Step Brother

Judul Cerpen Step Brother
Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Korea
Lolos moderasi pada: 1 December 2016

Mempunyai kakak tiri yang tampan, tinggi, ramah, baik hati dan populer, mungkin menjadi impian semua adik tiri perempuan di dunia ini. Tapi tidak untukku. Aku membenci kakak tiriku. Aku benci ketika semua orang menaruh perhatian dan pujian padanya termasuk kedua orangtuaku. Aku selalu merasa Park Chanyeol, kakak tiriku -yang diadopsi sejak kecil oleh kedua orangtuaku, mengambil hakku sebagai ‘anak kandung’ di rumah. Ia selalu saja dibanggakan oleh Ayah karena prestasinya di bidang olahraga dan selalu membanding-bandingkan dengan aku yang tidak suka olahraga. Ia juga selalu dipuji Ibu karena nilai akademiknya yang bagus. Park Chanyeol juga selalu lebih diutamakan ketimbang aku yang menjadi peran ‘anak kandung’ kedua orangtuaku. Terkadang aku berfikir apa yang istimewa dari anak adopsi itu? Dan terkadang aku juga merasa iri ketika Ia mempunyai banyak teman dan disukai semua orang. Park Chanyeol adalah kebalikan dari diriku. Ia lebih seperti cermin ketimbang menjadi kakak tiriku.

“Kita kan satu sekolah, lebih baik kita berangkat bersama!” Ajak Chanyeol. Ck, berangkat bersama katanya? Tidak akan.
“Hei, Kyeongri, kenapa kau diam saja?” Tanyanya lagi. Ia terus saja menanyaiku dengan pertanyaan bodohnya. Tapi aku hanya diam tak menggubrisnya. Malas rasanya meladeni ucapannya yang tak penting itu.
“Park Kyeongri, kau dengar tidak? Sebaiknya hari ini kau menonton pertandingan basketku dan sehabis itu kita bisa nongkrong di kafe dan…”
“Sudah cukup! Aku benci kau! Dan aku benci mendengar suaramu! Tidakkah kau tahu itu, Park Chanyeol?!” Bentakku dan langsung berjalan meninggalkan Chanyeol yang diam seribu bahasa. Aku tidak peduli apa yang akan terjadi padanya, pokoknya sekarang lebih penting aku tidak datang ke sekolah bersamanya.

“Chanyeol belum datang?” Tanya Soojin. Aku hanya mengangkat kedua bahuku tidak peduli.
“Kau ini adik macam apa yang meninggalkan kakakmu di jalan?”
“Dia bukan kakakku.” Jawabku singkat dan bangkit dari tempat dudukku. Ketika aku ingin melangkahkan kakiku ke luar kelas, tiba-tiba datanglah Chanyeol sambil tersenyum lebar dengan jaket yang diikat di pinggang.
“Pagi!” Ujarnya ke seluruh kelas. Kulihat para siswi terlihat begitu senang atas kehadirannya, tapi tidak untukku. Aku kembali ke tempat dudukku sambil menopang dagu. Sudah cukup sial sampai bisa satu kelas dengannya -karena usia kami yang tak jauh berbeda, sekarang aku harus melihat senyum menjengkelkan itu setiap hari.

“Kenapa kau meninggalkanku?” Tanya Chanyeol sambil menarik daguku. Aku kaget dibuatnya dan segera menepis tangannya. Ia tersenyum licik. Senyum yang aku benci darinya.
“Jangan berfikir hubungan kita sedekat itu!” Bentakku sambil menggebrak meja di hadapan Chanyeol.

Tiba-tiba semuanya menjadi hening. Aku melihat ke arah sekitarku, semua siswa/siswi yang ada di dalam kelas melihat ke arahku. Kemudian aku melihat ke arah Chanyeol yang masih tersenyum.

“Well, Kyeongri memang galak, ya? Ketika tidur saja dia bisa segalak itu.” Ujar Chanyeol sambil mengedipkan sebelah matanya padaku. Kemudian kelas menjadi normal kembali dan aku duduk sambil menopang dagu di atas meja.
Aku masih tak mengerti kakak tiriku itu.

“Oh, jadi ternyata kamu yang bernama Kyeongri?”
“Habisi saja dia! Kudengar tadi pagi dia membentak Chanyeol dan menggebrak meja di hadapannya! Sangat kurang ajar pada Chanyeol Oppa kita!!”
“Cewek jelek, kamu pikir kamu siapa bisa memperlakukan Chanyeol seperti itu?”

Kulihat cewek yang berambut panjang dan berwarna merah itu mengeluarkan gunting dari saku bajunya. Aku begitu ketakutan dan terus menjerit ketika pisau itu semakin mendekat ke arah wajahku. Tapi aku sungguh tak bisa apa-apa. Tanganku dipegangi oleh beberapa orang yang juga teman si cewek itu, dan lagipula siapa pula orang yang akan mendengar suaraku di dalam gudang sekolah tua ini?

“Kumohon jangan!!!! Lepaskan aku!!!” Teriakku. Aku meneteskan airmataku perlahan.
“Heuh, tidak akan!!” Jawab cewek berambut merah itu. Kemudian aku melihat Ia menggunting rambutku hingga menjadi pendek. Ini semua karena Park Chanyeol dan penggemar fanatiknya itu! Aku benci kakak tiriku itu!
“Lain kali, jangan pernah seenaknya dengan pacarku, Park Chanyeol!!”
Aku hanya menatap mereka yang tengah menertawaiku. Kumohon tolonglah aku.

“Pacar siapa?”
Aku menengok ke arah suara itu. Alangkah terkejutnya aku melihat Chanyeol sedang berdiri tepat di hadapan cewek berambut merah itu.
“Aku sama sekali tidak pernah menyakiti seorang wanita, tapi oh, apa yang kau lakukan pada adikku?” Ujar Chanyeol sambil menjambak rambut cewek itu. Aku semakin terkejut melihat ekspresi Chanyeol semarah itu.
“Aaa…adik?” Tanya cewek itu
“Iya, dia adikku! Aku menyayanginya melebihi diriku sendiri, jadi jangan pernah kalian mengganggunya lagi! Kalau sampai aku melihatnya menangis karena kalian, bukan rambut kalian lagi yang aku tarik, tapi nyawa kalian! Mengerti? Sekarang pergilah!!!” Jawabnya dan segera melepaskan cewek itu.

Chanyeol mendekatiku dan memegang rambutku yang sekarang sudah pendek sampai atas bahu.
“Kau…”
“Ssstttt…” Chanyeol menutup mulutku dengan satu jari telunjuknya. Aku meneteskan air mataku dan Ia mengusapnya pelan. “Ayo pulang.” Lanjutnya sambil menggendongku pulang sampai rumah.

Keesokan harinya di sekolah…
“Hmm… tidak jelek juga kau berambut pendek. Jago juga mereka memotongnya sampai kau tak perlu merapikannya di salon.” Ujar Chanyeol sambil berjalan di sampingku. Aku hanya tersenyum sambil memukul kepalanya dan berlari meninggalkannya (lagi).
Well, ternyata punya kakak tiri oke juga

Cerpen Karangan: Rapunztalifah

Cerita Step Brother merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Love Is Moment (Part 1)

Oleh:
Di matamu, di pikiranmu, cinta sedang digambar Meskipun kita terpisah, meskipun kita tersembunyi, cinta adalah dirimu Kuharap kerinduan yang datang bersama angin dapat memberitahumu tentang hatiku Cinta adalah momen,

DOT (Part 2)

Oleh:
Sesampainya di sana, ku lihat Young Jae duduk memainkan ponselnya dan kemudian melihat ke arahku. “Bagaimana? Apa masih sakit?” tanyaku sambil menatapnya. “Kau pucat?” tanyanya sambil menatap wajahku. “Aku

Mia to Seung Jo (Part 3)

Oleh:
“Om-Tante, saya mau minta ijin untuk membawa Mia ke tempat yang lebih tenang. Agar kondisinya lebih stabil.” Ucap Seung Jo pada orangtua Mia. Saat ini ia tengah bertamu di

My Secret Love

Oleh:
Hujan tak kunjung reda, sepasang mata sayu memandang putus asa. Ingin rasa berteriak lalu menerobos ribuan runtuhan hujan demi hasratnya yang terpendam dalam diam. Namun, rasa dingin telah mendahului

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Step Brother”

  1. Re-re says:

    Aku suka, walau aku bukan seorang penggemar Korea

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *