Ikhlas

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Liburan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 3 February 2016

Liburan. Banyak anak yang menantikan liburan akhir semester termasuk teman-temanku. Tapi bukan aku. Aku bukan orang yang suka menunggu liburan tiba. Aku lebih suka menunggu kapan aku bisa bersama sahabat yang tak lama lagi mungkin kita akan terbelah bagai buah yang terbelah dan akan hilang ketika sudah dimakan. Maaf sebenarnya aku hanya ingin cerita sedikit pengalamanku di liburan akhir semester ini yang menyedihkan.

Aku mulai. Aku menyambut liburan yang hanya berumur 2 minggu ini dengan penuh kegembiraan karena aku memiliki banyak rencana dengan teman akrabku atau biasa disebut dengan sahabat (katanya sih). Namun apa yang terjadi rasa kegembiraan itu hanya berlangsung sesaat setelah aku membuka ponsel ketika bangun dari tidur siangku yang cukup membuatku menghilangkan sedikit bayangan. Tentang semua rumus-rumus yang aku siapkan selama setengah tahun untuk mengisi lembaran buku dengan tinta yang akan menentukan kelulusanku nanti.

Saat aku membuka ponselku dan langsung ku menuju kotak masuk seolah ku merasa bahwa aku telah dikhianati oleh para sahabatku sendiri. Karena dalam 2 pesan yang aku baca semua berisi tentang pembatalan niat kita buat main bersama untuk menghilangkan kepenatan saat berpikir. Sungguh walau hanya beberapa kalimat namun membuatku merasa seperti hewan yang ditinggalkan induknya. Namun aku berpikir positif. Karena aku telah mengambil banyak pelajaran bahwa dengan berpikir negatif pada teman apalagi sahabat akan membuat kita rugi dan tidak akan memiliki teman lagi.

Aku berusaha maklum dengan keadaan ini. Aku tahu mungkin aku yang terlalu egois aku mengajak mereka tanpa berpikir liburan mereka dengan orangtua dan resiko mengajak mereka. Dari kejadian itu aku mengambil kesimpulan bahwa kesenangan dunia tidak akan sesuai dengan yang diharapkan manusia. Kita hanya perlu menjalaninya dengan penuh keikhlasan dan kesabaran. Semua akan indah pada akhirnya. Dan aku juga belajar bahwa di umur yang masih seujung kuku ini kita tidak bisa mengambil resiko sebesar apa pun meski kita merasa kita bisa.

Cerpen Karangan: Adinda Kusuma Putri Sholekhah
Facebook: Adinda

Cerpen Ikhlas merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Gara Gara Cicak

Oleh:
“Woy, Jadi gak ke rumah gue ntar siang?” Ucapku sambil sedikit teriak. “Iya dong, tentu saja. Ntar aku mau bawa Netbook ah, rumahmu ada wifi-nya kan?!” Ucap salah satu

Terlupakan, Gak Mungkin (Part 1)

Oleh:
Namaku Els Muise Waise, aku siswa kelas 11 Sekolah Menengah Atas di sebuah kota yang sangat buruk keadaannya. Huft keadaan udara di sekitar kota semakin panas. Asap kendaraan tersebar

Salah Paham

Oleh:
Hari ke dua MOS smp aku datang terlambat tapi untungnya aku tidak dimarahi oleh kakak mosnya. Karena aku tidak tau aku masuk ke kelompok apa aku langsung bergabung dengan

Kebahagiaan Merenggut Nyawa

Oleh:
Pagi hari yang cerah tampak seorang remaja yang sedang merenungi hidupnya di pekarangan rumah. Remaja tersebut bernama Agus yang masih duduk di bangku SMP di kota Mataram, Nusa Tenggara

Gara Gara Angkot

Oleh:
TING! TING! TING!! Bunya bbm dari handphone gue yang langsung membuat gue terbangun dari tidur yang indah ini, karena gue abis mimpi terbang bareng superman. “Way? Lo gak sekolah”

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *