Cerita Anak Kos (Part 1) Oh My Kost

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Gokil, Cerpen Lucu (Humor)
Lolos moderasi pada: 22 April 2014

Waktu pertama gue jadi penghuni kos di kosannya om Ahong, gue lumayan seneng, biar tempatnya tidak terlalu luas dan besar, tapi tempatnya cukup nyaman dan 100 persen terhindar dari amukan nyamuk. Gue lihat kosnya cocok sama gue karena gue satu kos dengan mbak gue, jadi tempatnya pasti bisa bersih, rapi, aman, nyaman, tentram, sejahtera dan yang pasti ada yang masakin makanan hahaha… modus..

Gue sama mbak gue gak Cuma berdua, ada temen gue juga yang jadi tetangga sebelah gue, namanya Irvan. Kami sama-sama perantauan dari Sumatra selatan, satu universitas, satu jurusan, dan beda kelas. Di kosannya om Ahong ada tujuh tempat yang disediakan, mirip dengan rumah bedeng sih, gue sama mbak gue di kos nomor 4 dan si Irvan pas banget dapet nomor 5 karena kebetulan aja lagi kosong, yang laen udah pada penuh. Kos di tempat om Ahong itu selain tempatnya nyaman tentu yang dicari-cari adalah harganya yang murah, ya iyalah hari gini siapa yang mau bayar mahal uang kos.

“van, gimana kos nya oke ga?” tanya gue ke Irvan. “lumayan lah broo.. menurut gue sih cukup luas, yang penting kamar mandinya gak antri kayak wc umum lah” kata Irvan. Gue lihat sih tempatnya emang didesain sama semua, yah rapi lah fasilitas yang dikasih masih dalam kondisi fresh semua *fasilitas cuma kasur sama wc, itu juga gak ada bak mandinya… tapi overall semuanya masih baik.
“oke deh van, betahin aja tinggal disini kita cuma empat tahun kok tinggal disini”.
“iya lah broo.. kos ini mau gue jadiin istana gue sekarang, gak semua orang bisa masuk ke wilayah gue” *semangat 45 berapi-api..

Gue ngelanjutin petualangan gue menyusuri kosnya si Irvan. akhirnya gue sampai di kamar mandinya tempat dimana semua hasrat bisa dikeluarkan hahaha…
Gue lihat sih masih oke, tapi engsel pintunya hampir rusak. “van, lo mesti minta om Ahong ganti ni engsel pintu, bisa-bisa pas lo lagi ada meeting (buang air besar) pintunya lepas, bisa kena radiasi dari wc lo ntar”.
“woles sob, ntar ajalah itu juga masih bagus kok yang penting kan gue bisa memanjakan diri disana”. Irvan emang orangnya selalu anggap enteng sesuatu ntar kalau udah mempet aja baru panik deh “terserah deh. Broo.. liat sini ada sesuatu yang mencurigakan di wc lo” gue lihat sesuatu di wc Irvan. Si Irvan langsung nyamperin gue, wajahnya mulai agak panik mungkin dia pikir bekas meetingnya belum beres.
“wahh.. lobang apa ini bro?” ternyata ada keramik di wc nya si Irvan yang rusak dan membentuk sebuah lubang gelap. “Van, gue rasa ini lobang itu” kata gue dengan wajah yang super bubur serius “ahh.. bohong lo, itu kan lobang ini” jawab Irvan juga serius. Kami liatin tu lobang dengan seksama, dengan gaya mirip detektif gue sama Irvan pelototin tu lobang, kalo bisa sampe lobangnya nutup sendiri karena tatapan mata kami ,dan ternyata tidak terjadi sesuatu.

Untuk beberapa hari kita biarin tu lubang menganga dengan indahnya. “van siang ini lo makan apa?” tanya gue ke Irvan waktu pulang dari kampus, kebetulan kita pulang siang jadi gak sempat masak paginya.
“siang ini gue mau nyeduh aja, biar greget” dua bungkus mi beda rasa (mi goreng sama mi rebus) udah digenggaman kasarnya Irvan. “Vio, ntar sore kita ngePES yok!!”
“boleh dah, gue siap ngeladenin lo”.

Sekitar pukul lima sore gue sama Irvan main game bola di laptop gue, dan tentunya di kamar gue, sampai kira-kira pukul tujuh malam kita udah mulai bosan. “bro, gue laper mau nyeduh ah” Perut Irvan yang agak gendut emang udah keliatan kecil karena lapar, dia butuh asupan mie supaya tetap kenyang.
“Ouuww… mana mi gue?” terikan panjang si Irvan bikin listrik di kosan langsung padam seketika, setelah dia berhenti teriak baru nyala lagi, itu cukup bikin gue kaget, dan gue langsung nyamperin kamar kos Irvan “lo ngapain teriak?” tanya gue heran dengan tingkah Irvan yang sedikit menggila “mie gue hilang bro?” gue heran mana bisa mie jalan sendiri nolak untuk diseduh “hilang gimana, tadi lo taruh dimana mie nya?” wajah panik Irvan malah bikin gue sedikit ilfil “di dapur nih, tapi lo liat deh ada bekas mi masuk ke wc gue”. Bener sih ada bekas mi yang kayak abis diamuk masa masuk ke kamar mandinya Irvan yang gelap, mencekam, dan penuh dengan misteri yang ada di balik pintu kamar mandinya.

Gue sama Irvan nyiapin mental yang cukup gede buat masuk dan ngelihat apa yang terjadi disana, gue sama Irvan saling bertatap muka dengan wajah serius kami bertekad bulat untuk masuk dan memecahkan misteri hilangnya mie buat jatah makan Irvan.

“van, coba deh lo nyalain lampunya gelap nih” Saat Irvan nyalain lampu, terlihat jelas bahwa mie itu ada di wc si Irvan tepatnya di depan lubang yang tadi gue sama Irvan lihat. “Gimana bisa nyampe sini mie gue, gue rasa tuyul sekarang nyolongnya mi” Irvan sambil mungut bungkus mi yang isinya udah pada keluar. “bro lihat nih, mie gue ada yang makan nih” emang sih, kalau lihat dari bungkusnya, mie nya Irvan habis digigit sesuatu. “gue mau lihat isi lobang itu” Irvan jongkok dan melihat ke dalam lobang, dia bermaksud untuk masuk ke lubang itu tapi berhubung lubangnya kecil hidungnya Irvan yang penuh jerawat aja gak bisa masuk. Saat Irvan ngelihat lubang itu dengan serius dia mulai kelihatan penasaran, dia terus neglihat sampai dia sadar ada sepasang mata yang melihat ke arahnya dari dalam lubang, perlahan pemilik mata itu mendekati Irvan, tapi Irvan juga gak mau kalah dia terus melototin mata itu, perlahan tapi pasti sepasang mata itu semakin dekat dengan Irvan.

“van,ada apa sih?” tanya gue penasaran. Waktu gue mau lihat, tiba-tiba Irvan langsung teriak kenceng, yang otomatis buat jantung gue lari maraton. “broo.. gue takut” Muka Irvan yang serem sekarang malah jadi ketakutan gitu “emang ada apa sih?” gue makin penasaran aja. “Ada tikus, dan dia makan mie gue” Irvan mulai frustasi karena yang bantai jatah makannya ternyata tikus yang tinggal di dalam lubang di kamar mandinya Irvan. “gue mau pindah kamar nooo… Oh my kosssttt…” Irvan mulai teriak lagi, gue hanya bisa meratapi nasibnya, dan membiarkan jantung gue lari maraton lagi karena teriakannya.

Cerpen Karangan: Rosario Grace Olivio
Facebook: Rosario Grace Olivio
Nama saya Rosario Grace Olivio, saya masih penulis amatir dan saya mohon dukungan agar saya terus bisa memberikan cerpen kepada kita semua terima kasih.

Cerpen Cerita Anak Kos (Part 1) Oh My Kost merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Friendzone In Wakatobi

Oleh:
Gue Lota, 22 tahun. Status single. Pacaran terakhir kali 3 tahun yang lalu. Alasan putus? Klasik. Gue putus karena beda, beda gaji, beda kasta, dan gue lelah. Atau mungkin

Ghost of Shania (Part 2)

Oleh:
“Kita harus cepet-cepet pergi dari rumah ini! Rumah ini berhantu!” “Ly..” potong Reyna yang nggak pernah percaya sama omonganku. “TURUTIN GUE KENAPA SIEEHHH!” Akhirnya mereka mau nurutin perkataanku dan

Bukan Binatang Lajang

Oleh:
Akhirnya, bukan binatang lajang… Jatuh cinta pada pandangan pertama itu memamang indah, apalagi kalau kita bener-bener bisa mendapatkan tuh cintanya. Mungkin ini yang gue rasaain saat untuk pertama kalinya

My Day WOW !!

Oleh:
Bunyi alarm perlahan membangunkanku dari tidur malamku, segera ku bergegas kekamar mandi untuk wudhu bermaksud untuk sholah subuh. Ibu yang ada didapur sepertinya sedang memasak nasi goreng kesukaan adik

Catatan Joni Si Jomblo

Oleh:
Seorang pemuda terlihat fokus mencatat sesuatu di buku catatannya sembari mendengarkan lagu yang diputar di MP3 playernya. Lantunan lagu Gamaliel Audrey Cantika (GAC) berjudul “seberapa pantaskah” terdengar lembut dari

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *