Terima Kasih Yesus

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kristen
Lolos moderasi pada: 14 April 2018

Hai, Namaku Daniel Angelo Yohanes. Kamu bisa memanggilku Angelo. Hari ini aku ke Gereja. Aku pergi ke Gereja jam 3 Subuh. Ya, Kami Sedang Merayakan Paskah Subuh. Hari Masih Sangat Gelap dan Dingin. Aku terkantuk-Kantuk Menaiki Mobil.

Aku sampai jam 02:45 AM di Gereja. Di sana sudah banyak orang yang ingin beribadah. Ibadah Paskah adalah ibadah memperingati kebangkitan Yesus setelah Penyaliban dan Kematian Yesus. Jam 03:00 Tepat Jam Gereja Berdentang. Kami memulai Ibadah Paskah di luar Gereja.

Pada saat Khotbah, Kami semua terharu. Kami merasa Yesus Ada Di tempat ini. Setelah Khotbah kami berdoa. Kami berdoa sambil menangis tersedu-sedu. “Amin…” Pendeta Menutup Doa. Tanpa disadari, yang sebelumnya langit tertutup rapat dengan warna biru, Tiba-tiba langit biru terbuka menjadi warna putih.

Dari awan putih tersebut turun seseorang yang sangat terang. Dia Naik Mimbar. Dia berkata “Inilah Aku, Janganlah Sedih dan Khawatir”. Makin Lama Cahaya dari tubuh orang itu redup. Aku yang duduk dekat mimbar langsung berlutut. Semua juga mengikutiku. Kami tahu itu Yesus. Kami lalu berdiri dan Yesus menebarkan Emas kecil seperti Glliter di kepala kami. Setelah itu Yesus pergi dengan sayapnya bersama Malaikat Allah.

Cerpen Karangan: Komikus Cilik Pierre Soparue
Facebook: Pierre Soparue

Cerpen Terima Kasih Yesus merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Gadis Yang Berbakat

Oleh:
Namaku Gabrelia, aku tinggal di kota kecil bersama kedua orangtuaku dan ketiga ketiga saudaraku, kita hidup berdampingan dan saling melengkapi satu sama lain. Ya, aku memang anak yang berbeda

Penyesalanku

Oleh:
Belum sempat aku tertidur pulas. Tiba tiba mataku terasa panas, badanku kaku dan sedikitpun tidak bisa aku gerakkan. Bukan hanya itu mulutku seperti terbungkam, sesungguhnya aku ingin sekali meronta

Puisi Untuk Biru

Oleh:
Libur kuliah panjang seolah membuatku berhibernasi. Ya, pekerjaanku sehari-hari hanya merupakan rutinitas yaitu bangun, memasak nasi dan menggoreng lauk, setelah matang kumakan sendiri dan sisanya bermalas-malasan. Sesekali kubenahi kamar

Traitor

Oleh:
Ini kisahku saat aku merasa dikhianati oleh temanku. Sebut saja Seryna dan panggil aku Bella. Seryna itu baik sekali sikapnya di depanku, tapi di belakangku Seryna membicarakanku. Entah apa

Petani yang Setia

Oleh:
Angin sejuk berhembus melewati celah jendela kamar sore itu. Sang fajar sudah siap untuk menutup hari lelah itu, begitu banyak yang telah kulewati hari ini, lalu kuingat kembali apa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *