Kebersamaan Tanpa Batas

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Liburan, Cerpen Pengalaman Pribadi
Lolos moderasi pada: 8 May 2013

Sinar mentari pagi tersenyum manis, semanis coklat ketika cinta melekat, tetesan embun masih membekas di antara rimbunan tumbuhan. Dalam kekosongan jiwa ada kekosongan raga, otakku terus berfikir saat ku lihat langit biru, menatap awan putih yang bersih. Sungguh nikmatnya saat panca indra ini dapat selalu merasakan karunia tuhan, kenikmatan yang tak dapat tergantikan. Entah mengapa ada yang berbeda di hari minggu ini, tak pernah kubayangkan saat membuka mata ada nuansa dan pengalaman baru di tempat ini. Akankah ini bertahan lama? Selalu berdo’a dan berharap untuk mewujudkan semuanya.

Tersadar dalam anganku ketika telephoneku berdering, ku baca pesan singkat yang terkirim, sahabat lamaku mengundang berlibur ke pantai untuk menghabiskan waktu liburan hari ini. Riang bukan kepalang tanpa berfikir panjang kuiyakan ajakannya. Bergegas kumenyiapkan segala perlengkapan untuk segera berangkat. Karena kebetulan ada jadwal pemadaman listrik seharian di komplekku, kusampaikan ajakan sahabatku pada suamiku, dayung bersambut suamiku menerima ajakanku.

Tak butuh waktu lama kami siap untuk berangkat ke tempat tujuan. Waktu masih menunjukkan pukul 09.00 WIB, tak lama adik yunior tempat suamiku bekerja mengajak kami untuk berenang bersama di komplek perumahan ARUN sebuah pertambangan milik pertamina yang di kelola oleh swasta di kota lhokseumawe, Aceh. Tempat ini merupakan tempat favorit dijadikan pusat rekreasi para penduduk Lhokseumawe. Kota kecil dengan penduduknya yang rukun, ramah dan damai itulah prinsip mereka, sejak perselisihan dengan GAM berakhir kota ini menjadi lebih tenang.

Memasuki komplek perumahan arun, sangat terasa suasana kemewahan di tempat ini, dibandingkan dengan perkembangan di pusat kota, mobil mewah di setiap rumah, kondisi bangunan yang kokoh dan megah. Setibanya ku di tempat berenang, kulihat adek-adek yunior suamiku sudah berkumpul di sana. Canda tawa penuh keceriaan terlihat dari ekspresi mereka seperti tak ada beban yang mereka rasakan.
“selamat siang” sapaku pada mereka,
“siang mbak, pha kabar mbak?
“alhamdlillah baik, Loh, kalian gak ikut nyemplung nih? lumayan gak usah beli air, kan di rumah listrik mati, hehehehe ( candaku meledek mereka )

Keakraban antara kami seperti keluarga tak ada jarak antara senior ataupun yunior, aku anggap mereka adalah adek-adek terbaikku yang aku miliki di tempat baru ini. Walaupun umur kita terpaut jauh tapi tak ada batas di antara kami, yang membedakan hanya pada saat kita menggunakan seragam dinas. Selebihnya kita satu yang selalu bersatu dalam ikatan keluarga yang menyatu.

Entah berapa menit kemudian datang seorang senior kebetulan beliau juga akrab dengan kami, suasana semakin ramai berkumpul bersama di hari untuk keluarga, menghabiskan waktu untuk saling berbagi. Cahaya matahari mulai terasa saat sinarnya yang menyengat menusuk seluruh tubuh, membakar kalori untuk segera pergi mencari tempat yang lebih teduh.

Waktu menunjukkan pukul 12.00 WIB, anak-anak juga sudah terlihat lelah setelah lama menenggelamkan tubuhnya di kolam renang. Kami bersiap bergegas untuk melanjutkan jadwal berlibur selanjutnya. Setelah berenang ada sesuatu yang harus dilakukan sebelum melanjutkann perjalanan, karna ada suara berteriak dari dalam diri, yaitu perut yang mulai bergemuruh untuk segera di isi bahan bakarnya. Kami sepakat untuk makan di sebuah rumah makan penjual Mpek-mpek yang terkenal dengan kelezatannya.
“saya pesen mpek-mpek lenggangnya satu dengan jeruk panas ya!, pintaku pada seorang pelayan ( banyak di antara yang lain memesan kapal selam, lenjer dengan da’an)

Perut sudah terisi kenikmatan duniawi, mengucap syukur atas apa yang kudapatkan hari ini. Perjalanan kami lanjutkan menuju ke pantai RANCU, nama yang cukup asing terdengar di telinga (istilah orang jawa “RANCU ” itu berarti susah/membingungkan) saat kami mulai masuk ke tempat ini kami lalu di sambut penuh kehangatan dengan rombongan sapi dan domba yang lalu lalang di sepanjang jalan, seolah mereka pemilik kekuasaan di tempat ini. Berjalan penuh percaya diri seperti ingin mati dan berharap bisa hidup kembali. (huft, pengalaman yang sangat berkesan). Tempatnya yang cukup sederhana namun banyak sekali peminatnya, air pantai yang tidak begitu jernih namun lumayan bersih, daerah pesisir pantai yang indah, angin sejuk berhembembus kencang, deru ombak di pantai begitu bergemuruh, sungguh besar segala ciptaan tuhan yang harus selalu kita jaga.

Kami menuju pada satu tempat bernuansa seperti café namun tidak terlalu besar, tapi ada suatu yang berbeda di sana kita bisa mengekspresikan diri dengan bernyanyi. Bukan sistem seperti inul vista, NAV, ato tempat karouke lainnya, tapi cukup untuk menghilangkan penat sesaat saat kita jauh dari kehidupan kota yang hingar bingar. Melantunkan beberapa lagu ditemani suara ombak di pantai membuat suasana semakin begitu nyaman, ingin rasanya berlama-lama di tempat ini namun apa daya hari sudah mulai sore, saatnya kami bergegas pulang untuk mempersiapkan melanjutkan kegiatan untuk esok hari.

Liburan menyenangkan tanpa beban namun penuh dengan kenangan, berharap semoga bisa mengulangi untuk kesekian kalinya. Kami mulai berpisah untuk melanjutkan keperluan masing-masing.
“okey adek-adekku lain kali kita liburan bareng lagi ya! Smoga banyak hal dan pengalaman yang bisa dapatkan hari ini”
“sama-sama mbak, kami mohon ijin untuk pulang duluan ya mbak, terima kasih untuk hari ini ya mbak! Sampai ketemu di lain waktu dengan hal yang baru”
Kami saling berpamitan dan berpelukan bertanda saatnya untuk pulang,
Will miss you all my kindness sisters, see you all next time…

Kebersamaan terwujud karena persahabatan
Tak ada yang abadi jika kita saling tidak peduli
Merangkul, berpelukan dan bergandeng tangan
Untuk mewujudkan sebuah keakraban
Kekeluargaan hadir tanpa keterpaksaan
Semua hadir karena sebuah cinta
Karena cinta kita akan selalu bersama
Bersama melangkah menjadi pribadi yang lebih baik…

Lhoukseumawe, 03 februari 2013

Cerpen Karangan: Ncun 99
Facebook: sundarno nano
namaku nanik sundari, tapi aku lebih familiar dengan panggilan ncun lahir di Balikpapan, 18 oktober 1986. anak kedua dari pasangan H.Dasiran dan Hj.Titin Sri Murtini. aku menikah thn 2005 dengan dikaruniai 3 orang anak. keajaiban serta anugrah yang luar biasa atas dukungan dan dorongan oleh suami tercinta Mayor. Kav. Erwandarno, keluarga, dan para sahabat

Cerpen Kebersamaan Tanpa Batas merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bukan Kisah Insomnia Biasa

Oleh:
Ini kisahku, aku adalah seseorang yang akhir-akhir ini merasa tidak enak dengan diri ini karena menderita sebuah gangguan kesehatan. Ahh, mungkin gangguan kesehatan ini bukanlah separah penderita kanker, penderita

Raimuna Daerah

Oleh:
“Put, kamu sama Ahmad dipanggil kak Aida ke ruangannya sekarang.” “Aku sama Ahmad? ada apa? Pelantikan baru saja selesai kemarin dan hari ini kita sudah dipanggil, untuk apa yah?”

Boo Dan Paii

Oleh:
Yang sekarang bisa aku lakukan hanyalah menangis di kesendirian. Ya menangis sendiri di atas atap di tengah hujan sambil menghisap sebatang rok*k dan mendengarkan musik kesukaanku saat istirahat, tapi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *