Akhir Pekan Nuri

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Lucu (Humor), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 26 January 2016

Ceritanya tuh sekarang gue lagi nonton bioskop bareng temen-temen gue yang bernama Amel, Nadia, dan Liza judulnya ‘Akhir Pekan Miko’ sumpeh… menurut gue tuh film bagus banget bermoral banget. Dan yang paling penting blo’on banget orang-orangnya dan yang terpenting dan yang penting popcorn gue abis awur-awuran ke lantai gara-gara gue goyang-goyang terus… absurd! 10 ribu terbuang percuma. Nah, setelah nonton film itu gue dan temen-temen gue semuanya pada makan di cafe deket situ habis itu pulang jalan kaki sambil ngebahas film yang tadi berulang-ulang hingga gue tersadar bahwa gue dan teman-teman gue ada di mana ini?!

“Woy! friend kita lagi di mana nih?” tanya gue gemeteran.
“Lah! i ya ya? Di mana nih?” tanya si Liza tengok sana sini.
“Bentar lihat GPS dulu kita ada di mana nih” solusi Nadia seketika langsung keluarin HP dari saku celananya.
“Aduh… gak usah pake GPS segala! kita tuh lagi di Kota Tua layawww!!!” kata Amel yang bikin kita semua tenang.
“Sorrylah mel kita semua kan rakyat impor… hehehe” jawab gue.
Yap! gue, Nadia, dan Liza emang rakyat yang diimpor ke jakarta gue dari Bogor, Nadia sama Liza dari karawang.
“Iya, lo kan udah ada di sini sejak masih orok, beda sama kita kita” Jawab Nadia kembali masukin hp.

Lalu gue dan dua temen impor gue ngikutin Amel untuk cari jalan ke rumah. Tapi, guys gue ngerasa aneh banget! udah 1 jam kita bertiga ngikutin temen gue yang asli orang sini tapi kenapa belum sampe juga ya? kaki gue kan bukan kaki baja begitu pun dua temen gue yang udah duduk di bawah pohon.
“Mel, lo tahu jalan gak sih?” tanya gue. “emm… ehehehe.” Jawabnya kagak jelas. “Gue tanya lo tahu jalan gak bego?!” Tanya gue agak kesal.
“Nggak sih.. dari tadi tuh kita cuman muter-muter doang… hehehe” Jawab Amel tanpa rasa berdosa. Dengan semangat gue GUBRAK! di depan 3 temen gue.
Lalu dengan tiba-tiba banget tiga orang luar negeri yang gue tebak berasal dari jepang (orangnya laki-laki), amerika (orangnya perempuan) dan afrika (orangnya laki-laki) ini bertanya pada kita dengan bahasa yang kagak gue ngerti banget.

“Eh, mel tahu gak artinya?” Tanya gue ke temen gue yang paling absurd dan parah banget.
“nggak Nur gue gak tahu” jawabnya. “Terus kita jawab apa dong?” Tanya Liza mulai bingung.
“Em…em… thank you!” jawab Nadia asal. Seketika tiga orang itu saling pandang-pandangan gue tepuk dahi.
Amel tutup mulut Nadia dan Liza tutupin muka sendiri.

“em…eng sorry my friend is a little.. eng… little little blo’on! yeah-yeah… little bloon” Jawab gue agak dikit masuk akal. Akhirnya orang amerika yang cantik itu menghampiri kita dan berhasil berbicara dengan kita walaupun kurang lancar. “sorry children em, saya dan dua teman saya sedang ingin bertravelling ke tempat-tempat bagus in jakarta but we get lost can you beri tahu ini ada di mana?” Tanyanya dan gue ngerti banget. “Oh, tempat ini namanya kota tua mbak” jawab gue dengan semangat.

“what she say?” tanya laki-laki dari afrika.
“She say this place is kota tua” jawab si orang amerika, gue tiba-tiba aja bisik ke Liza.
“Liz nanti orang jepang itu bisa ngomong bahasa inggris gak ya? gue gak bisa bahasa jepang…” kata gue ragu.
“anak-anak izinkan kami memperkenalkan diri ya saya adalah Haruto, laki-laki di sana panggil saja Heru dan perempuan di sana namanya Erika” kata lelaki jepang eh Haruto maksudnya bicara pake bahasa indonesia dengan fasih. Gue dan temen-temen gue bengong seribu emoticon.

“LOH!J ADI DARI TADI LELAKI JEPANG INI BISA BAHASA INDONESIA?!” teriak gue kaget yang membuat temen-temen gue ikutan kaget dan teriak-teriak.
“iya sebenarnya kami semua bisa bahasa indonesia kami cuma sekedar ngerjain kalian” jawab Erika. Syuungg…
“kami mau minta tolong kalian temani kami ke tempat-tempat bagus di jakarta” kata Haruto.
“eh, tunggu deh guys! kok ini kayak salah satu adegan di ‘Akhir Pekan Miko’ ya?” Kata Amel masuk akal banget.
“Eh, iya juga ya?! Oke deh! kita bantuin aja!” jawab Nadia semangat nancap. Kami berempat pun asyik ngobrol lagi tentang film itu lagi.

“oh, ya kalian belum perkenalkan diri” kata Erika. “Oh, iya ya! lupa mbak! sorry hehe namaku Nuri Eka Maulida panggil saja Nuri” jawabku.
“Aku Amaliya sholihatul Mutmainah panggil aja Amel” jawab Amel. “Aku Nadia Ghita Marsyanda panggil aja Nadia” jawab Nadia. “aku Nurul KhaLiza Majid panggil aja Liza” jawab Liza. Setelah perkenalan kami mulai berbincang akan pergi ke mana.

“saya ingin tempat yang luar biasa” Kata Heru. “Saya ingin tempat yang bagus untuk latar belakang potretan” kata Erika menunjukkan kameranya.
“Saya ingin tempat yang aman untuk saya dan kipas saya” jawab Haruto. “Eh, kipas?” Tanya gue heran.
“Iya… kipas kesayangan saya ini” Jawab Haruto memberi lihat kipas berwarna biru dengan corak air laut.
“Orang-orangnya mirip banget sama orang-orang di film akhir pekan Miko” bisik gue ke Nadia.
“Iya… banget malah Nur” jawab Nadia.

“Hmm… kayaknya masih buka deh!” kata Amel melirik jamnya. “Buka apanya mel?” Tanyaku.
“Monas!” Jawab Amel. “Oh, iya ya! tempat yang luar biasa, bagus untuk foto-foto, dan aman ya memang monas… sekarang juga baru jam segini jadi pasti monasnya masih buka” kata Liza ikut-ikutan melirik jam Amel. “Monas?” Erika heran sekali. “Iya monumen bersejarah negara Indonesia, ayo kita pergi ke sana! uang kami masih banyak banget nih” jawab kami berempat kompak.

Setelah beberapa menit perjalanan akhirnya sampai juga.
“Wow…” Haruto, Heru, dan Erika terkejut melihat monas yang sangat menakjubkan dan tinggi. Dalam sekejap Erika langsung sibuk memotret monas bersama Amel yang suka gaya-gayaan, Heru sibuk membeli souvenir bersamaku (sayang kan ke monas gak beli apa-apa), dan Haruto duduk sambil makan kerak telor bersama Nadia dan Liza. Setelah semuanya puas hanya di luar saja hal yang ditunggu pun datang yaitu… menuju ke PUNCAK MONAS! Saat lift sudah berhenti di tujuan dan pintunya mulai terbuka semua orang takjub melihat pemandangan yang ada di hadapan masing-masing. Gue enjoy banget pokoknya! selfie-selfie bareng temen, alay-alayan, kenalan ama cowok ganteng dan lainnya.

Setelah selesai jalan-jalan ke monas.
“HUAAAAA!!! BURU LARI!!” Teriak gue kenceng banget.
“Kaki saya udah keraaamm! gak bisa lagi!!” teriak Erika.

Eh, iya! pada penasaran kan kita dikejar apa? Hantu? Oh bukan! ketinggalan zamaaaannn. Satpol PP? udah biasa. Anjing? No way! gak mungkinlah. Sebenernya kita itu dikejar sama…
“Mbak! Gerbangnya jangan di tutup Mbakkk!!” Teriak gue kenceng ke mbak petugas yang mau menutup gerbang masuk dan keluar monas. Iya! iya woy! Kita dikejar WAKTU!
TEP! akhirnya gerbangnya tertutup dan kami masih lari, semuanya pasrah tapi gue tahu kalau gerbang itu gak bisa digembok hanya bisa dikunci manual (diikat) dari luar.

HUP! dengan marvellousnya gue lompat dan manjat gerbangnya yang membuat orang-orang dan mbak yang gak mau kasih ampun tadi terpana. “Heh! Kamu jangan di buka lagi! Monas itu udah tutup!” Teriak mbak tadi yang kayaknya benci banget ama gue. Dengan cepet banget akhirnya gue berhasil bukain gerbang untuk teman-teman gue, Dan yes! We did it! sang mbak itu pun lunglai seakan akan mau diceraikan suaminya. Lalu kita berhenti di tukang minuman-

“selanjutnya kita ke museum gajah saja yuk… kapok ke monas jam segini” ajak Liza.
“iya yuk, ke museum aja gak usah ke tempat yang hebat-hebat amat” jawab Nadia yang ngos-ngosan.
“ayuk Haruto, Erika, Heru kita ke museum.” Ajakku.
“Emmm. Anak-anak maaf ya karena kami kira sudah mulai gelap sebaiknya perjalanan kita diakhiri dahulu ya sampai jumpa! kami akan kembali ke hotel kami!” kata Erika lalu berlari kecil mengikuti kedua temannya yang sudah jauh.

“huft… ya udah deh yuk kita pulang.” Ajak Amel. “Eh, tunggu mel!” Kata gue ngaduk-ngaduk isi tas.
“Ada apa?” Tanya Nadia merhatiin gue. “Dompet gue gak ada!” Kata gue khawatir.
“Eh?! Punya gue juga!” Kata Liza. “Kita berdua juga!” jawab Amel dan Nadia.
“Berarti! Erika, Heru, dan Haruto.” gue memandangi mereka bertiga yang belum jauh. Terlihat jelas ada dompet gue di tangan Erika! iya! dompet gue!
“COPET!! COPET!!!” Teriak gue dan temen-temen gue ngejar mereka bertiga.

Cerpen Karangan: Nuri Eka Maulida
Blog: http://myayumu.blogspot.co.id
Halo pembaca sebelum kita mulai membaca kita kenalan dulu yaaa! Nama gue Nuri Eka Maulida. Panggilan gue bermacam-macam ada Nuri (yang paling sering dipake), ada Uwi (yang cuma dipake keluarga), ada burung Nuri (yang suka dipake sama tetangga), dan Opung (yang cuma dipake sama kakak sepupu gue di bogor). Inilah cerita akhir pekan gueee!! Akhir Pekan bisa menjadi apa saja bro. Bisa jadi sesuatu yang baru, menyenangkan, dan terbaik seperti akhir pekan miko. Atau mungkin bisa jadi seperti Akhir Pekan Nuri.

Cerpen Akhir Pekan Nuri merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sorry, Mom

Oleh:
Sudah tiga tahun lamanya, sejak ayah dan ibu berpisah. Hari itu tanggal 20 Agustus 1998 bertepatan dengan ulang tahunku. Ayah pergi meninggalkan aku dan ibu setelah pertengkaran dashyat pada

Cinta Di Wonogiri

Oleh:
Malam ini berandaku ramai, tapi aku merasa sangat sepi. Kulihat ada sebuah inbox yang baru saja masuk dari Elvin Octaviana yang menulis ~ Elvin Octaviana Hay ka’… cerpennya bagus

Ujian Praktik Berenang

Oleh:
Ujian Nasional merupakan suatu kegiatan yang sangat mendebarkan bagiku. Saat itu aku kelas 3 SMA di salah satu sekolah negeri di kota Banyuwangi. 3 hari aku menempuh ujian tersebut.

Kenapa Harus Kamu? (Part 1)

Oleh:
Siang itu, kami dari ekskul sekolah, ikut berpartisipasi untuk menyaksikan festival dance tingkat kabupaten yang tengah digelar di gedung kesenian daerah. itu dikarenakan sekolah kami juga mengikuti ajang yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *