Penerbangan Terakhir Menuju Busan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Korea
Lolos moderasi pada: 31 March 2017

Kata orang, Keluarga akan menjaga kita sampai Nafas Terakhir, namun tidak untuk Yeoja cantik Keturunan Korea-Indonesia, Kim Kara.

Seoul at. 19:00 KST
“Amma, Appa Palli”
“Nde Chagiya”
Kara, Yeoja cantik yang berusia 5 tahun. Tentu dia masih Polos dan Lugu, dia tidak tahu jika hari ini dan malam ini Orangtuanya akan pergi jauh meninggalkannya.

“Kara Chagiya”
“Ne Appa?”
“Setelah sampai di Busan nanti jangan nakal ne, kau sudah besar sekarang, jaga dirimu baik-baik”
“Kenapa Appa bilang begitu? Apa Appa dan Amma tidak mau menjagaku lagi?”
“Aniyo Chagiya, tapi kau juga harus bisa jaga diri sendiri jika tidak ada Appa dan Amma ne”
“Ne Amma”

Semua berakhir
“Diberitakan dari Seoul, Korea Selatan. Pesawat Korean Air Jatuh dan Hilang Kendali saat menuju Busan. Korban masih dalam percaharian Tim Sar Korea”

Pemakamn at.12:00 KST
Batu Nisan Bertuliskan Kim Dae Young (Appa) dan Kang Ah In (Amma)
“Amma!!! Appa!! Jangan tinggalkan Karaa!!”
“Syutt Kara Chagiya, yang sabar ne, amma dan appa pasti bahagia di sana”
“Aniyo Ahjumma, Kara tidak mau ditinggalkan Amma dan Appa”

15 tahun kemudian…
“Chagiya, Kita mau Holiday ke mana?”
“Hmm Jeju mungkin?”
“Bagaimna kalau kita ke Busan?”
DEG!! Seketika Memori itu kembali lagi di pikiran Kara..
Apa maksud Namjachingunya ini?
Ahh, mungkin karena Kara tidak memberitahu Namjachinguya selama ini.

Kalau bukan karena Pesawat Keparat itu, mungkin Kara tidak akan hidup Yatim Piatu sekarang…

Cerpen Karangan: Nadya Ran
Facebook: Nadya Maharani Sinaga

Cerpen Penerbangan Terakhir Menuju Busan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Antara Yoona dan Lee

Oleh:
“Aigoo, gimana sih. Kalau jalan itu matanya dipake dong!” kata seorang yeoja di hadapannya. “heh, yang nabrak itu kamu bukan aku tau. Dasar cewek aneh!” balas namja itu dengan

Remember Me

Oleh:
“Chan Baek-ah! Kau di mana?” Kata gadis berambut sepaha itu sedang mencari temannya. “Kkk–” laki-laki itu terkekeh sambil menahan tawa di balik semak-semak. “Baek-ah! aku cape, kita istirahat dulu

Ketika Kau Memandangku (Part 1)

Oleh:
Pagi ini akan menjadi pagi yang paling ku takuti, tapi mau bagaimanapun aku harus melakukannya karena aku seorang reporter, yang harus mengungkap kasus pembunuhan yang sering terjadi di salah

Unexpected

Oleh:
Aku masih tidak mengerti dengan takdir Allah yang sekarang terjadi. Dia telah memberikan kebahagiaan sebesar ini. Meskipun aku dulu menginginkan seorang pria yang memiliki akhlak yang baik dan dari

Moonchild (Part 3)

Oleh:
Malam setelah kejadian dikeroyok Desember 2012 Untung saja sudah tengah malam, kalau aku ketahuan memasuki apertemen elit dengan keadaan babak-belur begini aku pasti sudah dikirim ke kantor polisi. Beruntung

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Penerbangan Terakhir Menuju Busan”

  1. Vira D Ace says:

    Terispirasi dari Train to Busan, eh?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *