Ada Apa Dengan Hari Senen

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Lucu (Humor), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 14 February 2017

Jam masih menunjukkan pukul enam kurang sepuluh menit, sesosok pemuda telah berdiri di depan pintu gerbang sekolahnya yang terkunci. “Paaaakk! Bukain pintu gerbangnya!!” Teriaknya. “Iya iya!” Jawab Tukang Kebun Sekolah. “Mana kunci kelas X a, saya mau piket bersih-bersih. Sekarang kan hari Senen” Kata remaja itu yang ternyata dia mempunyai nama Satria. Dibukanya pintu kelas X a, dia sapu ruangan kelas, bangkunya ditata rapi, papan tulis dia bersihkan, serta meja guru dia buat seindah mungkin. Seperti kata pepatah, Rajin Pangkal Pandai. Makanya Satria selalu jadi juara kelas.

Tapi ada yang aneh pada hari Senen ini, sudah pukul setengah tujuh tidak ada siswa yang kelihatan di sekolah. Satria menemui Tukang Kebun, “Pak, kok belum ada yang masuk sekolah?”. Tukang kebun itu menoleh, “Kata guru-guru kemaren sekarang ini tanggal merah, Bapak tidak tahu artinya apa. Bapak kan buta warna! Terusin saja piketnya, itu ruang kantor dan kelas-kelas yang lain belum kamu sapu dan rapikan!” Kata Tukang Kebun polos. Hah? Tanggal merah?? Satria memberikan kunci yang dia genggam lalu berjalan menuju motor antiknya. “Yang lain belum kamu bersihkan!” Kata Tukang Kebun itu memperingatkan Satria. Dengan hati gundah gulana Satria meninggalkan sekolahnya. “WC nya juga belum kamu sapuuuu!!” Teriak Tukang Kebun Sekolah sambil mencontongkan kedua tangannya di mulut, Dan sesekali melambai-lambai. Huft!

Satria dan Hasan datang ke rumah Edo, mereka melihat Edo sedang menangis tersedu-sedu di ruang tamu huuu huuu hiks huuu. Satria dan Hasan saling berpandangan heran. “Kamu kenapa menangis seperti itu Do?” Tanya Satria sambil meraih pisang goreng di piring yang disuguhkan Ibunya Edo. Huuu hiks huuu Edo semakin keras menangis. “Kamu kenapa sih Do? Ditolak cewek ya??” Tanya Hasan ikut-ikutan makan pisang goreng. Huuu aaaa huuuu Edo semakin lantang menangis. “Cerita dong Do! Kamu kenapa?” Tanya Satria keheranan. Huuu aaaa huhu Edo tersedu-sedu. “Ada apa sih Do?” Hasan serius menyelidiki. aaaa huuuu aaaa Suara Edo menggema, “Kakiku kalian injak tuh! Sakit tau!” Jawab Edo. “Ohh kaki keinjak? Ma’af tidak sengaja Do!” Jawab mereka serempak. “Tapi bukan karena kaki terinjak saja, sebenarnya aku tadi menangis karena habis menonton sinetron di televisi. Ceritanya sedih banget… Pokoknya mengharukan sekali. aaa huuu huu” Kata Edo masih sesenggukan. “Sinetron? Gara-gara sinetron di televisi? Huuu lebay!” Kata Satria dan Hasan lalu meninggalkan Edo sendirian. “Kallian mau kemana?” Tanya Edo. “Bodo!”

Edo datang ke rumah Vania, dia memakai kaos yang keren. “Masuk Do!” Sambut Vania dari depan pintu rumahnya. “Jalan-jalan yuk!” Ajak Edo. “Tidak ah! Aku lagi malas kemana-mana” Kata Vania lalu menyodorkan segelas teh hangat. “Mumpung aku lagi keren nih! Lihat kaosku, bagus tidak? Aku belinya mahal banget nih” Ujar Edo sambil menunjukkan jarinya ke arah kaos yang dia pakai saat ini. Vania mengernyitkan keningnya, “Sepertinya aku pernah melihat kaos ini?” Ucapnya sambil mengingat-ingat dimana dia pernah melihat kaos keren seperti itu. “Aku beli di mall nih, mahal banget deh pokoknya. Bagus kan?” Kata Edo sambil membusungkan dadanya yang kerempeng.

Tiba-tiba Satria datang, “Do! Balikin kaosku, mau aku pakai ke kota Harum sekarang. Buruan! Kamu minjam sudah lama tapi tidak dibalikin” Kata Satria sambil berusaha membuka kaos Edo. “Eitt, ssttt jangan keras-keras ada Vania!” Kata Edo berusaha mengelak. “Lepasin kaosnya Do! Aku mau berangkat sekarang nih! Ada rapat PMR (Palang Merah Remaja), aku ditungguin teman-teman… Buka!” Kata Satria. “Ssstt besok saja kukembalikan ya..ya..” Rayu Edo. Vania tersenyum pura-pura tidak mendengar. “Tidak bisa!” Kata Satria. Edo melepaskan kaos yang dia pakai. Satria meraihnya dan langsung pergi. “Dadaa Vania!” Kata Satria lalu menghilang bersama motor antiknya.

Akhirnya Edo bercengkrama sambil menutupi dadanya menggunakan kedua tangan. “Itu tadi kaosnya Satria? Pantesan aku seperti pernah melihatnya” Tanya Vania pada Edo. “Hehe iya..” Jawab Edo sambil nenggigil kedinginan karena tubuhnya diterpa angin. (Hati-hati masuk angin ya Do!)

Malam ini Satria, Edo, Dan Hasan lagi maen ke studio Radio Millenium FM dikotanya. Radionya anak muda. Mereka membeli kartu buat menulis salam untuk dibacakan oleh penyiar radionya. Mbak Rina yang jadi penyiar radio itu mulai membacakan tulisan Satria dan teman-temannya. ‘Oke sobat muda semuanya, kita bacakan pesan dari Hasan yang titip salam buat Zahra. Ucapannya Selamat malam bebz, selamat tidur. Meskipun engkau selalu menolak cintaku tapi aku akan selalu menganggap engkau pacarku. Lagunya Sambalado. Juga ada Edo yang mau titip salam buat Vania, Ucapannya terima kasih ya telah mau membuatku kedinginan tadi siang tanpa mau meminjamkan baju untuk aku pakai. Engkau cantik deh meskipun aku engkau anggap jelek. Lagunya Sakitnya Tuh Di sini. Juga yang terakhir ini akan saya bacakan pesan dari Satria, Spesial buat Rin, Ucapannya adalah Rin… Disaat rambutmu terurai bagaikan gerimis disore hari, aku hanya bisa terpaku menatap lembutnya senyummu untukku waktu itu. Lagunya Ada Apa Dengan Hari Senen.

Cerpen Karangan: Y. Endik Sam
Facebook: Yenva Endik Sam
Asemeleh itu kata yang aku ucapkan disaat kesandung batu!

Cerpen Ada Apa Dengan Hari Senen merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sudah Terlambat

Oleh:
“Maaf kak, Adek gak bisa terima permintaan kakak yang kakak kirim lewat Facebook itu. Maaf banget kak” Dengan perasaan bersalah dan keraguan pun terpaksa aku lontarkan kalimat itu kepadanya.

Jatuh Terlalu Dalam

Oleh:
Pagi itu aku terbangun dari mimpiku, namun tak seperti biasanya dalam hatiku timbul suatu kekhawatiran. Seperti ada sesuatu yang mengganjal. Ya, hari pertamaku di sekolah baru. Aku tidak sanggup

Bakso Terakhir

Oleh:
Hai.. Nama gue mellody.. Hari ini, habis pulang sekolah.. Gue mau makan bakso di wabak (warung bakso) pak somath, bareng anya. Anya.. Dia itu orangnya asik.. Enak diajak curhat,

Warung Internet (Part 2)

Oleh:
“Haaaii!” gue megap-megap pas gue lihat ada kepala cowok yang nongol dari pintu warnet yang setengah kebuka. Mujur, ternyata itu bukan kepala melayang. Tapi kenapa orang ini ngerusak suasana

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *