Berpetualang Dan Menjaga Alam

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Bahasa Jawa, Cerpen Lingkungan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 3 November 2018

Pagi yang cerah menyapaku saat terbangun dari tidurku, teringat saat aku ingin traveling dan menjelajah kota tempat kelahiranku ini, “Gaaaaasss Bagaaass!!” ayahku memanggil dari luar kamar entah apa yang ia ingin katakan padaku, segera aku mencuci muka dan keluar menuju ruang tamu, “gas sampean siap siap, kawan-kawanmu sudah nunggu di luar itu lho” kata ayahku “injih yah” jawabku, aku segera bersiap karena kawan-kawanku sudah menunggu di depan rumah.

Kawan-kawanku sedang mengecek kendaraan supaya di jalan tidak ada halangan, “sudah lama nunggunya mem?” tanyaku pada membo kawan satu desaku “yoo ndak to… Orang kami baru sampai” jawab Membo “bener itu gas, sampean udah siap traveling? Hari ini?” tanya Roman “lha yo jelas to Man Mannn, lha si Lucky ke mana ini kok belum datang?” tanyaku, semua diam karena satu teman kami belum juga datang, bbm masuk di ponselku ternyata Lucky minta di jemput, Roman setuju karena rumah Lucky satu arah dengan tujuan kami.

Kami berangkat ke rumah Lucky, sampai di sana Lucky sudah menunggu kami pun langsung berangkat menuju ke daerah Pundong, Bantul di sana ada tempat wisata yang di sebut Gua Jepang, segera kami berangkat menuju tempat wisata tersebut.

Perjalanan yang agak lama memakan waktu setengah jam untuk sampai di Gua Jepang, di sana kami harus menanjak agar sampai ke puncaknya, kami agak kesulitan saat menanjak karena tanjakan yang amat curam, namun kami berhasil sampai ke puncaknya dan kami juga disuguhi pemandangan pantai Parangtritis yang indah dari atas pegunungan.

Tapi sangat disayangkan, pemandangan yang indah tersebut tidak seindah yang aku pikirkan “Guys pemandanganya agak berkurang” kataku “kok iso emang ada apa to Gas?” Roman bertanya padaku, sejenak aku terdiam dan melihat ke arah pantai “lihat pantai Parangtritis itu ? Airnya agak keruh!” jelasku sambil menunjuk ke arah pantai “iya juga, kenapa ya kok air pantainya keruh?” Membo bertanya padaku “sebab sungai yang di sana itu keruh, dan air sungai itu langsung masuk ke air pantai, sungai itu yang menyebabkan air pantai keruh dan tak nyaman untuk dipandang, makanya kita harus bisa menjaga lingkungan sekitar kita guys” jelasku “dan kita harus menjaga kelestarian air sungai, dengan cara jangan membuang limbah atau sampah ke sungai” sambung Lucky “eit jangan lupakan lingkungan yang lain guys… Sebagian pegunungan ini gundul juga kan, jika hutan di pegunungan ini gundul itu akan menyebabkan longsor, maka kita harus menanami pegunungan gundul ini kembali alias reboisasi” tambah Lucky lagi, kami berbincang tentang kelestarian alam sekitar, kami bahkan sampai lupa waktu, adzan dhuhur sudah berkumandang, kami pun memutuskan untuk pulang.

Kita Wajib menjaga dan melestarikan Alam sekitar kita kawan-kawan. jangan sampai generasi berikutnya tidak dapat melihat keindahan Alam Indonesia

Maaf kalo jelek lagi belajar

Cerpen Karangan: Adrian Bagaskoro
Blog / Facebook: Adriando

Cerpen Berpetualang Dan Menjaga Alam merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tak Peka (Part 1)

Oleh:
“Ayo Neyla berangkat ngaji, udah hampir telat nih” ucap Reva dengan nada yang sedikit marah. Dengan santainya aku menjawab “Iya.. bentar lagi”. Lalu di perjalanan kami bertemu sahabat kami

Perasaan Yang Sama

Oleh:
Awan pekat di langit diprediksikan akan turun hujan. Tapi tidak mengurangi semangat para siswa untuk berangkat ke sekolah. Termasuk Vitto, sohibku dari SMP. Yah, walaupun aku ngakuin dia sebagai

Aku Membencinya

Oleh:
Di suatu sekolah terdapat siswi SMA kelas 1 yang pintar, Tiza namanya. Sifat Tiza sangat berbeda dengan Zein. Zein adalah siswa yang malas, bodoh dan selalu mencontek PR Tiza.

Heart

Oleh:
Aku melangkah menuju ruang tunggu di rumah sakit ini. Ibuku melarangku untuk menemaninya berkonsultasi dengan dokter yang menangani penyakitku. Dengan bosan, aku pun menuju ruang tunggu. Kulihat tidak terlalu

Awal Yang Salah

Oleh:
Kisah ini berawal dari pesan singkat yang dikirim temanku atas nama kakak kelasku yang sebelumnya tak aku kenal, mungkin ini konyol, tapi inilah yang aku rasakan, perasaan yang sebelumnya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *