Pria Itu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Korea
Lolos moderasi pada: 19 July 2016

Sudah seminggu Nara melihat pria itu dengan sunglasses hitam dan jaket kulit yang terkesan mewah. Tampan, memesona dan muda. Nara akui itu, namun ada yang salah dengan pria itu seminggu ini. Dia selalu terlihat dimana-mana tempat saat Nara ada, entah kebetulan atau tidak Nara sih tidak mau kege-eran kalau nyatanya pria itu mengikutinya. Apakah pria itu seorang penguntit? Mafia? Penculik? Kalau dia diculik sama pria asing yang tampan itu Nara pun mau. Hehehe. Kata Eommanya kalau sudah diberi rezeki tidak boleh nolak lho. Dan rasa-rasanya Nara memang diberi rezeki sama Tuhan yaitu mungkin pria itu, kebetulan Nara sedang single dan tidak punya tambatan hati mungkin saja pria itu memang jodohnya kan? Mengedikkan bahu, lihat saja nanti.

Nara baru saja pulang sekolah, setelah turun dari bis ia melanjutkan lagi perjalanan menuju rumahnya istananya dengan berjalan kaki. Nara sudah merasa terbiasa seperti ini. Namun ada yang aneh kali ini, dia merasakan ada aura aura seorang penguntit begitu seketika Nara berbalik yang ia tangkap dari lensa matanya adalah pria itu lagi. Kali ini fashionnya terkesan santai, casual dan tidak memakai sunglasses lagi. Nara cukup membelalakan mata melihat wajah tampan bagaikan aktor Hollywood yang biasa ia tonton filmnya, astaga pria ini sebenarnya anak siapa sih?

“Hai” sapa pria itu menyapa ramah Nara yang masih berdiri canggung di ujung jalan sana. Jarak mereka cukup jauh.
Mau tak mau Nara memaksakan untuk menyapa kembali “H-hai”. Jujur Nara takut dengan pria itu yang mulai berjalan mendekati dirinya, sebaiknya ia berbalik lalu pergi melanjutkan perjalanannya sampai ke rumah dengan keadaan selamat. Ya sebaiknya begitu. Nara siapa-siap memasang acang acang untuk melangkah beberapa langkah refleks berhenti ketika suara pria itu lagi yang ia tangkap di indra pendengarannya.
“Hei! Kau Nara kan?”
Nara terkejut bagaimana pria itu bisa tahu namanya?. Nara memutar tubuhnya ke belakang menghadap pria itu yang entah kapan sudah berdiri sejarak dua belas sentimeter darinya. Pria itu seperti hantu saja.
“Geundae, darimana anda tahu namaku? Aku rasa aku tidak mengenalimu” Tanya Nara kepada pria itu yang masih menampakkan seulas senyum yang bertengger di bibir itu.
“Kau Nara, Kwon Nara. Gadis berumur 17 tahun dengan tanggal lahir 14 april 1997, tinggal di jalan pyeongsang-dong, rumahmu berada di blok B, warna kesukaanmu biru, dan gadis yang suka kentut sembarangan” Ujar pria itu panjang lebar menjawab dengan rinci semua yang ia tahu tentang Nara.
“Wow tuan! Kau benar benar penguntit handal ya” Tapi Nara dengan polosnya bertepuk tangan kagum karena jawaban yang pria itu berikan memang sangat benar “Tapi aku tidak suka point terakhir, delete saja. Fitnah sekali itu jika aku memang kentut sembarangan”.

Pria itu tidak habis pikir dengan sifat Nara yang kelewat polos, disaat seperti ini saja gadis itu masih memujinya. Dia merasa Nara adalah gadis yang tepat untuk ia ajak kenalan.
“Tapi darimana anda tahu semua tentang ku? By the way kalau kau ingin tahu aku orangnya sangat tertutup susah sekali untuk bersosialisasi, singkatnya anti-sosial begitu” Pertanyaan sekaligus point penting dari diri Nara diberi respon anggukan ringan oleh pria itu.
“Kau tahu? Jaman sekarang teknologi semakin canggih, aku bahkan tahu ukuran dadamu”
What?! Kenapa pria itu santai sekali bilang seperti itu? Nara jadi malu sendiri jadinya. Nara cepat saja menyilangkan kedua tangannya di dada untuk menutupi dari pandangan mata pria asing yang sama sekali ia ajak obrol namun tak tahu namanya, mana tahu alih-alih pria itu selain berprofesi sebagai penguntit dan hantu ia pasti juga merupakan pelaku cab*l sehingga mengetahui ukuran dada Nara. Pria itu tersenyum geli melihat tingkah laku Nara yang seolah kini melindungi diri dari pria mes*m yang sampai tahu ukuran dada seorang gadis, memang lucu gadis ini.

Kini mereka berdua jalan beriringan menuju rumah Nara dan pria itu bilang hanya ingin mengantar Nara pulang saja. Pria itu sepanjang jalan hanya terus mengoceh tentang Nara. Over all about Nara. Tapi Nara juga tak jarang tertawa mendengar cerita pria itu yang kedengaran lucu dan menarik. Pria itu tahu bagaimana cara bergaul dengan orang. Mereka berdua baru saja sampai di depan gerbang rumah Nara, pertama-tama mereka saling berhadapan untuk mengucapkan kata perpisahan mungkin?
“Terima kasih sudah mau mengantarku pulang, tuan” Ucap Nara sembari tersenyum. Pria itu hanya membalas senyum Nara dan anggukan ringan. Nara berbalik membuka pintu gerbang dan segera ingin masuk tapi…
“Namaku Oh Sehun, Kang Nara. Senang berkenalan denganmu eoh” Pria yang katanya bernama Sehun itu mengedipkan mata menggoda untuk Nara yang sudah tersipu malu melihat Sehun yang masih memperhatikannya. Ya tuhan! Mimpi apa ia semalam mendapatkan rezeki seperti pria bernama Sehun itu? Rasanya Nara jatuh cinta deh.

“Aku juga senang berkenalan denganmu, Sehun” Bisik Nara dibalik jendela kamarnya melihat ke bawah tepatnya pada sie Sehun yang masih betah tersenyum dan melambaikan tangan kepada Nara yang sedang tersenyum di balik jendela kamar gadis itu. Sungguh perteuman yang manis.

THE END

Cerpen Karangan: Niki Fitriana
Facebook: N Fitriana

Cerpen Pria Itu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


My Last Love

Oleh:
Hyunri masih berdiam diri. Dia tidak peduli sama sekali, walaupun hujan membasahi tubuhnya. “Hyun, ayo pulang. Nanti kau sakit. Eomma-mu pasti sudah menunggu.” kata seorang namja yang setianya menunggunya,

Last Present

Oleh:
“Dad, please, trust me!” Kim So Eun hampir frustasi mengatakannya. Hari ini, untuk kesekian kalinya dia kembali bertengkar dengan temannya di sekolah high school. Bukan dia yang memulai, bukan

You Are My Korean Love (Part 2)

Oleh:
Detik-detik pesawat jalan akan terjadi. Sementara para penumpang cari tempat duduk, aku dengarkan musik dari mp3-ku. Di sebelahku duduk cowok Korea yang gak asing buatku. Wajahnya ganteng, manis lagi.

School Love Affair

Oleh:
“Emosi pelajar berhasil membuahkan hasil, yaitu cinta. Dan kita tahu bahwa cinta tak pernah lepas dari kehidupan di dunia” Pria tampan bernama Jeon Jungkook tengah berkumpul berkumpul bersama kawan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *