Twin Boys

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Korea
Lolos moderasi pada: 13 August 2015

“Bagaimana dengan harimu, Chorong?”
“Yaaa begitulah! Sedikit sibuk…”
“Sibuk dengan floristmu ya?”
“Begitulah…”

Tiba-tiba, “Aaaaaa itu Jo Twins!!” teriak Hera yang mengagetkan Chorong, seolah melihat bintang besar.
Chorong reflek menoleh ke arah yang Hera tunjuk.
“Aku kesana dulu yaaa!” seru Hera berlari menuju ke arah dua laki-laki kembar itu disusul Chorong di belakangnya.

Laki-laki kembar itu berjalan dengan coolnya bak pangeran yang sedang berjalan di atas red carpet. Para wanita berjejer seperti dayang-dayang istana yang menyambut tamu penting, namun tak ada seorang pun yang berani menyentuhnya.

Keduanya terlihat sangat mirip. Yang membedakannya hanya warna rambut. Yang berambut pirang namanya Jo Young Min (kakak) dan yang berambut hitam mengkilat namanya Jo Kwang Min (adik).

Tiba-tiba, Jo Twins berhenti ketika menyadari tali sepatu Young terlepas. Dan itu tepat di hadapan Chorong dan Hera.

“Chorong… Mereka wangi sekali…” bisik Hera meleleh. Chorong mengernyitkan kening.
“Kau!” Young menunjuk ke arah Chorong dengan kasar.
“Apa?” tanya Chorong dingin yang membuatnya terlihat bodoh.
“Ikatkan tali sepatuku!” perintah Young sambil menunjuk ke arah sepatunya.
“Apa? Memangnya kau siapa menyuruhku seenaknya?” seru Chorong dengan volume suara meninggi. Jo Twins mengeryitkan kening.

Seluruh fans dari Jo Twins yang menyaksikan itu tercengang kaget. Baru pertama kali ada wanita yang berani membentak idola kampus itu.

“Chorong… Kau gila?” bisik Hera malu dengan perlakuan sepupunya itu.
“Seharusnya kau bersyukur aku perintah mengikatkan tali sepatuku! Wanita lain tak ada yang berani menolak perintahku!” ucap Young dengan sombongnya.

Chorong tersenyum kecut, “Kau pikir mereka budakmu? Kau pikir kau ini siapa?”
Tenggorokan Young terasa tercekik. Suasana menjadi tegang.

DAKK!!

Hentakan kaki Chorong mendarat di kaki Young.

“Aaaaa!!” fans Jo Twins serentak menjerit merasa sakit melihat itu.
“Aarrgghh! kau berani menginjakku?” pekik Young kesakitan sambil melompat-lompat kecil di tempat memegangi kakinya yang sakit. Kwang ikut cemas.
“Kurasa itu lebih cocok untukmu!” ucap Chorong puas sebelum akhirnya berlalu.
“Chorong tunggu!”
Hera menyusul dari belakang.

“Chorong apa kau gila? Kau tahu siapa mereka?”
“Memangnya siapa mereka? Hanya dua anak kembar yang sombong!” jawabnya datar.
“Chorong… Apa kau tidak tertarik dengan mereka?”
“Sama sekali tidak!”
“Apa? Harusnya meskipun kau anak baru, tapi paling tidak kau merasa tertarik ketika pertama kali melihatnya…”
“Oh maaf, aku tak berminat!”
Hera pun menyerah dan berhenti mengejar langkah seribu Chorong. Hanya dapat menggelengkan kepala.
“Kau ini normal atau tidak?” gumam Hera.

Chorong nampak berjalan santai sembari menikmati sandwinchnya.
“Na, na, na, na…”

Langkah Chorong seketika terhenti ketika dua orang laki-laki menghalangi jalannya.
Chorong yang tahu siapa mereka langsung menghela napas.

“Kalian lagi. Minggir!”
“Hei kau! Kau ini anak baru ya?” tanya Young seolah malas mengajukan pertanyaan itu.
“Bukan urusanmu!” jawab Chorong tengil.
“Hei! Kau ini tidak sopan!” ucap Kwang merasa direndahkan.
“Lalu kalian mau apa?”
“Jika ada orang yang berani kasar pada kami, maka ia harus dihukum!” ucap Kwang berusaha garang.
“Hahaha kalian pikir kalian ini siapa? Aku tak mengenal kalian..” Chorong tertawa terpingkal-pingkal yang membuat perkataan Jo Twins nampak bodoh.

Harga dirinya terinjak-injak oleh seorang wanita. Bagaimana mungkin? Young dan Kwang bertatapan.
“Hei… Kau mau terima tantangan kami tidak?” tanya Kwang menantang.
“Tantangan apa?”

Di tengah lapangan basket yang terik.
“Hei Bodoh! Siap-siap malu menerima kekalahan!” seru Young penuh percaya diri.

Chorong tersenyum kecut, “Jangan senang dulu! Kalian tak lupa kan apa hukuman yang akan kalian terima jika kalian kalah?”
“Kau juga!” ucap Young dan Kwang serentak.
DAK!!
Chorong melempar bola ke dada Young. Pertandingan pun dimulai. Dua lawan satu.

Anak-anak kampus yang lain pun mulai berdatangan menyaksikan pertandingan itu. Hera yang baru datang tercengang kaget.
“Chorong… Apa yang kau lakukan? Kau mau bunuh diri? Gila!” gumam Hera.

Pertandingan pun berlangsung sengit. Young, Kwang tak pernah mengira Chorong setangguh itu.
Score pun kejar kejaran. Young Kwang mulai khawatir.
Dan…
“Yeeeee!! Aku menaaaang! Hahaha” seru Chorong bangga.

Semua yang menyaksikan menjadi gempar, terutama Hera. Mana mungkin si jagoan basket kalah dengan wanita? Young Kwang berdiri mematung dengan tatapan kosong seperti mayat hidup.
“Kalian siap?” tanya Chorong sinis.

“Ayooo yang cepat jalannya! Masa begitu saja mau jatuh?” perintah Chorong kasar.

Kali ini orang benar-benar gempar. Imej Jo Twins menurun drastis. Untuk pertama kalinya di sepanjang sejarah kampus itu, Jo Twins berjalan di belakang wanita seperti bodyguard dengan mengenakan rok mini dan sepatu hak tinggi.

THE END

Cerpen Karangan: Dedeh Kurnia
Facebook: Facebook.com/dedeh.kurnia

Cerpen Twin Boys merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Music Box

Oleh:
Pagi-pagi sekali aku terbangun dari tidurku gara-gara jam Weeker berbentuk kura-kura pink-ku yang sudah terpasang alarm pukul 06.30 a.m. Aku beranjak dari ranjangku sambil mengucek-ucek mataku agar tidak terkantuk-kantuk

Salju Pertama Bulan Desember

Oleh:
Cinta tak akan pernah saling melupakan, tetapi cinta bukan pula sebuah ingatan yang menjadi sebuah kenangan, itulah yang kini ada dalam pikiran Park Rin Rin, bukan karena ia ingin

Your Eyes Oppa

Oleh:
Namaku Kim Taeyeon, aku baru kelas 2 SMA. Aku memiliki seorang sahabat yang bernama Jung Min-hyuk. Sebenarnya, aku sudah lama mencintainya diam-diam. Aku tidak tahu apakah dia juga mencintaiku

Fine Mapple Drops

Oleh:
Ini bukan kisah seromantis cinta Jack dan Rose di kapal Titanic, juga bukan kisah setragis Romeo dan Juliette yang sama-sama memilih mati demi cinta mereka. Tidak. Ini hanya sebuah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *