Remember Me

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Korea
Lolos moderasi pada: 27 April 2016

“Chan Baek-ah! Kau di mana?” Kata gadis berambut sepaha itu sedang mencari temannya.
“Kkk–” laki-laki itu terkekeh sambil menahan tawa di balik semak-semak.
“Baek-ah! aku cape, kita istirahat dulu eoh?” Gadis itu sambil memonyongkan bibirnya dan duduk di tanah. Kim Min-Ah nama gadis itu. “Baru saja main 2 kali kamu udah cape, Pabbo!” Chan Baek ke luar dari tempat persembunyiannya dan menjitak gadis itu.
“Ahh yak!” Terkena jitakan Chan Baek, Min-Ah mengusap kepalanya.
“Baek-ah, ayo duduk di pinggir kolam ikan itu,” Min-Ah menunjuk ke arah kolam ikan di seberang jalan.
“Chakkaman!” Chan Baek menggenggam tangan Min-Ah dan berlari menuju kolam ikan itu.

“Min-Ah,” Panggil Chan Baek.
“Ne, Waeyo?” Min-Ah menoleh.
“Jika aku sudah berumur 23 tahun lagi, aku ingin menjadi seorang mata-mata yang handal,” Ucap Chan Baek sambil menatap ke arah langit.
“Waaahh! hebat! kalau begitu kau harus berjuang Chan Baek! aku mendukungmu!” Sahut Min-Ah dengan eyesmile-nya.
“Oke Min-Ah, kau sahabat terbaikku,” Chan Baek mencubit kedua pipi Min-Ah dan tertawa. Chan Baek dan Kim Min-Ah bersahabat sejak mereka masih kecil bahkan mereka bertetangga. Setiap mau berangkat sekolah maupun pulang sekolah mereka selalu bersama. Suka maupun duka mereka hadapi.

“Chan Baek! kajja ke sekolah!!” Teriak Min-Ah di depan rumah Chan Baek. Tiba-tiba ada yang membuka pintu, dia ibunya Chan Baek.
“Eh Min-Ah, tunggu ya.. Baek baru sarapan. Kamu udah sarapan belum?” Tanya Ibu Baek sambil tersenyum.
“Udah Tante, Gomawo!” Min-Ah pun tersenyum.
“Min-Ah kajjaa!” Chan Baek dan Min-Ah pamitan ke Ibu Baek dan pergi sekolah bersama.

Tak terasa 10 tahun berlalu, kini Chan Baek dan Kim Min-Ah lulus dari sekolah dan akan bekerja. Min-Ah awalnya ingin mengajak Chan Baek sarapan bersama di rumahnya, tapi ia kaget ketika melihat Chan Baek membawa barang-barangnya, Min-Ah berlari dan memegang tangan Chan Baek.
“Chan Baek-ah! mau ke mana?” Ucap Min-Ah ngos-ngosan.
“Min-Ah, aku akan pergi, semenjak ibuku meninggal aku ingin menepati janjiku padanya,” Ucap Chan Baek tersenyum.
“Kenapa kau tidak memberitahuku?” Jawab Min-Ah bingung.
“Aku lupa, aku akan menjadi mata-mata dan jika aku sukses aku akan kembali.” Chan Baek kembali tersenyum, Min-Ah terkaget.

“Mwoya? Baek-ah, bagaimana jika aku merindukanmu?” Jawab Min-Ah sedih.
“Tak usah sedih begitu, nanti aku akan pulang dan menemuimu lagi Min-Ah ku,” Chan Baek memeluk Min-Ah, Min-Ah pun memeluk balik.
“Janji jangan lupakan aku Chan Baek~” Min-Ah meneteskan air matanya, Chan Baek merasa ada yang basah di punggungnya.
“Aku janji, jangan menangis eoh? kau jelek jika menangis,” Chan Baek merenggangkan pelukannya dan mengusap kedua mata Min-Ah yang basah. Min-Ah tersenyum.
“Jadilah mata-mata yang hebat.”
“Ne, tentu saja.” Chan Baek mengambil barang-barangnya lalu melambaikan tangan ke Min-Ah dan pergi.

8 Tahun kemudian…

“Chan Baek tidak juga kunjung datang, apa dia baik-baik saja?” batin Min-Ah cemas.
“Apa aku harus ke kota?” Ia melihat langit. Min-Ah pun berjalan menuju ke ibunya dan berkata, “Eomma, Min-Ah mau ke kota,”
“Mwoya? apa kau gila? dengan uang siapa kau pergi ke sana huh?!!” Ibu Min-Ah marah.
“Aku rindu Chan Baek,” Min-Ah menundukkan kepalanya.
Ibu Min-Ah tak tega melihat anaknya bersedih akhirnya ia berkata, “Ya sudah, tapi hati-hati ya, pinjam uang ke Tantemu dulu.” Ibu Min-Ah mengusap kepala Min-Ah lalu tersenyum.

Akhirnya Min-Ah pergi ke kota sendirian, ia yakin akan bertemu Chan Baek dan akan menikah dengannya. Di keramaian kota, Min-Ah awalnya bingung mau ke mana. Semenjak ia bertemu Park Ji Han di bus, mereka pun akrab. Park Ji Han adalah anak seorang pengusaha yang kaya tapi ia ingin menjadi seorang yang sederhana sehingga orang tidak akan tahu dia itu anak orang kaya. Min-Ah tinggal bersama Ji Han di rumah mewah Ji Han, Min-Ah ingin minta bantuan Ji Han untuk mencari mata-mata yang ada di kota Seoul ini. “Tak ada yang tahu siapa mata-mata itu, karena mereka adalah orang yang sangat rahasia dan sulit ditemukan. Kecuali satu, kau harus menjadi penjahat yang terkenal.” begitulah jawaban Ji Han. Min-Ah pun sedih, ia takut tak akan bertemu dengan Chan Baek laki-laki yang sudah 8 tahun tak kunjung datang, apakah dia harus menjadi penjahat? Min-Ah bimbang akan hal itu.

Suatu hari, Min-Ah nekat menjadi penjahat karena jika dia menjadi penjahat yang terkenal ia akan menemui mata-mata. Ia selalu membunuh orang, tapi jika dia ditemukan polisi ia selalu berhasil kabur. Min-Ah bisa bela diri sejak dia berada di rumah Ji Han, karena Ji Han-lah yang mengajarinya. “Hei gadis penjahat!” Suara besar itu memanggil ke arah Min-Ah. Min-Ah menoleh, “Apa kau tak tahu aku? aku adalah mata-mata terhandal di Seoul! namaku Chan Hoon.” Ucap Chan Hoon mata-mata itu. Min-Ah kaget, yang dilihatnya adalah Chan Baek! laki-laki yang sangat dirindukannya.

Dorrr!! suara pistol berbunyi ketika Chan Hoon alias Chan Baek menembakkan pelurunya ke arah Min-Ah.

“Chan Baek?” ucap Min-Ah terjatuh, tak sangka ia menemui Chan Baek.
“Kenapa kau tahu namaku?”
Min-Ah membuka topengnya perlahan sambil menahan sakit di jantungnya, “Aku Kim Min-Ah, ingat aku?”
Chan Baek menangis, “Kenapa kau jadi penjahat Min-Ah?” Chan Baek mendekati Min-Ah dan memangkunya.
“Supaya bisa bertemu denganmu Chan Baek, aku merindukanmu.” Ucap Min-Ah memegang pipi Chan Baek.
“Mianhaeyo Min-Ah, karena aku lupa, karena aku sudah menikah dan mempunyai seorang anak.” Chan Baek menangis tersengal-sengal.
“Bahagialah dengan dia, aku harap kau bisa bahagia, Chan Baek,” Min-Ah menutup matanya dan menghembuskan napasnya untuk terakhir kalinya.

Chan Baek menyesal, seharusnya ia ingat dengan Min-Ah, ia akan kembali ke desa Myeokjong dan tak akan membunuh Min-Ah. Tapi apa daya, nasi sudah menjadi bubur. Akhirnya Chan Baek menemui keluarga Min-Ah di Myeokjong dan menceritakan semuanya. Keluarga Min-Ah sangat sedih akan hal itu. Tapi Chan Baek sudah mengganti kematian Min-Ah dengan uang untuk keluarga Min-Ah. Bagaimanapun Chan Baek bahagia dengan istrinya, ia tetap tak akan melupakan pengorbanan Min-Ah yang rela menjadi penjahat demi bisa melihat mata-mata, yaitu Chan Baek.

The End

Cerpen Karangan: Latania Rokhim

Cerpen Remember Me merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Unfortunately It’s Just A Dream

Oleh:
“Ichaa!! Banguun.. kamu sudah telat pergi ke kampus hari ini!!” teriak eomma membangunkanku. Aku sembari bangun menatap poster poster yang lengket di penjuru dinding kamarku. Ya… Secara aku adalah

Firework Dinner

Oleh:
Di suatu sore yang cerah, dua sejoli sedang duduk di taman kota. Mereka asyik mengamati anak-anak kecil yang berlarian juga anak muda seperti mereka yang sedang berpacaran. Taman bunga

Break Up

Oleh:
“Tidak, bukan.. Bukan begitu..” Pria itu menggeleng dan mengisyaratkan agar gadis di depannya berhenti. “Aku salah lagi?” Tanya gadis itu. Wajahnya terlihat lelah karena berulang kali melantunkan nada yang

Bukan Cinta Segitiga (Part 1)

Oleh:
– Awal pertemuan – Si ratu facebook it’s me “rae ah”, begitu mereka memanggilku gara gara keranjingan ngefacebook, update status dan berbagi jempol atau nggak baca manga online sambil

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *