Sehun Bukan Bihun

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Gokil, Cerpen Korea
Lolos moderasi pada: 15 December 2017

Hidupnya selalu mengambang di antara kebahagiaan juga kepedihan. Nia, berada di pertengahan gejolak perasaan yang menggebu, bukanlah cinta. Sebagai seorang yang mudah baper, Nia adalah yang paling mudah menangis soal perasaan orang lain. Bahkan perasaannya sendiri saja tidak pernah tau, apalagi sakitnya orang lain. Jika dia melihat suatu hubungan yang retak dia selalu tertawa dan mengatakan.
“hahaha, kakak jomblo?” katanya saat melihat temannya yang selalu pamer pacar. Tapi yang sebenarnya dalam hati itu bicara lain di mulut pedasnya.
“kakak jomblo karena udah pernah pacaran. Lah gue??” tak lama air matanya menetes bak banjir dari hulu sungai yang dituruni hujan lebat sepanjang malam.

Penyakit ini sudah menyebar dari otak, mata, hidung, mulut, hati, perut, anu, kaki, dan sampe telapaknya juga. Wanita super baper ini kebanyakan nonton drama. Dia suka nonton drama hindustan sama ibunya, drama korea sama kakaknya, drama nonton bola, sampai drama upin dan ipin juga kawan-kawan. Yang paling fanatik dari semua sih, drama korea. Secara usianya masih labil, dan senang diajak liat adegan romantis juga buat kita jadi nangis plus meringis karena harus memikirkan kepentingan kuota umum pendownloadan drama korea bersubtittle Indonesia. Apa lagi jika harus menikmati drama kehidupan Lee Min Ho dan Park Shin Hye tanpa subtittle ditambah kualitas 144p, kejang-kejang Nia. Dengan kelebayan luar biasa ini bukan cuma berdampak pada bajet kuota internet. Dia juga sering dibully teman-teman sesama kpopers karena harus memperebutkan bias(idola). Ini yang menyebabkan Nia masih single, tapi tidak juga sih. Memang dia yang enggak laku atau memang enggak ada yang mau, sama aja.

Di sekolahan dia yang paling mengumbar rasa cintanya pada Oh Sehun sang bintang korea di grup EXO, fandom EXO-L, best Maknae(baru lahir/paling muda). Kebiasaannya membuat geng kpopers buatannya menggeleng kepala sambil menahan malu yang super dahsyat.

“Gue pacarnya Sehun, tau!” teriaknya memecahkan obrolan tentang penghinaan kpopers oleh antikpopers, yang lebih mencintai Dude Herlino, serta Stepan Wiliem (mohon maaf jika ada kesalahan kata, saya orang Jawa). Hatters itu juga pada bilang Nia lebay, padahal memang benar juga Nia lebay tingkat dewa. Dia juga sering digosipin, dijahilin, dan segala bentuk pembullyan lain yang dapat memecah belahkan, serta menimbulkan konflik di hati saudari Nia.

“Eh liat tuh! Itu kan kak Nia. Itu loh yang item” kata wanita pendek, gendut, dan tidak cantik.
“Oh, si pacarnya bihun yah?” saut temannya yang beda tipis sama wanita yang pendek, gendut dan tidak cantik, tepatnya jelek, kaya bebek berenang di kali wekwekwek.
“Bukan ih, nama pacarnya Su’un.” kelihatan kalau wanita ini pandai mengaji.
“Oiy, S.E.H.U.N. Sehun. OH SEHUN.!!” Teriak Nia super keras dan membuat pak Ahmad guru wali kelasnya, serta pimpinan guru suka foto selfi, menghampirinya yang berdiri di barisan upacara bendera hari Senin, 29 Februari 2017. Deg deg deg.

“Lagi upacara, kamu malah teriak kayak orang kesurupan” omel pak guru, sambil menjewer telinga kanan Nia yang untungnya tidak sampai lepas dan mengganti ulang.
“Maaf pak…”
“Habis upacara ke ruangan gue, ets.. jangan panggil gue bapak, panggil gue kakak, gua kan gak tua-tua amat gituh.” cerocos pak Ahmad, sampai tiba-tiba hujan ludah berlidah, menggigit pori-pori siswa siswi pengabdi bangsa yang tidak berdosa apalagi lugu, imut dan lucu-lucu. Nia hanya melongo, melihat gelagat banci pak Ahmad yang menjadi-jadi setelah pengangkatannya sebagai guru wali kelas fotografer amatir yang tersakiti serta terlupakan.

Dengan sisa dua potongan nyawa yang pecah karena melawan serangan berapi Korea Utara juga Korea Selatan. Nia mengetuk pintu ambang batas dunia dan neraka yang harus dipijaknya. Matanya melihat-lihat keramaian yang ada bagai tukang becak menunggu penumpangnya.

“Masuk, jangan lupa sandal dilepas, batas suci tau!” pak Ahmad phobia sama sepatu miliikya Nia kerena baunya itu melebihi ambang aman untuk hidung normal manusia.
“Pak jangan hukum saya. Bapak mau apa? Sepatu? Tas? Celana? Apapun deh” kata Nia.
“Kamu tau Oh Sehun?”
“BANGEEEET”
“Tau Irene Red Velvet?”
“Dia tukang tikung pak”
“Kalo Suho tau, kan? Banyak duit dia, yah?” Nia sadar kalau pertanyaan pak Ahmad ini, adalah percakapan anak muda kpopers. Maka dari itu Nia masih terus terpancing dengan pak Ahmad. Dia mulai menyebar virus kpopers dan memperdaya pak Ahmad dengan berkata.
“Kalo bapak mau bertanya lebih lanjut, bisa hubungi saya. Untuk satu jam cukup Rp 10.000 pajak ditanggung bapak. Juga ada bonus satu buah poster hanya dengan menambah Rp 50.000, dan jadilah kpopers sejati jangan lupa bergabunglah di group kpopers alayers angkatan 2017-2018 tanpa dipungut biaya.” Panjang lebar Nia menjelaskan, seperti yang nampak. Pak Ahmad tergiur dan hanya bisa mangut-mangut marmut. Tak lupa mereka mem-post foto ke instagram sebagai tanda dari kealayan dua sejoli kpopers-kpopers sejati sehidup semati tanpa basa–basi.

Kpopers bertumbuh pesat bak jamur merang di belakang proses pembelajaran mata pelajaran. Dengan adanya ini pak Ahmad diangkat sebagai guru fotografer amatir spesialis selfi dan koordinasi kekpopersan yang menjadi organisasi siswa berprestasi tanpa meninggalkan sisi formalitas juga mayoritas kpopers bersatu melawan keterpurukan. Dan kamilah kpopers Indonesia sejahtera. Dengan dikeluarkannya sertifikat serta kartu anggota kpopers anda bisa menambah wawaasan kpopers di sini, di mana saja, dan kapan saja. Saya Alayers XU V2V menyampaikan terimakasih. Prok prok prok…

Cerpen Karangan: Astrid Widia
Facebook: Astrid Widia

Cerpen Sehun Bukan Bihun merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sorry Ya Mblo

Oleh:
Setiap pulang kampus Caca memilih jalan memutar. Dia paling males ketemu sama 3 cowok nyebelin itu! Ketika Caca melintas di hadapan mereka, 3 cowok itu pasti bilang “penjaga gawang

Totally Whatever (Part 1)

Oleh:
Dia.. Apa? Siapa? Buih kan tetap menyapa butiran pasir di pantai bukan? — Langit yang begitu cerah dengan ribuan manusia menikmati perjalanan hidupnya di jalan-jalan kota, tak ada satu

Only You

Oleh:
Sebagai perempuan aku sangat senang memiliki kekasih yang tampan luar biasa, kebersamaan ini tak pernah aku rasakan bosan meski kita sering bertemu karena kita bertetangga sedari kecil, membuat orang

My Lovely Classmate

Oleh:
Irene POV “Irene… Bangun! Ini sudah pukul 6!!!” Teriak Ibu dari depan kamarku. “Hmmmmm… Iya Ibu…” Kataku sambil bangun dan duduk di atas tempat tidurku. Saat aku mendengar suara

Like a Fool (Part 1)

Oleh:
Ia hampir berfikir jika tidak ada satu hal pun yang tidak ia ketahui tentang gadis itu. Mulai dari jam dia bangun di hari biasa dan hari libur, makan siang,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *