Nyebar (Nyeblak Bareng)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Liburan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 22 January 2019

Di hari libur akhir semester ini Milly gadis belia yang baik dan ramah, memutuskan untuk mengunjungi teman lamanya, yang bernama Jihan disuatu tempat yang jauh dari tempat tinggalnya.

“Bu, aku ingin mengunjungi teman lamaku” ucap Milly seraya mengambil nasi dari tempatnya.
“Jihan?” tanya Ibunya
“memang kamu masih ingat alamat tempat tinggal jihan?” Tanya Ayahnya Milly
“iya yah aku masih ingat, kita kan pidah ke Amerika baru beberapa tahun”.
“ya sudah Ibu izinkan, kamu pergi mengunjungi teman lamamu itu”. Ucap Ibu seraya tersenyum
“terimakasih ya bu”. Kata Milly senang

Selama beberapa tahun ini Milly dan keluarganya pindah dari tempat tinggal asalnya yaitu daerah bandung, karena tuntutan pekerjaan Ayahnya, yang mengharuskannya untuk menetap di Amerika.

Keesokan harinya Milly sudah berkemas dan bersiap untuk pergi ke Bandara, dan diantar ayah dan ibunya. Sesampainya di Bandara Milly berpamitan dengan orangtuanya.
“Ibu akan selalu mendoa’akanmu nak! Di sana kamu jangan lupa makan, mandi, tidur jangan terlalu malam terus…” ucap Ibu terpotong.
“Bu anak kita sudah dewasa tidak perlu diingatkan seperti itu.” ucap Ayah memotong pembicaran ibu.
Wajar saja jika Ibunya Milly khawatir kepada putrinya, karena Milly anak satu-satunya.

Setelah berpamitan Milly pun masuk ke dalam pesawat yang akan lepas landas ke indonesia. Perjalanan dari Amerika ke Indonesia memakan waktu selama 12 jam.

Dua belas jam berlalu, akhirnya Milly tiba di Bandara Soekarno-Hatta, dan melanjutkan perjalanannya menuju ibukota Jawa Barat yaitu kota kelahirnnya, dengan mengendarai kendaraan umum.
Rumah Jihan terletak di Bandung, tepatnya di sekitar daerah cimahi. Selama dua tahun terakhir ini Milly sudah tidak berhubungan dengan Jihan karena sibuk dengan sekolah dan akan menghadapi ujian akhir untuk kelulusannya.

Perjalanan dari Bandara ke bandung memakan waktu hingga lima jam. Karena waktu telah menunjukan pukul 22.00 Milly pun memutusakan untuk menginap di hotel yang sudah ia pesan lewat smartphonenya dan barulah keesokan harinya Dia akan pergi ke rumah Jihan.

Setelah tiba di kamar hotel yang ia pesan, Milly mengambil handphone untuk menghubungi Ibunya, memberi tahu bahwa Milly sudah tiba di Bandung.
“Halo Bu…” ucap Milly
“Halo Milly…” jawab Ibunya
“Bu, Aku sudah tiba di bandung dan sekarang aku berada di hotel.” jelas Milly
“Alhamdulilah, kamu sudah tiba di sana. Bagaimana sekarang kota Bandung?” tanya Ibu.
“Sekarang ini kota bandung banyak mengalami perubahan bu, sekarang, pembangunan-pembangunan infrastruktur
yang sedang berjalan di kota ini.” Milly berkata menjelaskan.
“oh… begitu, ya sudah mungkin sekarang ini, waktu di sana sudah larut malam. Kamu istirahat saja dan tidur yang nyenyak ya.” ucap Ibu
“Ya sudah Bu, Milly istirahat dulu.” Milly berkata mengakhiri pembicaraan.

Setelah mengakhiri pembicaraan dengan Ibunya lewat handphone. Milly pun berbaring dan meregangkan badannya yang kelelahan karena perjalanan yang memakan waktu berjam-jam.

Keesokan harinya Milly terbangun dari tidurnya yang lelap dan bersiap untuk pergi ke tempat tujuannya, yaitu ke rumah Jihan.

Waktu dan perjalanan pun berlalu tibalah Milly di rumah Jihan
“Permisi…” Milly berkata sambil mengetuk pintu
Setelah Milly mengetuk pintu beberapa kali terdengar seseorang yang akan membukakan pintu, dan ternyata orang yang membuka pintu tersebut adalah teman lamanya Milly yaitu Jihan.
Sontak mereka berdua pun terkejut dengan wajah bahagia bercampur haru, tanda bahwa mereka saling merindukan, dan mereka pun langsung berpelukan.
“Milly/Jihan”. Milly dan Jihan berkata beriringan dan saling berpelukan.
“Bagaimana kabarmu?” jihan bertanya
“Aku baik-baik saja. Maaf, karena selama dua tahun terakhir ini aku jarang menghubungimu.” jawab Milly
“Iya tidak apa-apa, ya sudah sekarang kita masuk saja.” Jihan berkata

Jihan dan Milly pun masuk ke dalam rumah dan Milly pun bertemu dengan orangtua Jihan lalu mereka bersalaman serta saling menyapa. Setelah itu Jihan megajak Milly ke kamarnya.
“Kamar tidurmu ini tidak berubah ya.” Milly berkata
“Di sinilah kenangan kita tersimpan.” Jihab berkata sambil menunjukan sebuah album foto.
Mereka berbincang-bincang sambil melihat album foto tersebut.

Kemudian Jihan mengajak Milly ke luar untuk jalan-jalan menikmati keindahan kota kelahirannya.
“Kita jalan-jalan yuk!” ajak Jihan
“Ayo”. Jawab Milly singkat
Mereka pun pergi dengan mengendarai angkutan umum. Mereka pergi ke suatu tempat yang berkesan bagi mereka.

“Kamu masih ingat tempat ini mill”. Tanya jihan
“Iya, tempat ini… tempat yang sering kita kunjungi sewaktu smp dan kita sering makan seblak di sini.” jawab Milly
“Ya udah kita nyebar yuk!”. Ajak Jihan
“Nyebar… apa itu nyebar?”. Tanya Milly kebingungan.
“Nyebar, nyeblak bareng”. Jihan berkata seraya tersenyum.
“oohh… Iya aku juga rindu nyeblak bareng kamu, sudah lama juga aku tidak makan seblak, makanan favorit kita.” Milly berkata sambil tertawa kecil
Mereka pun memakan seblak bersama. Mereka berdua sering memakan seblak bersama disaat mereka pulang sekolah.

“Gimana kalau kita bertanding makan seblak dengan 10 sendok cabai?”. Tantang Milly
“Oke, yang kalah dihukum, gimana?”. Jawab Jihan
“yang kalah teraktir orang-orang yang lagi makan seblak di sini ya.” Ujar Milly
“Deal…”. Jihan berkata seraya menjabat tangan Milly tanda bahwa Jihan menyetujui keseakatan.

Sementara itu, disela-sela mereka memakan seblak mereka berbincang ria dipenuhi canda tawa. Tak lupa Jihan yang kepedasan tak tahan dengan rasa cabai yang ada dalam seblaknya. Dan otomatis Milly lah pemenang pertandingan tersebut.
“Yeyyy aku menang”. Teriak Milly senang
“hah…”. Jihan bernapas terengah-engah karena kepedasan
Dengan terpaksa Jihan harus mentraktir orang-orang yang sedang makan seblak di tempat tersebut. untungnya tempat tersebut tidak terlalu ramai.

Setelah itu mereka pergi pulang ke rumah Jihan. Diajaknya Milly oleh Jihan ke halaman belakang rumah Jihan.
“Lihat semua tanaman ini, aku yang tanam”. Jihan berkata
“Sangat berbeda dari dulu, dulu hanya tanah kosong saja”. Milly berkata
“Akan aku jelaskan semua tanaman di sini”. Jihan berkata
“Boleh”. Jawab Milly singkat

“Ini pohon buah nangka, aku menanamnya ditahun kemarin, jadi pohonya belum terlalu besar. Di sini juga terdapat pohon palm, di sebelah kanan itu tanaman jagung”. Jihan berkata layaknya pemandu wisata
“Kalau kamu mau, kita makan jagung bakar yuk!”. Ajak Jihan
“ah tidak perlu aku sudah terlalu kenyang”. Tolak Milly

Setelah mereka berbincang dan menikmati indahnya kebun belakang rumah Jihan, dan waktupun sudah menunjukan pukul enam sore, Milly harus kembali ke hotel dan berpamitan dengan Jihan dan orangtuanya

Keesokan harinya Milly terbangun dan bersiap untuk kebandara dan kembali ke Amerika

Cerpen Karangan: Fina Amalia
Blog / Facebook: Fina Amalia
Hai…
Maaf ya cerpen nya jelek
Cerpen itu aku persembahkan untuk sahabat aku di smp namanya misliani.
Mis… kapan-kapan kita nyeblak lagi yuk
I MISS YOU

Cerpen Nyebar (Nyeblak Bareng) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bintangku, Mark

Oleh:
Bintang-bintang yang ada pada malam hari selalu mengingatkanku padanya. Karena aku hanya bisa melihatnya dari kejauhan sama seperti aku melihat bintang di langit. Entah mengapa aku merasa seperti dia

Cinta Pemalu

Oleh:
Perkenalkan namaku Bimo, aku sekarang kelas 12 ipa di SMA Swasta. Aku mempunyai sifat pemalu, tapi baik. Aku mempunyai seorang perempuan yang kukagumi saat pertama aku melihatnya, dia sangat

Alien Dan Penyihir

Oleh:
Pagi yang benar-benar cerah, hh.. badanku benar-benar segar pagi ini. Aku ke luar dari kamarku dan berjalan menuruni tangga dengan senyum yang merekah, semangatku benar-benar menggumpal hari ini, pasalnya

Put Koong Wibolaikath

Oleh:
Suara gemuruh kendaraan silih bergantian melewati depan rumahnya, malam itu terasa sangat ramai seolah keramaian itu ikut senang mengetahui keberhasilannya, kesenangan ini adalah hasil dari arti bahwa ia orang

Ketika Sahabat Menjadi Pengkhianat

Oleh:
Riuh angin berhembus menjatuhkan daun. Daun daun jatuh yang tak pernah menyalahkan angin. Jalan jalan dipenuhi daun. Aku bersekolah hari ini seperti biasanya. Aku memiliki seorang sahabat bernama Fanya.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *