Sarang Haeyo

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Korea
Lolos moderasi pada: 9 September 2017

Suatu hari, di sebuah tempat yang sedang terjadi badai salju, ada seorang laki-laki yang sedang menunggu badai reda di sebuah halte. Ia berparas mungkin tampan karena banyak yang menyukai dia walaupun dia tidak peka. Setelah badai mulai mereda walau masih turun, ada seorang wanita yang melewatinya dan mungkin wanita itu mengenal lelaki itu karena ia menyapanya. “Hei, Tae! Apa yang kau lakukan di sini?” Tanyanya. “Lalu, bagaimana denganmu? Atau kau mengikutiku karena aku tampan ya?”
“Hah!!! Di sini aku hanya lewat jangan sok kePDan kali ya!” Gerutunya kepada lelaki itu. “Iya baiklah, Mianhamnida”.
“Arasseumnida. Oh ya, Tae apakah kamu tidak kedinginan?” “Ne” lalu lelaki itu langsung menarik tangan perempuan itu ke cafe terdekat dari halte itu. Sebenarnya mereka adalah sahabat dari kecil hingga SMA sekarang pun mereka masih bersama dan sifat mereka masih kekanak-kanakan buktinya salah satu dari mereka pun tidak tau apa itu cinta.

Sesampai di cafe bernuansa ungu itu mereka memilih duduk di dekat jendela selain untuk memandangan pemandangan sekitar yang masih terselimut oleh badai salju yang mulai bertambah lagi mereka juga ingin mengurangi rasa beban sementara di sana. “Hei, Tae. Apakah kamu tidak berfikir sifat kita masih kekanak-kanakan, ya?” Tanyanya kepada sahabatnya yang bernama ‘Taeyang Kwang’. “Buat apa difikirkan?” Ia bertanya balik kepada sahabatnya yang bernama ‘Hana Min’. “Mengapa kamu bertanya balik!” “Mianhamnida”. “Selalu itu yang kau keluarkan dari mulutmu”. Setelah badai mereda mereka pulang ke rumah masing-masing dan saling berkata “Annyeonghi kaseyo”.

Sesampai di rumah, Taeyang memikirkan apa yang dikatakan oleh Hana tentang sifat mereka berdua dan fikirnya jika Hana akan belajar menjadi Dewasa. “Kenapa dia berfikir seperti itu tadi!” Dengan keadaan marah Taeyang berkata seperti itu. Biasanya ia melampiaskan amarahnya kepada Hana tetapi jika itu berkaitan dengan Hana ia melampiaskan amarahnya kepada teman sepejuangnya ‘Seungri Dae’. Saat ia menelepon Seungri, teleponnya tidak diangkat oleh Seungri karena Seungri tau jika Taeyang meneleponnya pasti ada maksud salah satunya melampiaskan amarah jadi ia tidak mengangkatnya dan selain itu ia juga sedang nge-date oleh salah satu gebetannya dan itu membuat Taeyang menjadi semakin kesal dan akan menemui Seungri besok secara langsung dan ia tertidur dengan lelap

Sesampai di sekolah, Taeyang langsung menemui Seungri dengan perasaan marah dan Seungri mengetahui bahawa Taeyang sudah tepat di belakangnya sehingga ia cepat-cepat pergi tetapi ditahan oleh Taeyang. “Mengapa kau tidak mengangkat telfonku, Hah!!!” “Sabar, kemarin aku sedang nge-date bersama gebetanku jadi, Mianhamnida”. “Kau ini playboy tetapi, Baiklah, Jo neun Kwenchanseumnida.” “Mengapa kamu meneleponku kemarin?” Taeyang menjawab “kemarin Hana bertanya mengapa sifat kita berdua tetap kekanak-kanakan dan aku berfikir jika ia akan menjadi seorang yang dewasa.”
“Itu sangat bagus. Pemikiran Hana memang bagus untuk menjadi dewasa.” Jawab Seungri. “Hei, kenapa kamu membelanya! Aku yang membutuhkan pertolongan tetapi kau memihak di pihak lain.” “Ne, Mianhamnida. Jadi, maumu apa?” Tanya Seungri kepada Taeyang. “Aku juga ingin belajar dewasa lebih dahulu darinya.” “Kalau begitu kau tembak saja dia.” “Hei jika aku tembak dia, dia akan mati.” “maksudku tembak dia menjadi pacarmu!” “Tetapi, apa itu pacar dan apa itu cinta?” Tanya Taeyang
“Huh…. Kamu ini banyak yang suka tetapi tidak tau apa itu cinta berarti kamu tidak peka atas perasaan. Jadi, Cinta itu adalah suatu perasaan khusus kita kepada seseorang yang khusus buat kita yang tidak didapatkan oleh orang lain. MENGERTI TIDAK!!!!!” (Menggelengkan kepala). “Terserah kau, jika ingin lebih jelas belilah buku di toko buku tentang cinta, sana!!!” (Mengarahkan salah satu tangannya kepada Seungri yang berarti meminta) “Maksudmu apa?!” Jawab Seungri “tadi kau menyuruhku membeli buku, jadi aku meminta uang kepadamu.” Jawabnya “Sudah pergi sana!!!” Dalam keadaan marah Seungri pergi dari tempat itu bukan Taeyang yang pergi tetapi, dia sendiri yang pergi dari tempat itu. ‘Orang aneh’ kata Taeyang dalam hati.

Setelah itu Taeyang beranjak pergi dan tak sengaja tertabrak oleh seorang wanita. Yap, Hana. Lalu Taeyang dan Hana mengumpulkan buku-bukunya Hana dan Hana langsung pergi meninggalkan Taeyang tanpa mengeluarkan sepatah huruf apapun, tetapi Taeyang menjawab “Cheonmaneyo” dan langsung kekelasnya.

Bel berbunyi tanda pulang sekolah Taeyang langsung pergi ke toko buku terdekat dari sekolah walau salju mulai turun. Setelah memilih buku yang tepat ia langsung pulang kerumahnya tetapi, sesampai di rumahnya ia tertidur dengan lelap sampai keluar iler dari mulutnya.

Hana
Di rumah Hana, setelah pulang sekolah ia langsung mengerjakan tugasnya sampai larut malam tepatnya pukul 10 malam dan setelah mengerjakan tugasnya itu ia lalu membaca buku yang ia beli tadi tentang cinta sampai akhirnya ia mendapat pesan dari Taeyang tepat tengah malam dan ia menjawab “Ne”.

Taeyang
Di rumah Taeyang, setelah ia tertidur dengan lelap, tepat jam 10 malam ia mencari buku yang ia beli tadi dan membacanya. Setelah membacanya ia mulai berfikir jika ia mempunyai perasaan yang lain terhadap Hana dan ia mulai mengerti apa yang dikatakan oleh Seungri tadi siang. Dan tepat pukul 12 malam ia memberi pesan kepada Hana.
“Temui aku besok pukul 11 siang di cafe yang sama yang kita datangi saat badai salju turun 2 hari yang lalu.”
Setelah mengirim pesan ia mendapat pesan dari Hana dan jawabannya iya dan ia mengirim pesan lagi
“Komapseumnida, Annyeonghi Chumusipsiyo.” Dan dibalas oleh Hana “Cheonmaneyo, Annyeonghi Chumusipsiyo.”

Setelah sampai di cafe yang bernuansa ungu itu, Taeyang duduk di salah satu meja tetapi tidak di dekat jendela karena keadaannya sudah penuh lebih tepatnya di pojok cafe. Tak lama menunggu, Hana pun datang dengan pakaian sama yang dipakai 2 hari yang lalu sama dengan Taeyang. Dan mereka memesan minuman yang sama seperti 2 hari yang lalu. Taeyang-pun memulai pembicaraan. “Hana kamu berfikir kita masih bersifat kekanak-kanakan, kan?” “Ne…” Lalu keadaan terasa hening tidak ada satu kata-pun keluar dari mulut-mulut orang yang ada di cafe tersebut, tetapi semua tetap memandang ke arah temannya sendiri dan disaat seperti itu Taeyang mengeluarkan kata-kata lagi kepada Hana “kalau begitu, Sarang Haeyo Hana.” Lalu, orang-orang melihat mereka berdua dan tak lama Hana pergi dengan menutup pintu cafe dengan sangat keras sehingga membangunkan Taeyang dari tidurnya.

“Huh…, ternyata itu hanya mimpi.” Dan itu membuat Taeyang menjadi kesal, takut, dan galau. Kesal karena mimpi yang tidak jelas, Takut akan persahabatannya akan putus, dan Galau tidak menyatakan perasaannya kepada Hana. 3 hal itu yang membuat ia semakin bingung. Dan sekarang sudah jam 10 pagi jadi ia langsung bersiap-siap untuk menemui Hana karena sudah berjanji pukul 11 siang mereka akan bertemu.

Sesampai di cafe ia melihat cafe tersebut sepi tidak seperti biasanya dan ia memilih duduk seperti biasanya, dekat jendela untuk melihat pemandangan kota yang di selimuti oleh salju karena tadi malam ada badai salju. Tak lama datang wanita berparas cantik dengan blues berwarna sama dengan cafe tersebut, yap itu adalah Hana dan ia melihat sekeliling cafe dan bertemu dengan Taeyang di sana dan langsung duduk dan berbincang. “Annyeong haseyo?” Kata Taeyang “Chal chinaeyo. And Annyeong haseyo?” Tanyanya balik “Chal chinaeyo.” Jawab Taeyang. Taeyang bertanya “Apakah kamu sedang belajar menjadi dewasa?” “Mullon imnida, dan bagaimana denganmu?” Tanyanya “E..hmm..” Jawab Taeyang. “Apakah kamu sudah tau dengan Cinta?” Tanya Taeyang. “Ne” jawab Hana singkat.
“Tetapi, mengapa kamu bertanya seperti itu? Dan, memang kamu sudah mengerti dengan cinta?” Tanyanya. “Aniyo, aku hanya bertanya saja dan sekarang aku sedang belajar tentang Cinta.”
“Jadi, kamu sudah mempunyai pujaan hatimu belum?” “Ne, Isseumnida”
“Siapa?” Tanyanya yang membuat hati Taeyang semakin ragu. “I..I… itu. D..d… dia. A.. ada..adalah” “siapa, cepat?” Tanyanya semakin kepo.
“I.. itu d.. dia a.. ada..adalah” belum selesai Taeyang berbicara, Hana harus pergi mengerjakan tugas kelompok dan sudah dijemput oleh seseorang “kamu terlalu lama jadi aku sudah dijemput untuk mengerjakan tugas kelompok. Ya sudah kapan-kapan kita bertemu lagi untuk membicarakan hal ini. Mianhamnida karena aku harus pergi and Kamsahamnida karena mau mengajakku pergi ke cafe ini. Annyeonghi kyesipsiyo.” Dan pergi meninggalkan Taeyang yang belum menjawabnya tetapi tetap dijawab walau Hana sudah pergi “Kwenchanseumnida and Komawoyo. Annyeonghi kyesipsiyo.” ‘Sebentar, yang menjemput Hana kok seorang laki-laki, tetapi biarlah’ batin Taeyang.

Tak lama Hana pergi, ia langsung membayar minuman yang dipesan tadi di kasir dan ternyata petugas kasir itu adalah Seungri yan sudah meminta izin kepada pemilik cafe untuk berpura-pura menjadi petugas kasir. ‘Huh… Sial ada Seungri ternyata dia diam-diam melihatku dan Hana tadi, dasar Sialan!’ Gerutu Taeyang dalam batin. Seungri pun tersenyum dan berbisik kepada Taeyang “bagaimana berjalan dengan lancar tidak?” Taeyang-pun langsung membayar minuman itu dan pergi dari cafe itu tanpa mengeluarkan sepatah huruf apapun.

Di rumahnya ia berfikir siapa yang menjemput Hana tadi di cafe. “Apa itu pacarnya? Tidak mungkin karena dia baru saja belajar tentang cinta tidak mungkin dia langsung mencintai seseorang” “tetapi bagaimana denganmu Oppa bukankah kau juga baru belajar dan langsung mencintai Hana-Onni, Hmm?” Ada seorang perempuan Yang masuk dan berkata langsung seperti itu yang tidak jauh umurnya dengan Taeyang. “Betul juga katamu. Hey, bisa-bisanya kamu masuk ke kamarku dan berkata seperti itu tanpa seizinku!” Jawab Taeyang kepada perempuan itu. “Tetapi, itu betul kan?” Tanya sepupu Taeyang yang bernama ‘Moon Kwang’ “betul juga kau my Sachon” jawab Taeyang. “Jadi, bagaimana tadi kencannya, berhasil tidak?” “Aniyo” jawab Taeyang pendek. “Chukhahamnida!”
Taeyang yang merasa bingung bertanya “Chukhahamnida? Mengapa” “Chukhahamnida karena kau tidak berhasil Oppa.” Taeyang yang merasa kesal akhirnya mengejar Moon tetapi Moon sangat cepat berlari seperti kilat yang tidak mendapat sasaran karena ia tidak pernah bisa berhenti dengan tepat jika sudah berlari sehingga tidak bisa dikejar oleh Taeyang ‘Huh… Tadi sudah Seungri sekarang Moon yang meledekku. Dasar dua serangkai pembawa sial!’ Batin Taeyang. Ia-pun kembali kekamarnya dan mengunci agar tidak ada yang mengganggu dan ia masih memikirkan tentang seorang lelaki yang menjemput Hana tadi. Tak lama berfikir ia mendapatkan pesan dari Hana.

“Temui aku besok sore hari di taman dekat rumahku.” Taeyang-pun merasa senang dan akan menyatakan perasaannya kepada Hana besok.

Keesokan harinya
Disaat sore hari salju hanya turun sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit (hey bukan pepatah, ya) tetapi hanya turun butiran-butiran kecil yang membuat suasana makin romantis. Hana sudah menunggu di kursi taman sedang menunggu Taeyang. Tak lama menunggu Taeyang pun datang dan memulai pembicaraan “Anyeong Haseyo? Mengapa kamu memanggilku ke sini?” Hana menjawab “Chal chinaeyo. Aku memanggilmu untuk mengetahui siapa orang yang kau cintai itu.” “Baiklah aku akan memberi taumu, tetapi kau jangan marah ya saat aku memberi tahumu. Janji?” Jawab Taeyang “Ne, Janji.” Jawab Hana “Heehhmm.. Huuhh. Sebenarnya, Sarang Haeyo. Apakah kamu mau menerimaku?” Tanya Taeyang. “Mianhamnida.” “Hmmm. aku sudah mengetahuinya pasti kau tidak akan menerimaku.” Dengan wajah kecewa. “Aniyo, Mianhamnida aku tidak bisa menolaknya.” Tiba-tiba Moon datang dan berkata “Ehem… ada yang baru jadian nih.” Taeyang-pun berkata “Dasar Caper sekali my Sachon dan tumben tepat sasarana berhentinya.” “Hehehehehe…” Taeyang dan Hana-pun berpelukan sebelumnya Taeyang bertanya kepada Hana “Tetapi Hana, siapa yang menjemputmu kemarin? Aku belum pernah melihatnya?” “Apa kau lupa?! Dia itu Oppa-ku yang menuntut ilmu di Amerika dari kita sd kelas 5 dan sekarang ia baru pulang ke Korea karena pekerjaannya sedang ada di Korea.” Jawab Hana. “Wah, beda sekali ya Hyong nim-No neun.”

Dan akhirnya mereka menjalin hubungan itu. Pada saat itulah Seungri datang dan menge-pause peristiwa itu dan berkata kepada para pembaca cerpen ini “Sudah tau kan kisah cinta temanku Taeyang dengan Hana jadi kalian cari hikmatnya sendiri karena Jo neun malas menjelaskannya nanti seperti Taeyang yang akhirnya tidak mengerti. Huh…” Dan Seungri memutarnya kembali seperti keadaan normal dan cerita-pun habis

THE END

Cerpen Karangan: Shifa Putri D
Hai… namaku Shifa panggilanku banyak terserah mau memanggilku apa saja karena panggilanku sudah lebih dari 30-an.
Aku adalah siswi kelas 5 sekolah sd al-azhar 2 Bandar Lampung dan semoga kalian semua yang membaca cerpenku terhibur atas cerpenku ini.

Cerpen Sarang Haeyo merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


A Broken Glass

Oleh:
Matahari mulai mencium bumi bagian tengah dengan sinar ultra violet yang selalu mengiringinya dalam setiap sorot cahaya yang dia sorotkan ke arah bumi. Sayang sekali, sepertinya sang mentari terlalu

Detektif

Oleh:
Suatu Hari Zack alias Zackiyah Islamiyah seorang ahli detektif dari agen kepolisian 818 akan membuka kedok rahasia Gubernur Cirebon yaitu Bapak Drs. Sujiwo. Tapi sebelum itu Zack harus menemukan

Appa

Oleh:
Siapa yang tahu akan semua nasib seseorang. Mungkin lusa.. esok.. atau nanti. Akan tiada? — “Seokmin, kemarilah Nak!” Seorang ahjussi yang diketahui bernama Tuan Cho sedang menunggu putra semata

Cinta Dunia Maya

Oleh:
Fanpage Ulzzang Cute Contest. Ya disitu pertama kali aku bertemu Michael. Kenalkan namaku Rara, aku sangat suka pada namja yang cute dan tampan. Saat aku membuka fanpage itu.. aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *