yang begitu perhatian padamu.” Celoteh sung gyu.

Setelah berbicara banyak dengan sung gyu, Soo Hye mulai paham kenapa anggota eight stars begitu tertutup dan seenaaknya sendiri, Soo Hye memikiran cara untuk mengumpulkan mereka dan merasakan sesuatu yang tidak pernah mereka rasakan.
“hmm baiklah. Aku sudah kenyang. Aku pergi dulu ya ada hal yang harus ku kerjakan. Gomawo chagiya.” Kata sung gyu santai dengan bertolak pinggang meninggalkan Soo Hye sambil melambaikan tangannya.
“dasar oppa tidak sopan. Setelah tanpa ijin memakan bekalku. Sekarang seenaknya sekali memanggil aku chagiya.” Teriak Soo Hye pada sung gyu sambil memegangi kotak bekalnya.
“hemm. Baiklah setelah ini aku akan beri kalian semua sebuah kejutan yang membuat hidup kalian lebih menyenangkan dari biasanya.” Kata Soo Hye dalam hati sambil tersenyum kecil.

Keesokkan paginya Soo Hye pergi ke kampus dengan membawa banyak bekal, di kedua tangannya membawa bekal, sehingga ia merasa kesusahan.
“aduh.. berat sekali. Aku harus meminta bantuan seseoran nih.” Kata Soo Hye sambil melihat ke semua arah dan mencari seseorang yang bisa membantunya.
Di saat itu dia melihat Sung Yeol melintas dengan santai tanpa melihat ke arah Soo Hye.
“ah itu Sung Yeol. Sung Yeol tunggu! Sung Yeol” panggil Soo Hye.

Sung Yeol tetap berjalan dan tak merespon panggilan Soo Hye, hingga akhirnya Soo Hye mengejar Sung Yeol dan menarik tangannya.
“tunggu. Tunggu. Bantu aku sebentar bisa kan.” Tanya Soo Hye dengan nafas terengah–engah sambil memegangi tangan Sung Yeol.
“kamu apa–apaan sih. Lepaskan!!!” Kata Sung Yeol sinis sambil menepis tangan Soo Hye sampai Soo Hye terjatuh.
“BRUUKK!” Soo Hye terjatuh.
“aduhh!” Teriak Soo Hye dengan posisi terduduk.
“kamu!” Sung Yeol terkejut melihat Soo Hye terjatuh dan bermaksud marah pada Soo Hye.
“ahh. Tidak apa–apa. Jangan minta maaf cukup bantu aku saja.” Kata Soo Hye dengan penuh percaya diri memotong pembicaraan Sung Yeol dan berdiri.

Soo Hye berdiri dan mengambil salah satu kotak bekal yang dibawanya, dan dengan polosnya ia berikan kepada Sung Yeol.
“nahh. Bantu aku bawa ini yaaa.” Kata Soo Hye polos.
“apa–apaan kamu?” Tanya Sung Yeol dan meletakkan kotak bekal itu di lantai lagi.
“aduhh. Sebentar saja bawalah.” Kata Soo Hye sambil mengambilkan kotak bekalnya dan memberikan kepada Sung Yeol
“baiklah. Ayo kita ke kelas. pallii!!” Ajak Soo Hye sambil menarik Sung Yeol dari belakang dengan membawa bekalnya yang lain.
“hei apa–apaan kamu. berani sekali heii. Yaahh camkanma..” Celoteh Sung Yeol sambil terpaksa mengikuti Soo Hye.

Sampai di depan kelas Soo Hye membuka pintu.
“pagi teman–teman. Aku bawa bekal banyak. Nanti kita makan siang bersama ya..” ajak Soo Hye sambil memamerkan kotak bekal kepada lima anggota eight stars di kelas. Anggota yang di sana tertegun melihat Soo Hye dan Sung Yeol.
“ahh. Kalian kenapa melihatku seperti itu terkejut ya aku bawa bekal sebanyak ini.” Tanya Soo Hye sambil tertunduk malu–malu.
“bukan itu. Bagaimana bisa kamu suruh Sung Yeol membawa kotak bekalmu, dia susah sekali untuk menerima permintaan seseorang, bahkan mengambilkan bolpoin yang terjatuh di bawah kakinya pun dia tidak mau.” Kata Myung Soo tertegun sambil menunjuk Sung Yeol yang masih saja membawa bekalnya.

Sung Yeol tersadar masih memegangi bekal Soo Hye dan langsung meletakannya di atas meja, semua temannya yang melihatnya tertawa melihat tingkah Sung Yeol, Sung Yeol yang merasa terpojok dan malu lalu pergi meninggalkan mereka di kelas. “ahh terima kasih Sung Yeol nanti setelah istirahat kita makan bersama ya.” Teriak Soo Hye.
Sung Yeol melihat ke arah Soo Hye dan membalasnya dengan senyuman kecil.
“mwoo. Lihatlah teman–teman Sung Yeol tersenyum.” Teriak dong woo sambil menunjuk Sung Yeol yang pergi berlalu.
“bagaimana bisa dalam sekejap kamu merubah Sung Yeol dengan waktu secepat itu?” Tanya Woo Hyun heran sambil menatap Soo Hye dari dekat.
“hemm. gogchong maseoo.. karena setelah ini giliran kalian!” Kata Soo Hye sambil memandangi Woo Hyun, Myung Soo, hoya, dong woo, dan amber.
“MWO!” Teriak Woo Hyun, Myung Soo, hoya, dong woo dan amber bersamaan.
“sudah pokoknya nanti kita harus. Harus dan harus makan bersama.” Teriak Soo Hye sambil mengangkat bekalnya sambil tersenyum senang.

Jam 12.00 tepat. menandakan waktu makan siang. Semua tetap hening di meja masing–masing berharap Soo Hye melupakan permintaanya.
“nahh ayoo kita makan.” Teriak Soo Hye sambil beranjak dari kursinya.
Dong woo perlahan beranjak dari kursinya dan bermaksud pergi dari kelas
“Yah. Jang Dong Woo. Stop!” Teriak Soo Hye sambil memandang tajam mata dong woo.
“baiklah baiklah. Odinde??” Tanya amber dengan tetap duduk di kursinya.
“nahh. Woo Hyun, Myung Soo, Sung Yeol, hoya, amber dan dong woo. semua lengkap.” Kata Soo Hye sambil mengabsen mereka.
“ayoo. Kita makan di taman.” Teriak Soo Hye sambil menarik tangan amber dan Myung Soo.

“oh ya dong woo tolong panggil oppa sung gyu dan sung jong ya dan cepat ke taman. Paksa mereka. Awas kalau kamu tidak ke taman.” Kata Soo Hye sambil sedikit mengancam.
“iya. Iya!” Kata dong woo sambil pergi meninggalkan Soo Hye dan teman lainnya.
“nahh Woo Hyun bawakan bekalku ya.” Perintah Soo Hye sambil tersenyum pahit pada Woo Hyun.
“baiklah noona!!!” Jawab Woo Hyun tersenyum lesu sambil mengambil kotak bekal di meja.

Dengan terpaksa Woo Hyun menuruti kemauan Soo Hye. Di perjalanan Soo Hye melihat ke arah semua lelaki yang mengikutinya.
“hoya, dong woo, sung jong, dan Sung Yeol, Aku sudah mengawasi mereka dengan seksama selama ini, mereka tidak memiliki tahi lalat di telapak tangannya, akhirnya hatiku sudah bisa sedikit lega, berarti aku harus memastikan di antara oppa, si tengik Woo Hyun dan Myung Soo.” Kata Soo Hye dalam hati mengatur rencana sambil berjalan membawa bekalnya.

Sesampainya di taman Soo Hye langsung memberi alas tikar di atas rumput sambil merapikan bekalnya. Dong woo, sung gyu, dan sung jong datang menyusul.
“wahh ada apa ini. Kenapa semua berkumpul. kalian pasti senang ya?” Tanya sung gyu.
Seketika semua anggota eight stars yang duduk di atas tikar melihat sini kata–kata sung gyu, karena sebenarnya mereka sangat tidak suka makan di tempat terbuka.
“hahaha. Kenapa kalian memandangku seperti itu. Cobalah makanan ini enak kok.” Kata sung gyu sambil melahap makanan itu.
“bagaimana kamu tahu?” Tanya Woo Hyun penasaran.
“sudah jangan cerewet ayo cepat makan..” kata Soo Hye sambil menyuapi Woo Hyun yang banyak bicara.
“ahh iya. Enak sekali makanan rumahan ini.” kata Woo Hyun sambil melanjutkan makan.

Di saat itu, semua anggota eight stars berbaur bercanda bersama dan makan bersama, Soo Hye yang senang melihatnya berjanji akan membuat persahabatan mereka lebih kental.
“ini mana minumnya?” Tanya sung jong sambil memegangi tenggorokannya.
“ahh iya aku lupa. Baiklah aku ambil dulu.” Kata Soo Hye terkejut lalu pergi membeli air.

Beberapa saat kemudian Soo Hye membawa air minum di tangannya, tanpa melihat jalan, Soo Hye melangkah dan tersandung batu, air yang ia bawa tumpah dan menumpahi Sung Yeol yang sedang berdiri di depan Soo Hye, semua.
“yaahh. Hati–hati kalau jalan.” Kata Sung Yeol kesal.
“ah maaf, sini aku bersihkan.” Kata Soo Hye merasa bersalah sambil mengelap baju Sung Yeol dengan tissue yang dibawanya.
“tidak usah, kamu ini selalu saja ceroboh.” Kata Sung Yeol.
“hyung. Aku pinjam jaket yang kamu pakai.” Panggil Sung Yeol kepada sung gyu yang sedang memakai jaket.
“hahaha. Ya. Pakailah!” Kata sung gyu dengan tertawa sambil melemparkan jaketnya kepada Sung Yeol.

Sung Yeol lalu melepaskan bajunya dan membelakangi Soo Hye, tanpa sengaja Soo Hye melihat tahi lalat di punggung sebelah kiri Sung Yeol.
“ommo. Ommo. Itu kan. Itu tahi lalat, tahi lalat itu!” Kata Soo Hye dalam hati sambil terduduk lemas.
“ottokee. Lalu siapaa. Ayah tolong aku?” Teriak Soo Hye sambil menangis melihat ke arah langit
Semua teman yang ada disitu kebingungan melihat Soo Hye yang tiba–tiba terlihat lesu dan tiba–tiba menangis
“heii. Kamu kenapa. Kenapa Soo Hye?” Tanya Woo Hyun sambil menggoyang–goyang pundak Soo Hye.

Soo Hye hanya terdiam lesu dan terduduk menutupi wajahnya. Semua anggota eight stars mengelilingi Soo Hye dengan wajah panik. Dan sekarang sudah ditemukan empat orang jodoh Soo Hye yang hampir berciri sama yang sedang dicari. Soo Hye. Yaitu Myung Soo di telapak tangan sebelah kanannya, Woo Hyun di telapak tangan sebelah kanannya, sung gyu di telapak tangan sebelah kanannya dan Sung Yeol di punggung sebelah kirinya.

Cerpen Karangan: Echa Aprillia

Cerpen Paradise of Love (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Paradise of Love (Part 1)

Oleh:
Awalnya hidupku sangat nyaman dan tenang, hidup dengan kedua orangtua dan kaya raya di kota busan, korea selatan, dan mengambil pendidikan di universitas busan. Seketika semua hancur karena Ayahku

Saranghae Sunbae

Oleh:
“Berdiri! Lakukan sekali lagi!” Sungguh gila Sunbaeku yang satu ini, tak ada hentinya dia meremehkanku. Meskipun aku tahu seberapa keras aku berusaha melawannya aku juga tak akan pernah menang.

The Korean Girl (Part 1)

Oleh:
Andrea Loxia Karagiwa itu namaku. Aku anak kelahiran Seoul, 17 November 1998. Yap, aku gadis remaja berumur 16 tahun. Kamu tahu tempat Seoul? Tentu. Seoul adalah salah satu kota

Urineun Mwoya (Part 1)

Oleh:
Tak terasa sudah belasan tahun kami bersama… Bersamanya aku merasa senang Entah mengapa aku merasa nyaman berada di sisinya… Tanpa kusadari perasaan aneh muncul dalam diriku yang entah sudah

Time

Oleh:
“Kau terlambat lagi!” ucap Chanyeol lalu berbalik dan pergi dengan amarah yang sejak tadi ia coba untuk menahannya. “Oppa, aku benar-benar minta maaf. Aku lupa. Aku benar-benar lupa.” Chanyeol

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

4 responses to “Paradise of Love (Part 2)”

  1. Amirah Lubis says:

    Kok nggantung ?? Ap masih ad lanjutan.ny ??Klo iy ,d tunggu ya lanjutan.ny.. 🙂
    Crita.ny bagus bnget.. 🙂

  2. Miss Dedew says:

    Kok nggantung banget.
    Lanjutin dong…
    Bagus banget ceritanya 🙂

  3. rifqiyyah says:

    lanjutin donk…bagus ceritanya…

  4. Rabiatul adawiyah says:

    suka banget sama ceritanya di tunggu lanjutannya ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *