Mencari Keajaiban Di Raja Ampat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Liburan, Cerpen Lingkungan
Lolos moderasi pada: 10 May 2013

Pandangan ku tertuju pada di kejauhan ujung pulau sana setelah sehari hanya melihat laut dan ombak, yang tak jarang membuat pening kepala ku.
Mulai terdengar suara decak kagum dari para turis lokal maupun turis asing, sepertinya memang tidak salah ketika beberapa dari mereka mengatakan “Raja Ampat adalah keajaiban surga yang tersembunyi di ujung timur indonesia”
Ah masa bodoh kata orang, lebih baik ku bersiap mengemasi barang bawaanku, biarpun hanya sebuah tas tapi banyak benda yang ku butuhkan di dalamnya.
Ah itu sem ia mendekat ke arah ku lalu berkata,
“Tio ko su siapkan ko barang-barang ka belum, katong su mau turun (Tio kamu sudah siapkan barang atau belum, kita sedikit lagi sudah mau turun)”
Ucapnya dengan sedikit bubuhan logat papuanya yang khas.
“Oh iya sobat, Sa sudah siap”
Balas ku sedikit mengimbangi logatnya.
“Oke kalau begitu mari katong tempo turun”
Sahutnya lagi

Saat pertama ku injak langkah pertama ku di pelabuhan kecil raja ampat, aku sudah sangat merasakan sejuknya, angin segar yang menimpa wajaku membuat aku semakin bersemangat, lalu lalang orang yang lebih dominan berkulit hitam sangat pekat di mata.
Dan laut pelabuhannya yang sangat bersih membuatku dapat melihat segala macam ikan yang unik di dalamnya.
Huaa dasyat rasanya, aku tak sabar untuk segera pergi ke pantainya yang indah.
Tapi Sem malah mengajakku ke sebuah perumahan di raja ampat, di sebuah rumah sederhana yang akan kami sewa sementara untuk kami tinggali selama di raja ampat.
Malam lekas menghampiri menggantikan sore yang melelakan.
Seharian aku hanya melihat beberapa kegiatan penduduk, di pinggiran dermaga.

Saat malam pun masih menyenangkan, duduk di pinggir api unggun mendengarkan nyanyian khas penduduk asli, dan tentunya sambil menikmati ikan bakar yang aku taruh di api unggun itu.
Sepintas aku teringat pada misi utama ku di sini, yaitu mencari keajaiban di raja ampat ini, keajaiban yang begitu melegenda di dunia, tentunya tempat penyelaman terbaik di dunia.
Huaaa rasa kantukpun menutup malam penuh keindahan ini.

“Eh Tio tempo ko bangun”
aku membuka mata ku dan hanya melihat Sem yang kelihatan bergembira.
“Ada apa!”
“Ado masa ko su lupa kalo sekarang, katong mo pergi Diving”
“Oh iya benar”
rasa kantuk hilang tanpa jejak, aku begitu bersemangat
Buru-buru aku berkemas untuk pergi ke pinggir pantai.

Kapal motor yang sedari tadi menunggu, kami tidak langsung jalan karena masih ada beberapa orang yang ikut menyelam, terpaksa harus menunggu.
Lama menunggu akhirnya berangkat juga, di posisi Diving aku juga melihat beberapa pulau kecil indah yang berjarak tak jauh dari pulau tersebut, hebat ini seperti surga.
Tak kalah luar biasanya juga saat ku pertama menceburkan diri, “uaaah amazing! sangat cantik”
begitulah ungkapan hati ku saat pertama kali ku lihat hamparan coral dan banyak spesies ikan yang unik.
Aku terharu akhirnya setelah menempu perjalanan yang jauh dari jakarta ke sorong, lalu ke raja ampat hanya sekedar mencari keajaiban salah satu pesona surga dunia, dari tujuh tempat menyelam terbaik di dunia.
Ah rasanya aku tak ingin pergi dari sini tapi sayangnya waktu menyelam sudah habis, aku harus meninggalkan terumbu karang ini dengan berat hati, karena arus air mulai kencang.
Entah berapa lama aku menyelam tapi yang pasti pagi sudah berlalu.
Segera ku naik ke permukaan, dengan perasaan sangat puas sekaligus sedih.
“Tio! tadi di dalam bagus ee!
“Ado kawan jangan ko tanya lagi, sa senang sekali”
Sem hanya sedikit tersenyum lucu, mungkin melihat wajah ku yang kelihatannya tak rela untuk pergi.
Tapi sudah waktunya kembali ke daratan, aku cukup puas apa lagi hari masih siang, itu tandanya masih ada waktu untuk melakukan kegiatan lain, memancing, memanggil ikan dengan hanya meniup sebuah peluit lalu melemparkan roti, aneh juga sebenarnya tapi tetap asik.
Dan sorenya berjalan-jalan di pinggiran pantai sambil berfoto di bawah Sunset pantai waisai.
Wah indah sampai hari ketiga itu menjadi pertanda bahwa liburan telah selesai, berat sih rasanya tapi aku tetap senang.

Kembali aku bersama sobatku sem ke atas kapal feri yang membawah kami sebelumnya.
Kapal segera berangkat hiruk pikuk para turis yang naik dan turun, segera berlalu.
Toh kapalpun menjauh dari pelabuhan kecil itu, hari-hari ku di raja ampat untuk sekadar memburu keajaiban raja ampat, takkan terlupakan dalam ingatan ku.
Sampai ku kembali ke sorong berpisa dengan sem, kemudian terbang ke ibu kota jakarta, membawa sesuatu yang agak menggangu di telinga, teman-teman ku di sana, yaitu logat yang masih menempel pada kata-kata ku selama dua bulan di kota sorong.

Tamat

Cerpen Karangan: Daniel Satria Sutrisno
Facebook: Daniel Satria Sutrisno
Nama : Daniel S Sutrisno
Tpt/tgl lhr : Manado/ 15-06-1995

Cerpen Mencari Keajaiban Di Raja Ampat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dunia Transparan

Oleh:
“Hah?? Ke Samarinda, Bu?” ucapku terbelalak. “Iya, kampung halaman ibu. Kamu udah lama nggak bermain ke sana, kan?” “Iya, bu.. tapi, malas, ah” gerutuku sambil terus memainkan gadget. Ibu

Chemistry On The Road

Oleh:
Di malam yang begitu sunyi dan hampa, angin yang kencang disertai dengan H2O yang indah berikatan polar jatuh berurutan dari atas O3 yang saat itu sedang gelap. Aku merenung

Akhir Liburan Kelas 7 di Anyer

Oleh:
Huaamm… Matahari bersinar terang pagi ini, aku harus bangun karena hari ini aku mau pergi bersama sekolahku ke anyer, bersama teman-teman ku kami semua menaiki bus yang telah disiapkan

Aduhh! Gimana Ini

Oleh:
Hai Guys! Pertama, kenalin! Nama Aku Zara. Liburan kemarin, kemarinnya lagi, dan kemarinnyaaa lagi, Aku sama keluargaku liburan ke desanya nenek. Di sana itu ada gunung, sungai, sawah, hutan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *