Your Eyes Oppa

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Korea
Lolos moderasi pada: 22 September 2017

Namaku Kim Taeyeon, aku baru kelas 2 SMA. Aku memiliki seorang sahabat yang bernama Jung Min-hyuk. Sebenarnya, aku sudah lama mencintainya diam-diam. Aku tidak tahu apakah dia juga mencintaiku atau tidak.

Ketika jam istirahat aku sering menghabiskan waktu bersamanya di perpustakaan. Kami duduk berhadapan. Aku juga sering curhat padanya.
“Kau tahu tidak? Sebenarnya, aku sedang jatuh cinta pada seseorang,” ucapku pada Min hyuk.
“Nugu? Kau jatuh cinta pada siapa?” tanya Min hyuk serius padaku.
“Eum, tentu saja orang itu adalah manusia. Bukan setan,”
“Oh, begitu ya? Jadi kau tidak ingin memberi tahu padaku. Ya sudah! Sebenarnya aku juga suka pada seseorang” Min hyuk tersenyum padaku.
“Apa? Min hyuk juga mencintai seseorang? Aish, dia sudah mencintai orang lain. Bagaimana denganku, apa aku akan patah hati?” Batinku.
“Sebenarnya sudah lama aku ingin mengatakan pada orang itu bahwa aku mencintainya,”
“Benarkah? Kenapa kau masih tidak mengatakannya?” tanyaku dengan nada sedikit kecewa.
“Aku akan mengatakannya sekarang,”
“O… Baguslah! Kenapa kau masih di sini? Cepat sana, katakan pada gebetanmu itu,”
“Emangnya aku harus pergi ke mana? Lagian orang yang kusuka ada di hadapanku,” ucapnya lalu tersenyum manis, bahkan sangat manis.

Aku terkejut mendengar apa yang barusan dia katakan. Karena orang yang berada di hadapannya hanya aku seorang.
“Maksudmu?” Tanyaku bingung.
“Iya, kaulah orang yang kucinta. Saranghae Taeyeon-ah, jeongmal saranghae,” ucap Min hyuk dengan menekankan kata ‘jeongmal saranghae’.
“Sebenarnya…”
“Sebenarnya apa?”
“Nado saranghae Min hyuk-ah,”
“Jinjja? Baguslah, mulai hari ini jadilah Yeoja Chingu ku!”
“Oke, Min hyuk Oppa!” Hari ini adalah hari paling bahagia bagiku. Aku berharap kebahagiaanku tak akan berakhir. Meskipun aku tahu tak ada yang abadi di dunia ini.

Hari esok, di sinilah aku berada. Di samping lapangan football sekolah. Matahari terlihat terik. Kurasakan tenggorakanku jadi kering. Beberapa detik kemudian, Min hyuk datang menyapaku lalu memberi air mineral padaku.
“Gomawo oppa!”
“Sama-sama chagi-ya,”
“Chagi-ya?” tanya Luna yang mendengarkan pembicaraan kami.
“Ne, kami baru jadian,” ucap Min hyuk pada Luna.
“Uwa! Daebak, sahabat jadi cinta,” Luna juga sahabatku dan Min hyuk.

Bel pulang berbunyi, Min hyuk mengajakku untuk pergi ke sungai Han. Sesampai disana, Min hyuk membelikanku es krim.
“Gomawo oppa!”
“Ne chagi-ya,” ketika habis memakan es krim, tiba-tiba Min Hyuk menyentuh bibirku.
“Wae?” tanyaku.
“Di bibirmu ada sisa es krim,”
“Oh,”

Tiba-tiba Min hyuk mencium pipiku.
“Taeyeon-ah, apapun yang terjadi kau jangan pernah meninggalkanku ya?”
“Tentu saja oppa, karena aku sangat mencintaimu,”
“Gomawo,” Min Hyuk tersenyum manis.
Aku sangat bahagia ketika melihatnya tersenyum seperti itu.

1 bulan kemudian.
“Saengil Cukhahamnida oppa,” Aku memberi Min hyuk kado karena hari ini hari ulang tahunnya.
“Gomawo chagi, apa aku boleh membukanya sekarang?”
“Tidak, jangan sekarang oppa! buka kado ini dirumah saja,”ucapku manja pada Min hyuk.
“Oke!” Min hyuk mencubit pipiku gemas. “Taeyeon-ah!” lanjutnya.
“Mwo! Wae?” terlihat dari wajah Min hyuk jika dia sebenarnya sedang bersedih.
“Mungkin saja ini terakhir kalinya aku merayakan ulang tahunku bersamamu,”
“Maksudmu apa?”
“Ah tidak, gwaenchana!” Min hyuk tersenyum seperti menyembunyikan sesuatu padaku. “Ah, aku ingin pergi kerumah sakit untuk mengambil obat eommaku,” lanjutnya.
“Jinjja? Ayo, aku akan menemanimu,”

Di parkiran rumah sakit. Sedikit menyebalkan bagiku, dia meninggalkanku sendirian di mobil. Dia bilang dia tidak akan lama, tapi kenyataannya dia sangat lama.
Di ruang dokter,
“Min hyuk, penyakitmu sudah ke stadium akhir. Apa kamu tidak kasihan pada dirimu sendiri? Kau bahkan tidak pernah lagi berobat,” ucap dokter pada Min Hyuk.
“Dokter, saya menyerah dengan penyakit saya ini,”
“Janganlah seperti itu, jika kau berusaha Tuhan pasti akan memberi jalan untukmu,”
“Ahra, aku harus pergi dulu dok,”

Aku berjalan ke arah mobilku, lalu membuka pintu mobilku lalu duduk di kursi kemudi.
“Kau lama sekali! Igeo, kau meninggalkan ponselmu. Tadi, ada yang menelponmu,”
“Mianhae, oh iya! Kita harus kebandara,”
“Wae?”
“Nanti kau tahu sendiri,”

Ketika di bandara, aku terkejut sekali karena ada seorang pria yang menyapa kami dan pria itu mirip sekali dengan Min hyuk.
“Annyeong!” sapa pria itu.
“Eoseo eoseyo hyung!” ucap Min hyuk. “Taeyeon-ah, kenalkan ini kembaranku Min hoe” lanjut Min hyuk.
“Mwo! Jinjja? Oppa kau jahat sekali, karena tidak menceritakan bahwa kau memiliki kembaran,”
“Ah mianhae,”
“Aissh,”
“Jangan marah,”
“Hei Min hyuk-ah, apa ini pacarmu? Dia sangat cantik,” ujar Min hoe.
“Tentu saja, dia pacarku namanya Taeyeon,”
“Hi Taeyeon, aku hyungnya Min hyuk atau kembarannya. Kamu gak bingungkan bedain kami berdua? Kalau aku lebih tinggi dari Min hyuk, dan kulitku sedikit agak gelap darinya. Maklumlah, sering kena cahaya matahari di California.” jelas Min hoe.
“Ia aku bisa bedain kok,”
“Ih hyung sombong mentang-mentang sekolahnya di Amerika,”

Ketika di perjalanan pulang tiba-tiba,
“BRAKK! BRUKK!” sebuah truk yang melaju kencang menabrak mobil kami.

Setelah beberapa jam aku terbangun, tapi anehnya aku jadi tidak bisa melihat apa-apa. Aku semakin panik,semuanya jadi gelap.
“Oppa! Kau di mana?”
“Taeyeon-ah, gwaenchana!”
“Oppa,”
“Ani, aku Min hoe,”
“Min hyuk oppa di mana?” isakku.
“Neo gwaenchana?”
“Aku tidak bisa melihat lagi,”
“Apa?” Min hoe pun memanggil dokter.
“Dia mengalami kebutaan, akibat terbentur sangat keras. Bisa jadi dia akan buta selamanya,”
“Mwo? Tidak, aku tidak mau seperti ini. Di mana Min hyuk oppa? Dimana?”

Aku berusaha turun dari tempat tidur di rumah sakit. Tapi, Min hoe menghalangiku dengan memelukku.
Aku melepaskan pelukannya, Min hoe pun menuntunku keruangan Min hyuk.

Di ruang itu, aku berdiri di dekat Min Hyuk. “Chagiya! kau tidak apa-apa?” tanya Min hyuk dengan suara lemah,
“Oppa,” lirihku.
“Uljima,”
“Aku tidak bisa melihat lagi,” isakku. Aku mencoba menyentuh wajahnya, aku merasa wajahnya juga basah. Sepertinya dia juga menangis.
“Saranghae yeongwonhi, kau ingat kata-kataku itu. Oppa, aku mohon meskipun aku tidak bisa melihat lagi. Jangan tinggalkan aku,” aku memeluk erat tubuhnya Min hyuk.
“Aku berjanji chagi-ya, aku juga sangat mencintaimu,”

Keesokan harinya. Sekarang aku berada di ruang operasi. Entah aneh sekali, dengan cepat aku mendapat donor mata dari seseorang. Entah dari siapa aku tidak tahu.

Beberapa jam kemudian, aku membuka mataku. Aku senang sekali karena aku dapat melihat kembali. Tapi, yang pertama kulihat di depanku bukanlah Min hyuk tapi Min hoe lah yang sekarang berada di hadapanku.
“Min hyuk di mana? Siapa yang mendonorkan mata untukku,”
“Igeo,” ucap Min hoe dengan nada sedikit sedih seraya menyodorkan ponselnya Min hyuk padaku. “Min hyuk menitipkan ponselnya padamu, disini ada videonya untukmu,”

Dengan gemetar aku mengambil ponselnya Min hyuk, lalu aku melihat sebuah video disana. “Annyeong! Chagi-ya apa kabarmu? Kau pasti baik-baik sajakan? Taeyeon, mianhae sebenarnya aku mengidap penyakit kanker hati stadium akhir. Sekarang aku tidak bisa bersamamu lagi, aku harus pergi jauh. Jaga mataku ya Taeyeon? Sekarang aku berada dalam dirimu dan sekarang mataku adalah matamu. Taeyeon jangan pernah menangisiku, hiduplah dengan bahagia disana. Saranghae yeongwonhi. Dan untukmu hyung, aku mohon bahagiakan Taeyeonku.” ucap Min hyuk di video itu. Dia bahkan terlihat tertawa di video itu.

Aku tidak bisa menahan tangisanku, aku tidak bisa menerima ini semua.
“Min hyuk di mana?” Teriakku pada Min hoe yang sekarang memelukku.

Min hoe membawaku ke sebuah ke pemakaman. Di sana aku terkejut, di sebuah papan bertuliskan nama Min hyuk.
“Oppa! Kenapa kau meninggalkanku, oppa aku mencintaimu. Meskipun sekarang bukan kau yang ada disisiku, tapi aku akan tetap mencintaimu selamanya” Isakku.
“Kau selalu ada di sini, di hatiku.”

The end.

Cerpen Karangan: Wardatul Jannah
Facebook: Wardatul Jnnh Exo-l Army
Annyeong ! Perkenalkan aku Warda, seorang siswi kelas x di SMA 1 Ingin jaya, Aceh Besar. Mian, kalau ceritanya kurang bagus karena ini cerpen pertamaku.

Cerpen Your Eyes Oppa merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


I’m Your Brother

Oleh:
Annyeong Haseyo, naneun Kim Shin Jung imnida. Kalian bisa memanggilku Shin Jung. Aku tinggal di Seoul bersama kedua orangtuaku. Terkadang aku merasa kesepian. Andaikan saja aku punya Kakak, aku

Painful Smile

Oleh:
“Hyejoo-ya, mianhae.” ujarnya sambil menatapku nanar. Kata-kata itu selalu terngiang di benakku dari 4 tahun yang lalu. Kata-kata perpisahanku dengan Kangwoo oppa. “Aku mencintaimu Hyejoo-ya. Menikahlah denganku.” Kata-kata itu

My Young Sister

Oleh:
Aku berjalan menyusuri jalan dengan menenteng tasku yang cukup berat karena tugasku sangat banyak hari ini, musim semi hampir berakhir bunga-bunga sakura mulai berguguran. Saat aku sampai pada ujung

Bus Love

Oleh:
Summer tahun ini benar-benar terasa sangat panas. Bersempitan di dalam bus bersama orang-orang adalah salah satu hal yang membuatku sedikit benci dengan musim panas. Suhu 33 derajat celcius memang

A Liar, A Fool, And A Ring

Oleh:
“Kenapa kemarin kau tak datang? Kau bahkan tak menjawab telepon atau membalas pesan singkatku. Kau tahu? Hampir seharian aku menunggumu di sini kemarin.” Itulah segerombolan ucapan yang dilontarkan Sungmin

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Your Eyes Oppa”

  1. Rahima Marva says:

    annyeong kak ! wah kakak EXO-L ya?? sama dong cek Instagram aku ya @maarvaa.p_3 kamsahamnida !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *