1 Lawan 100

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Lucu (Humor), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 3 March 2019

Di belakangku, terdengar langkah kaki mengejar dengan tempo yang cepat. Pemilik langkah itu memanggil namaku, memintaku untuk berhenti dan menunggu. “Doni, tunggu!!”, teriaknya, aku pun berhenti dan memandang ke arahnya, ternyata si Gundul. Setelah menghampiriku, dia langsung menarikku sambil berkata, “cepetan kabur”, aku pun bingung dengan tingkahnya, kemudian kujitak kepalanya yang gundul plontos.
“Lo ngapain nyuruh gue berhenti, terus nyuruh gue cepetan?”
“Lo mau dihajar sama komplotannya Reza, makanya gue ngajak lo kabur, daripada ntar lo bonyok, gue juga yang repot!” katanya panik
“Hah? Jadi si Reza nggak terima masalah kemaren? Gue nggak takut Ndul” Kataku dengan gaya jagoan (sebenernya takut juga sih, hehe)
“Udahlah Don, kita kabur aja dulu, sambil mikirin penyelesaian masalahnya pake otak, nggak pake otot.” kata si Gundul
“Haha, kayak punya otak aja lo.” candaku
“ah, sialan lo, tau aja gue bego. Haha” tawa Gundul
“emang kita mau kabur ke mana?” tanyaku
“Lo nginap di rumah gue aja beberapa hari sampai keadaan membaik” jawab si Gundul
“Yaudahlah kalo gitu, buruan!” kataku

Sebelum lanjut, kuperkenalkan dulu diriku, namaku Doni. Aku mahasiswa yang sangat tidak terkenal (bangga, haha..) pintar ya nggak, kaya juga nggak, cuma Alhamdulillah, mau apa aja terpenuhi (nggak kok, bercanda, hehe). Aku punya sahabat bagai kepompong namanya Hendi. Si Hendi ini ngefans banget sama Dominic Toretto, sampai kepalanya ikutan diplontos, akhirnya aku memanggilnya Gundul. Cuma dia orangnya penakut sih, hehehe.

Nah, kisah ini bermula ketika kerajaan api mulai menyerang (bercanda pemirsa). Kisah ini bermula saat aku dan gundul nongkrong di warung depan kampus.
“Lo pesen deh Dul, gue yang biasa ya, susu hangat, jangan lupa pake ‘S’ ” kataku
“Iya kalo nggak pake ‘S’, jadi U’U, garing banget becanda lo” sahut gundul

Akhirnya pesananpun datang, kami pun menikmatinya. Lagi asik nikmatin minuman, Reza and the gank datang. Reza anak orang kaya yang emang terkenal nakal, sering mengganggu kami yang hanya rakyat jelata dan culun (terutama si gundul sih). Melihat ada gundul di warung, Reza langsung mendatanginya dan memukul kepalanya, Gundul hanya diam dan menunduk. Aku jadi emosi dan langsung mendorong Reza.

“Kenapa lo Don? Nggak terima gue mukul tuyul peliharaan lo?” kata Reza sambil mendorongku
“Gue selama ini diam aja ngeliat lo ganggu temen gue, lo pikir gue takut ama lo Za?” kataku emosi
“Jadi lo nantang?” teriak Reza
“Gue nggak nantang, gue cuma pengen buat lo jera aja” kataku

Tanpa basa-basi, perkelahianpun tak bisa terhindari, dan aku menang berkat jurus kaki gunting, haha.

Ternyata Reza belum terima dihajar olehku, dia masih menyimpan dendam. Namun karena jaringan internet si Gundul 4G, infopun cepat sampai pada kami. Hehe

Udah flashbacknya, lanjut ke yang sekarang…

Sesampainya di rumah Gundul, kami pun memikirkan cara untuk mengalahkan Reza and the gank, namun karena IQ kami yang pas pasan, kami tidak menemukan jalan sama sekali. Aku pun nekat tanpa sepengetahuan Gundul mendatangi Reza and the gank, menyerangnya seorang diri.

Akhirnya terjadilah peperangan 1 lawan 100, dan anehnya aku menang, saat terkena pukulan pun aku tidak merasakan sakit sama sekali. Aku merasa tak percaya, namun apalah daya, kenyataannya memang seperti itu, tak dapat dipungkiri dari awal aku hanya BERMIMPI. Hahaha

Sekian, semoga terhibur.

Cerpen Karangan: Ahmad

Cerpen 1 Lawan 100 merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Menunggu

Oleh:
Matahari pagi ini cukup cerah secerah hati semua Siswa SMA Bina Bangsa saat memulai hari pertama di kelas baru. Ya… liburan telah selesai. Kini mereka memulai hari dengan kelas

Scratch Teens (Part 1)

Oleh:
Hidup adalah sebuah PILIHAN, Dimana kita sebagai yang mempunyai keputusan. Memilih untuk bahagia atau menderita, Tersenyum atau menangis, tersakiti atau menyakiti, Memberi atau menerima, memiliki atau kehilangan, Mencintai atau

Jadikanlah Aku Lebih Dari Teman

Oleh:
“Hayooo… Lagi ngelamunin siapa?” Tiba-tiba suara Rini membuyarkan lamunan ku… dengan sedikit gelagapan aku mencoba mengalihkan perhatiannya.. “ah… gak ngelamunin siapa siapa… aku lagi dengerin musik kok.. ini dengerin

Anak Bangsa

Oleh:
Rasa kesal di hati membuatku geram. Seperti kata guru seniku bahwa Angklung LAGI LAGI diklaim negara tetangga. Apa-Apaan mereka itu!. Seperti tidak ada kebudayaan Hai, namaku Ara. Aku adalah

Cinlok (Cinta Lokasi)

Oleh:
Suasana kelas ini sungguh membosankan. Ditambah lagi si guru killer lagi ngajar kami di kelas. Jadi tambah ngebosenin aja. Tiba-tiba Brak!!! Si guru killer itu menggebrak mejaku!. “Ocha!! Kamu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *