Tantangan Terberatku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kristen
Lolos moderasi pada: 25 July 2017

Namaku Yasinta usiaku 25 tahun saat ini aku bekerja di salah satu Rumah sakit dan aku berprofesi sebagai seorang perawat. Aku memiliki pacar yang bernama Edo dia bekerja sebagai polisi, kita sudah 5 tahun pacaran dan rencananya kami akan melaksanakan pertunangan kita namun takdir berkata lain aku dan edo gagal bertunangan karena perbedaan agama di antara kita.

Kegagalan ini terjadi pada saat edo melontarkan pertanyaan yang begitu berat menurutku.
“Sinta, aku mau mengambil engkau sebagai tunangan dan sekaligus istriku asal kau mau menuruti permintanku.” Edo sambil menatap mataku dengan penuh arti
“Permintaan apa do?” jawabku santai
“Aku minta kau harus ikut denganku dan mengikuti agamaku!” pintanya
Saat itu aku hanya syok dan terkejut saat edo meminta hal itu padaku, betapa remuknya hati ini saat ia memintaku untuk meninggalkan Tuhanku.
“Sepertinya aku harus memikirkan hal ini terlebih dahulu apakah kamu mau memberiku waktu do?”
“Oh, silahkan saja sin aku akan beri kamu waktu untuk berfikir.”

Selang percakapan tadi aku langsung bergegas masuk mobil kan segera pulang, sesampainya di rumah aku langsung mendiskusikan hal ini pada yah dan ibuku agar aku bisa memecahkan masalah ini.
“Ibu…” Panggilku dengan nafas yang terengah-engah
“Ada apa sin, tumben kamu kok kaya orang kebingungan?”
“Bu, aku bingung aku tak tau harus berbuat apa sekarang edo berniat untuk melamarku.”
“Loh ya bagus lah nak akhirnya perjalanan kamu akan segera usai” sahut ayah dari belakang.
“Tapi ayah..”
“Tapi kenapa sin?” Sahut ayah dan ibu.
“Edo memaksaku untuk mengikuti agamanya dan bersedia ikut dengannya” Jelasku dengan tegas.
“Apa? kamu mau meninggalkan Tuhan hanya gara-gara edo ayah tidak setuju sin, ayah tidak mau kalo kamu sampai pindah agama!”
“Sin, benar apa kata ayahmu nak tapi semua keputusan ada di tanganmu” jawab ibu singkat.
“Baik yah bu yasinta akan memikirkan hal ini lagi” jawabku sambil meninggalkan ruang tamu yang kami pakai untuk berdiskusi.

Malam itu aku duduk di atas ranjangku dan kubuka Alkitabku aku mulai membaca-baca kembali alkitab itu setelah membaca aku mulai duduk dan termenung aku mencoba merenung dan berdoa dalam doaku aku hanya meminta agar Tuhan turut campur tangan dalam masalahku ini. Sampil meneteskan air mata aku tetap berkata-kata hingga aku merasakan ada jamahan Roh kudus yang tengah berada dalamku.

Keesokan harinya Edo mengajaku ketemu di Cafe dekat Rumah sakit tempatku bekerja dan di situlah kegagalan cintaku terjadi aku memberanikan diri untuk berbicara bahwa aku menolak lamaran edo.
“Hay sin, sudah lama menunggu?” sapanya dengan senyum cerah.
“Hay do, gimana kamu hari ini?” Sapaku.
“Hari ini aku baik-baik saja, oh iya apa kamu sudah mendapat jawaban atas pertanyanku?”
“Sudah.” jawabku singkat
“Jadi apa jawabanya?”
“Edo sebelumnya aku minta maaf karena aku tak bisa menerima lamaranku karena aku sadar bahwa kebahagianku datang oleh Kristus jadi jikalau aku harus membatalkan rencana ini lebih baik aku membatalkannya dari pada aku harus kehilangan kristusku” jawabku tegas.
“Baik kalo itu pilihanmu kukira ini sudah cukup jelas.” Responnya singkat dan langsung meninggalkan cafe itu.

Memang berat apa yang aku alami saat itu akan tetapi lebih berat lagi kalo sampai aku menduakan Yesusku hanya karna cinta, bersyukurlah kalian yang memiliki pasangan satu iman yang bisa diajak bersekutu bersama. Setelah kerjadian itu aku mulai sadar dan milih-milih jika ingin mencari pasangan hidup.

Cerpen Karangan: Siti Widiasari
Facebook: Wiwit PradithaAlvian Toni
Nama: Siti Widiasari
Alamat: Ds. Jakenan Kec. Jakenan Kab. Pati
Hoby: Menulis & menyanyi
Status: Pelajar
Pesan: Be your self

Cerpen Tantangan Terberatku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


No Worry

Oleh:
“Roh Kudus, hadir disini. Tak perlu ku khawatir akan apapun. Ketika aku melangkah, berbicara, berpikir akan sesuatu, aku mau semua Roh Kudus yang menuntun. Amin.” Doa di pagi buta

Kerisauan Hati

Oleh:
Hari tepatnya tanggal 3 maret dimana aku merasa sendiri di keramaian entah yang membuatku merasa sendiri kejadian apa yang membuatku seperti ini Tuhan. Aku mau mengeluarkan semua masalah apa

Amazing Grace

Oleh:
Kuhentikan langkahku persis di depan pintu ruang musik. Terlihat di dalam sana, ada seorang gadis sedang menarikan jari-jemarinya di atas tuts-tuts piano putih. Ya, dialah Isabella Kira Gotzoen, yang

Surat Cinta Untuk Tuhan

Oleh:
Cinta selalu membuatmu menunggu Dan kau harus membayarnya dengan sebuah penantian karena itu setimpal dengan sebuah perasaan Yang mana selalu membiusmu untuk tetap menunggu Frans tidak merasa bosan ketika

Puisi Untuk Biru

Oleh:
Libur kuliah panjang seolah membuatku berhibernasi. Ya, pekerjaanku sehari-hari hanya merupakan rutinitas yaitu bangun, memasak nasi dan menggoreng lauk, setelah matang kumakan sendiri dan sisanya bermalas-malasan. Sesekali kubenahi kamar

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *