Sadarkan Ayahku Tuhan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kristen
Lolos moderasi pada: 17 September 2016

Keluarga yang harmonis dapat mereka rasakan, keluarga yang bahagia dapat mereka dapatkan, tapi tidak untuk diriku, aku tak pernah mendapatkan kasih sayang dari seorang ayah setiap hari ayahku pergi pagi dan pulang sampai larut malam. Setiap hari ibuku selalu menangis dan menangis melihat perbuatan ayah yang tak pernah membahagiakan aku dan ibu memberi nafkah saja tak pernah.

Saat aku berusia 17 tahun aku memutuskan untuk berhenti menlanjutkan sekolah karena ibu tidak memiliki biaya untuk ke jenjang yang lebih tinggi, rasa kesal dan kecewa ada dalam diriku aku kecewa pada ayah yang tidak bertanggung jawab untuk menafkahiku rasanya aku ingin berteriak dan meluapkan emosiku namun aku sadar hal itu tak akan menyelesaikan masalah.

Hari itu aku datang di salah seorang pendeta aku meluapkan semua isi hatiku padanya aku menangis di hadapannya, pak pendeta itu merasa iba padaku dan ia menasihatiku dan memberi pekerjaan padaku.
“Kamu kenapa nak apa yang terjadi padamu?”
“Pak saya capek dengan semua ini mengapa Tuhan mengujiku dengan hal seperti ini?”
“Ketahuilah nak Tuhan masih sayang padamu”
“Kalau Tuhan masih sayang padaku mengapa Tuhan memberiku ayah yang tak bertanggung jawab? mengapa Tuhan memberiku ayah yang pemabuk dan penj*di?”
“Tuhan memiliki rencana yang indah untukmu jangan menyerah dan doakan saja ayahmu agar segera sadar” nasihat pak pendeta.

Selang percakapan itu aku mulai tenang aku mulai sadar dan faham atas apa yang pak pendeta katakan. Tepat pukul 7 malam aku mengajak ibuku untuk beribadah di rumah kami mendoakan ayah agar cepat sadar dan kembali menjadi orang yang baik, belum selesai kami beribadah ayah datang dengan membawa botol miras dan marah-marah padaku dan ibuku.
“Ester!!! aku minta uang buat beli rok*k!!!” bentak ayah pada ibuku.
“Uang apa? aku sudah tak punya uang semua tabunganku sudah kau habiskan.”
“Alasan kamu!!”
Aku hanya terdiam melihat mereka bertengkar aku dilarang ibu untuk membantah ayah karena ibu takut akulah yang akan dicelakai ayah, aku hanya bisa memeluk dan menenangkan hati ibu di kamar kemudian aku menyuruh ibu untuk beristirahat agar tenang fikirannya.

Keesokan harinya ayah akan membawaku pergi ayah berniat untuk menjualku pada lelaki berhidung belang namun aku mencoba untuk menolak aku tetap saja dipaksa-paksa meski aku telah dilarang ibu, aku sudah melawan dan tak bisa berkutik juga karena tarikan ayahku lebih keras saat itu aku meminta tolong pada siapapun namun tak ada yang menolongku karena takut pada ayahku, di dalam perjalanan aku berdoa dan meminta pertolongan pada Tuhan.
“Tuhan jikalau engkau sayang padaku tolong ubahlah rencana ayah untuk menjualku pada lelaki hidung belang” pintaku dalam hati.

Sesampainya di sebuah hotel berbintang aku terus melawan ayah namun tak bisa juga, hingga saat aku sampai di depan kamar motel aku melihat ayah menelepon lelaki itu dan memberi kabar bahwa aku sudah sampai, ayah takut kalau pembicaraannya terdengar olehku maka dia segera turun dan menemui lelaki itu di lobi bawah hotel, dan setelah menuruni beberapa tangga ayah tiba-tiba terpeleset dan jatuh ke bawah, aku sangat syok dan segera maminta tolong pada OB hotel itu namun apa yang terjadi, setelah dilarikan di rumah sakit ayah mengalami lumpuh total dan tak bisa bergerak, aku segera mengabari ibu untuk segera menyusulku ke rumah sakit, dalam hatiku menangis dan tak tega melihat ayah berbaring di situ.

Tak lama kemudian ibu datang dan ingin melihat langsung keadaan ayah, namun seorang perawat melarang ibu masuk karena ayah sedang ditangani oleh dokter aku hanya bisa menceritakan apa yang terjadi dan ibuku terus menangis mendengar ceritaku.

Beberapa jam telah terlewati aku mulai resah dan aku pun mulau bergumul lagi pada Tuhan.
“Tuhan jika memang engkau masih mengizinkan ayah untuk tetap hidup tolong beri ayah kesembuhan agar dia bisa menebus segala kesalahannya Amin.”

Setelah bergumul dokter ke luar dari ruang UGD dokter mengatakan bahwa ayah tidak apa apa hanya saja kakinya lumpuh dan 2 hari lagi bisa dibawa pulang.

2 hari telah berlalu dan tiba saatnya ayah kembali ke rumah, aku sangat senang ayah bisa pulang bersama dengan kami sesampainya kami di rumah aku mulai merawat ayah dan mengajaknya untuk beribadah, dan yang membuatku bahagia ayahku memintaku untuk diajak ke gereja, Ya Tuhan berapa bahagianya aku bisa mendengar kata-kata itu keluar dari mulut ayah.

Tepat hari minggu aku mengajak ayah untuk kubawa ke gereja, aku sangat bangga Terimakasih Tuhan kukira ini adalah jawaban dari doaku.

Cerpen Karangan: Siti Widiasari
Facebook: Wiwit Pradithaalvian Toni
Nama: siti widiasari
Kelas: X
Sekolah: SMK Kesehatan Bhakti indonesia medika
Alamat: Ds.jakenan kec.jakenan kab.Pati
Hobi: menulis & menyanyi
Hal yang pali di sukai: Tidur

Cerpen Sadarkan Ayahku Tuhan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Perasaan Di Teras Gereja

Oleh:
Saat ini aku ingin sekali duduk di sebelahmu, menatap indah mata hitammu, menceritakan tentang kisah kita menurut sudut pandangku. Jika kau mengatakan ini adalah pembenaran diriku atau kebohongan, aku

Suara Aneh Membawa Keselamatan

Oleh:
“Ssssshhhh… Daniiii… tap… tap… sssshhh… Daniiii…” “Siapa itu?” tanyaku heran. Aku ingin mencari asal dari suara itu, tapi aku takut… takut… dan takut. Aku takut karena aku sendiri di

Hadiah Untuk Bunda

Oleh:
Namaku Driya Andana, aku kelas 4 sd di sekolah Generasi Bangsa. Aku mempunyai Bunda yang tunarunggu dan tunawicara sebelumnya Bunda bukan tunawicara karena syok saat mendengar ayah meninggal Bunda

Aku, Kau Dan Dia

Oleh:
“Kring, kring, kring..” alarm berbunyi. Setiap harinya dia berusaha membangunkanku, dan mungkin hari ini agak sedikit lebih sulit. Sambil malas malasan ku raih alarm di atas meja samping tempat

Indah Pada Waktunya

Oleh:
Namaku Agnes. Sejak kecil aku tinggal bersama tanteku, Tante Ria. Mama dan papa kecelakaan sewaktu aku masih bayi. Ya, sejak kecil aku sudah yatim piatu. Rasanya sedih tapi aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *