Pentas Seni Sekolah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Korea
Lolos moderasi pada: 19 August 2019

“Minggu besok, sekolah kita akan mengadakan acara Pentas Seni Sekolah. dan kelas kita akan menyumbangkan sebuah cerita teater juga sebuah lagu” Ujar guru Kim, Wali kelas kami.
Beberapa murid bersorak kecewa, sebagian lagi bersorak gembira dan sisanya hanya menanggapi dengan muka datar.

“Untuk teater, aku membebaskan kalian memilih ceritanya apa, pemainnya siapa saja, dll”
Suasana kelas seketika ramai, hampir semua murid berbisik-bisik, dan saling melempar pendapat.

“Harap tenang sebentar!” murid-muris kembali memperhatikan guru Kim bicara di depan, hingga kelas hening lagi.
“Untuk yang tampil bernyanyi, aku memilih Nam Hye Ra. Yang keberatan silahkan angkat tangan” guru Kim melanjutkan bicaranya, kemudian kedua bola matanya memandang luas ke seluruh murid di hadapannya.
Guru Kim melihat satu tangan yang terangkat lebih tinggi diantara kepala-kepala murid lain.

“Aku keberatan, pak!” sahut lantang pemilik tangan itu.
“Nugu?” guru Kim serta murid-murid yang penasaran menengok ke sumber suara.
“Nam Hye Ra? Terakhir kali, kau tampil dengan bermain gitar di atas panggung pentas seni, sangat bagus. karena itu, aku memilihmu. kenapa kau keberatan?” Tanya guru Kim heran dengan satu muridnya itu.
“Aku tidak bisa tampil lagi, pak. silahkan pak guru pilih murid lain saja” jawab Hye Ra.
“Begitukah?” guru kim diam sejenak.

“Kalau begitu, Re Hae Yoon. Kau yang tampil bernyanyi nanti” guru Kim menunjuk Hae Yoon.
“Naega wae?! Hey! Hye Ra!” Hae Yoon terkejut mendengar keputusan guru Kim yang memilihnya menggantikan Hye Ra. ia memutar bola matanya menatap sebal Hye Ra.
Hye Ra hanya membalas tatapan datar pada Hye Yoon lalu kembali meluruskan pandangannya.
“Wahh Daebak!!” Sedangkan teman-teman Hae Yoon malah bertepuk tangan senang karena dia terpilih.

“Baiklah, sudah waktunya istirahat. jangan lupa beritahu orang tua kalian untuk datang menghadiri Pentas Seni Sekolah nanti” setelah bicara guru Kim pergi meninggalkan kelas.
Semua murid berhamburan keluar kelas menuju kantin. tidak semua sih, Hye Ra misalnya. dia malah berbelok ke Ruang Musik Sekolah.

“Hallo! Hallo!” Teriak Hye Ra, memastikan keberadaan orang di dalam.
“Sepertinya hanya ada aku di sini” ujarnya setelah itu.
Hye Ra mengambil sebuah gitar di dekat piano dan menjatuhkan badannya pelan di atas bangku.

Tanpa ia sadari, Hye Yoon sedang bersembunyi di sudut gelap ruangan memperhatikan Hye Ra yang tiba-tiba datang.
“Kenapa Hye Ra masuk kesini? padahal aku ingin mengetes suaraku. keluar tidak ya?” gumam Hye Yoon dalam hati. akhirnya memilih untuk tidak keluar.

“Eomma… hari ini aku terpilih untuk bernyanyi di Pentas Seni lagi. tapi, aku menolaknya” Jari jemari Hye Ra mulai memetikkan senar gitar sembarangan sehingga mengeluarkan nada yang tak jelas.
“Aku menolaknya karena tiba-tiba aku teringat padamu, eomma. mulai sekarang aku akan menuruti perkataanmu, terutama bermain musik. aku tidak akan bernyanyi lagi” ujar Hye Ra mulai menitikkan air mata.
“Seandainya aku melakukan ini saat pentas seni yang lalu, eomma pasti masih ada sampai sekarang, kan? iya, kan?” Hye Ra tetap melanjutkan bicaranya.

“Jadi itu alasan mengapa ia tak mau tampil” ucap Hae Yoon pelan, ia ikut sedih melihat Hye Ra menangis.

“Maafkan aku, eomma. saat itu aku malah bertengkar denganmu, aku tidak tahu hari itu adalah hari aku terakhir bicara denganmu”
“Eomma… Eomma… Kau dengar aku, kan?”

Air mata Hye Yoon sudah membasahi pipinya.
“Pantas saja setelah Pentas Seni tahun lalu kau menghilang begitu saja setelah tampil. aku jadi merasa bersalah karena sudah meneriakimu tadi, Hye Ra” Gumam hye yoon dalam hati, ia terus menatap Hye Ra yang masih menangis.

Cerpen Karangan: Rizka Fitri Oktora
Blog / Facebook: Xixis Oktora

Cerpen Pentas Seni Sekolah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Chingu

Oleh:
Hyejin ke luar dari rumahnya sembari menikmati angin yang berhembus. “Ah, cuacanya sejuk,” ujarnya sembari tertawa pelan. Hyejin berjalan-jalan di sekitar halaman rumahnya, namun secara tidak sengaja Hyejin melihat

You Are My Korean Love (Part 1)

Oleh:
Aku kembali mengecek ulang surat tugasku. Beberapa kali ini aku udah mendesah. Masa iya aku harus tugas ke Korea? Itu kan jauh. Dan aku harus bertugas selama tiga tahun.

Lollipop (Part 1)

Oleh:
Menjemput yang terakhir aku tidak tahu harus bagaimana? Rasanya baru kemarin aku duduk di belakangmu yang mengayuh sepeda, bersama dalam bayang-bayang sinar bulan yang berkilauan, menembus malam dan bisikan

Anyang Art School

Oleh:
Pagi ini di sebuah sekolah bernama Anyang Art School (ini sekolah asli ada di Seoul lho…) anak-anak berkumpul di sebuah ruangan didampingi orang tuanya. perlu kalian ketahui bahwa hari

Reset

Oleh:
“Wah Cindy, kau mendapat peringkat kedua lagi.” kagum Kang Se Young yang berdiri di samping seorang gadis berwajah angkuh dengan senyum hambar menghiasi wajahnya. Satu minggu yang lalu murid

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *