Gadis Yang Berbakat

Judul Cerpen Gadis Yang Berbakat
Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kristen
Lolos moderasi pada: 14 September 2016

Namaku Gabrelia, aku tinggal di kota kecil bersama kedua orangtuaku dan ketiga ketiga saudaraku, kita hidup berdampingan dan saling melengkapi satu sama lain. Ya, aku memang anak yang berbeda dari anak-anak pada umumnya, sejak kecil aku lumpuh dan tak bisa berjalan lagi, tapi keluagaku yang selalu menguatkan aku dan memberiku semangat.

Ketika senja mulai datang aku melihat ibuku sedang berlutut dan menundukan kepala sambil menangis, di dalam doa itu aku mendengar ada namaku disebut tak kuasa ku mebendung air mata ini aku kembali ke kamar dan mulai merenung.
“Tuhan aku tak mengerti dengan jalan-jalan Mu apa maksud dari semua ini Tuhan?”.

Minggu itu aku dan keluarga bersiap-siap untuk berangkat ke gereja. Sesampainya di gereja aku memberanikan diri untuk menyanyikan sebuah pujian yang berjudul “Jejak-Mu Tuhan” semua orang yang ada di dalam gereja itu takjub dan terharu mendengar suaraku, setelah ibadah selesai aku dan ibu ke luar terlebih dahulu dari gereja karena ayah dan ketiga saudaraku masih ada urusan di dalam gereja, dan aku segera didorong ibu untuk segera masuk ke mobil dan menunggu di mobil, akan tetapi sebelum sampai di mobil ada suara yang memanggil namaku.
“Gabrelia…” panggilnya
Aku mencari sumber suara itu dan ternyata ada seorang pemuda gereja yang baru memanggilku.
“Ada apa kak mamanggil gabrel?” tanyaku.
“Begini kakak tertarik dengan suara kamu kakak berniat untuk memproduseri kamu untuk rekaman di tempat kakak” pintanya
Aku terkejut dengan tawarannya, aku mulai bingung dan mulai mendiskusikan hal ini pada ibu tapi ibu menyetujui hal ini dan akhirnya aku mengiyakan tawaran itu, setelah percakan itu selesai ku kembali kembali ke rumah, sesampainya di rumah ibuku menceritakan hal ini pada ayah dan ketiga saudarku, mereka menanggapi dengan baik dan mendukungku.

Tak terasa waktu menunjukan pukul 9 malam dan aku bergegas untuk tidur, sebelum tidur aku bergumul sebentar, aku mengucap syukur atas segalan hal yang terjadi pada hari ini.

Keesokan harinya aku mendengar telepon rumah berbunyi dan ternyata yang menelepon adalah kak natanael, ibu segera menerima panggilan itu dan ternyata kak natanael memintaku untuk segera rekaman hari ini juga, aku sungguh gembira dengan kabar ini, aku segera bersiap-siap untuk rekaman pertamaku ini. Sesampainya di tempat rekaman aku diberi teks lagu rohani dan aku segera melantuntan lagu itu dengan penuh penghayatan, setelah selesai rekaman aku segera pulang dan akan menengok omaku yang sakit di rumah sakit.

“Gabrel kakak sangat suka dengan suara kamu kakak janji akan segera mengorbitkan single pertamamu”.
“Terima kasih kembali kak untuk kesempatan ini” jawabku.

Beberapa selang setelah aku rekaman teryata single rohaniku telah siap diorbitkan, semua penjuru mendengar suaraku, aku sangat senang sekali, aku tau ini semua jawaban dari pergumulanku selama ini. Sejak itu aku menjadi penyanyi rohani yang dikenal banyak orang.

Cerpen Karangan: Siti Widiasari
Facebook: Wiwit Pradithaalvian Toni
Nama: Siti widiasari
Kelas: X
Alamat: Ds.jakenan kec.jakenan Kap.Pati
Sekolah: SMK Kesehatan Bhakti Indonesia Merdeka
Hobi: Menyanyi & menulis
Hal yang di sukai: Tidur

Cerita Gadis Yang Berbakat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pohon Mangga Dari Misionaris

Oleh:
Belum semenit aku sampai di rumah kami, tiba-tiba terlihat olehku anak gadis bermata teduh sedang berdiri memainkan biolanya. Anak-anak kecil sedang bergembira ria mengelilinginya. Gadis itu lebih suka memainkan

Surat Cinta Untuk Tuhan

Oleh:
Cinta selalu membuatmu menunggu Dan kau harus membayarnya dengan sebuah penantian karena itu setimpal dengan sebuah perasaan Yang mana selalu membiusmu untuk tetap menunggu Frans tidak merasa bosan ketika

Hidup Adalah Pilihan (Part 2)

Oleh:
Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba kami bersiap-siap untuk berangkat ke kota bali untuk menikmati masa liburan kali ini. “ayo rik… sebelum kita berangkat pimpin doa dulu” sahut mamaku “Tuhan

Hidup Adalah Pilihan (Part 1)

Oleh:
Ada saatnya kamu harus menangis, ada saatnya kamu tertawa, ada saatnya kamu harus marah, ada saatnya kamu harus sabar dan masih banyak hal lagi yang harus terjadi sesuai dengan

No Worry

Oleh:
“Roh Kudus, hadir disini. Tak perlu ku khawatir akan apapun. Ketika aku melangkah, berbicara, berpikir akan sesuatu, aku mau semua Roh Kudus yang menuntun. Amin.” Doa di pagi buta

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *