Azam dan Hari Sial

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Lucu (Humor), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 19 July 2015

Mataku masih setengah terbuka, aku segara melihat ke arah jam di samping tempat tidur ku, disana menunjukan pukul 05.26 hari ini hari rabu meskipun masih terlalu pagi aku harus bergegas mandi dan pergi ke sekolah agar tidak terlambat dengan suatu alasan penting. Selesai mandi aku mencari seragam ku yang biasa ku taruh di atas mejaku, ternyata tidak ada! Aku tidak bisa menanyakan orangtuaku karena mereka sudah berangkat bekerja. Semua tempat kucari tetapi masih tidak kutemukan, tanpa sadar aku sudah menghabiskan waktu 30 menit untuk mencari seragam ku.

Ini benar-benar gawat aku tidak mempunyai baju seragam lainnya, ibuku hanya membelikanku 1 baju seragam karena tahun ini tahun pertama di SMA. Setelah kupikir kembali mungkin baju seragam ku tercampur oleh baju kotor, aku mencari ke tempat mesin cuci dan ternyata benar ada walaupun masih basah. Aku menaruh seragam ku di depan kipas angin agar cepat mengering sambil sarapan semur ayam yang sudah disediakan ibuku, meskipun rasanya aneh, aku tetap memakannya karena tidak mungkin aku ke sekolah dengan perut kosong. Walaupun seragam ku masih belum kering betul, aku tetap memakai seragam ku dan mulai berangkat

Satu-satunya alasan aku takut terlambat datang ke sekolah pada hari rabu adalah guruku yang killer siap memberikan ku hukuman-hukuman yang gila!.
“Assalammualaikum Zaky” aku menelpon teman sekelasku untuk memastikan pelajaran masih belum dimulai
“Waalaikumsalam Zam ada apa?”
“Apa kelas sudah dimulai? Aku masih dalam perjalanan”
“Maksudmu Kamu ingin pergi ke sekolah?”
“sudah jelaskan? Sudah mulai apa belum?” aku agak heran dengan pertanyaannya
“ahh itu sebenarnya…” Zaky menghentikan pembicaraannya sejenak
“sudah masuk kok! cepatlah pak guru sudah mau datang lho!” ada yang aneh dengan nada bicara zaky, ia berbicara dengan nada agak cengengesan, ah sudahlah tidak ada waktu untuk memikirkan hal-hal lain aku harus bergegas sebelum pak guru datang.

Aku tiba di stasiun kereta yang akan membawa ku ke sekolah. Perut ku mendadak sakit sepertinya semur ayam kumakan tadi sudah basi. Aku harus ke kamar kecil! Pikirku. Mungkin kereta masih lama datangnya. Aku mulai berbaris untuk masuk ke dalam toilet, antriannya cukup banyak ini akan memakan waktu pikirku. Tiba saatnya aku masuk, aku menghela nafas lega tapi tunggu dulu keretanya sudah datang! Apa yang harus kulakukan? masuk ke toilet atau pergi menahannya dan ke sekolah? Ini pilihan yang sungguh berat!. Aku lebih memilih masuk toilet dan meninggalkan keretanya.

Aku keluar dari toilet dan menunggu kereta lagi. Kereta sudah datang aku menaiki kereta tersebut. Aku menemukan tempat duduk yang kosong disana dan aku duduk tempat itu. Seorang anak memerhatikanku sambil tertawa cengengesan, sepertinya ia menertawakanku apa yang ia tertawakan?. Aku mulai memeriksa di sekeliling ku, tetapi tidak ada yang aneh sama sekali, tapi saat aku bangun aku menemukan sesuatu yang lengket di belakang celanaku tidak salah lagi ini permen karet! Ini pasti ulah anak itu!. Anak itu tertawa tanpa suara, aku mengepalkan tangaku dan melihat ke arahnya, anak itu pergi ke tempat orangtuanya. Suatu saat akan ku jitak anak itu! pikirku.

Tiba stasiun dekat sekolah aku membersihkan dulu celana ku dari permen karet tadi. Aku sampai di depan sekolah tetapi gerbangnya ditutup, aku mencari-cari petugas untuk minta dibukakan gerbang
“sedang apa?” seorang petugas penjaga gerbang menegurku dari belakang
“ini om tolong bukain dong gerbangnya”
“lho memang kamu nggak dikasih tahu kalau hari ini guru sedang rapat tentang US dan UN”
“Jadi?”
“sekolah hari ini diliburkan”
“tururururut!!” handphone ku berbunyi menandakan aku mendapatkan pesan
“assalammualaikum, azam aku bercanda soal tadi, hari ini libur dikarenakan guru-guru akan rapat sebenarnya aku ingin bilang tadi malam tapi aku kelupaan, habisnya tadi kamu sudah di tengah jalan sih, kamu belum sampai kan?” dari Zaky
Aku segera membalasnya
“kamu akan mimpi buruk nanti malam!”
Pikiran ku kacau balau bagaimana tidak? betapa beratnya ringtangan ku kesini. Aku pulang ke rumah dan membentur-benturkan kepala ku ke tembok dan kembali tidur.

Cerpen Karangan: Fadly Hanafi
Facebook: https://www.facebook.com/vasa.minamikei
Fadly (16 thn)

Cerpen Azam dan Hari Sial merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bad Anniversary

Oleh:
Malam ini hujan tak henti-hentinya membasahi atap rumahku. aku yang termenung menatap hujan di balik jendela kamarku dan tak sadar bulir-bulir air mata jatuh di pipiku. Drrrtt drrrrtttt… Well

Kesenangan Dibalik Kesakitan

Oleh:
Suara adzan terdengar dari masjid yang letaknya tak jauh dari rumah tempat tinggalku. Ketika aku mau beranjak dari tidurku, aku mendengar suara yang tak asing dari dapur. Setelah kulihat

Merelakan Dalam Semalam

Oleh:
Hujan tak henti hentinya mengguyur kota Bandung pagi itu. Sedari pagi sampai malam yang larut, tetesan tetesan air itu masih saja berjatuhan dengan derasnya. Membuat banyak orang terpaksa berdiam

Trouble

Oleh:
“hi” sapa teman gua. Oh iya perkenalkan nama gua mutiara gua sekolah di salah satu sma favorit di bandung. gua keturunan orang california soalnya seluruh keluarga gua disana cuma

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *