Aku Berjumpa Dengan Pemberi Moment Indah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kristen
Lolos moderasi pada: 1 December 2017

Aku suka mempublikasikan setiap moment yang aku alami, apapun itu, baik moment yang menyenangkan, juga moment yang menyedihkan. Di manapun dan kapanpun, aktifitas itu akan aku lakukan. namun suatu ketika aku sedang berada di suatu kota, di luar kota dimana aku tinggal, di situ aku meminjam sebuah sepeda milik seorang ibu tua yang rumahnya dekat dengan tempat di mana aku tinggal. dan di sinilah aku mengalami moment yang terlalu indah untuk diabadikan hanya sekedar dengan kamera. dan saat inilah aku duduk diam dan merenungkan apa yang aku alami dengan Yesus selama sekian lama umurku di dunia ini.

Begini Pada awalnya, aku memandang Tuhan sebagai seorang pengamat; seorang hakim yang mencatat segala kesalahanku, sebagai bahan pertimbangan apakah aku akan dimasukkan ke surga atau dicampakkan ke dalam neraka pada saat aku mati. Dia terasa jauh sekali, seperti seorang raja. Aku tahu Dia melalui gambar-gambar-Nya, tetapi aku tidak mengenal-Nya.

Ketika aku bertemu Yesus, pandanganku berubah. Hidupku menjadi bagaikan sebuah arena balap sepeda, tetapi sepedanya adalah sepeda tandem, dan aku tahu bahwa Yesus duduk di belakang, membantu aku mengayuh pedal sepeda.
Aku tidak tahu sejak kapan Yesus mengajakku bertukar tempat, tetapi sejak itu hidupku jadi berubah. Saat aku pegang kendali, aku tahu jalannya. Terasa membosankan, tetapi lebih dapat diprediksi … biasanya, hal itu tak berlangsung lama. Tetapi, saat Yesus kembali pegang kendali, Ia tahu jalan yang panjang dan menyenangkan. Ia membawaku mendaki gunung, juga melewati batu-batu karang yang terjal dengan kecepatan yang menegangkan. Saat-saat seperti itu, aku hanya bisa menggantungkan diriku sepenuhnya pada-Nya! Terkadang rasanya seperti sesuatu yang ‘gila’, tetapi Ia berkata, “Ayo, kayuh terus pedalnya!”
Aku takut, khawatir dan bertanya, “Aku mau dibawa ke mana?” Yesus tertawa dan tak menjawab, dan aku mulai belajar percaya. Aku melupakan kehidupan yang membosankan dan memasuki suatu petualangan baru yang mencengangkan. Dan ketika aku berkata, “Aku takut!” Yesus menurunkan kecepatan, mengayuh santai sambil menggenggam tanganku.

Ia membawaku kepada orang-orang yang menyediakan hadiah-hadiah yang aku perlukan… orang-orang itu membantu menyembuhkan aku, mereka menerimaku dan memberiku sukacita. Mereka membekaliku dengan hal-hal yang aku perlukan untuk melanjutkan perjalanan… perjalananku bersama Tuhanku. Lalu, kami pun kembali mengayuh sepeda kami.

Kemudian, Yesus berkata, “Berikan hadiah-hadiah itu kepada orang-orang yang membutuhkannya, jika tidak, hadiah-hadiah itu akan menjadi beban bagi kita.” Maka, aku pun melakukannya. Aku membagi-bagikan hadiah-hadiah itu kepada orang-orang yang kami jumpai, sesuai kebutuhan mereka. Aku belajar bahwa ternyata memberi adalah sesuatu yang membahagiakan.

Pada mulanya, aku tidak ingin mempercayakan hidupku sepenuhnya kepadaNya. Aku takut Ia menjadikan hidupku berantakan, tetapi Yesus tahu rahasia mengayuh sepeda. Ia tahu bagaimana menikung di tikungan tajam, Ia tahu bagaimana melompati batu karang yang tinggi, Ia tahu bagaimana terbang untuk mempercepat melewati tempat-tempat yang menakutkan. Aku belajar untuk diam sementara terus mengayuh… menikmati pemandangan dan semilir angin sepoi-sepoi yang menerpa wajahku selama perjalanan bersama Sahabatku yang setia: Yesus Kristus.

Dan ketika aku tidak tahu apa lagi yang harus aku lakukan, Yesus akan tersenyum dan berkata… “Mengayuhlah terus, Aku bersamamu.”

Dan moment ini membawa aku untuk merasa bukan untuk memotret sehingga saat inilah aku berkata terkadang ada moment yang terlalu indah untuk diabadikan hanya sekedar dengan kamera. terlalu indah dan sangat indah.
semoga memberkati yang membacanya

Cerpen Karangan: Derti Afriana Benu
Facebook: exelcisdeo dhe

Cerpen Aku Berjumpa Dengan Pemberi Moment Indah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Surat Cinta Untuk Tuhan

Oleh:
Cinta selalu membuatmu menunggu Dan kau harus membayarnya dengan sebuah penantian karena itu setimpal dengan sebuah perasaan Yang mana selalu membiusmu untuk tetap menunggu Frans tidak merasa bosan ketika

Ketika Cinta Terhalang Usia

Oleh:
Terimakasih. Hanya kata itu yang bisa Michella ucapkan. Segala sesuatu yang saat ini ia lihat sungguh tak pernah dibayangkannya. Berdiri di tempat ini dulu hanya sebuah angan. Namun kini

Puisi Untuk Biru

Oleh:
Libur kuliah panjang seolah membuatku berhibernasi. Ya, pekerjaanku sehari-hari hanya merupakan rutinitas yaitu bangun, memasak nasi dan menggoreng lauk, setelah matang kumakan sendiri dan sisanya bermalas-malasan. Sesekali kubenahi kamar

Sadarkan Ayahku Tuhan

Oleh:
Keluarga yang harmonis dapat mereka rasakan, keluarga yang bahagia dapat mereka dapatkan, tapi tidak untuk diriku, aku tak pernah mendapatkan kasih sayang dari seorang ayah setiap hari ayahku pergi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *