Vegetarian Boy

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Korea
Lolos moderasi pada: 19 July 2016

17 tahun yang lalu (1999), Di Kota Seoul, korea selatan, ada sebuah acara yang menampilkan model-model cantik dengan Busana yang sangat indah di tubuh mereka. Salah seorang Model di acara tersebut banyak sekali menarik perhatian kaum adam dikarenakan Ia memiliki paras seperti Malaikat. Nama Wanita tersebut adalah Kang Han-Na, seorang model Profesional yang sudah tidak diragukan lagi kecantikannya. Ia mulai terkenal saat mengikuti ajang perlombaan “Model Next Generation” dan mendapatkan Juara pertama. Semenjak saat itulah ia mulai dikenal halayat banyak.

Han-Na berhasil mengangkat perekonomian keluarganya menjadi lebih baik. Ia Juga berhasil menyandang status sebagai Wanita paling cantik di dunia pada tahun 2000. Karir Han-Na semakin meroket di dunia permodelan hingga ke mancanegara. Walaupun ia sukses menjadi seorang Model, Han-Na tetap Murah hati dan Tidak sombong.

Suatu hari, ketika Han-Na ingin pergi ke butik temannya, ia tak sengaja bertemu dengana Park Yong-Gyu, seorang pria gendut dan penakut. Han-Na melihat Yong-Gyu sedang dibully oleh segerombolan anak jalanan. Han-Na pun mengusir Anak jalanan yang mengganggu Yong-Gyu dan memarahi anak-anak tersebut. “Hei anak-anak nakal, jangan bisanya hanya main kroyokan. Apalagi mengganggu anak yang tidak bisa melawan kalian semua. Berarti kalau begitu kalian semua itu LOSER!” Setelah mengatakan hal tersebut, Han-Na pun tertawa hingga akhirnya anak-anak jalanan itu pergi. Setelah itu, Han-Na langsung saja membantu Yong-Gyu yang ketakutan.

“Kamu nggak apa-apa? Perkenalkan namaku Kang Han-Na. Kalau nama kamu siapa?” tanya Han-Na. “Ya. Aku baik-baik saja. Namaku Park Yong-Gyu.” Jawab Yong-Gyu. “Halo Yong-Gyu salam kenal.”Kata Han-Na. “Ya. Salam kenal” Jawab Yong-Gyu. “Oh ya, aku buru-buru. Ini kartu namaku. Nanti kalau kamu mau ngobrol, telpon saja aku.” Ajak Han-Na. “Ba… Baiklah. Sampai jumpa.” Han-Na pun langsung pergi menuju butik sedangkan Yong-Gyu tetap menatap kartu nama tersebut.

Semakin hari, Yong-Gyu dan Han-Na semakin akrab.Tetapi, pada suatu ketika, Yong-Gyu mengirim pesan kepada Han-Na.
“Han-Na, apa kita bisa ketemuan?”
“Ketemuan? Emang kenapa Yong-Gyu?”
“Nanti aku beri tahu. Ada yang ingin aku bicarakan.”
“Baiklah Yong-Gyu. Kita bertemu dimana?”
“Kita ketemuan di kafe tempat biasa kita ngobrol.”
“Baiklah Yong-Gyu, aku segera kesana.”
Seperti itulah bunyi pesan yang dikirim Yong-Gyu kepada Han-Na. Di kafe, ternyata Yong-Gyu mengucapkan kata perpisahan kepada Han-Na karena ia harus pergi ke Amerika untuk melanjutkan pendidikannya keperguruan tinggi. Yong-Gyu pun berjanji akan kepada Han-Na kalau ia akan kembali lagi ke Korea jika pendidikannya disana telah selesai.

Keesokan harinya di bandara, Yong-Gyu mengucapkan kata-kata perpisahan kepada Han-Na.
“Han-Na, jaga dirimu baik-baik ya.”
“Kamu juga. Jangan takut kalau ada orang yang mengganggu kamu. Hati-hati di jalan Yong-Gyu.”
“Ya. Sampai jumpa Han-Na. Gomawo”
Yong-Gyu pun masuk ke pesawat dan pergi ke Amerika. Setelah itu, Han-Na pun langsung pergi karena ada jadwal pemotretan untuk sebuah majalah.

17 tahun kemudian (2016), terlihat seorang wanita gendut yang sedang tiduran di sofa. Wanita gendut tersebut tidur dengan cara mendengkur keras. Tak lama kemudian, petugas jasa pengiriman datang kerumah wanita tersebut. Jasa pengiriman itu pun membunyikan bel rumah wanita gendut tersebut untuk mengantarkan kiriman dari seseorang. Wanita gendut tersebut pun membuka pintu dan ternyata, wanita itu adalah sang model cantik Kang Han-Na. Han-Na menjadi gendut dikarenakan stress dengan keadaan orangtuanya yang selalu bertengkar. Ia juga stress karena pekerjaannya yang sangan menumpuk. Alhasil, karena akibat stress tersebut, Han-Na menjadi gendut seperti ini.

Petugas jasa pengiriman tersebut memberi sebuah kiriman untuk Han-Na yang berasal dari Luar Negeri. Tenyata, kiriman tersebut berasal dari cinta pertamanya Park Yong-Gyu. Di dalam kiriman tersebut, terselip sebuah surat untuk Han-Na. Han-Na pun segera membaca surat tersebut.
“Annyeong Han-Na, apa kabar? Aku akan menempati janjiku untuk kembali ke Korea dan bertemu denganmu lagi. Rencananya aku akan kembali ke Korea besok pagi sekitar jam 9 pagi. Aku ingin mengajak kamu ketemuan di kafe tempat dimana kita biasa mengobrol waktu dahulu.”
Han-Na pun sangat senang sekali dan tak sabar menunggu hari esok. Keesokan harinya, Han-Na berada di kafe tempat mereka janjian untuk bertemu dengan Yong-Gyu. Han-Na yang tidak sabar untuk bertemu Yong-Gyu kembali pun akhirnya menelpon Yong-Gyu untuk menanyakan keberadaannya sekarang.
“Annyeong Yong-Gyu, kamu dimana?”
“Aku lagi di parkiran, sebentar lagi aku kesana.”
“Baiklah Yong-Gyu, aku sudah nggak sabar.”
“Iya sebentar. Kamu dimana?”
“Aku ada di dalam kafe. Aku memakai baju warna hitam”
“Meja nomor berapa?”
“Meja nomor 4. Buruan aku udah nggak sabar mau ketemu kamu.”
“Baiklah. Ini aku sudah mau masuk pintu kafenya. Tunggu sebentar.”

Yong-Gyu tidak mengetahui kalau Han-Na tidak seperti dia pikirkan. Begitu juga sebaliknya. Han-Na juga tidak mengetahui kalau Yong-Gyu sudah menjadi pria yang bertubuh ideal.
“Kang Han-Na, Beneran di meja nomor 4?”
“Iya. Aku pakai baju warna hitam. Kamu dimana sih?”
Yong-Gyu pun menghampiri Han-Na dan mereka berdua pun sama-sama terkejut karena mengetahui perubahan yang sangat drastis dari keduanya.
“Kamu Kang Han-Na?”
“Ya. Aku Han-Na. Kamu Park Yong-Gyu?”
“Ya. Aku Yong-Gyu. Kok kamu bisa berubah gini?”
“Kamu juga. Kok bisa jadi kurusan gini?”
“Nanti aku ceritakan. Sebaiknya kita memesan makanan dahulu.”
“Baiklah.”

Han-Na memesan makanan untuk dirinya dengan makanan-makanan yang berlemak dan juga soju. Sedangkan Yong-Gyu hanya sayur-sayuran dan jus buah. Han-Na pun merasa aneh dengan tingkah laku Yong-Gyu dikarenakan dulu Yong-Gyu suka sekali dengan makanan-makanan yang berlemak.
“Yong-Gyu, kamu hanya makan Sayuran saja?”
“Iya. Emang kenapa?”
“Kamu diet? Atau apa”
“Aku nggak diet. Cuma aku sudah tidak mau lagi dan tidak bisa makan makanan berlemak seperti itu. Jika aku makan makanan yang berlemak, aku bisa muntah. Jadi aku hanya makan sayur dan buah.”
“Oh Gitu. Hmmm… Yong-Gyu, kamu mau tidak membuat aku jadi cantik seperti dahulu? Aku mohon.”
“Baiklah Han-Na. Akan aku bantu kamu. Tetapi pertama, kamu harus menjauhi makanan berlemak dan soju seperti ini.”
“Baiklah. Aku berjanji akan menjauhi makanan yang berlemak dan soju demi kembali menjadi kurus.”
Mulai dari saat itulah, Yong-Gyu dan Han-Na kembali akrab. Yong-Gyu pun berjanji akan membuat Tubuh Han-Na kembali seperti dahulu.

Keesokan hari, Yong-Gyu menelpon Han-Na dan mengajaknya ketemuan di taman. Han-Na pun senang dan mengkhayal jika Yong-Gyu ingin mengutarakan cintanya kepada Han-Na. Han-Na pun langsung saja pergi ke taman untuk bertemu Yong-Gyu. Sesampainya di taman, ternyata Yong-Gyu bukan ingin mengutarakan perasaannya. Melainkan mengajak Han-Na berolahraga.
“Han-Na, kamu sudah siap?”
“Sudah siap.”
“Tetapi kamu harus mengganti pakaian kamu. Masa ingin berolahraga memakai pakaian pesta begini. Sebaiknya kamu pulang dan mengantinya dengan pakaian olahraga.”
“Apa? Olahraga? Baiklaha aku pulang dulu ganti pakaian.”
“Ehh tunggu dulu. Mana kunci mobil kamu?”
“ini kunci mobilku.”
“Berikan kepadaku.”
“Emang kenapa Yong-Gyu? Kamu mau mengantarkanku ke rumah?”
“Bukan. Kamu pulang ke rumah dengan berjalan kaki. Hitung-hitung berolahraga.”
“Berjalan kaki? Dari taman ini menuju rumah aku itu jauh. Masa kamu tega?”
“Menurut kamu jauh. Menurut aku tidak. Sebaiknya cepat. Aku beri waktu 20 menit. Kalau kamu telat akan ada hukuman.”
“20 menit? Baiklah.”
Han-Na berlari menuju rumahnya. Di perjalanan, sesekali ia merasa lelah tetapi ia tidak bisa istirahat karena dikejar-kejar waktu. Setelah berganti pakaian, Han-Na pun kembali lagi ke taman untuk melakukan olahraga.

Sesampainya di taman, Han-Na yang kelelahan pun langsung berbaring di tanah.
“Kamu akhirnya sampai juga.”
“Yong-Gyu, aku istirahat dahulu.”
“Nggak ada istirahat-istirahatan. Ayo kita lari sepuluh kali keliling taman ini.”
“10 kali? Aku lelah Yong-Gyu, sebentar lagi aja ya.”
“Nggak ada nanti-nanti. Katanya kamu mau kurusan. Ayo berolahraga. Cepat Han-Na”
“Aisshh… Baiklah Yong-Gyu.”
Belum ada satu putatan, Han-Na sudah minta istirahat kepada Yong-Gyu. Tetapi Yong-Gyu tidak mengherankan permintaan Han-Na. Han-Na selalu saja beristirah di tengan jalan. Tetapi Yong-Gyu tidak membiarkan Han-Na beristirahat dan malah memaksanya agar tetap berlari. Setelah kelelahan berlari, Han-Na pun meminta dibelikan Soju kepada Yong-Gyu. Yong-Gyu pun membelikannya air. Tetapi bukan Soju melainkan Jus buah. Han-Na awalnya sempat tidak mau meminumnya. Tetapi, karena kehausan, Han-Na pun akhirnya meminum jus tersebut dan menghabiskannya tanpa sisa sedikit pun. Setelah minum, Han-Na mengajak Yong-Gyu ke kafe dimana mereka sering ketemuan. Tetapi Yong-Gyu tidak mau dan menyuruh Han-Na mengikuti dia.

Ternyata, Yong-Gyu membawa Han-Na kesebuah restoran yang hanya menyajikan makanan-makanan sehat saja. Yong-Gyu pun bertanya apakah Han-Na mau makan dan Han-Na pun menjawabnya kalau ia mau makan. Di dalam restoran, Han-Na meminta makanan-makanan yang membuat orang menjadi Gendut. Sebenarnya Han-Na tidak mengetahui kalau ia memasuki restoran makanan sehat. Yong-Gyu pun memberi buku menu kepada Han-Na. Betapa terkejutnya Han-Na karena mengetahui kalau semua makanan yang di jual di restoran tempat ia makan sekarang semuanya adalah makanan yang dibuat dari sayur-sayuran dan buah-buahan. Mau nggak mau Han-Na harus memesan salad untuk menjadi santapannya.

Setelah makan, Yong-Gyu memberi pesan kepada Han-Na kalau ia tidak boleh bergadang dan harus tidur di kasur. Bukan di sofa. Terus, setiap sore ia harus pergi ke taman untuk berolahraga. Setelah memberi pesan tersebut, Han-Na dan Yong-Gyu pun pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, Han-Na yang kelelahan pun tidak mendengarkan nasehat Yong-Gyu untuk tidak tidur di sofa. Di rumah Yong-Gyu, ia terkejut dikarenakan ada seorang wanita di dalam rumahnya. Ternyata, wanita tersebut adalah tunangan Yong-Gyu, Min Soo-Jin. Soo-Jin adalah model cantik yang sangat terkenal di Tiongkok dan juga Amerika. Yong-Gyu pun bertanya kenapa Soo-Jin datang ke rumahnya.
“Min Soo-Jin, kenapa kamu datang ke rumahku?”
“Emang nggak boleh ya aku mampir kerumah kamu?”
“Bukan nggak boleh. Tetapi kenapa tiba-tiba gitu.”
“Supaya kamu terkejut kalau aku ada di rumah kamu.”
“Ada apa kamu datang kesini? Apa ada yang ingin kamu bicarakan?”
“Ya. Aku ingin menanyakan kapan kita menikah? Kita sudah bertunangan selama 3 tahun. tetapi kita belum melanjutkannya ke jenjang pernikahan.”
“Aku tau yang kamu inginkan. Tetapi aku lagi sibuk belakangan ini.”
“Sibuk? Sibuk apa? Sibuk dengan wanita gendut yang ada di taman tadi sore?”
“Kamu jangan salah sangka. Wanita yang di taman tersebut adalah Kang Han-Na teman lamaku. Dahulu ia adalah model, namun karena stress ia menjadi gendut dan aku ingin membantunya untuk menjadi kurus kembali.”
“Gitu? Emang kamu pikir aku percaya?”
“Kalau kamu tidak percaya ya sudah. Sebaiknya kamu pergi dari rumahku. Soalnya aku mau istirahat.”
“Emang aku mau pergi dari rumah kamu. Nanti aku akan mampir kembali ke rumah kamu.”
Soo-Jin yang kesal akhirnya pergi meninggalkan rumah Yong-Gyu. Sedangkan Yong-Gyu langsung beristirahat di kamarnya.

Hari-hari selanjutnya, Yong-Gyu dan Han-Na selalu berolahraga bersama. Tetapi, pada suatu hari, Ketika Yong-Gyu dan Han-Na sedang beristirahat di bangku taman, tiba-tiba saja Soo-Jin datang dan menampar Yong-Gyu. Yong-Gyu yang kaget menanyakan kanapa Soo-Jin menamparnya. Ternyata, Soo-Jin cemburu dengan kedekatan Yong-Gyu dan Han-Na. Tanpa ragu-ragu, Soo-Jin pun memutuskan pertunangannya bersama Yong-Gyu. Han-Na yang merasa kalau ia merusak hubungan Yong-Gyu dan tunangannya pun langsung pergi dari taman dan menangis. Sedangkan Yong-Gyu tidak memperdulikan Soo-Jin dan langsung pergi mengejar Han-Na.
“Han-Na tunggu!”
“Ada apa Yong-Gyu?”
“Kamu kenapa nangis?”
“Aku nggak nangis. Mata Aku hanya kemasukan debu.”
“Mianhae aku tidak memberi tahu kan kamu soal pertunangan aku.”
“Nggak apa-apa. Aku juga minta maaf karena aku hubungan kalian jadi rusak. Dan aku ingin kamu menjauh dari aku.”
“Tapi Han-Na….”
“Mianhae Yong-Gyu”
Han-Na pun pergi dari taman tersebut dengan mengendarai mobilnya. Ketika mengendarai mobil, Han-Na tampak kesal dan menangis sampai-sampai konsentrasi yang ia miliki untuk mengendarai mobil buyar dan kejadian tragis pun terjadi. Mobil Han-Na terperosok kedalam jurang setelah ia melanggak pembatas jalan. Mengetahui kabar kalau Han-Na mengalami kecelakaan, Yong-Gyu pun langsung pergi ke rumah sakit untuk mengcek keadaan Han-Na. Sesampainya di rumah sakit, betapa terkejutnya Yong-Gyu karena Akibat dari kecelakaan tersebut, Han-Na kehilangan penglihatannya dan juga ingatannya untuk selamanya. Mengetahui hal tersebut, Yong-Gyu langsung saja mengambil tindakan untuk membuat Han-Na melihat lagi. Yong-Gyu pun meminta kepada dokter untuk memberi matanya kepada Han-Na. Dokter pun bersedia dan langsung melakukan operasi. Operasinya pun berjalan lancar. Setelah memberikan matanya kepada Han-Na, Yong-Gyu pun meninggal dunia.

3 tahun kemudian, Han-Na sudah berkeluarga dan berhasil menjadi model ternama kembali dan terkenal seperti dahulu. Tetapi ia tidak mengingat kenangan masa lalunya bersama Yong-Gyu, walaupun ia tidak mengingatnya, Yong-Gyu tetap bisa melihat kebahagian Han-Na dan melihat keindahan dunia melalui matanya pada Kang Han-Na.

~ THE END ~

Cerpen Karangan: M. Andhika Pratama
Facebook: Andhika Pratama (Dhika)

Cerpen Vegetarian Boy merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Lollipop (Part 3)

Oleh:
“Jin Rae kau bisa membantuku” suara bu Young Mi di ujung telepon memaksaku untuk berhenti menangis. Sudah tiga kali bu Young Mi menelfonku dan aku mengabaikannya. Tapi tidak dengan

Psychopath

Oleh:
“Kang Min-Suk” Teriak Hwa-Yeon memanggilnya dari kejauhan. “Waeyo Hwa-Yeon?” Jawab Min-Suk. “Min-Suk, kamu… Kamu… Dengar kabar kalau Hye-Soo meninggal kan?” Tanya Hya-Yeon Kepada Min-Suk. “Aku Sudah Dengar. Waeyo?” Jawabnya.

Loser (Part 1)

Oleh:
Me Demian Joshua. Terkadang manusia hidup dengan mengandalkan harta, kecantikan, jabatan dan kepintaran. But me, hidup dengan mengandalkan kebodohan. Mungkin kalian bertanya bagaimana aku bisa hidup dengan mengandalkan kebodohan.

Oppa, Mianhae

Oleh:
Jingga matahari terbit seakan tak nampak tertutup gumpalan awan yang redup. Gemuruh guntur di langit terdengar samar dari kejauhan Kota Seoul. Udara sekitar menghembus gigil beku, menghempas tubuh seorang

Break Up

Oleh:
“Tidak, bukan.. Bukan begitu..” Pria itu menggeleng dan mengisyaratkan agar gadis di depannya berhenti. “Aku salah lagi?” Tanya gadis itu. Wajahnya terlihat lelah karena berulang kali melantunkan nada yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *