Asal Kamu Tahu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Lucu (Humor), Cerpen Slice Of Life
Lolos moderasi pada: 12 May 2019

Bicara soal perhatian, aku ini memang orang yang sangat perhatian, bahkan untuk hal yang sebenarnya tidak perlu aku perhatikan sekalipun. Seperti semut yang sedang membuat lubang di tanah misalnya. Aku suka memperhatikannya. Dan tentunya, masih banyak lagi.

Di rumah aku sering memperhatikan lingkungan. Aktivitas tetangga; ibu-ibu menjemur cucian, suami yang menenangkan tangisan anaknya dalam gendongan, dan Bapak pensiunan asik merokok sambil membaca koran. Itu terjadi di rumah tetanggaku yang sebelah kanan.

Aku juga suka memperhatikan kehidupan orang. Bang Jupri, misalnya. Bapak dari dua orang anak ini diketahui sebagai pengangguran. Selain nasi, makanan pokok sehar-harinya adalah omelan istri. Aku suka mikir, bagaimana cara dia menghidupi keluarganya tanpa pekerjaan? Setelah aku mikir lagi, ternyata, itu bukan urusanku.

Tidak cukup di situ, perhatianku pun berlanjut di saat aku berada di tempat kerja. Kalau lagi lengang, aku akan duduk di depan etalase. Memandangi jalanan yang dipenuhi kendaraan berlalu-lalang. Aku memperhatikan banyak orang. Yang sendiri, atau pun berpasangan. Dari yang terlihat serasi, sampai yang tampak tidak seimbang. Seperti, wanita cantik yang digandeng pria tidak tampan. Atau, gadis hijab yang dibonceng cowok tatoan. Dan diantara yang tidak seimbang itu, ada juga tukang becak kurus yang tergontai-gontai membawa banyak muatan.

Kasihan? Tidak. Itu bukan urusanku.

Saat sedang ramai, aku akan memperhatikan setiap orang yang datang. Selain pembeli, terhitung juga beberapa pengemis langganan. Nah, ada satu pengemis yang ingin kuceritakan di sini.

Laki-laki, kisaran lima puluh. Aku masih bingung mau menyebut dia pengemis macam apa. Antara unik, atau justru aneh. Orang ini biasa datang, dikala siang sedang PDKT dengan petang. Tanpa bicara -karena orangnya memang minim bicara- dia langsung melembarkan telapak tangan. Maka aku akan memberinya satu koin lima ratusan.

Belum ada yang aneh sampai di sini. Si tukang minta-minta ini tidak akan langsung pergi setelah menerima receh tadi. Dan duit itu pun belum dimasukkannya ke dalam saku. Dia malah terlihat seperti sedang memeriksa koin yang masih ada di tangannya itu. Diraba-raba, dipencet-pencet, dan dipindah-pindah dari kiri ke tangan kanan. Aku suka tertawa bisu kalau sedang melihatnya seperti itu.

Beberapa saat setelah itu, ‘aneh’ yang aku sebutkan di atas pun muncul. Orang itu merogoh saku, mengeluarkan banyak receh hasil dari perjalanannya, dan dia memberiku satu koin uang seribu.

“Ini kembaliannya” kata si pengemis.

Cerpen Karangan: Aditya Ramadhan
Blog / Facebook: Aditya Ramadhan
Aditya Ramadhan, bertempat tinggal di Ciledug Kecamatan Cirebon. WA 087723741998

Cerpen Asal Kamu Tahu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Naksir Cewek Ditaksir Bencong

Oleh:
Dunia puber memang sangat menyenangkan. Rasa ingin tahu akan sesuatu yang baru juga sangat begitu besar. Coba ini, coba itu semuanya dijabanin. Kadang kalanya ada di posisi yang benar

Kokok Ayam

Oleh:
Malam semakin larut, tapi Aku masih belum tidur. Aku memang mempunyai penyakit susah tidur saat malam, atau yang biasa Kita sebut Insomnia. Aku masih sibuk dengan sebuah jejaring sosial

Endik And The Myth

Oleh:
Endik berjalan sempoyongan, mukanya kusut bak kain lapnya mpok suti. Badannya kian kurus tiap hari, gak mau makan katanya. BAHH. Manja. “le, kok nggak pulang?” “nggak mbak, aku nggak

Apa Mandi Lumpur Sama Saja?

Oleh:
Hawa dingin belum beranjak pergi. masih asik menggoda perempuan di balik selimut merah muda. hembusan lembab sisa hujan semalam agaknya ikut serta, memberi kabar bahwa di luar pintu kamar

Aaaissshh.. Hari Yang Menyebalkan

Oleh:
Kriinggg… Kringg… Aissshh… Heeey, ayolah, kurasa ini bukan saat yang tepat untuk HP yang telah ku pasang alarm berbunyi. Sekarang benda itu masih sanggup bernyanyi dengan rasa tak berdosa,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Asal Kamu Tahu”

  1. Elis Handayani says:

    Sepertinya dia pemilik toko yang bangkrut dan jadi gila :v

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *