I Love Nature

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Lingkungan
Lolos moderasi pada: 25 June 2013

“huh, panas banget hari ini” kata santi seraya mengusap keringat yg mengalir di pelipisnya.
“iya nih, makin hari makin panas aja” tambah Lilis.
“makanya, kita ini harus ngurangin penggunaan gas CFC, dan kalau bisa nggak pakai barang yang menghasilkan gas CFC!” kataku.
“hah… gas CFC tu apa syel?” Tanya Santi.
“jadi kamu nggak tau gas CFC itu apa? Huuuh makanya kalau pelajaran IPA jangan tidur mulu!” candaku.
“hehe” Santi hanya nyengir kuda.
“gas CFC itu, gas yang dihasikan dari spray, kulkas dan….” belum selesai Aku bicara, Lilis udah nyerocos.
“aduuh, masa kita gak boleh pakai spray, padahal kan parfum Aku spray semua, malah ada 10 di rumah, aduh gimana donk.. Aku nggak bisa hidup tanpa parfum” Kata Lilis sedikit centil.
“lebay kamu” kataku dan Santi serempak.
“eh memang apa hubungannya cuaca akhir-akhir ini makin panas sama gas CFC?” tanya Santi penasaran.
“ya berhubungan banget lah, gas CFC itu menyebabkan penipisan lapisan ozon, nah ozon itu sendiri adalah lapisan yang melindungi bumi dari sinar radiasi langsung oleh matahari, kalo lapisan ozon sudah makin tipis, sinar matahari akan langsung menyinari bumi, tanpa melewati lapisan ozon. Nah sekarang bayangin kalo hal tersebut terjadi, bisa jadi ikan asin kita.” Jelasku panjang lebar. Santi dan Lilis hanya manggut-manggut, entah mengerti atau tidak. Aku hanya tersenyum geli melihat ekspresi mereka berdua.
“eh, jangan cuma manggut-manggut aja kalian berdua, gimana mau apa nggak ngurangin penggunaan gas CFC?” ajakku.
“menurut Aku, kalo kita cuma ngelakuin hal tersebut bertiga aja, nggak ada hasil yang berarti bisa di bilang ya percuma” kata Lilis dengan gaya khas centilnya.
“nah setuju banget tuh kata Lilis” Kata Santi.
“eemmm, gimana kalo kita ngajak temen-temen ngurangin penggunaan gas CFC, kita bikin komunitas yang banyak melakukan kegiatan-kegiatan positif, dan kita bisa manfaatin waktu kosong tanpa mengganggu jam sekolah, gimana menurut kalian?” kataku.
“wah ide bagus tuh, Aku setuju banget” kata Santi menyetujui saranku.
“iya Aku juga setuju” tambah Lilis.

Kami bertiga pun membentuk komunitas yang dikasih nama I LOVE NATURE. Nama tersebut sudah disetujui oleh semua anggota. Kami juga nggak ragu menambah anggota baru, dan siapa pun bisa ikut komunitas ini.

Beberapa bulan berlalu, komunitas ini berkembang sangat pesat. Anggota I LOVE NATURE sudah ratusan. Namun bukan tanpa halangan, kami banyak menghadapi rintangan dalam mengembangkan komunitas ini, ada yang menganggapnya gila, aneh dan masih banyak lagi.

Sekarang Aku juga sudah merasakan perubahan yang terjadi di lingkungan ini. Karena beberapa bulan ini kami banyak melakukan hal positif seperti mengganti parfum spray dengan parfum yang tidak menghasilkan gas CFC, melakukan reboisasi, serta mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos.

Bahagia sekali dapat melakukan ini semua yang merupakan cita-cita ku sejak kecil, kami pun tidak akan berhenti sampai disini. Kami akan terus mengembangkan komunitas ini dan lebih melakukan kegiatan positif serta lebih mencintai lingkungan karena kami “LOVE NATURE”

Cerpen Karangan: Mirna Nur
Facebook: Mirna Nur

Cerpen I Love Nature merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


My Birthday Surprise In Monas

Oleh:
“Apa? Jadi, Keren, Delwis dan Enji ikut kita, ma? Ye… aku bisa ketemu sama adiknya Keren dong, si Kevin. Asyik..” Kataku saat mengetahui bahwa 3 saudara dari ibuku itu

Hidup Sang Petualang Cilik

Oleh:
“Aku masih ingat sekali terakhir aku berpetualang pada umur 9 tahun sekarang umurku 10 tahun, menurutku itu petualangan yang paling menyenangkan” Ucapku sambil menulis di buku dearyku. Besok aku

Menang Kalah Itu Biasa

Oleh:
“Siapa lagi yang jadi penggeraknya?” Tanya Kak Ajeng. Kak Ajeng adalah KKN (Kuliah Kerja Nyata) berasal dari UMM (Universitas Muhmuhammadiyah Malang). Kak Ajeng dan teman KKN lainnya datang ke

Bunga Mawar Dan Rumput Liar

Oleh:
“Hai, Mawar selamat pagi? Ceria sekali kamu hari ini?” sapa merpati yang hinggap di salah satu batang daun pohon jambu dekat bunga Mawar. “Kau rupanya Merpati, tentu saja aku

Hadiah Dari Emak

Oleh:
Namanya Nana Anisa, dipanggil Nana. Seorang gadis yang cantik. Ibunya Eti bekerja sebagai penjual bakwan dan tempe goreng. Sehari dia mendapat uang Rp 12.000 dari hasil penjualannya. Nana sekarang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *